{"id":337,"date":"2024-01-02T04:47:15","date_gmt":"2024-01-02T04:47:15","guid":{"rendered":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/?p=337"},"modified":"2024-01-02T04:47:15","modified_gmt":"2024-01-02T04:47:15","slug":"review-materi-international-conference-aai-innovation-for-sustainable-agribusiness-green-marketing-concept-and-business-oleh-prof-dr-yosini-deliana-fakultas-pertanian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/2024\/01\/02\/review-materi-international-conference-aai-innovation-for-sustainable-agribusiness-green-marketing-concept-and-business-oleh-prof-dr-yosini-deliana-fakultas-pertanian\/","title":{"rendered":"REVIEW MATERI INTERNATIONAL CONFERENCE AAI \u2013 INNOVATION FOR SUSTAINABLE AGRIBUSINESS. &#8220;Green Marketing: Concept and Business&#8221; Oleh  Prof. Dr. Yosini Deliana \u2013 Fakultas Pertanian \u2013 UNPAD"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear: both;text-align: center\"><a style=\"margin-left: 1em;margin-right: 1em\" href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjB44Xaa0hpHuH1atXrj1NYJMRC4e6Im9wavXaUVfWftLFrTM79st_Mlt5MsYg1p1ROvrsRz-WOLorVg91gf_IpEwDcffoey6_ws5fu0wFhSUwobSFLfPnHaXE_6ja6q6pKGTM05swiStY-XrEOkfZxVM1C4Szve5WSnrCnSdqBBc7FHLzn05vnUzj6tdfr\/s1600\/WhatsApp%20Image%202023-11-22%20at%2009.49.03.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjB44Xaa0hpHuH1atXrj1NYJMRC4e6Im9wavXaUVfWftLFrTM79st_Mlt5MsYg1p1ROvrsRz-WOLorVg91gf_IpEwDcffoey6_ws5fu0wFhSUwobSFLfPnHaXE_6ja6q6pKGTM05swiStY-XrEOkfZxVM1C4Szve5WSnrCnSdqBBc7FHLzn05vnUzj6tdfr\/w640-h480\/WhatsApp%20Image%202023-11-22%20at%2009.49.03.jpeg\" width=\"640\" height=\"480\" border=\"0\" data-original-height=\"1200\" data-original-width=\"1600\" \/><\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: center\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><b>REVIEW MATERI<br \/>\nINTERNATIONAL CONFERENCE AAI \u2013 INNOVATION FOR SUSTAINABLE AGRIBUSINESS <\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: center\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><b><br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: center\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><b>DZIKRA YUHASYRA \u2013 150120230001<br \/>\n<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: center\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><b>Panelis : Prof. Dr. Yosini Deliana \u2013 Fakultas Pertanian \u2013 UNPAD<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><b>Judul : &#8220;Green Marketing: Concept and Business&#8221;<\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left\">\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Apa yang dimaksud dengan Green Marketing? Green marketing sangat dekat dengan istilah Eco-Friendly yang dapat didefinisikan dengan Ecological Marketing (Fisk, 1974), Environmental Marketing (Coddington, 1993), dan Sustainable Marketing (Seth and Atul, 2020).<br \/>\n<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Konsep Green Marketing meliputi Green Producer, Green Consumer, Green Communication, Green Product, Green Finance, Green Living, Green Creativity, Green Management, Green Quality, dan Green Logisitc.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Mengapa Green Marketing menjadi sangat penting? Hal tersebut disebabkan oleh polusi lingkungan yang semakin merebak dan merajalela, sumberdaya yang terbatas sehingga harus dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin, dan adanya peluang bisnis untuk menarik konsumen pada kampanye Green Marketing.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Beberapa isu dan masalah lingkungan yang melatarbelakngi pentingnya Green Marketing yaitu Climate Change (Global Warming, Flooding), Natural Degradation (Natural habitat changes, water, air, and soil quality decrease), Health Decrease (Asthma, Birth Defects, Leukimia, Cancer), Waste Increase (Household, industrial, health waste), dan Resource Reduce (Consumption increase, resource fishery decrease and water scarcity. Dan salah satu bagian solusi dari masalah-masalah lingkungan tersebut adalah Green Packaging.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Masalah pertanian yang berhubungan dengan Green Marketing diantaranya berhubungan dengan keseluruhan rantai pasok dari produk dan olahan pertanian mulai dari produsen dan manufacturer, agen distribusi, wholesaler, retailer, sampai ke konsumen. Dan hampir keseluruhan produk menggunakan kemasan plastik yang sulit diurai dan berbahaya bagi lingkungan<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan penggunaan Green Packaging dengan mengintegrasikan konsep Green Producer dan Green Consumer.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Green Producer adalah melakukan Green Branding melalui Eco-Label. Eco-label, Eco-brand, dan environmental advertisement adalah bagian dari Green Marketing yang dapat membuat persepsi yang lebih baik dan mudah serta meningkatkan kesadaran konsumen tentang eco-friendly products. Konsumen dapat diberikan pilihan informasi produk ramah lingkungan dengan menggunakan label, seperti \u2018organic\u2019, \u2018eco-friendly\u2019, \u2018biodegradable\u2019, \u2018recyclable\u2019, sustainable\u2019, dan \u2018carbon neutral\u2019.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Sedangkan untuk konsep Green Consumer, beberapa faktor yang dapat membuat konsumen berkontribusi untuk Green Marketing diantaranya membuat suatu identitas diri tentang Environmental Protection, menanggapi serius dan menjadi concern dengan masalah-masalah lingkungan, dan bagaimana sikap peduli lingkungan yang ditularkan melalui peer influence atau kolega dan rekan sejawat<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Beberapa fakta Green Marketing diantaranya Green Marketing akan berjalan baik dan konsumen akan bersedia membayar harga yang lebih mahal untuk produk ramah lingkungan apabila hal tersebut meningkatkan fungsi, meningkatkan desain, dan memiliki dampak positif serta bermanfaat untuk lingkungan.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Salah satu hal yang paling penting dari mendistribusikan produk dari upstream ke downstream adalah masalah kemasan dan packaging.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan sampah plastik terbanyak di dunia dengan 3.216.856 ton atau 0,05 kg\/orang\/hari.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Apa itu Green Packaging? Biasanya juga disebut sebagai Eco Green Packaging, Eco-Friendly Packaging, Sustainable Packaging, Recyclable Packaging merupakan penggunaan material dan metode manufaktur untuk bahan kemasan\/packaging yang mempunyai dampak rendah terhadap konsumsi energi dan lingkungan.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">5 konsep dari Green Packaging yaitu (1) Society, mempertemukan kebutuhan pengguna, (2) Environment, mengurangi dampak negatif dari kemasan kepada lingkungan melalui life cycle-nya, (3) Economy, mengurangi biaya produksi, distribusi, dan pengolahan limbah, (4) Time, mempertimbangkan dampak dari kemasan di masa mendatang dan setelahnya dengan mempertemukan ekspektasi dan kebutuhan konsumen, dan (5) Development, mendukung pengembangan dan peningkatan inovasi Perusahaan.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Beberapa manfaat dari Green Packaging yaitu mempromosikan produk buatan lokal, sesuai dengan kualitas standar industri, dan tentu saja eco-friendly atau ramah lingkungan.\u00a0\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Beberapa hambatan dari Green Packaging diantaranya adalah harga yang mahal, mudah rusak, serta bahan baku yang masih sulit dan jarang.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Sedangkan di dunia Pendidikan beberapa hambatan Green Marketing diantaranya adalah fasilitas yang masih terbatas, kesadaran yang masih rendah, dan biaya yang masih sangat mahal.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Diharapkan menggunakan Green Packaging akan mengurangi masalah-masalah lingkungan yang dimulai dari keberlanjutan ekonomi, dilanjutkan ke keberlanjutan sosial, dan pada akhirnya akan tercapai keberlanjutan lingkungan.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Bagaimana mendukung Green Marketing? Yaitu dengan meningkatkan dan menyebarkan informasi tentang isu-isu ramah lingkungan, melalui kebijakan pemerintah, dan investasi hijau (Green Investment)<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Terdapat dua istilah yang penting yaitu Green Economy dan Circular Economy. Green Economy mendoorng pertumbuhan ekonomi dengan dibarengi perhatian dan concern terhadap lingkungan dan natural resource yang dipastikan harus berkelanjutan. Sedangkan Cirular Economy berfokus pada sumber daya dalam\u00a0 closed cycle yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Renewable.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Green Marketing Penta-Helix diantaranya Government, Company, Society, Academia, dan Media<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Green Marketing dapat dilakukan salah satunya melalui Value Co-Creation (VCC) atau suatu proses dalam interaksi kolaboratif dalam bentuk komunikasi dan aktivitas fiisk yang melibatkan dua pihak untuk menciptakan nilai dan mencapai tujuan bermanfaat satu sama lain. Tipe dari VCC ini seperti Co-design, Co-development, co-learning, co-evaluation, dan yang lainnya.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Sebagai kesimpulan, Green Marketing bukan hanya sesuatu yang inovatif dan kreatif tapi juga menarik dan subjek yang nyaman untuk dipelajari.<\/span><\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNoSpacing\" style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: trebuchet;font-size: large\"><span style=\"line-height: 150%\">Knowing is not enough; we must apply. Wishing is not enough; we must do. \u2013 Johann Wolfgang von Goethe <\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; REVIEW MATERI INTERNATIONAL CONFERENCE AAI \u2013 INNOVATION FOR SUSTAINABLE AGRIBUSINESS DZIKRA YUHASYRA \u2013 150120230001 \u00a0 Panelis : Prof. Dr. Yosini Deliana \u2013 Fakultas Pertanian \u2013 UNPAD Judul : &#8220;Green Marketing: Concept and Business&#8221; \u00a0 Apa yang dimaksud dengan Green Marketing? Green marketing sangat dekat dengan istilah Eco-Friendly yang dapat didefinisikan dengan Ecological Marketing (Fisk, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7014,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-337","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7014"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=337"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":338,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/337\/revisions\/338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dzikrayuhasyra\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}