Kajian Empiris dan Ilmiah Penggunaan Minyak Sacha Inchi di Bidang Obat untuk Hewan

Posted by

Plukenetia volubilis L., yang dikenal sebagai Sacha Inchi, adalah tanaman asli hutan Amazon yang bijinya kaya akan asam lemak tak jenuh ganda, terutama omega-3, omega-6, dan omega-9. Kandungan nutrisi ini menjadikan minyak Sacha Inchi berpotensi dalam berbagai aplikasi kesehatan, termasuk dalam bidang kedokteran hewan.

Aktivitas Antioksidan

Minyak Sacha Inchi memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan, yang dapat membantu melindungi sel-sel hewan dari kerusakan oksidatif. Studi menunjukkan bahwa polisakarida yang diekstraksi dari biji Sacha Inchi memiliki kemampuan penangkal radikal bebas yang baik, dengan nilai IC50 terhadap radikal hidroksil sebesar 106 μg/mL. Aktivitas antioksidan ini berpotensi dalam mencegah penyakit degeneratif pada hewan.

Efek Antiinflamasi

Isolat protein dari biji Sacha Inchi menunjukkan aktivitas antiinflamasi dengan menghambat denaturasi protein. Pada konsentrasi 1000 μg/mL, isolat ini mampu menghambat denaturasi albumin sebesar 78,13%, mendekati efektivitas natrium diklofenak yang umum digunakan sebagai antiinflamasi. Hal ini menunjukkan potensi minyak Sacha Inchi dalam mengurangi peradangan pada hewan.

Aktivitas Antimikroba

Minyak Sacha Inchi telah diuji kemampuannya dalam menghambat perlekatan Staphylococcus aureus pada keratinosit dan eksplan kulit manusia. Hasilnya menunjukkan bahwa minyak ini efektif dalam mencegah perlekatan bakteri tersebut, dengan efisiensi sekitar 40% pada uji preventif. Meskipun penelitian ini dilakukan pada model manusia, temuan ini membuka peluang untuk aplikasi serupa pada hewan, terutama dalam mencegah infeksi kulit.

Keamanan dan Toksisitas

Studi mengenai efek antimutagenik minyak Sacha Inchi pada tikus menunjukkan bahwa minyak ini dapat mengurangi jumlah mikronukleus dalam darah dan sumsum tulang, yang menandakan potensi sebagai agen antimutagenik. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan dan toksisitasnya pada berbagai spesies hewan sebelum diterapkan secara luas.

Kesimpulan

Minyak Sacha Inchi menunjukkan berbagai aktivitas farmakologis yang berpotensi bermanfaat dalam bidang kedokteran hewan, termasuk sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Namun, sebagian besar penelitian saat ini masih terbatas pada model in vitro atau hewan laboratorium. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan minyak ini pada hewan ternak atau hewan peliharaan, serta untuk menentukan dosis dan metode aplikasi yang optimal.

Referensi:

  • Tian, W., Xiao, N., Yang, Y., Xiao, J., Zeng, R., Xie, L., & Du, B. (2020). Structure, antioxidant and immunomodulatory activity of a polysaccharide extracted from Sacha inchi seeds. International Journal of Biological Macromolecules, 162, 116-126.

  • Quinteros, M., Vilcacundo, R., Carpio, C., & Carrillo, W. (2016). Digestibility and anti-inflammatory activity in vitro of sacha inchi (Plukenetia volubilis l.) Proteins. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 9(3), 303-306.

  • González-Aspajo, G., Belkhelfa, H., Haddioui-Hbabi, L., Bourdy, G., & Deharo, E. (2015). Sacha Inchi Oil (Plukenetia volubilis L.), effect on adherence of Staphylococcus aureus to human skin explant and keratinocytes in vitro. Journal of Ethnopharmacology, 171, 330-334.

  • Arroyo-Acevedo, J., Herrera-Calderon, O., Cisneros-Hilario, C., Chavez-Asmat, R., Anampa-Guzman, A., Enciso-Roca, E., & Pari-Olarte, B. (2018). Antimutagenic Effect of Plukenetia volubilis (Sacha inchi) Oil in BALB/c Mice. Annual Research & Review in Biology, 24(3), 1-8.