Masih bingung dengan big data? jujur saja saya sendiri hingga membaca beberapa referensi baik googling maupun “textbooking”. Masih juga bingung. Perlu diberi contoh yang lebih konkrit. Jadi teringat dulu sekitar tahun 2000an bersamaan dengan perusahaan-perusahaan IT besar di indonesia mulai berguguran (yang mampu bertahan saya lihat hanya detik.com saat itu) . Saya menemukan konsep baru format data berbasis web. XML butuh beberapa tahun bagi saya untuk mengerti apa itu XML, ya salah satunya harus mempraktekan penggunaannya jadi langsung mengerti. Sama halnya dengan big data, saya harus sedikit mencoba lebih mendalami bagaimana cara mempraktekannya. Continue reading Big Data di Perguruan Tinggi (Bagian 2)
Big data di Perguruan Tinggi (bagian 1)
Sudah sekitar 5 (lima) tahunan (perkiraan kasar saya) istilah Big Data ramai diperbincangkan di dunia TI khususnya di kalangan praktisi Sistem manajemen database. Tergelitik saya untuk membuat penelitian soal big data ini. Sebelum masuk ke dalam big data, saya sendiri awalnya belum mengetahui apa sebenarnya big data. Ya kalo diterjemahkan langsung artinya Data besar. Definisinya apa, kenapa bisa muncul, siapa yang harus mulai berfikir mengarah ke situ, kapan dan dimana itu big data ditempatkan dan diimplementasikan?. Nah saya ingin mencoba melihatnya dari kacamata saya sebagai seorang staf TI di perguruan tinggi (unpad). Seberapa pentingkah Big data ini bisa diterapkan di unpad? apakah sudah saatnya kita beralih atau berpindah mengarah big data? dan apa kira-kira strategi sekarang bagi perguruan tinggi dalam menghadapi revolusi besar terhadap data? (entah apakah big data sebagai bagian dari revolusi data atau bukan). Continue reading Big data di Perguruan Tinggi (bagian 1)
Melanjukan kembali mula yang terhenti
Satu tahun tangan ini terlihat terikat bersama beban. Bukan karena gersangnya tanah imaji tanpa para pemimpi. Namun karena diri ingin melepas dari kekang tabung mimpi. Realita menempatkan jiwa pada tempat yang tidak sepatutnya kaki berpijak. Tapi jalanku memang berada ditempat salah, meskipun mereka menganggap diri yang layak tuk di “korbankan” entahlah kata-kata itu terbaca “kuburan”.
Tulisan besarnya adalah dua buah buku. Namun hingga satu putaran bumi terhadap mentari tetap saja tangan ini masih terikat. 2016 lebih baik realistis, kulanjutkan jari-jari tangan ini melukiskan mimpi yang lebih realistis berbumbu mistis. Maaf saya belum dapat membuktikan bahwa mimpi akan menjadi nyata. Lebih baik bangun dipagi hari tuk rasakan sejuknya berkah Ilahi.
Nikmati senyuman tercinta dan buah hati.. menyapa rekan, sahabat karib dan menengok para orang tua kami.
Ijinkan tuk melanjutkan perjuangan jari sang penyambung suara hati, jiwa dan logika.
januari 2016.
Life, games, Its human.. (The Next Chapter of Captology)
November 21, 07:05 , semangat pagi ini sedikit berbeda, rasa malas yang biasa masuk ke dalam otak untuk berangkat kerja dengan dimanjakan naik angkutan umum travel sedikit diabaikan. Hari ini ada sedikit semangat memaksakan motor matic digeber hingga jatinangor. Tidak ada undangan rapat atau instruksi pimpinan agar saya cepat-cepat berangkat lebih awal menuju tempat kerja. Yang membuat semangat ini menggebu adalah adanya acara Kuliah umum yang diadakan fakultas MIPA, “Informatics/Computer Science General Lecture : Learning Process Through Game & Play“ . Sebenarnya saya bukanlah peserta kuliah, mahasiswa ataupun orang yang mendapatkan undangan resmi. Acara ini saya ketahui berawal dari sebuah email yang dikirim ke sebuah milis pimpinan, dan kebetulan saya termasuk anggota milis tersebut. Yang menjadi lebih menarik adalah nara sumber yang menjadi dosen tamunya , Prof. Scot Osterweil , Createive Director of The education Arcade and Research director in MIT Comparative media studies / Writing Program USA dan Eko Nugroho, M.Sc, Serious Game Asia dan Juga Dosen Statistika di Unpad. Karena merasa bukanlah tamu yang tidak diundang, saya coba hampiri salah satu dosen yang ikut menjadi panitia acara, Pak Setiawan Hadi, Alhamdulillah beliau mengajak saya dan rekan-rekan IT di rektorat bergabung. Continue reading Life, games, Its human.. (The Next Chapter of Captology)
Teknis Pemanfaatan CMS untuk Website di Lingkungan Unpad
Masih teringat semasa saya kuliah sekitar tahun 1995-1996, pertama kali belajar membuat web dengan HTML, kemudian dipeajari bagaimana membuat web dinamis dengan CGI dan Perl, kemudian muncul pemrograman ISAPI, NSAPI dan sejenisnya, hingga terus berkembang dimana membuat website yang dinamis lebih mudah dengan banyaknya Aplikasi gratis yang telah menyediakan fasilitas membuat isi website dengan berbagai bentuk seperti berita, agenda, forum, foto dan lain-lain menjadi jauh lebih mudah, cepat dan indah. Istilah CMS mulai banyak digunakan sebagai aplikasi yang memang diperuntukan untuk mengelola isi website yang praktis. Continue reading Teknis Pemanfaatan CMS untuk Website di Lingkungan Unpad
Capres – Media Jejaring Sosial – Programmer
Gara-gara Pilpres, suhu status di media jejaring sosial jadi mendidih, gara-gara isu ini ngedadak muncul ide atau masukan buat para pengembang media jejaring sosial , meskipun sedang dukung mendukung, para pengguna jejaring sosial tetap damai. Continue reading Capres – Media Jejaring Sosial – Programmer
Robot dengan otak di awan (bagian 2)
Melanjutkan coretan sebelumnya tentang robot dan sesuai pertanyaan akhir dari bagian pertama : mungkihkah robot suatu saat dapat memiliki emosi dan mengambil alih peradaban dunia dari manusia?.
Sebenarnya ada beberapa penelitian lain yang sedang dipelajari oleh para peneliti dunia yang secara langsung tidak berhubungan dengan robot, namun penelitian- penelitian tersebut dapat berpengaruh terhadap perkembangan teknologi robot yang ada pada saat ini. Continue reading Robot dengan otak di awan (bagian 2)
Robot dengan otak di awan
Sudah pernah nonton film iRobot yang dibintangi aktior will smith? Atau bicentennial man yang diperankan robin williams, film- film ini mengisahkan tentang bagaimana sebuah robot mulai berubah dan memiliki pendirian sendiri tanpa diatur oleh manusia layaknya manusia. Terlepas dari mungkin atau tidaknya sebuah robot akan memiliki akal dan pemikiran seperti manusia, kita lihat dulu teknologi- teknologi yang dapat memungkinkan sebuah robot memiliki kemampuan lebih untuk membantu manusia baik membantu pekerjaan operasonal maupun komputasi dalam membuat pendukung keputusan. Continue reading Robot dengan otak di awan
“Green IT” untuk perangkat mobile
Melanjutkan artikel-artikel sebelumnya yang membahas Teknologi yang mendukung Green IT, kali ini penulis mencoba berbagi pengetahuan tentang aplikasi- aplikasi yang dapat anda gunakan di perangkat mobile yang dapat membantu lebih menghemat sumber daya (alam). Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa istilah Green IT muncul sebagai bagian dari inisiatif komunitas TI agar dalam penggunaan Teknologi Informasi selalu mempertimbangkan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap penggunaan sumber daya. Dalam hal ini bagaimana upaya penggunaan sumber daya tersebut dapat ditekan sekecil mungkin diserap agar teknologi tersebut dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Continue reading “Green IT” untuk perangkat mobile
Curious dengan “RKbdg”
Untuk pertama kalinya saya menulis sesuatu yang berbeda di blog saya. Biasaya saya menulis seputar Teknologi Informasi, atau tentang Tempat saya bekerja. Tapi untuk kali ini tidak salahnya saya menulis pemikiran lain yang bisa saja baik langsung atau tidak langsung dapat dihubung-hubungkan dengan Teknologi Informasi, maupun Tempat bekerja saya :D. Ide tulisan ini sudah lama ingin saya buat setelah munculnya informasi di berbagai media tentang sosok Ridwan Kamil yang akan mencalonkan diri sebagai bakal calon walikota Bandung. Perlu diketahui bahwa saya bukanlah orang partai atau pendukung partai tertentu bahkan ingin ikut menjadi tim sukses tokoh yang akan saya bicarakan. Jadi mudah- mudahan tulisan ini tidak dianggap sebagai bagian dari kampanye.
