*
Epilog
Jika aku diberi satu kesempatan lagi, aku takkan ragu menyebut namamu di depan mereka semua. Aku akan memilihmu, meski harus menunggu lebih lama.
Namun sekarang, biarlah cinta ini hidup dalam doa, dan aku akan terus menyebutmu. Hingga Allah menghapus perasaanku, atau menjemputku ke surga-Nya.
Bukan di dunia, tapi di surga—tempat kita bisa tersenyum, dan akhirnya mengucapkan kata-kata yang tak sempat terucap: “Selamat datang, sayang. Kita tak pernah benar-benar pergi.”TAMAT