Garcinia mangostana L., atau yang lebih dikenal sebagai manggis, adalah buah tropis yang kulitnya kaya akan senyawa bioaktif, terutama xanthone. Berbagai penelitian telah mengeksplorasi potensi ekstrak kulit manggis sebagai agen terapeutik dalam bidang kedokteran hewan.
Aktivitas Imunostimulan pada Ikan
Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal GARA meneliti efek ekstrak kulit manggis sebagai imunostimulan pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian ekstrak ini meningkatkan aktivitas fagositosis dan letupan respirasi, yang berkontribusi pada peningkatan respons imun ikan terhadap patogen. Hal ini menunjukkan potensi ekstrak kulit manggis dalam meningkatkan ketahanan ikan terhadap infeksi.
Efek Terapeutik pada Ikan yang Terinfeksi Bakteri
Studi lain yang diterbitkan dalam Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology mengevaluasi efektivitas perendaman ikan nila yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila dalam larutan ekstrak kulit manggis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam ekstrak kulit manggis meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan secara signifikan, menunjukkan potensi ekstrak ini sebagai agen terapeutik dalam pengobatan infeksi bakteri pada ikan.
Aktivitas Antioksidan dan Perlindungan Organ pada Hewan Laboratorium
Penelitian yang dilakukan di Universitas Airlangga meneliti pengaruh pemberian ekstrak kulit manggis terhadap nekrosis glomerulus dan tubulus ginjal pada mencit jantan yang dipapar asap rokok. Hasilnya menunjukkan bahwa dosis 200 mg/kg BB ekstrak kulit manggis efektif dalam menurunkan jumlah nekrosis glomerulus, meskipun tidak signifikan terhadap nekrosis tubulus. Ini menunjukkan potensi ekstrak kulit manggis dalam melindungi organ dari kerusakan oksidatif.
Kesimpulan
Penelitian-penelitian di atas menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis memiliki potensi sebagai agen terapeutik dalam bidang kedokteran hewan, khususnya sebagai imunostimulan dan agen terapeutik terhadap infeksi bakteri pada ikan, serta sebagai antioksidan yang melindungi organ dari kerusakan oksidatif. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya pada berbagai spesies hewan serta untuk menentukan dosis yang optimal.
Referensi:
-
Mardiana, R., & Rahmi, M. (2013). Uji Aktivitas Imunostimulan Ekstrak Kulit Manggis pada Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal GARA, 7(2), 190–199.
-
Nur, A. (2019). Pengaruh Perendaman Ekstrak Kulit Buah Manggis terhadap Kelulushidupan Ikan Nila yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila. Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 15(2), 115–123.
-
Hermawan, I. P. (2016). Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana Linn.) terhadap Nekrosis Glomerulus dan Tubulus Ginjal Mencit Jantan (Mus musculus) yang Dipapar Asap Rokok. Universitas Airlangga.
