Wilujeng Hardiknas! – 2 Mei 2024

 

 

Wilujeng Hardiknas! – 2 Mei 2024.

 

“JELEMA DIAJAR MAH, 

PATOKANANA NGAN KUDU DAÉK,

ULAH MUMULAN,

SANAJAN HIJI JELEMA NU BOGA BAKAT BODO OGÉ,

ANU GETOL SARTA CENGENG MAH,

LAUN-LAUN OGÉ SOK BISA.”

 

“Orang yang Belajar itu, Satu-Satunya Persyaratannya adalah
Hanya Kemauan, Jangan Malas, Meskipun Seseorang Punya Bakat
Bodoh juga, Yang Apabila Rajin dan Bersemangat, Tentu Perlahan
akan Bisa.”

JOEHANA

CARIOS AGAN PERMAS (1996)

 

Credit: IG @lopian_unpad

Resensi dan Insight dari Film “A Beautiful Mind”, Biografi John Nash

 

 

Setelah ditugaskan oleh Pak Eka Purna Yudha di mata kuliah Perencanaan Wilayah Partisipatif untuk menonton film “A Beautiful Mind”, sebuah film biografi dari John Nash, seorang matematikawan dari Amerika Serikat, peraih Nobel Ekonomi, dan masyhur dengan Nash Equilibrium dan Game Theory nya, saya ingin menuliskan sinopsis dan insight yang saya dapatkan di blog ini. Berikut sinopsis dan insightnya, selamat menyimak!

 

Resensi Film “A Beautiful Mind” – Film Biografi John Nash

Pada tahun 1947, John Nash tiba di Universitas Princeton sebagai salah satu penerima, bersama Martin Hansen, dari Beasiswa Carnegie untuk Matematika. Dia bertemu dengan sesama mahasiswa pascasarjana matematika dan sains Sol, Ainsley, dan Bender, serta teman sekamarnya Charles Herman, seorang mahasiswa sastra.

Bertekad untuk mempublikasikan ide orisinalnya, Nash terinspirasi saat dia dan teman-teman sekelasnya mendiskusikan cara mendekati sekelompok wanita di bar. Hansen mengutip Adam Smith yang menganjurkan “setiap orang untuk dirinya sendiri”, tetapi Nash berpendapat bahwa pendekatan kooperatif akan menghasilkan peluang keberhasilan yang lebih baik, yang mengarahkannya untuk mengembangkan konsep baru tentang “governing dynamics”. Menerbitkan artikel tentang teorinya, dia mendapat tawaran di MIT di mana dia memilih Sol dan Bender daripada Hansen untuk bergabung dengannya.

Pada tahun 1953, Nash diundang ke Pentagon untuk mempelajari telekomunikasi musuh terenkripsi, yang ia pecahkan dengan pikiran. Bosan dengan tugas rutinnya di MIT, termasuk mengajar, dia direkrut oleh William Parcher yang misterius dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan tugas rahasia: mencari pola tersembunyi di majalah dan surat kabar untuk menggagalkan plot Soviet. Nash menjadi semakin obsesif dalam mencari pola-pola ini, mengirimkan hasilnya ke kotak surat rahasia, dan yakin bahwa dia sedang diikuti.

Salah satu muridnya, Alicia Larde, mengajaknya makan malam, dan mereka jatuh cinta. Pada kunjungan kembali ke Princeton, Nash bertemu dengan Charles dan keponakannya, Marcee. Dengan dorongan Charles, dia melamar Alicia dan mereka menikah. Nash mengkhawatirkan nyawanya setelah selamat dari baku tembak antara Parcher dan agen Soviet, dan mengetahui Alicia hamil, namun dia terpaksa melanjutkan tugasnya. Saat menyampaikan kuliah tamu di Universitas Harvard, Nash mencoba melarikan diri dari orang-orang yang dianggapnya agen Soviet, dipimpin oleh seorang psikiater bernama Dr. Rosen, namun dibius secara paksa dan dimasukkan ke fasilitas psikiatris.

Dr Rosen memberi tahu Alicia bahwa Nash menderita skizofrenia dan bahwa Charles, Marcee, dan Parcher hanya ada dalam imajinasinya. Alicia mendukung dokter tersebut, memberi tahu Nash bahwa tidak ada “William Parcher” di Departemen Pertahanan dan mengeluarkan dokumen yang belum dibuka yang dia kirimkan ke kotak surat rahasia. Nash diberikan terapi kejut insulin dan akhirnya dipulangkan. Frustrasi dengan efek samping obat antipsikotiknya, dia diam-diam berhenti meminumnya dan mulai bertemu Parcher dan Charles lagi.

Pada tahun 1956, Alicia mengetahui Nash telah melanjutkan “tugasnya” di sebuah gudang dekat rumah mereka. Menyadari penyakitnya kambuh, Alicia bergegas ke rumah dan menemukan Nash telah meninggalkan bayi laki-laki mereka di bak mandi yang mengalir, percaya bahwa “Charles” sedang mengawasi bayi itu. Alicia memanggil Dr. Rosen, tetapi Nash secara tidak sengaja menjatuhkan dia dan bayinya ke lantai, percaya bahwa dia melawan Parcher.

Saat Alicia melarikan diri bersama bayinya, Nash berjuang melawan penglihatannya dan menyadari bahwa semuanya tampak sama sejak pertama kali dia melihatnya. Dia menghentikan mobil Alicia dan mengatakan kepadanya bahwa dia menyadari bahwa “Marcee” tidak nyata karena dia tidak menua, akhirnya menerima bahwa Parcher dan tokoh lainnya hanyalah halusinasi. Bertentangan dengan saran Dr. Rosen, Nash memilih untuk tidak menjalani rawat inap lagi, percaya bahwa dia dapat mengatasi gejalanya sendiri, dan Alicia memutuskan untuk tinggal dan mendukungnya.

Nash kembali ke Princeton, mendekati saingan lamanya Hansen, yang sekarang menjadi kepala departemen matematika, yang mengizinkannya bekerja di perpustakaan dan mengaudit kelas. Selama dua dekade berikutnya, Nash belajar untuk mengabaikan halusinasinya dan, pada akhir tahun 1970-an, diizinkan untuk mengajar lagi.

Pada tahun 1994, Nash dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Ilmu Ekonomi atas karya revolusionernya dalam teori permainan, dan dihormati oleh rekan-rekan profesornya. Pada upacara tersebut, dia mendedikasikan hadiahnya untuk istrinya. Saat Nash, Alicia, dan putra mereka meninggalkan auditorium di Stockholm, Nash melihat Charles, Marcee, dan Parcher mengawasinya, tetapi hanya melirik mereka sebelum berangkat.

 

Insight yang paling mengena bagi saya adalah 

“Jangan menyerah dengan keterbatasan, karena bisa jadi dibalik keterbatasan itu ada potensi kegeniusan dan hal cemerlang yang menanti. Seperti John Nash yang didiagnosis Skizofrenia tapi tetap berjuang untuk pulih tentu dengan bantuan dan pengertian istrinya, Alicia Nash. Dan ternyata pasangan dan kawan sangatlah berpengaruh dalam bagaimana kita menjalani kehidupan, jadi rawat, jaga, dan pilih pasangan dan kawan dengan baik. Tentu tidak hanya sempit pasangan dan kawan saja ya, tapi juga Keluarga Dekat dan komunitas sekitar kita tentunya.”

 

Belajar Sistem Inovasi Pertanian Pedesaan “Culik Tanam” dari Kang Yadi, Petani Desa Ciherang, Kec. Nagreg, Kab. Bandung

 

 

 

 

 

 

 

Belajar Sistem Inovasi Pertanian Pedesaan “Culik Tanam” dari Kang Yadi, Petani Desa Ciherang, Nagreg, Kab. Bandung.

Ke lapangan bareng Frizka @frizeerr sama Mekka @mekkaamedina 🙂

 

 

Reposted from @frizeerr

Hari ini, berkesempatan mengunjungi Ketua kelompok tani di Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung🌾

Belajar sistem inovasi pertanian pedesaan tentang “Sistem Culik Tanam”. Apaantuh? Kenapa taneman aja diculik? 🫣

Usut punya usut, sistem ini lahir dari keresahan para petani akan cuaca yang tidak menentu. Sistem culik tanam hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan hujan melalui manajeman waktu mempercepat waktu tanam.

Jadi, petani sesaat akan melakukan panen, diminta langsung menanam kembali. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan produksi petani di lapangan.

Sistem ini banyak dilakukan di daerah tadah hujan, sehingga memungkinkan para petani untuk segera memasuki musim tanam utama.

Yok, abis ini jalan-jalan ke petani lagi kita?

#cctvrizzy #pertanianindonesia #bandung #jawabarat #tanamculik

 

  • JENIS DAN NAMA INOVASI :

SISTEM INOVASI PERTANIAN DAN PEDESAAN BERUPA INOVASI METODE BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG DENGAN NAMA METODE “CULIK TANAM”

 

  • DESKRIPSI METODE SISTEM CULIK TANAM

Sistem culik tanam lahir sebagai inovasi atas inisiatif dan keresahan para petani di Nagreg akan cuaca yang tidak menentu. Nagreg merupakan daerah tadah hujan  dimana hujan datang lebih lambat tapi juga menghilang lebih cepat dibandingkan daerah lain, sehingga sistem culik tanam hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan hujan melalui manajeman waktu mempercepat waktu tanam, dimana benih ditanam pada saat 1 bulan sebelum panen dilakukan tepat diantara batang jagung yang akan panen. Sehingga pada saat panen dilakukan, benih dengan sistem culik tanam akan menggantikan batang panen yang dibabat. Benih tersebut diharapkan sudah tumbuh dengan baik memanfaatkan waktu musim penghujan yang masih stabil, karena tanaman jagung membutuhkan waktu 1 bulan awal dengan curah hujan cukup untuk pertumbuhan yang optimal. Sistem ini diklaim  sebagai inovasi baru dari petani di wilayah Nagreg yang disebarluaskan ke daerah lain, seperti Kadungora, Garut.

 

WEBINAR dan FORUM DISKUSI EKONOMI PERTANIAN UNPAD #1 “Harga Beras Meroket: Masyarakat Buntung, Tapi Untungkah Petani?”

 

 


WEBINAR dan FORUM DISKUSI EKONOMI PERTANIAN UNPAD #1 “Harga Beras Meroket: Masyarakat Buntung, Tapi Untungkah Petani?” telah terlaksana malam ini, Senin 4 Maret 2024 dari pukul 20.00-22.00 WIB

Hatur nuhun untuk Akang Eceu yang sudah hadir 🙂

Sedikit highlight diskusi, Pak Iwan Setiawan berstatement bahwa kenaikan harga ini adalah “Kejutan Pangan” yang disebabkan oleh (tanda kutip) “El Nino Politik 2024”. Kenaikan harga beras harus diwaspadai karena petani kita, selain produsen juga bertindak ganda sebagai konsumen yang akan sangat terpengaruh penghidupannya oleh harga beras.

Dari Kang Suryadi dan Pak Asep Amrullah sebagai praktisi petani berpendapat bahwa fenomena kenaikan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang hampir dua kali, keuntungannya hanya dinikmati petani besar saja yang bisa menyetok dan menjual dengan harga tinggi, sedangkan petani kecil dan menengah yang tidak bisa menyetok gabah dan melepas penjualan di harga menengah tidak merasakan keuntungan maksimal. Di sisI lain petani tidak bisa merasakan keuntungan karena produktivitas yang rendah. Kita harus mengejar Vietnam dan Thailand yang bisa mencapai produktivitas di atas 10 ton/ha

Ada pula inputan dari peserta diskusi bahwa kebijakan pemerintah melalui Bapanas (Badan Pangan Nasional) dan Badan Ketahanan Pangan untuk membuat estimasi produksi dan konsumi beras nasional juga menyiapkan dan mengamankan stok cadangan nasional sampai minimal 3 tahun bahkan 5 tahun kedepan sangat urgen untuk dilakukan.

Sebagai penutup, Pak Iwan berpesan mengenai diversifikasi pangan dan komoditas beras alternatif selain padi, agar masyarakat menengah keatas dengan daya beli tinggi mempunyai pilihan dan opsi. Dan bagi masyarakat rentan miskin kota, bantuan beras murah harus diprioritaskan tanpa dibumbui kepentingan politik.

 

Nantikan video rekamannya dan sampai bertemu di webinar dan forum diskusi selanjutnya Akang Eceu 🙂


Berikut ini video rekaman dari Webinar dan Forum Diskusi Ekonomi Pertanian UNPAD #1 “Harga Beras Meroket: Masyarakat Buntung, Tapi Untungkah Petani?”. Selamat Menyimak!

Foto Bareng Ekonomi Pertanian Faperta UNPAD Angkatan 2023 Ganjil

 


Sangat senang mengenal teman-teman Ekonomi Pertanian 2023. Saya banyak belajar hal baru selain akademik. Tidak hanya tentang kajian lingkup sosial ekonomi pertanian, tetapi juga saya belajar tentang persahabatan, mimpi, cita-cita, idealisme, sampai orientasi mencari cuan duniawi. Haha..

Hatur nuhun sudah membersamai selama satu semester kebelakang, yuk lanjutkan sampai lulus dan kehidupan seterusnya..

Proficiat Friends!

@agoemrst @suryadiabdulgani @frizeerr @odelia_faustina @fitrisulisse @alifendk @sabrinalbs @anasfebri @annkazh @mekkaamedina @sisca


Foto dibuang sayang 🙂

 

 

 

 

 

GEOSIGHT – Geoscience Webinar dari Geoaccess Indonesia @geoaccess dengan Topik “GIS-RS dalam Perspektif: Tantangan Ketahanan Pangan dalam Bayang-bayang Deforestasi dan Perubahan Iklim”

Baru aja mengikuti GEOSIGHT – Geoscience Webinar dari Geoaccess Indonesia @geoaccess dengan topik “GIS-RS dalam Perspektif: Tantangan Ketahanan Pangan dalam Bayang-bayang Deforestasi dan Perubahan Iklim”.

Pembicara dalam webinar ini yaitu Bapak Dr. Ir. Wahyu Wardhana, S.Hut, M.Sc. dari Fakultas Kehutanan UGM. Beliau mengingatkan tentang pentingnya data geospasial untuk berbagai komoditas pertanian di Indonesia, baik pangan, hortikultura, maupun perkebunan. Karena yang jadi permasalahan saat ini adalah tidak adanya data geospasial yang tersedia, kalaupun ada sangat terbatas. Data geospasial per komoditas pertanian ini sangat penting karena dengan data geospasial per komoditas pertanian kita akan bisa melakukan= penataan dan perencanaan lebih terperinci mengenai arah pembangunan pertanian Indonesia.

Beliau pun mengajak untuk kita menguasai algoritma, coding, dan AI terkini untuk mengolah data geospasial dan membuat Earth Engine lokal buatan Indonesia, mengingat keunikan topografi dan tutupan lahan di Indonesia yang karakteristiknya berbeda dengan negara lain, sehingga dengan adanya Earth Engine dan pengolahan dengan algoritma spesifik akan menghasilkan data serta hasil yang lebih
presisi.

Dari webinar ini saya belajar bahwa dengan data geospasial kita bisa mempunyai helicopter view tentang perencanaan pembangunan pertanian suatu daerah. Tidak melulu tentang untung rugi atau profit ekonomi tapi tentang masalah lingkungan dan kesesuaian geografis dari suatu wilayah.

Hatur nuhun buat Teh Inuy @noey_gumatti yang sudah memberikan info tentang Geoaccess Indonesia. Semoga bisa belajar lebih banyak lagi 🙂

Belajar QGIS Dasar: Inspirasi dari Teh Inuy dan Aziz

 

Beberapa waktu kemarin IA SITH ITB mengadakan pertemuan dengan Dekanat SITH untuk membahas beberapa hal dan saya ingin hadir karena sekalian ingin bertemu dengan Pak Angga Dwiartama. Di pertemuan tersebut juga hadir Teh Jim, Aziz, juga Teh Inuy. Setelah beres diskusi dengan Dekanat SITH, saya mengobrol dengan Teh Inuy dan Aziz, dan salah satu topik yang dibahas Teh Inuy adalah mengenai banyaknya peluang project tentang analisis spasial keanekaragaman hayati dan sumber daya alam juga lingkungan. Setali tiga uang, Aziz pun mendalami bidang ini dengan beberapa project di Rumah Amal Salman ITB dan juga karena background kelimuannya di Rekayasa Pertanian SITH ITB. Percakapan singkat di ruangan dilanjutkan sambil jalan dari Labtek Biru ke Gerbang SR. Setiba di Gerbang SR percakapan pun berakhir.

Tak lama berselang, beberapa hari setelah pertemuan tersebut Teh Inuy melalui DM Instagram menghubungi saya dan memberi tahu tentang pelatihan GIS / Sistem Informasi Geografis untuk ketahanan pangan yaitu analisis  kesesuaian lahan untuk Food Estate (Lumbung Pangan) di Kalimantan Tengah dari salah satu konsultan geoscience. Saya coba buka postingan dari salah satu konsultan geoscience tersebut dan tertarik dengan aplikasi QGIS yang ternyata open source dan bisa didownload dengan bebas yang dijadikan sebagai aplikasi GIS yang digunakan dalam pelatihan tesebut. Saya pun meluncur ke YouTube untuk mempelajari QGIS. Setelah menonton beberapa tutorial saya memutuskan untuk menginstall QGIS karena penasaran. Hehehe Maklum, selama S1, yaitu di Rekayasa Pertanian SITH ITB, saya pernah belajar sedikit tentang GIS/SIG di mata kuliah Pengelolaan Bentang Alam Terpadu (PBAT). Ternyata menggunakan QGIS cukup menyenangkan dan lebih ringan dibanding pengalaman saya dulu menggunakan ArcGIS. Sepertinya laptop saya memang spek nya rendah sih pada saat itu. Hehe

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Di bawah ini layout Peta Pertama yang saya buat. Masih sederhana, masih newbie. Peta ini menampilkan filter perbedaan jumlah penduduk negara di Asia dengan warna yang berbeda. Yang yang bergradasi hijau di bawah saya sertakan legenda dari interval jumlah penduduk yang dimaksud.

Saya kira akan sangat penting untuk saya kuasai kedepan mengenai SIG (Sistem Informasi Geografis) ini, termasuk untuk dunia Pertanian dan Perencanaan Pertanian. Dan kebetulan saya akan mengambil matkul Perencanaan Wilayah Partisipatif semester ini. Semoga jadi awal yang baik 🙂


Setelah belajar layouting lebih kompleks, saya mencoba membuat peta yang lebih rumit. Sehingga saya membuat Peta Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, dan Kota Bandung, tempat dimana saya tinggal. Bisa dilihat di bawah ini, juga di banner postingan ini di atas ya.

Hasil percobaan pertama menerapkan layouting yang sedikit lebih kompleks 🙂

Dan peta di bawah ini merupakan peta tutupan lahan sawah di Provinsi Jawa Barat di tahun 2019, peta yang berhubungan dengan perencanaan di bidang pertanian, sesuai dengan yang disarankan Aziz kepada saya untuk dicoba.

Sedangkan di bawah ini merupakan peta tutupan lahan pertanian kering, perkebunan, dan oleh pemukiman.

Gambar di bawah ini adalah gambar globe Indonesia yang bersumber dari Citra Google Satellite.

Video Kompilasi


Yak, begitulah sedikit cuplikan hasil peta dan belajar QGIS dasar dari saya yang masih pemula ini, semoga bisa terus belajar dan mendalami Sistem Informasi Geografis (SIG), khususnya untuk PerencanaanPertanian. Mohon bimbingan dan arahan dari para suhu, senior, dan expert di bidang ini. Semangat terus belajar, semoga hal ini akan bermanfaat dan menghasilkan kedepannya. Aamiin.. 💓

Ulasan Singkat Mata Kuliah Semester 1 Dzikra Yuhasyra di Prodi Magister Ekonomi Pertanian Faperta UNPAD

 

 

Halo kawan-kawan, saya ingin mereview mata kuliah semester 1 yang saya ambil di Prodi Magister Ekonomi Pertanian Faperta UNPAD agar saya bisa merecall dan mengingat kembali apa yang telah saya pelajari selama semester 1 di kemudian hari. Supaya tidak lupa. Hehe Gambar di atas merupakan tujuh mata kuliah yang saya ambil selama semester 1, yaitu terdiri dari mata kuliah Masalah Riset Sosial Ekonomi dan Agribisnis, Ekonomi Mikro Madya, Sistem Agribisnis Madya, Metode Kuantitatif, Pembiayaan Agribisnis, Politik Pertanian dan Agraria, serta Filsafat Ilmu. Alhamdulillah saya mendapatkan IPK 3.84 di semester 1 ini. Berikut ulasan singkat dari masing-masing mata kuliah yang saya ambil. Selamat menyimak!

1. Masalah Riset Sosial Ekonomi dan Agribisnis

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib yang diampu oleh Pak Ronnie Susman Natawidjaja, Ph.D dan Pak Dr. Iwan Setiawan, S.P., M.Si. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah dasar yang membahas mengenai pokok dan inti dari sebuah riset yaitu masalah riset, bahwa suatu riset haruslah berangkat dari suatu masalah yang harus dicoba diselesaikan melalui pengkajian dan penelitian. Di mata kuliah ini mahasiswa diberikan tugas untuk menyusun masalah riset dan topik riset yang akan dijadikan sebagai calon usulan tesis dan akan dibahas serta didiskusikan secara mendalam selama perkuliahan. Menurut Pak Ronnie, tiga unsur yang harus ada dalam suatu masalah dan topik riset yaitu (1) Novelty (Kebaruan), (2) Relevansi, (3) Urgensi. Masalah riset harus mengandung novelty atau kebaruan dibandingkan dengan topik-topik riset yang sebelumnya ada, topik dan masalah riset pun harus relevan dengan kondisi yang hangat terjadi dan dirasakan masyarakat, serta topik dan masalah riset harus memilki urgensi dan kepentingan yang mendesak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di akhir perkuliahan kita ditugaskan untuk membuat makalah Bab 1 dari usulan topik tesis yang akan kita ajukan.

2. Ekonomi Mikro Madya

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib yang diampu oleh Ibu Prof. Dr. Ir. Lies Sulistyowati, MS. dan Dr.Ir. Eti Suminartika, MSi, PhD. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah lanjutan atau intermediate dari Ekonomi Mikro  dasar yang dipelajari di S1 atau sarjana.  Sumber pembelajaran dari mata kuliah ini adalah buku 8th Edition Microeconomics (The Pearson Series in Economics) karya Robert Pindyck dan Daniel Rubinfeld.  Beberapa materi yang dipelajari diantaranya: dasar-dasar Mikroekonomi, pengertian Pasar, 10 prinsip dasar dalam Ekonomi, pola kegiatan perekonomian, supply and demand (Penawaran dan Permintaan), perilaku konsumen, permintaan pasar dan ketidakpastian dalam perilaku konsumen, fungsi produksi, biaya dan keuntungan, pasar persaingan sempurna, monopoli, oligopoli, dan monopolistik, serta pasar dengan informasi yang asimetris.

3. Sistem Agribisnis Madya

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib yang diampu oleh tiga dosen yaitu Bapak Prof. Dr. Tomy Perdana, SP., MM., Ibu Prof. Dr. Ir. Hj Yosini Deliana, MS., dan Ibu Dr. Ir. Lucyana Trimo, MSIE. Mata kuliah ini membahas mengenai sistem agribisnis lanjut yang beberapa topik bahasan nya adalah manajemen rantai pasok dan akses pasar, rantai nilai agribisnis inklusif, pertanian digital dan teknologi, pemasaran dalam supply chain untuk pertanian berkelanjutan, mengembangkan agroindustri di pedesaan dan teknologi agroindustri, pola pengembangan agroindustri, dan teknologi agroindustri pembentuk masa depan di era industri 4.0, serta  tantangan revolusi industri 4.0 di sektor pertanian dan pemilihan teknologi agroindustri. Di mata kuliah ini banyak dilakukan pembahasan dan pembedahan jurnal nasional dan internasional mengenai topik terkait.

4. Metode Kuantitatif

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib yang diampu oleh Ibu Dr. Dra. Elly Rasmikayati, M.Sc.dan Ibu Dr. Eliana Wulandari, SP., MM. Beberapa materi di kuliah ini yaitu urgensi metode kuantitatif dalam pembentukan tesis, statistik deskriptif dasar, pengujian hipotesis, statistika deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS, pengujian hipotesis, korelasi dan regresi dengan SPSS, statistika non paramaterik menggunakan SPSS,  Linear Programming, Decision Making Tools, Model Transportasi, Waiting Line Models, Learning Curves, serta Simulation.

5. Filsafat Ilmu

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib yang diampu oleh Bapak Prof. Dr. Ir. H. Mahfud Arifin, MS dan Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.P., M.Si. Mata kuliah ini membahas mengenai sejarah filsafat dan aspek-aspek dari filsafat ilmu yaitu ontologis, epistemologis, dan aksiologis dan kaitannya dengan penelitian atau tesis. Di akhir perkuliahan kita ditugaskan untuk membuat serta mengulas tiga aspek tadi pada topik tesis yang kita usulkan.

6. Pembiayaan Agribisnis

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pilihan yang saya ambil yang diampu oleh Ibu Dr. Ir. Hj Tuti Karyani, M.SP. dan Ibu Dr. Eliana Wulandari, SP., MM.Berikut ini beberapa materi di mata kuliah ini: Asuransi Pertanian, Fintech, Pembiayaan Syariah, Financial Risk Management, Capital Budgeting/Feasibility Study, Agricultural Finance, Supply Chain Finance, Value Chain Financing, dan Rural Finance. Saya mengambil mata kuliah ini karena dirasa sangat penting untuk mendalami dan mempelajari lebih jauh mengenai pembiayaan agribisnis yang merupakan salah satu komponen penting yang harus dipenuhi, dikembangkan, serta dibutuhkan oleh petani serta pelaku agribisnis lainnnya.

7. Politik Pertanian dan Agraria

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah pilihan yang saya ambil yang diampu oleh Bapak Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, S.P., M.P. dan Dr. Ir. Trisna Insan Noor, DEA. Saya sangat tertarik untuk mengambil mata kuliah ini dengan alasan karena ingin mendalami lebih jauh mengenai kebijakan serta politik pertanian, agraria, dan pangan yang akan sangat berimplikasi dan berpengaruh kepada pembangunan pertanian nasional dan daerah. Pada mata kuliah ini untuk topik Politik Agraria dibahas oleh Pak Trida dan Politik Pertanian dibahas oleh Pak Trisna. Di mata kuliah ini dilaksanakan dua pertemuan kuliah tamu yang menurut saya sangat insightful dan memberi wawasan mengenai kondisi di lapangan yang membahas mengenai  Deagrarianisasi Pedesaan: Konsep Deagrarianisasi, Konteks, dan Ketahanan Agraria, juga  Deindustrialisasi, Perlawanan dan Nasib Petani di Madura.


Sekian sedikit ulasan singkat mengenai mata kuliah semester 1 yang diambil oleh Dzikra di Prodi Magister Ekonomi Pertanian Faperta UNPAD. Semoga ulasan singkat ini juga bisa menjadi gambaran bagi teman-teman yang ingin berkuliah di Magister Ekonomi Pertanian Faperta UNPAD maupun mahasiswa baru yang akan mengambil mata kuliah di semester 1. Semoga bermanfaat ya 🙂