Hembusan Angin Berbicara

Look, I’m proud of the imagery I’m presenting and the tone that speaks out… But I’ll say that it’s a tad bit dramatic. Of course, I wrote this in high school (as always), so you can see where the dramatization comes from (because I barely knew shit about poems that day. Well, not like I’m suddenly an expert now, anyway). Come to think of it, I could’ve done more with the first stanza because it seemed too… General and simple. Also, the feature of red string is here too!

 

Hembusan Angin Berbicara

Hembusan angin mengirim pesan untukmu

Ia terbang menghampirimu

Berlomba di antara para burung

Berdansa ria mendekatimu

Datanglah ia hendak menerpa wajahmu

 

Tetapi kamu hantu

Hembusan angin tembus melaluimu

Walaupun kamu mencoba mencari keberadaanku

 

Karena aku hanya semilir hembusan angin…

Terbang mengejar waktu

 

Kami sering bertabrakan di antara jiwa raga lain yang sibuk

Bagaikan ada benang merah yang menyatukan

Namun apakah kamu betul kiriman dari Tuhan?

Kamu saja membuatku bingung mabuk

 

Karena aku hanya semilir hembusan angin

Bepergian kesana kemari demi melewatimu

Tetapi saying kamu tak mampu menyaksikan sosok diriku

Walaupun aku di sana, tidak tahu lagi harus bagaimana…

 

Hembusan angin berbicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *