Tag: publikasi ilmiah

  • Selamat Dr drg Selviana Wulansari, Sp.KG., Subsp.KE (K), Publikasi di Q1 Terkait Pulp Capping dari Nano α-TCP–AgNPs

    Selamat Dr drg Selviana Wulansari, Sp.KG., Subsp.KE (K), Publikasi di Q1 Terkait Pulp Capping dari Nano α-TCP–AgNPs

    Dr drg Selviana Wulansari, Sp.KG., Subsp.KE (K) berhasil meraih gelar Doktor dengan disertasi berjudul “Efektivitas Formulasi, karakterisasi, dan efek biologis kombinasi nano alfa trikalsium fosfat dengan nano partikel perak terhadap sel pulpa gigi sebagai bahan pulp capping”. Dengan publikasi riset artikel di Q1, Front. Oral Health, 06 January 2026 Sec. Preventive Dentistry

    Wulansari S, Dharsono HDA, Wathoni N, Tjandrawinata R, Cahyanto A and Roeslan MO (2026) Physicochemical and antibacterial evaluation of novel nano α-TCP–AgNPs biocomposites for direct pulp-capping applications. Front. Oral Health 6:1710351. doi: 10.3389/froh.2025.1710351

    Dr Selviana adalah lulusan pertama hasil kolaborasi antara tim riset sistem penghantaran obat dan kosmetik berbasis biopolimer dengan tim promotor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.

     

  • Cara Menulis Bagian Hasil dan Diskusi Terpisah Untuk Publikasi di Jurnal Internasional

    Cara Menulis Bagian Hasil dan Diskusi Terpisah Untuk Publikasi di Jurnal Internasional

    Kumamoto (13/11/2016). Setelah sebelumnya membahas bagaimana cara membuat abstrakpendahuluan, alat, bahan dan metode, serta diskusi dan pembahasan yang disatukan. Kini saatnya untuk memberikan tips bagaimana caranya untuk membuat diskusi yang terpisah dari hasil untul publikasi di Jurnal Internasional yang bereputasi.

    Tulisan di halaman ini khususnya untuk mahasiswa bimbingan saya agar mengikuti tata cara penulisannya. Perlu diketahui bahwa tujuan membuat sebuah karya ilmiah termasuk artikel ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi tujuannya adalah melaporkan penelitian yang telah dilakukan agar bisa tersampaikan dan dimengerti bagi yang membacanya.

    Oleh karenanya, saya sebut karya ilmiah itu adalah sebuah seni dalam menulis. Semua orang bisa memiliki gaya sendiri dalam menulis. Di bawah ini adalah gaya penulisan yang saya terapkan dalam penulisan disertasi saat ini.

    Berikut adalah poin-poin penting di bagian RESULT

    1. Satu paragraf untuk satu topik atau eksperimen percobaan
    2. Diantara paragraf harus koheren, ada alur cerita yang saling terkoneksi
    3. Isi dari hasil terdiri dari kalimat : pendahuluan/latar belakang, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil, kesimpulan

    Contoh bagian paragraf hasil

    Generally, it is important for HGFs to have an amorphous state due to a high thermodynamic activityTo investigate the crystalline or amorphous state of the Sac-HGF, we analyzed the X-ray diffraction (XRD) pattern of the HGFs. Approximately 2.5 x 2.5 mm2 of the HGFs were scanned by X-ray diffractometer. As shown in Fig. 9, the XRD patterns of the Sac-HGF and Na-Alg-HGF were amorphous patterns. These results suggest that both the Sac-HGF and Na-Alg-HGF have a high thermodynamic activity.

    Berikut adalah poin-poin penting di bagian DISCUSSION

    1. Satu paragraf untuk satu topik atau eksperimen percobaan
    2. Diantara paragraf harus koheren, ada alur cerita yang saling terkoneksi
    3. Setiap paragraf bagian diskusi saling terhubung dengan bagian hasil
    4. Isi dari diskusi terdiri dari kalimat : pendahuluan, alasan hasil penelitian/dari jurnal lainnya, hasil (tunjukan gambar) dan kesimpulan

    Contoh bagian paragraf kesimpulan

    An amorphous hydrogel with high thermodynamic activity is tended to be essential for wound dressing application. Recently, Das et al. proved that a silver nanoparticle loaded amorphous hydrogel of carboxymethylcellulose (SNP-CMC) could be used for filling deep wounds of irregular shapes. The absorbing property of SNP-CMC gel would help in removing the exudates and prevent wound maceration, while the donation property would help in debridement of dead tissue. These properties would ensure a moist wound environment and facilitate early wound healing. In other study, hypromellose succinate-crosslinked chitosan HGFs showed an amorphous XRD pattern, which could absorb more drugs than their parent polymers, and undergo sustained drug release. In this study, the Sac-HGF showed amorphous form (Fig. 9), suggesting the potential as a wound dressing material.