{"id":620,"date":"2024-12-12T09:19:35","date_gmt":"2024-12-12T09:19:35","guid":{"rendered":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/?p=620"},"modified":"2024-12-12T09:19:35","modified_gmt":"2024-12-12T09:19:35","slug":"penguatan-kebijakan-learning-experience-platform-lxp-sebagai-media-pembelajaran-bagi-generasi-pengguna-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/2024\/12\/12\/penguatan-kebijakan-learning-experience-platform-lxp-sebagai-media-pembelajaran-bagi-generasi-pengguna-media-sosial\/","title":{"rendered":"Penguatan Kebijakan Learning Experience Platform (LXP) sebagai Media Pembelajaran bagi Generasi Pengguna Media Sosial"},"content":{"rendered":"<p>Transformasi Digital secara global telah berdampak secara positif dan negatif terhadap strategi pendidikan. Strategi pendidikan yang dapat menjawab tantangan harus mampu memanfaatkan secara optimal dan meminimalisir resiko. Pemerintah harus sigap agar mampu menyiapkan lingkungan yang baik sehingga pendidikan digital dapat menjadi sarana yang mendukung dan menghasilkan ketersediaan SDM yang mampu bersaing secara global.\u00a0Internet merupakan salah satu teknologi informasi yang telah menjadi basis pengembangan teknologi lainnya menjadi jauh lebih berkembang. Masyarakat indonesia sebagai pengguna internet memiliki kebutuhan terhadap akses internet yang terus meningkat.\u00a0 Tren positif terkait penetrasi internet di indonesia memunculkan pertanyaan seberapa besar pengguna internet di indonesia dimanfaatkan secara positif dan optimal dan seberapa besar dampak negatif dari internet ini bagi bangsa indonesia. Meningkatnya Inequality (Kesenjangan) antar Perusahaan dan Tenaga Kerja Perkembangan dan adopsi teknologi dalam berbagai sektor telah menyebabkan pergeseran pekerjaan manusia ke otomatisasi.Media sosial menjadi kebutuhan bagi generasi yang akan menjadi tumpuan menuju indonesia emas. Kenaikan penggunaan media sosial harus mampu dijadikan peluang yang dapat memperkuat pengembangan pendidikan digital.<br \/>\n<!--more--><\/p>\n<h1><b>Pendahuluan<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pendidikan untuk generasi saat ini dan masa depan merupakan tantangan besar bagi bangsa Indonesia. Tantangan ini diharapkan dapat dijawab sehingga generasi bangsa\u00a0 siap bersaing dan mendukung\u00a0 menuju Indonesia Emas. Transformasi Digital secara global telah berdampak secara positif dan negatif terhadap strategi pendidikan. Strategi pendidikan yang dapat menjawab tantangan harus mampu memanfaatkan transformasi digital yang dapat berdampak secara positif dan meminimalisir dampak negatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pendidikan Digital menjadi\u00a0 salah satu yang harus beradaptasi dengan perubahan di era industri 4.0 menuju society 5.0. Pemerintah harus sigap agar mampu menyiapkan lingkungan yang baik sehingga pendidikan digital dapat menjadi sarana yang mendukung dan menghasilkan ketersediaan SDM yang mampu bersaing secara global.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Makalah ini merupakan gagasan yang diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemerintah khususnya kominfo dalam menyusun kebijakan terutama dalam rangka membangun pendidikan digital\u00a0 untuk SDM berdaya saing global.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><b>Deskripsi Masalah<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi yang mendukung digitalisasi saat ini sangat masif perkembangannya. Secara umum teknologi informasi telah menjadi bagian penting melengkapi teknologi mesin yang mendukung berbagai bidang. Secara otomatis disrupsi yang terjadi dengan adanya percepatan pemanfaatan teknologi\u00a0 secara global ini tidak dapat dibiarkan dan ditunda. Semua sektor harus menjawab tantangan ini secara bersama- sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Tantangan Internet Positif<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Internet merupakan salah satu teknologi informasi yang telah menjadi basis pengembangan teknologi saat ini menjadi jauh lebih berkembang. Masyarakat indonesia sebagai pengguna internet memiliki kebutuhan terhadap akses internet yang terus meningkat.\u00a0 Berdasarkan hasil survei penetrasi internet Indonesia 2024 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2024 mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi 278.696.200 jiwa penduduk Indonesia tahun 2023.\u00a0 Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8%. Kemudian secara berurutan, 73,7% di 2020, 77,01% di 2022, dan 78,19% di 2023 dan di tahun 2024 telah menyentuh angka 79,5%. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, maka di tahun 2024 ini\u00a0 mengalami peningkatan hingga 1,4%.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan adanya tren positif terkait penetrasi internet ini muncul pertanyaan yang berpotensi menjadi tantangan. Pertanyaan tersebut adalah seberapa besar pengguna internet di indonesia dapat memanfaatkannya secara positif dan optimal dan seberapa besar dampak negatif dari internet ini bagi bangsa indonesia. Hal ini menjadi tantangan serius khususnya bagi pemerintah agar mampu mengoptimalkan kondisi ini menjadi peluang.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Tantangan Transformasi Digital<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Transformasi digital secara umum dapat diartikan sebagai sisi positif dari bagaimana memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini jauh lebih efektif dan efisien. Pergeseran proses bisnis yang sebelumnya fokus terhadap digitalisasi beralih ke simplifikasi, unifikasi yang mampu mengganggu proses bisnis lainnya yang sebelumnya dianggap telah mapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-622\" src=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161234.png\" alt=\"\" width=\"920\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161234.png 920w, https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161234-300x115.png 300w, https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161234-768x294.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 920px) 100vw, 920px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Besarnya pengaruh teknologi dan transformasi digital menjadi tantangan yang dapat mempengaruhi kebutuhan SDM.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Inequality (Kesenjangan) antara Perusahaan dan Tenaga Kerja\u00a0<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Perkembangan dan adopsi teknologi dalam berbagai sektor telah menyebabkan pergeseran pekerjaan manusia ke otomatisasi. Selain itu, teknologi digital juga berdampak pada berbagai jenis ketidakseimbangan, antara lain:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Distribusi modal dan distribusi tenaga kerja tidak seimbang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perubahan struktur pasar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Penguatan monopoli sektor tertentu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kurangnya keahlian sumber daya manusia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Automasi pekerjaan berpotensi menurunkan lapangan kerja<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan hal tersebut pengembangan SDM melalui peningkatan strategi di bidang pendidikan menjadi penting. Semua generasi yang ada perlu mendapatkan pendidikan yang layak dan sesuai.\u00a0 \u00a0 Pentingnya pendidikan saat ini dan masa depan akan tergantung terhadap sejauh mana generasi-generasi yang masih berada di jalur pendidikan ini\u00a0 mampu menjawab tantangan transformasi digital.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika melihat hasil survei APJII 2024 penetrasi internet berdasarkan\u00a0 umur, mayoritas pengakses internet adalah Gen Z (kelahiran 1997-2012) sebanyak 34,40%.\u00a0 Selanjutnya generasi milenial (kelahiran 1981-1996) sebanyak 30,62%, Gen X (kelahiran 1965-1980) sebanyak 18,98%, Post Gen Z (kelahiran kurang dari 2023) sebanyak 9,17%, baby boomers (kelahiran 1946-1964) sebanyak 6,58% dan pre boomer (kelahiran 1945) sebanyak 0,24%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan data tersebut menunjukan bahwa Gen Z, dan Gen X menjadi golongan yang memiliki penetrasi internet tertinggi dimana generasi tersebut merupakan generasi yang masih membutuhkan dukungan pendidikan yang besar. Hal ini memunculkan pertanyaan bagaimana generasi-generasi tersebut mampu menjawab tantangan ketidakseimbangan saat ini dan\u00a0 bersaing sebagai SDM secara global.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Tantangan Pendidikan Digital\u00a0<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pendidikan menjadi salah satu yang mendapatkan dampak transformasi digital setelah bidang ekonomi yang hingga kini tidak berhenti untuk berubah dan berkembang. Banyaknya inovasi di bidang pendidikan menandakan adanya upaya penyeimbang menghadapi tantangan global terkait peran keterlibatan SDM berkualitas dan berdaya saing yang tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di indonesia pemanfaatan pendidikan digital sudah berjalan meskipun belum merata. Kondisi ini belum berbanding dengan penetrasi internet yang tentunya harus dilihat juga berdasarkan data secara geografis, ekonomi masyarakat,dan aspek lainnya. Pendidikan digital dihadapkan kesenjangan digital itu sendiri yang harus menjadi perhatian pemerintah, mencakup:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketersediaan Perangkat digital dan kemampuan ekonomi\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Konektivitas atau Akses internet<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keterampilan digital dan literasi digital<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Faktor Sosial budaya, dan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keamanan digital.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><b>Analisis<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tantangan permasalahan pelaksanaan pendidikan digital di Indonesia dapat berpengaruh terhadap\u00a0 kesiapan SDM yang harus siap agar mampu\u00a0 berdaya saing secara global.\u00a0 Terdapat 4 (empat) pertimbangan untuk menganalisa dalam rangka mencari solusi strategis bagaimana pendidikan digital menjadi bagian penting\u00a0 yang dapat mendukung dalam rangka mempersiapkan SDM unggul.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Kekuatan Ekonomi dalam Membangun SDM\u00a0<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dukungan pemerintah dalam rangka membangun SDM unggul tidak lepas dari kekuatan ekonomi yang tersedia.\u00a0 Pembangunan di bidang Pendidikan menjadi bidang utama untuk menyediakan SDM unggul. Melalui pemanfaatan teknologi, dukungan sarana komunikasi menjadi modal yang seharusnya mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu dukungan pemerintah dalam rangka menyediakan infrastruktur pendukung pendidikan adalah\u00a0 sarana komunikasi jaringan internet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pembangunan infrastruktur jaringan internet telah direalisasikan dapat diakses di sebagian besar di kota seluruh indonesia. Meskipun jaringan internet telah tersebar di seluruh wilayah indonesia, penyebarannya masih belum merata. Dukungan sarana jaringan internet khususnya di wilayah pedesaan dan juga di sebagian besar wilayah\u00a0 indonesia timur masih belum kuat. Tantangan lain yang dapat menghambat proses dukungan aksesibilitas internet adalah adanya kebutuhan dukungan perangkat akses seperti komputer atau smartphone yang masih dianggap mahal khususnya oleh masyarakat menengah ke bawah.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Disisi lain pengaruh faktor eksternal tidak dapat diabaikan. Perkembangan teknologi internet saat ini memungkinkan dapat menjadi peluang yang mampu memberikan solusi. Begitu besarnya penelitian dalam rangka tersedianya teknologi dan internet murah telah memberikan ruang agar internet menjadi fasilitas yang bersifat inklusif. Teknologi internet murah seperti adanya akses internet berbasis satelit yang disediakan oleh perusahaan internasional menjadi pertimbangan agar konektivitas akses jaringan\u00a0 internet di daerah terpencil dapat tersolusikan tanpa harus\u00a0 berinvestasi besar dalam rangka pembangunan jaringan seluler di daerah- daerah tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi dukungan pemerintah adalah kemungkinan resiko- resiko yang terjadi diluar perhitungan, seperti perang, wabah, atau adanya implementasi cepat dari teknologi yang lebih baru dan murah. Perubahan yang tidak tentu ini tentu dapat menjadi tantangan berupa ancaman dan peluang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keterlibatan Pemerintah daerah dan mitra strategis dapat memberikan kekuatan ekonomi yang jauh lebih optimal baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap sasaran yang lebih efektif dan efisien.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Kebijakan Pemerintah, Proses Bisnis dan Perkembangan Sistem Pendidikan Saat ini.\u00a0<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Transformasi digital di berbagai bidang diharapkan mulai dapat diimplementasikan secara bertahap dan terus meningkat.\u00a0 \u00a0 Bagaimana jalannya proses bisnis dan kebijakan saat ini menjadi pertimbangan seberapa besar inovasi dapat diterapkan dalam rangka mendukung pengembangan SDM yang unggul termasuk dukungan pendidikan digital.\u00a0 Birokrasi yang didigitalkan mempengaruhi tantangan percepatan SDM agar mampu berdaya saing global.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kebijakan Merdeka belajar, pada dasarnya adalah mempersiapkan SDM unggul lebih cepat. Bagaimana peserta didik mulai diperkenalkan dengan berbagai tantangan terkini dan yang sedang terjadi. Saat ini hal tersebut dapat menjadi kekuatan penting agar proses pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang lebih siap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selain kebijakan pemerintah yang berjalan. Pertumbuhan sistem pendukung pendidikan, khususnya pendidikan digital terus berkembang. Munculnya startup ataupun perusahaan besar yang mulai melakukan investasi di bidang pendidikan digital. Perusahaan penyedia pendidikan digital di indonesia diharapkan mampu mendorong SDM generasi yang jauh lebih siap dan lebih mandiri.\u00a0 Proses digitalisasi terhadap teknologi pendidikan secara berdampingan berjalan dengan inovasi transformasi yang mengarah adanya kebutuhan pendidikan non reguler selain pendidikan reguler yang sudah berjalan mapan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-623 alignleft\" src=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161337.png\" alt=\"\" width=\"369\" height=\"649\" srcset=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161337.png 369w, https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161337-171x300.png 171w\" sizes=\"auto, (max-width: 369px) 100vw, 369px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara umum sistem informasi pendukung pendidikan terus diimplementasikan secara luas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penyediaan jasa pendidikan digital mengalami pertumbuhan. Namun pertumbuhannya tidak sejalan dengan pertumbuhan pengguna media sosial dan belanja online yang jauh lebih diterima masyarakat indonesia.\u00a0 Beberapa penyedia jasa platform pendidikan digital tidak dapat tumbuh karena kalah bersaing dengan platform dari luar yang jauh lebih berpengalaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Munculnya Teknologi Artificial intelligence (AI), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality(AR) yang jauh lebih implementatif termasuk pendukung pendidikan untuk sementara menjadi pembeda antara platform pendidikan digital dalam negeri dan luar negeri. Hal ini memberikan tantangan berupa peluang agar platform dalam negeri mampu mengejar ketertinggalan dengan platform pendidikan digital dari luar negeri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tantangan selanjutnya dari penyedia platform pendidikan digital adalah besarnya pengaruh perusahaan besar yang mampu mengarahkan pasar termasuk arah teknologi yang membuat investasi terlambat berdampak kepada usangnya teknologi yang dikembangkan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Kesiapan SDM dan dukungan pendidikan<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mempersiapkan SDM unggul, pengembangan SDM yang didukung dengan perangkat pendidikan digital menjadi hal penting untuk saat ini.\u00a0 Berdasarkan data menunjukan bahwa pertumbuhan populasi ke depan akan menjadi kekuatan bagi indonesia jika mampu memanfaatkan generasi usia menengah, dan usia kerja.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-624 alignleft\" src=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161426.png\" alt=\"\" width=\"362\" height=\"489\" srcset=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161426.png 362w, https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161426-222x300.png 222w\" sizes=\"auto, (max-width: 362px) 100vw, 362px\" \/><\/p>\n<p>Secara umum di indonesia pertumbuhannya dapat memberikan ketercukupan jumlah SDM yang produktif atau siap bekerja di beberapa tahun yang akan datang. Tidak seperti di negara-negara maju, kondisi ini menjadi ancaman karena ada kemungkinan hilangnya generasi masa depan yang seharusnya mampu mengisi proses pembangunan negara tersebut.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Permasalahan utama saat ini adalah besarnya populasi generasi masa depan khususnya GenZ (34.4%) adalah pengguna paling besar yang memanfaatkan internet dan salah satu pemanfaatanya adalah akses media sosial, yang secara umum memiliki resiko negatif dan telah banyak terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Grafik pengguna media sosial di indonesia 2024 (sumber:rri.co.id)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kelemahan ini harusnya dapat diubah termasuk melalui dukungan pemerintah dalam menyediakan solusi pemanfaatan media sosial untuk hal-hal yang lebih positif.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-625 alignleft\" src=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161523.png\" alt=\"\" width=\"550\" height=\"332\" srcset=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161523.png 550w, https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161523-300x181.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 550px) 100vw, 550px\" \/>Kondisi pemanfaatan media sosial yang berlebihan memberikan peluang bagi pada pengembang platform pendidikan digital. Setelah adanya penyedia sistem Elearning yang didukung Learning Management System (LMS) dan Massive Open Online Course (MOOC), saat ini mulai muncul platform baru yaitu LXP (Learning Experience Platform) . Platform LXP mencoba menyediakan jasa pembelajaran online\u00a0 yang lebih bebas, dan menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-627 alignleft\" src=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161616.png\" alt=\"\" width=\"530\" height=\"420\" srcset=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161616.png 530w, https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161616-300x238.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 530px) 100vw, 530px\" \/><\/span><span style=\"font-weight: 400\">Market bisnis LXP <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">(sumber: www.globalgrowthinsights.com)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat ini pengguna yang sudah terbiasa dengan media sosial mulai tertarik dengan sistem pembelajaran berbasis LXP dimana setiap peserta mendapatkan informasi pembelajaran secara bertahap dan mendapatkan informasi lebih dari seorang ahli atau nara sumber. Sementara teknologi AI akan terus memberikan informasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan perilaku peserta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">LXP adalah salah satu peluang lain proses pendidikan digital saat ini dan berjalan beberapa tahun mendatang. Inovasi pendidikan digital harus terus dikembangkan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-628\" src=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161759.png\" alt=\"\" width=\"514\" height=\"441\" srcset=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161759.png 514w, https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161759-300x257.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 514px) 100vw, 514px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h2><b>Daya saing SDM secara Global<\/b><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Daya saing SDM indonesia secara global di tahun 2024 berada di\u00a0 peringkat 46 dari 67 negara.\u00a0 Indikator yang digunakan untuk mengukur daya saing ini adalah : Nilai investasi pengembangan SDM,\u00a0 Ketertarikan terhadap SDM yang dikembangkan, dan Keterampilan dan kompetensi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Media sosial saat ini telah menjadi bagian generasi masyarakat indonesia. Sebagian besar menempatkan diri tidak sebagai pengguna pasif.\u00a0 Beberapa mulai terlibat menjadi pencipta konten di media sosial dan sukses dan menambah dan memperbanyak insan influencer yang berhasil.\u00a0 Berdasarkan Laporan &#8220;State of Influencer Marketing 2024&#8221; yang diterbitkan oleh HypeAuditor,\u00a0 indonesia masuk\u00a0 peringkat 6 dunia influencer instagram terbanyak.\u00a0 Pertumbuhan influencer yang aktif di media sosial menunjukan adanya SDM yang mampu bersaing dan mampu dilibatkan untuk menjadi bagian pendidikan secara digital.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun perkembangan sosial media di indonesia begitu besar. Sayangnya tidak diperkuat oleh budaya dasar yang dapat memperkuat kedewasaan masyarakat dalam menyikapi media sosial. Rendahnya memahami isi dan rendahnya dalam mendalami suatu informasi dalam media sosial menjebak netizen di indonesia untuk melakukan keputusan salah dan berdampak negatif secara sosial.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lemahnya literasi atau budaya baca dikalangan masyarakat indonesia menjadi kelemahan yang belum dapat diperbaiki secara signifikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kualitas SDM menjadi tantangan yang lebih berat ketika banyaknya kebijakan luar negeri yang semakin terbuka. Di mana siapapun dapat bekerja sesuai kebutuhan dan persyaratan. Hal ini dapat menjadi peluang bagi masyarakat indonesia yang siap untuk berkarir di luar negeri. Namun menjadi ancaman dengan banyaknya pendatang dari luar negeri yang bekerja di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-629\" src=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161840.png\" alt=\"\" width=\"838\" height=\"575\" srcset=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161840.png 838w, https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161840-300x206.png 300w, https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-content\/uploads\/sites\/53\/2024\/12\/Screenshot_select-area_20241212161840-768x527.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 838px) 100vw, 838px\" \/><\/span><\/p>\n<h1><b>Rekomendasi Kebijakan<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan hasil analisis mengacu kepada permasalahan yang dipetakan terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman di setiap kelompok tata kelola dapat disimpulkan beberapa rekomendasi sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Dalam rangka memperkuat penyediaan sarana prasarana pengembangan SDM berdaya saing global, dibutuhkan strategi yang mampu memanfaatkan peluang dengan meminimalisir resiko sekecil mungkin. Partisi pendidikan digital secara sektoral dapat menjadi rekomendasi melalui Penetapan kebijakan tepat sasaran dan berimbang berdasarkan kategori kesenjangan pendidikan digital:<\/span>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kekuatan ekonomi daerah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ketersediaan infrastruktur dan kualitas akses jaringan internet<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kualitas dan kemampuan literasi digital<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa kebijakan pemerintah dalam rangka mendukung pendidikan telah mengarah untuk menjadikan individu yang mandiri. Melalui penguatan kebijakan penyediaan platform pendidikan digital yang mudah diakses, murah, dan didukung dengan teknologi terkini seperti Learning Experience Platform (LXP) diharapkan mampu menyediakan\u00a0 sistem pendidikan yang terintegrasi dengan dukungan pendidikan digital.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bonus demografi dan tingginya pengguna media sosial harus dapat dimanfaatkan\u00a0 menjadi kekuatan untuk menciptakan inovasi sistem pendidikan digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat indonesia saat ini. Penetapan kebijakan dukungan terhadap keterbukaan kerjasama penyedia jasa dan platform pendidikan digital yang memenuhi kriteria mendukung pendidikan digital harus disesuaikan dengan kemampuan di tiap generasinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tumbuhnya influencer indonesia dapat dilibatkan menjadi nara sumber ataupun tim pengajar pada platform pendidikan digital. Besar harapan keterlibatan influencer dan sistem pendidikan digital yang cocok dapat mengubah budaya literasi rendah menjadi kuat dan mampu menciptakan SDM yang berdaya saing global.<\/span><b><br \/>\n<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<h1><b>Referensi Utama<\/b><\/h1>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Visi Indonesia Digital 2045, 2024<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">OECD, OECD Digital Education Outlook 2023 An Overview, 2024<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">National Intelligence Council, Global Trends 2040, A More Contested World, 2021<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), APJII Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang, internet: https:\/\/apjii.or.id\/berita\/d\/apjii-jumlah- pengguna- internet-indonesia-tembus-221- juta-orang #:~:text=Terhitung%20 sejak%202018%2C%20penetrasi%20internet,dan%20perempuan%2049%2C1%25.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">globalgrowthinsights.com, LXP Market,\u00a0 https:\/\/www.globalgrowthinsights.com\/market-reports\/learning-experience-platform-lxp-market-102110<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">rri.co.id,\u00a0 Ini Data Statistik Penggunaan Media Sosial Masyarakat Indonesia Tahun 2024, https:\/\/www.rri.co.id\/iptek\/721570\/ini-data-statistik-penggunaan-media-sosial-masyarakat-indonesia-tahun-2024<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Transformasi Digital secara global telah berdampak secara positif dan negatif terhadap strategi pendidikan. Strategi pendidikan yang dapat menjawab tantangan harus mampu memanfaatkan secara optimal dan meminimalisir resiko. Pemerintah harus sigap agar mampu menyiapkan lingkungan yang baik sehingga pendidikan digital dapat menjadi sarana yang mendukung dan menghasilkan ketersediaan SDM yang mampu bersaing secara global.\u00a0Internet merupakan salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":53,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[209,567,568],"class_list":["post-620","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-indonesia","tag-lxp","tag-media-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/53"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=620"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":631,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/620\/revisions\/631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/arif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}