{"id":205,"date":"2008-12-22T11:08:37","date_gmt":"2008-12-22T11:08:37","guid":{"rendered":"http:\/\/kisah.boozet.net\/?p=73"},"modified":"2022-11-12T01:08:16","modified_gmt":"2022-11-12T01:08:16","slug":"ungkapan-seorang-pencinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/notes\/ishak-qadarsyah\/2008\/12\/22\/ungkapan-seorang-pencinta\/","title":{"rendered":"Ungkapan seorang pencinta&#8230;.."},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify\">KH. Misbah bin Zain Al Mustofa (penterjemah Al Hikam karya Ibn Arabi ke dalam bahasa jawa) pernah mengatakan bahwa orang yang dipilih menjadi kekasih Allah terbagi menjadi tiga :<\/div>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-weight: bold\">Al Muhibbun<\/span> adalah orang yang memilih untuk mencintai Allah melebihi segala sesuatu selain Allah<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: bold\">Al Arifun<\/span> adalah orang yang senantiasa memandang Allah ketika berhadapan dengan apapun<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: bold\">Al Washilun<\/span> adalah orang yang pikiran dan hatinya tidak terisi oleh apapun selain keagungan dan keindahan Allah<\/li>\n<\/ol>\n<p>Saya tidak berani naik langsung kepada <span style=\"font-style: italic\">Al Washilun<\/span>, saya ingin menilik tingkat terendah yang ada, yaitu Al Muhibbun. Hati seorang Muhibbun seperti apakah yang pantas menyebabkan mereka menjadi kekasih Allah ?<\/p>\n<p>Dan siapakah gerangan yang ketulusan cintanya pada Tuhan melebihi ketulusan cinta seluruh manusia pada masanya hingga sekarang ? Tokoh demi tokoh berlalu, sampai kepada seorang legenda, Rabi&#8217;ah Al Adawiyah, yang ungkapan-ungkapannya begitu mencerminkan kecintaannya kepada Tuhan :<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: bold\">Ungkapan 1 :<\/span><\/p>\n<p>Kekasihku, tiada kekasih yang dapat menggantikan-Nya<br \/>\nDalam kalbuku, tidak ada tempat bagi yang lainnya<br \/>\nKasihku, gaib Ia dari mata dan sosok diriku<br \/>\nTapi dalam jiwaku<br \/>\nIa sama sekali tak pernah sirna<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: bold\">Ungkapan 2: <\/span><\/p>\n<p>Antara pecinta dan Kekasihnya (Allah)<br \/>\ntidak ada antara.<br \/>\nIa bicara dari rindu.<br \/>\nIa mendamba dari rasa.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: bold\">Ungkapan 3:<\/span><\/p>\n<p>Ketika ditanya apakah ia membenci setan ? Ia menjawab, &#8220;Aku mencintai Tuhan, tetapi aku tidak membenci setan. Cintaku bagi Tuhan, tidak menyisakan ruang\u00a0 sekecil apapun dihatiku untuk mencintai atau membenci selain-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah, legenda besar itu adalah hikayat-hikayat tentang bintang-bintang yang bercahaya terang, yang bermunculan, yang berkedap kedip dari kejauhan ditengah suasana temaram, khusus bagi mata-mata yang selalu tajam dan waspada<\/p>\n<p>Sinar-sinar yang cahayanya muncul dari langit, menembus rumah-rumah dan majelis-majelis kemudian menyala di sana. Cahaya mereka bagai lilin yang bercabang-cabang memberikan cahaya terang benderang selama ratusan tahun.<\/p>\n<p>Semoga Allah memberikan kesempatan bagiku untuk meneladani mereka. Untuk bisa menikmati beribadah di panas siang paling terik, dan untuk menikmati berwudhu\u00a0 di\u00a0 dingin malam paling gigil. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KH. Misbah bin Zain Al Mustofa (penterjemah Al Hikam karya Ibn Arabi ke dalam bahasa jawa) pernah mengatakan bahwa orang yang dipilih menjadi kekasih Allah terbagi menjadi tiga : Al Muhibbun adalah orang yang memilih untuk mencintai Allah melebihi segala sesuatu selain Allah Al Arifun adalah orang yang senantiasa memandang Allah ketika berhadapan dengan apapun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4778,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-205","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ishak-qadarsyah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4778"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=205"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/205\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/derryadrian\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}