
Aiyda Rohimah, storyteller yang berkeinginan menjadi PR writer.
Menulis merupakan hal yang digemari oleh Aiyda Rohimah, mahasiswi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad. Sejak kecil, dirinya bercita-cita menjadi seorang penulis di kemudian hari. Tahun 2024 menjadi tahun awal Aiyda memulai hobinya untuk disuguhi kepada publik. Meskipun tidak sejalan dengan jurusannya yang menulis sesuatu berdasarkan fakta atau formal, Aiyda memulai tulisannya dengan membuat sebuah cerita fiksi. Tulisan-tulisan nya mengisahkan dua orang dengan genre romantis.
Tulisan tersebut diunggah oleh penulis ke sebuah sosial media bernama X atau yang dahulu nya bernama twitter. Media sosial termasuk X merupakan sebuah platform digital yang memiliki jangkauan luas. Tidak hanya menjangkau pengguna di Indonesia saja melainkan juga di seluruh dunia. Hal tersebut membuat tulisan-tulisan yang diunggah nya dalam bentuk AU dapat dibaca hingga ke luar Indonesia, yaitu Malaysia.
AU atau Alternative Universe adalah istilah yang digunakan untuk membuat cerita alternatif dari dunia aslinya. Yang mana dari segi karakter, latar, dan juga peristiwa-peristiwa yang muncul akan berbeda dengan kehidupan asli. Dalam penulisan AU ini, penulis biasa menggunakan wajah atau yang disebut face claim. Namun, narasi yang dibuat tidak dirasakan oleh face claim tersebut sehingga tulisan ini merupakan tulisan fiksi.
Sekitar lima hingga tujuh tulisan telah diunggah oleh penulis ke akun miliknya. Dan beberapa tulisan telah mencapai lebih dari 3.000 pembaca. Hal ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi Aiyda Rohimah sendiri. Karena tidak hanya dengan menyalurkan ide dari dalam pikirannya serta mengasah hobi yang dimiliki nya, Aiyda juga dapat memiliki berbagai relasi dengan pada penulis atau Author AU lainnya serta dengan para pembaca di seluruh Indonesia dan di Malaysia.
Hal ini terjadi sesuai dengan faktor-faktor persuasi yang telah dijawab. Di mana penggunaan kata yang dipilih oleh Aiyda dalam tulisannya begitu menyesuaikan ceritanya yaitu tentang anak sekolahan. Sehingga pembaca nya kebanyakan merupakan seorang remaja. Usaha lain yang dilakukan Aiyda sebagai penulis juga dalam bentuk faktor nuansa emosional. Dalam narasi-narasi yang disuguhkan, pembaca kebanyakan berkomentar baik mengenai hal tersebut. Dalam contoh narasi terakhir yang ditulis adalah narasi sedih, dan lebih dari lima pembaca bahwa mereka ikut menangis saat membaca narasi tersebut.
Namun sebagai calon Public Relations atau PR, Aiyda tengah mempelajari menulis dalam hal non-fiksi. Karena hal itu akan dipergunakan dalam profesi nya nanti. Meskipun terasa sulit untuk menulis suatu hal berbasis data atau non-fiksi, namun penulis tetap akan mencoba. Dengan pengalaman yang dimilikkinya pun, dirasa ridak begitu kesulitan untuk menjadi penulis PR. Sehingga, penulis terus mengerahkan usaha nya agar tulisannya nanti sebagai PR akan sama terkenal dan handalnya dengan tulisannya saat menjadi Author AU atau fiksi. Diharapkan tulisannya nanti tidak hanya menghibur pembaca tapi juga dapat membantu perusahaan yang dinaungi nya agar citra nya baik di mata publik.
Karena pada dasarmya, menulis merupakan hobi Aiyda sejak kecil bahkan menjadi seorang penulis telah tertanam dalam benaknya untuk dijadikan cita-cita. Jadi, usaha nya tak akan berhenti begitu saja meskipun merasa kesulitan. Karena apapun akan baik-baik saja dan tidak mustahil apabila dilakukan dengan usaha yang baik juga.