Jadilah Bagian Dari Perubahan Indonesia

Indonesia merupakan negara demokrasi. Artinya, Indonesia menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat. Indonesia menganut sistem demokrasi Pancasila, di mana rakyat memiliki kekuasaan tertinggi dalam negara. Demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab rakyat Indonesia secara keseluruhan. Kita semua harus turut berpartisipasi dalam menjaga dan memperkuat demokrasi, salah satunya melalui pemilihan umum yang berkala untuk memilih pemimpin negara dan wakil rakyat. Tahun 2024 ini adalah kembalinya momen pemilihan umum calon dan wakil presiden Republik Indonesia selanjutnya. Sebagai perwujudan warga negara yang demokratis, ayo gunakan hak pilih kita sebagai warga negara dengan sebaik mungkin. Setiap suara memiliki kekuatan, setiap suara memiliki dampak. Jadi, tunggu apa lagi? Gunakan hak suara kita dengan bijak dan jadilah bagian dari perubahan Indonesia.

Menilik Sejarah dari Destinasi Wisata Edukatif Bandung: Museum Konferensi Asia-Afrika

Penyampaian sejarah tidak lepas dari keterkaitan sudut pandang atau perspektif penyampainya. Museum Konferensi Asia-Afrika yang berlokasi di Braga, Bandung, adalah salah satunya. Museum ini menyajikan sejarah Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada bulan April tahun 1955. Konferensi tersebut menjadi salah satu titik balik utama dalam sejarah kemerdekaan dan anti-kolonialisme di Asia dan Afrika. Museum Konferensi Asia-Afrika memberikan perspektif yang komprehensif tentang peristiwa tersebut. Hal itu dapat dilihat dari berbagai koleksi yang disusun sesuai kronologi sejarah, dimulai dari latar belakang, proses, dan dampak dari konferensi tersebut, serta peran penting Indonesia dalam gerakan non-blok. Berbagai penjelasan dan deskripsi sejarah di museum tersebut dibagi menjadi tiga menurut warna dan berdasarkan urutan kejadian; penjelasan dengan latar warna kuning untuk pra-konferensi, latar warna merah untuk menuju dan hari-H konferensi, serta latar warna biru untuk pasca atau dampak konferensi.

Salah satu pengunjung Museum Konferensi Asia-Afrika, pada Sabtu, 16 Maret 2024, mengungkap bahwa penggunaan warna sesuai kronologi ini dapat meningkatkan pengalaman pengunjung apabila pengunjung Museum Konferensi Asia-Afrika menyadari hal tersebut. Namun sayangnya, tidak banyak pengunjung yang menyadari fakta penggunaan latar warna ini sebagai salah satu cara penyampaian peristiwa sejarah. Seperti warna merah yang digunakan pada koleksi di samping, ulasan pers nasional dan internasional tersebut dirilis menjelang dan selama Konferensi Asia-Afrika dilaksanakan pada 18–24 April 1955. Dengan kata lain, latar berwarna merah pada ulasan pers tersebut menunjukkan peristiwa selama konferensi dilaksanakan. Dari Museum Konferensi Asia-Afrika, dapat dilihat bahwa konferensi ini memiliki dampak yang nyata bagi politik internasional melihat banyaknya bahasa dalam ulasan pers yang digunakan dalam pemberitaan. 

Walaupun Museum Konferensi Asia-Afrika didominasi oleh kumpulan foto dan penjelasan peristiwa, tetapi beberapa koleksi fisik turut meramaikan isi museum. Koleksi ini terdiri atas beberapa mesin ketik, piringan hitam berisi rekaman pidato Ir. Soekarno yang diputar saat konferensi, set meja dan kursi rotan, kamera, hingga lampu pencahayaan yang digunakan selama konferensi berlangsung. Ada pula replika tokoh-tokoh perwakilan negara yang menghadiri konferensi, di antaranya replika Ali Sastroamidjojo perwakilan Indonesia, Sir John Kotelawala perwakilan Sri Lanka, Muhammad Ali Jinnah perwakilan Pakistan, U Nu perwakilan Myanmar, dan Jawaharlal Nehru perwakilan India. Replika Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, turut dipajang di podium bersama kelima tokoh KAA tersebut.

Hal yang menarik tentang Museum Konferensi Asia-Afrika adalah museum ini tidak hanya menyajikan peristiwa yang berkaitan dengan KAA, tetapi juga menghadirkan foto-foto Kota Bandung tempo dulu semasa konferensi. Pengunjung seolah dibawa ke Bandung tahun 1955 sebelum menyimak runtutan peristiwa konferensi. Sentuhan foto-foto jadul yang dipajang membuat pengalaman pengunjung menjadi lebih berkesan. Penjelasan dan deskripsi berbagai peristiwa pun dilengkapi foto sehingga para pengunjung mendapat gambaran yang lebih detail tentang tiap peristiwanya. Museum ini cocok dikunjungi oleh segala usia, salah satunya pelajar sekolah menengah, melihat peristiwa Konferensi Asia-Afrika ini masuk dalam silabus pembelajaran. Masyarakat umum pun bebas mengunjungi museum ini sebagai sarana untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Dengan demikian, sudah selayaknya Museum Konferensi Asia-Afrika masuk dalam daftar destinasi wisata bagi orang-orang yang berkunjung ke Bandung.

Asah Potensi Kepemimpinan Bersama Project Management Workshop 2024

BEM Fikom Unpad kembali melaksanakan salah satu program kerja unggulannya, yaitu Project Management Workshop (PMW). Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 30 April 2024 di Ruang Oemi Abdurrahman Fikom Unpad. Project Management Workshop 2024 mengangkat tema EMOTION: Enhancing Organizational Performance Through Effective Collaboration yang bertujuan meningkatkan wawasan mahasiswa/i Fikom Unpad terkait potensi kepemimpinan serta cara berkolaborasi secara efektif dalam suatu tim di antara individu yang memiliki beragam persepsi.

Project Management Workshop: Bukan Sekadar Seminar

Meski Project Management Workshop 2024 dirancang secara khusus untuk para konseptor orientasi jurusan di Fikom Unpad, tetapi acara ini juga terbuka untuk para mahasiswa/i Fikom Unpad secara umum yang tertarik dengan tema yang dibawakan. Untuk itu, Departemen KPSDM BEM Fikom Unpad selaku penanggung jawab PMW 2024 mengundang Rafi Darajat sebagai pembicara pada workshop ini. Lelaki yang akrab disapa Rafi ini merupakan General Manager Radio Unpad tahun 2021/2022 dan juga Ketua Umum Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unpad 2022. Pengalaman Rafi yang relevan dengan tema yang diangkat menjadikan ia sebagai sosok yang tepat sebagai pembicara dalam PMW 2024. 

Acara ini terdiri atas tiga sesi, yakni pematerian, focused group discussion (FGD), serta presentasi. Pada sesi pematerian, Rafi menyampaikan materi tentang kepemimpinan dan kolaborasi. Materi ini membahas pentingnya Emphatize, Define, Ideate, Prototype, dan Testing dalam membangun tim yang kolaboratif untuk mencapai tujuan bersama. Dari pematerian, peserta juga mengetahui berbagai gaya kepemimpinan. Selanjutnya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk melaksanakan FGD dengan mendiskusikan studi kasus yang diberikan saat sesi pematerian. Pada sesi ini, peserta dapat mendiskusikan dan mempraktikkan cara untuk berkolaborasi dan menyelesaikan masalah secara efektif. Hasil diskusi tersebut kemudian dipaparkan kepada seluruh peserta dalam sesi presentasi untuk mendapatkan feedback dari Rafi sebagai pembicara. Presentasi ini membuka kesempatan bagi para peserta untuk mempelajari cara berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang.

PMW 2024 menjadi forum yang tepat untuk memperdalam wawasan kepimpinan, menguasai seni berkolaborasi, hingga memperluas relasi antar mahasiswa/i Fikom Unpad. Dengan mengikuti acara ini, peserta tidak hanya mendapat pengetahuan bermanfaat tetapi juga sebagai investasi waktu dan energi yang berharga untuk pengembangan diri di masa depan. Banyaknya manfaat tersebut menjadikan PMW sebagai program kerja unggulan yang selalu dinantikan tiap tahunnya. Sampai bertemu di Project Management Workshop berikutnya!