{"id":372,"date":"2026-03-25T11:33:27","date_gmt":"2026-03-25T04:33:27","guid":{"rendered":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/?p=372"},"modified":"2026-03-25T11:44:14","modified_gmt":"2026-03-25T04:44:14","slug":"iwt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/2026\/03\/25\/iwt\/","title":{"rendered":"Berjalan untuk Kesehatan dengan Interval Walking Training (IWT)"},"content":{"rendered":"<p>Japanese &#8220;interval walking&#8221; (sering disebut Interval Walking Training, IWT) adalah program berjalan cepat\u2013lambat berselang yang dikembangkan di Jepang untuk meningkatkan kebugaran aerobik dan kesehatan kardiometabolik. Poin penting:<\/p>\n<ul>\n<li>Struktur: siklus berulang berjalan cepat diikuti berjalan lambat sebagai pemulihan. Pola yang umum dipakai adalah 3 menit cepat \/ 3 menit lambat, diulang total 30\u201360 menit per sesi.<\/li>\n<li>Target intensitas: interval cepat dilakukan pada intensitas sedang\u2013tinggi (sekitar 70\u201385% HRmax atau usaha yang terasa \u201csulit\u201d tapi masih bisa dipertahankan selama 3 menit); interval lambat sebagai pemulihan ringan.<\/li>\n<li>Frekuensi &amp; durasi: biasa dilakukan 3\u20135 kali per minggu; manfaat terlihat setelah beberapa minggu hingga bulan latihan teratur.<\/li>\n<li>Pemantauan: bisa menggunakan monitor detak jantung, kadensi langkah, atau skala RPE (perceived exertion) untuk mengatur intensitas; alat sederhana seperti timer atau audio cue juga efektif.<\/li>\n<li>Bukti &amp; manfaat: studi menunjukkan IWT meningkatkan kapasitas aerobik (VO2peak), memperbaiki regulasi glukosa dan sensitivitas insulin, menurunkan tekanan darah, serta memperbaiki komposisi tubuh dan fungsi fisik \u2014 seringkali memberi manfaat lebih besar dibanding berjalan kontinu dengan durasi total yang sama.<\/li>\n<li>Keunggulan praktis: biaya rendah, mudah diakses (cukup berjalan), dapat diadaptasi untuk orang tua atau mereka dengan kondisi kebugaran terbatas, dan cenderung lebih mudah dipatuhi daripada protokol intensitas sangat tinggi.<\/li>\n<li>Pertimbangan keselamatan: lakukan skrining risiko kardiovaskular pada orang tua atau yang memiliki penyakit jantung; mulai dengan durasi atau intensitas lebih rendah lalu tingkatkan secara bertahap; hentikan dan cari pertolongan jika muncul nyeri dada, sesak napas hebat, pusing, atau pingsan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berikut link untuk rencana dalam 8 pekan:<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"INRINSV9Is\"><p><a href=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/2026\/03\/25\/8-minggu-iwt\/\">Contoh Rencana 8-Minggu IWT<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Contoh Rencana 8-Minggu IWT&#8221; &#8212; Dwi Agustian&#039;s Lab\" src=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/2026\/03\/25\/8-minggu-iwt\/embed\/#?secret=klLUSxY8lA#?secret=INRINSV9Is\" data-secret=\"INRINSV9Is\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Japanese &#8220;interval walking&#8221; (sering disebut Interval Walking Training, IWT) adalah program berjalan cepat\u2013lambat berselang yang dikembangkan di Jepang untuk meningkatkan kebugaran aerobik dan kesehatan kardiometabolik. Poin penting: Struktur: siklus berulang berjalan cepat diikuti berjalan lambat sebagai pemulihan. Pola yang umum dipakai adalah 3 menit cepat \/ 3 menit lambat, diulang total 30\u201360 menit per sesi. &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/2026\/03\/25\/iwt\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Berjalan untuk Kesehatan dengan Interval Walking Training (IWT)&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1337,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[130],"tags":[131,132],"class_list":["post-372","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-health-education","tag-olahraga","tag-sehat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1337"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=372"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":376,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372\/revisions\/376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/dwiagustian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}