RSS Feed
  1. Perjalanan Kelvin dalam Kompetisi Debat: Peraih Best Independent Adjudicator ALSA UI 2026

    June 9, 2026 by HANII

    Foto profil Kelvin, peraih Best Independent Adjudicator

    Perjalanan Kelvin dalam Kompetisi Debat

    Menjadi adjudicator atau juri kompetisi debat bukanlah hal yang mudah, terlebih bagi mahasiswa yang masih berada di semester dua. Namun, Kelvin, mahasiswa program studi Hubungan Masyarakat angkatan 2025, berhasil membuktikan kemampuannya dengan meraih penghargaan Best Independent Adjudicator dalam kompetisi debat ALSA UI 2026.

    Ketertarikan Kelvin terhadap dunia debat bermula sejak SMA. Berawal ketika guru Bahasa Inggrisnya mengajak Kelvin untuk bergabung dalam ekstrakurikuler debat. Meski pada awalnya merasa kurang cocok dengan dunia debat, Kelvin tetap bertahan karena lingkungan pertemanan yang suportif dan semangat teman-temannya untuk terus berkembang bersama.

    Awal Ketertarikan Menjadi Independent Adjudicator

    Seiring berjalannya waktu, Kelvin mulai tertarik untuk mendalami dunia adjudicator atau juri dalam kompetisi debat. Awalnya, ia hanya mengikuti teman-temannya di komunitas debat yang mulai belajar menjadi adjudicator. Hal tersebut mendorong Kelvin untuk perlahan mempelajari cara menilai debat, memahami argumentasi peserta, hingga membantu menjadi juri dalam berbagai latihan debat.

    Meski begitu, perjalanannya tidak selalu berjalan mulus. Kelvin pernah gagal mendapatkan akreditasi saat mencoba menjadi independent adjudicator. Menurutnya, saat itu masih banyak kemampuan yang perlu diperbaiki, terutama dalam memahami argumentasi dan memberikan penilaian yang logis. Pengalaman tersebut justru membuatnya semakin termotivasi untuk belajar lebih jauh bersama UKM ESU Unpad.

    Kelvin Berhasil Meraih Best Independent Adjudicator

    Usahanya akhirnya membuahkan hasil. Kelvin berhasil meraih co-Best Adjudicator dalam kompetisi IVED 2026 sebelum kemudian memperoleh penghargaan Best Independent Adjudicator di ALSA UI 2026. Baginya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa proses belajar dan kerja keras yang ia lakukan selama ini tidak sia-sia.

    Tangkapan layar pengumuman Best Independent Adjudicator ALSA UI 2026

    Menurut Kelvin, tantangan terbesar menjadi seorang adjudicator adalah menjaga objektivitas dalam menilai peserta debat. Seorang juri harus mampu mendengarkan argumentasi dengan fokus, memahami maksud yang ingin disampaikan, serta memberikan keputusan yang adil dan logis.

    “Kadang orang bisa terlalu condong ke satu ide dan tanpa sadar mengabaikan argumen penting lainnya,” ujarnya.

    Tantangan dan Motivasi Untuk Terjun ke Kompetisi Debat

    Di tengah aktivitas kuliah dan kompetisi debat, Kelvin mengaku harus pandai menentukan prioritas. Ia menyadari bahwa kemauan untuk berkembang di dunia debat di tengah padatnya aktivitas kuliah membutuhkan pengorbanan dan konsistensi.

    Melalui dunia debat, Kelvin merasa bahwa debat membantunya belajar untuk berpikir cepat, kreatif, dan mampu menyampaikan ide dengan lebih baik. Ke depannya, ia berharap dapat terus mengembangkan kemampuan debatnya sekaligus mencoba berbagai kompetisi lainnya.

    “It will be hard at first, but it will get better kalau kalian berusaha,” pesannya untuk mahasiswa lain yang ingin mulai terjun ke dunia debat.


  2. PT Stardust Group Gelar Program Berbagi Takjil Gratis

    May 13, 2026 by HANII

     

    Logo Stardust Group

    Jakarta, 13 Maret 2026 – PT Stardust Group menggelar program berbagi takjil gratis bagi
    pejalan kaki dan pengendara yang melintas di kawasan kantor perusahaan di Jalan Raya
    Kalisari, Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 16.00-18.00 WIB setiap Jumat
    selama bulan Ramadhan 1447 H, diinisiasi oleh tim CSR perusahaan untuk berbagi kebaikan
    di bulan puasa. Program ini melibatkan 20 relawan karyawan dan menargetkan 400 penerima
    takjil selama sebulan puasa.

    Pembagian takjil dilakukan di depan gedung kantor dengan booth sementara, menyediakan
    paket takjil lengkap berisi kurma, gorengan, kue bolu, dan kolak. Relawan membagikan takjil
    secara langsung kepada siapa saja yang melintas tanpa memandang latar belakang.

    Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekitar serta
    menanamkan nilai kepedulian dan gotong royong di kalangan karyawan perusahaan.

    “Berbagi takjil adalah cara sederhana kami untuk menyebarkan kebaikan dan mempererat
    silaturahmi,” ujar Ibu Laila Rahmawati, Kepala Bagian CSR PT Stardust Group.

    Melalui program ini, PT Stardust Group berharap dapat meramaikan bulan Ramadhan yang
    suci serta membangun harmoni sosial yang lebih erat di lingkungan sekitar.

    Kontak Humas:
    Raditya Pasha Ridwan, Humas PT Stardust Group
    Email: [email protected]
    No. Hp: 0000-1234-5678