Tidak ada kata menyerah untuk Berubah,sebuah catatan pribadi terhadap sosok kepemimpinan Prof. Rina Indiastuti

Sudah lama tidak menulis di ruang ini, tergerus oleh sosmed yang semakin menggila, namun saya tetap bersikukuh kalo menulis panjang tidak mungkin harus dipotong-potong, lalu dimasukan ke sosmed, ini akan membuat orang malas membaca cerita yang panjang. Biarkan blog ini tetap tumbuh dan bercerita tentang hal-hal positif Untuk Kemajuan Unpad.

Ini adalah tulisan saya berdasarkan sudut pandang pribadi,  tentang sosok Prof Rina Indiastuti, mungkin cara pandang saya beberapa bisa salah, sebelumnya mohon maaf, namun setidaknya ini bentuk ungkapan dari saya yang memberikan apersiasi kepada beliau sebagai seorang Ibu, sekaligus pimpinan saya tertinggi di Unpad yang tercinta.


Pertemuan Pertama.

Mundur jauh beberapa tahun ke belakang, tepatnya tahun 2007, pertama kali mulai mengenal salah satu pimpinan saya yaitu ibu rina. Beliau adalah seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan menjabat sebagai wakil rektor 2 bidang keuangan. Tipikal saya saat itu sebagai programmer, system anlyst yang kurang gaul (introvert) tidak pernah memikirkan harapan terlalu jauh di tempat kerja, yang penting saya melakukan sesuatu yang bermanfaat dan diberi ruang ekspresi terkait keahlian saya saja itu sudah luar biasa membuat saya betah. Termasuk terhadap bu Rina pada saat itu, pada awal-awal belum begitu kenal Dan dekat apa lagi beliau bukanlah pimpinan saya secara langsung pada saat itu.

Masa studi S2

Pertemuan saya dengan beliau tidak banyak seiring di tahun 2009 saya melanjutkan studi S2 di ITB, otomatis tugas-tugas pekerjaan saya berkurang, saya lebih banyak di belakang panggung, rapat-rapat tidak banyak terlibat, lebih banyak membuat bahan-bahan untuk pimpinan, Coding tentu saja berlanjut tanpa mengganggu perkuliahan.

Masa-masa perkuliahan tersebut memang termasuk moment yang paling berkesan dalam hidup saya, karena pertama kali saya mulai mengenal IT management. Sebelumnya saya lebih banyak mengenal ilmu teknis tentang Teknologi Informasi, namun pada perkuliahan 50% materinya adalah materi manajemen dengan kasus-kasus di perusahaan atau pun permasalahan Teknologi Informasi. Saya merasakan perubahan diri menjadi versi terbaru diri saya sendiri pada saat itu. Beberapa mata kuliah yang saya dapatkan seperti IT Strategic Plan, Change Management, Knowledge Management, IT Leader Ship, IT Organization, IT Governance, dll. Materi-materi tersebut dijelaskan dengan konsep memancing mahasiswanya untuk lebih aktif  memperdalam secara teori, mempelajari artikel- artikel riset dan artikel kasus-kasus di perusahaan- perusahaan besar dunia.

From Secretary to ceo

Salah satu kajian yang menarik pada perkuliahan di mata kuliah IT Leadership adalah  yang membahas seorang CEO Hawlet Pacckard yaitu Carly Fiorina seorang perempuan yang sempat oleh pihak tertentu disebut  kontroversial secara manajerial karena berani membeli perusahaan komputer pesaing HP yaitu Compaq. Saya ikut pelajari juga latar belakangnya , hmm.. hebat juga guman saya, Fiorina ini sebelumnya adalah seorang sekertaris….

Alhamdulillah meskipun studi lanjut saya dilakukan dengan status ijin belajar bukan tugas belajar, saya dapat menyelesaikan tepat waktu 2( tahun) kurang.  Thesis yang saya ambil berjudul Manajemen Perubahan terhadap Implementasi Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi dengan studi kasus tentunya di Unpad. Satu teori manajemen perubahan yang paling melekat mendukung thesis saya adalah Teori dari Lewins “Unfreeze – Change – Refreeze” selalu saja teori ini saya bawa-bawa menghadapi kondisi saat ini, di dukung dengan beberapa artikel riset saya yang mengarah kepada computer as  persuasive technology (Captology) dari Peneliti Standford University BJ Foogs. Kesimpulan yang saya ambil dari beberapa artikel yang saya buat adalah “Perubahan pada implementasi teknologi tidak bisa dilakukan sekaku bagaimana sistem informasi berjalan atau sistem komputer berjalan, karena ada hal lain yang sebenarnya menjadi kunci penentu implementasi itu dapat berjalan dengan baik yaitu Siapa yang menggunakan, dan menerima manfaat (People) dan bagaimana proses atau kebijakan itu ditetapkan dan berjalan (Process). Kepenasaran saya tumbuh mengikuti arahan pimpinan dimulai dari dipindahkannya saya ke bagian SDM, dilanjut ke bagian DPSI (TI) dan akhirnya di DTKLK (tata kelola). Dari pengalaman tersebut terasa jelas, untuk menjalankan roda organisasi yang didukung Teknologi itu tidak mudah selama manusia yang ada di dalamnya belum di “manusiakan”. Pandangan ini masih saya dalami setengah matang, hanya asumsi-asumsi dan eksperiman beresiko yang saya coba lakukan, dan ujungnya sasaran dan kenyataan tidak pernah bisa    sesuai ekspetasi yang diharapkan.

Kembali bersua

Setelah saya lulus kuliah S2 dan mulai kembali secara penuh dan aktif di  Unpad, pada saat itulah mulai kembali bertemu dengan sosok bu Rina. Saya pada saat itu dikenalkan oleh atasan saya yang menjabat sebagai Direktur DCISTEM bro eddy nurmanto alias dito. Celetukan dito ini memang kadang membuat saya kesal,  dito memperkenalkan saya ke bu rina,  kurang lebih ucapannya seperti ini: “Ibu ini kenalkan arif  programmer, yang baru lulus kuliah S2 di ITB Cumlaude”, Otomotis saya langsung menggurutu di belakang sambil bilang ke dito “Maneh ngaerakeun pisan sih (kamu memalukan banget sih)” gak penting untuk dijelaskan. Ya respon bu rina ini selalu ramah, dan ucapannya tambah membuat “Ge’er” saya: “oh hebat, selamat” dst..

Entah kenapa perkenalan itu membuat saya seperti jauh lebih memotivasi untuk menunjukan lebih baik. Selain kelatahan ilmu baru yang sudah saya terima selama S2, bu Rina menjadi sosok yang memotivasi saya, karena relasi kuliah S2 saya dengan beliau adalah di kata “Manajemen” dan ternyata benar, kelatahan saya yang sok banyak tahu tentang manajemen selama kuliah S2 terkalahkan oleh penjelasan wisdom dari bu Rina.

Selama itu saya dipercaya untuk selalu mendampingi beliau di beberapa kegiatan khususnya yang berkaitan dengan Teknologi Informasi, salah satunya pada saat acara pertemuan PTNBH se- indonesia di ITS surabaya, di mana saya ikut menemani beliau.  Ketika beliau bicara, kekaguman saya terhadap beliau muncul,  beliau mampu berbicara “How to explain..” dan saya lihat hal inilah membuat yang lain kagum, bahasa glorifikasi beliau itu tidak menunjukan kesombongan namun mampu membuat pendengar kagum, dan penasaran tentang Unpad.

Sosialisasi KKID di FIB, foto by juli h

Ada satu pertemuan saat sosialisasi Sistem Kontrak Kinerja Individu Dosen (KKID) ke fakultas- fakultas, biasanya alan (tim saya di DTSI) yang menemani beliau, namun ketika ke Fakultas Ilmu Budaya, beliau meminta saya yang mendampingi. Entah kenapa momen pertemuaan itu memiliki spirit yang berbeda, ibu rina memperkenalkan saya yang seperti biasanya menempatkan saya seolah setara dengan beliau, biasanya perkenalan ini ada di acara rapat-rapat kecil tapi yang ini di depan dekan dan para dosen fakultas ilmu budaya. Momen tersebut tidak pernah terlupakan.

Menjauh
Dan selang beberapa tahun selanjutnya ketika beliau berhenti dari jabatan wakil rektor dan mendapatkan kepercayaan menjabat di kementerian (kemenristekdikti). Untuk mengenang berpindahnya tugas beliau, foto kebersamaan pada waktu sosialisasi tersebut saya upload di facebook Dan banyak yang memberi respon positif , entah kenapa foto tersebut saya beri caption yang menjelaskan tentang sosok beliau yang mengingatkan saya terhadap kegigihan curly fiorina yang pernah saya pelajari pada saat kuliah S2.

Kembali hadir tuk Memperbaiki
Selang kurang dari 5 (lima) tahun  tidak bersua dengan beliau, akhirnya kembali dipertemukan, ketika beliau mendapat tugas yang menurut saya “sangat berat” ditunjuk Menteri menjadi Rektor plt Unpad. Kenapa berat, karena pada saat itu proses pemilihan rektor yang terjadi dihadapkan oleh tantangan besar dan mohon maaf  tidak perlu saya jelaskan di sini. Berada di pusaran yang berputar  keras sepertinya tidak membuat gentar bu Rina.  Secara perlahan beliau berusaha mencoba melakukan langkah- langkah yang Memanusiakan kami  khusus nya saya secara pribadi.
Strategi pencairan beliau lakukan sebelum menjelaskan program kerja yang cukup berat. Masa-masa sebelumnya memang Unpad menurut saya pribadi dihadapkan ujian besar. Besarnya harapan “break thru” pimpinan sebelumnya ternyata belum difahami oleh sebagian besar manajemen saat itu (termasuk saya) berdampak pada disefisiensi anggaran dan gagalnya beberapa sasaran yang semula harapannya tinggi. Bisa dibilang kondisi “minus” ini menjadi ujian berat bagi Bu Rina. Untuk kembali membalikan keadaan bagaimana Unpad bisa “survive” dan kembali “sehat” cukup baik dimulai oleh beliau.

T.R.U.S.T
Pertama kali evaluasi yang beliau lakukan tidak langsung memberikan kepercayaan penuh kepada satuan-satuan usaha yang telah dibentuk. Pembentukan unit ogranisasi yang dibuat bertahap, agar memberikan ruang eksperiman para pengelolanya apakah sanggup memberikan keuntungan baik secara reputasi maupun pendapatan kepada Unpad. Tentunya hal ini sempat saya pertanyakan, kenapa harus bertahap, ternyata  hal ini dilakukan untuk memastikan kembali komitmen pengelola dalam menjalankan Usahanya dan secara perlahan apakah bisa sustain atau kembali jatuh dan harus kembali di “Suntik” modal.  Luar biasa ini saya sadari sedikit terlambat dan ini pelajaran mahal dari beliau yang membuat saya sadar banyak hal yang harus saya pelajari terkait manajemen bisnis.

Pernahkah Saya Kecewa Kepada Beliau?

Hmm, sempat ragu apa perlu saya utarakan di sini? sebelum saya ungkapkan kekecewaan saya kepada beliau, harus saya sadari dan akui, kekecewaan beliau kepada saya mungkin lebih banyak dibandingkan kekecewaan saya kepada beliau, mungkin ya.. hehe. Kekecewaan beliau mungkin muncul dari sifat saya yang sadar atau tidak sadar sudah menyinggung perasaan beliau. Salah satunya mungkin karena kelatahan saya yang merasa jauh lebih mengerti permasalahan dibanding beliau, dan di hari-hari atau bulan-bulan bahkan tahun-tahun selanjutnya, saya sering mengingat kelakuan atau sikap saya sebelumnya dan mungkin saya anggap memalukan telah banyak mengecewakan beliau.
Lalu kekecewaan saya kepada beliau beberapa ujungnya saya maklumi juga karena kapasitas pemahaman saya yang sebelumnya masih sangat-sangat terbatas. Misal ketika saya pertama kali meminta ijin untuk lanjut studi S3 dan beliau menjawab dengan meminta maaf dan menjelaskan bahwa saya belum waktunya studi lanjut, karena mungkin ibu masih membutuhkan support dari saya secara penuh. Sebenarnya akhirnya beliau mulai memberikan sinyal ijin dimana beliau mengijinkan saya studi lanjut tanpa harus mundur, jika memang saya diterima dan benar-benar kembali study saya akan dibebas tugaskan dari jabatan yang saya pegang. Namun kondisi berkata lain usia saya gagal memenuhi syarat dari beasiswa LPDP. Sebelumnya semua persyaratan termasuk hasil tes sudah memenuhi syarat, kecuali surat ijin pimpinan dan kondisi ini membuat saya ciut untuk melanjutkan studi lanjut S3.  Apakah saya masih kecewa ? hmm seiring waktu kedewasaan tumbuh sehingga memaklumi dan kebutuhan akan studi lanjut larut terhapus dari daftar mimpi saya tidak membekas, ambisi hanya sekedar ambisi dan itu bukan esensi.. tentunya sama sekali sudah tidak ada rasa kecewa toh tidak sepenuhnya beliau yang disalahkan malah mungkin tepatnya saya harus banyak terima kasih ke beliau, selalu saja ada hikmah dibalik keputusan- keputusan beliau yang memang mungkin sebelumnya membuat saya kecewa. Sekarang-sekarang ini malah disadari dan teralami oleh saya ketika ada sedikit konflik dengan tim saya di bawah.. dan membuat mereka kecewa terhadap saya, terkadang mengganggu saya dan hal itu ternyata masih kecil.. dibandingkan pengorbanan beliau.. hufff..

Rektor Terpilih

P3R dan Rektor Terpilih, foto by dadan t

Sebuah kehormatan bagi saya terlibat dalam kepanitiaan pemilihan rektor Unpad. Tahun dimana proses pemilihan rektor begitu banyak tantangan dibayangi rasa kehawatiran tuntutan-tuntutan yang lebih dari  semua pihak. Di antara calon-calon yang ada, saya sebagai panitia berusaha untuk senetral-netralnya. Harus diakui di antara bakal calon yang ada, beliau lah yang paling dekat dengan saya. Bahkan di masa-masa genting saya berusaha memberikan pelayanan yang sama tidak terkecuali kepada beliau. Mungkin beberapa pihak ada  yang bilang harusnya saya memberikan layanan lebih kepada beliau. Jujur saja semakin dekat orang dengan saya, saya malah menunjukan untuk mengurangi kecenderungan memberikan layanan lebih ke orang tersebut, mungkin dapat dirasakan oleh teman2 terdekat di DPSI (mohon maaf). Ketetapan tidak mungkin tergantikan hasil keputusan menunjuk rektor terpilih adalah Prof. Rina Indiastuti… Welcome back bu…

COVID 2019

Terkadang gagasan revolusioner muncul karena ada desakan kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Mungkin  momentum ini yang diambil oleh  bu Rina.  COVID 19, Sebuah kondisi dimana dunia sedang tidak baik-baik saja. Indonesia termasuk negara yang terdampak dari COVID 19 ini dan luar biasa cukup besar. Munculah program- program strategis yang memperkuat perogram- program sebelummya dimana  Industry 4.0 yang semula sangat sulit diimplementasikan pada kondisi sebelum covid, secara perlahan bahkan menjadi lebih mudah dilaksanakan pada masa-masa covid, sebagai contohnya adalah pembelajaran jarak jauh, pemanfaatan TI untuk bekerja secara jarak jauh Kebijakan- kebijakan tersebut terus digalakan. Tentunya beberapa hal masih menjadi tantangan terutama SDM yang tidak tersentuh pemahaman TI khususnya tenaga kependidikan.
Untuk membangkitkan kondisi ke keadaan normal saja sudah luar biasa sulitnya dan tetap berupaya memenuhi janji beliau sebagai rektor Unpad menuju 500 dunia!!!!.

Transformasi Digital

Isitilah ini bagi saya sangatlah tidak asing. Boleh lah saya sombong, untuk bidang ini. Terkadang saya merasa faham melebihi pihak-pihak yang lainnya. Namun ternyata apa yang saya siapkan itu sangat  tertinggal dibandingkan bahan-bahan tentang Strategi unggulan yang dijelaskan  Bu Rina. Saya ternyata Masih banyak kekosongannya. Kekosongan tersebut yang mampu menjelaskan dan menerangkan bukan orang- orang ahli IT termasuk teman-teman dilingkungan kerja saya,  melainkan beliaulah yang mampu menjelaskannya.
Okki mahendra, Rekan kerja saya berpendapat bahwa bu Rina ketika menjelaskan rencana program-program termasuk transformasi digital  menjelaskan jauh lebih lengkap:

Selalu saja kita-kita yang faham IT terpana dan berguman bertanya kepada diri masing-masing : Kok yang beliau jelaskan sama sekali tidak terpikirkan oleh Saya ya, kok terlewat ya.. padahal itu penting di IT kenapa beliau yang faham.

Beliau lah yang memperkenalkan 7 digital pendukung program transformasi digital. 100% bukan dari tim DPSI,  kita suka bertanya-tanya apakah itu dapat masukan dari Suami beliau yang memang profesinya bergerak di bidang TI atau hasil explore beliau. Jadi mengingat lagi Curly Fiorina ….

Reputasi  Dunia dan bermanfaat kepada masyarakat

Gempuran ujian yang terjadi di Unpad akhirnya banyak hal yang bisa terselesaikan. Harus  saya akui kontribusi saya sedikit sekali atau bahkan kurang, dan yang selalu mampu menutupi melalui penjelasan yang positif ke publik ya sosok Prof. Rina Indiastuti ini.
Seorang Rektor Perempuan Pertama di Unpad,  Rektor pertama yang harus membalikan keadaan setelah Ujian PTNBH, Rektor pertama yang mampu menaikan Rangking Unpad mendekati 500 , bolehlah kita sebut 500an, siapa lagi kalo bukan Bu Rina, ya tentu masih ada tantangan atau pekerjaan rumah yang harus diperbaiki dan dilanjutkan.

Apa sih Rahasianya?

Rahasianya baru saya baca dari sebuah buku yang diluncurkan bersamaan dengan perayaan Dies Natalis 67, dies terakhir di masa kepemimpinan beliau.
“Lewins Teori Change Model” ada!!,  Unfreeze – Change – Refreeze .

How to unfreeze ? ya, beliau berusaha menyadari dibalik kerja keras ada hal lain yang tidak boleh lepas yaitu keluarga…

Acara pengajian di Rumah Bu Rina, foto by dadan t

Bu rina tidak pernah melupakan istri/ suami dari tim manajemennya yang seharusnya diikuti mungkin oleh manajemennya secara kreatif kepada staf dibawahnya. Beliau meminta maaf bahwa suami/ istrinya diberikan tugas yang luar biasa untuk mendukung Unpad sesuai visi dan misinya yang bisa jadi membuat tugas-tugas tersebut di bawa pulang kerumah atau bahkan dikerjakan di kantor hingga larut malam.

Ini yang membedakan kepeminpinan bu Rina dibandingkan yang lain. Thesis saya terasa menjadi usang, dibandingkan ilmu dari beliau yang cukup banyak dan memang luar biasa.
Lalu Rahasia apa lagi ? Saya bersama beberapa rekan- rekan Sekdit pernah dipanggil beliau, bahwa beliau  pernah menjadi Seorang sekertaris, jadi memang standar sekertaris yang beliau harapkan berharap memiliki kemampuan sama seperti beliau menjadi seorang sekertaris. Harus teliti, pastikan debu di meja, kursi , vas bunga tidak ada, menerima tamu harus ramah dan senyum.. ini saya merinding pas beliau menjelaskan satu persatu, sambil berpikir ngapain ada pelatihan Layanan prima ya, toh Role model ada di depan kita? .

Curly Fiorina

Kenapa saya selalu menghubung-hubungkan bu Rina dengan Curly Fiorina? apakah saya menyimpulkan bu Rina mirip dengan Fiorina? . Awalnya ya kok mirip ya sama-sama awalnya pernah jadi sekertaris dan lanjut menjadi pimpinan tertinggi, sama-sama membuat gebrakan Inovatif dan transformatif… Apakah ada bedanya ? Ada. Setelah saya baca sedikit tentang Curly Fiorina, tokoh ini banyak yang tidak menyukai karena ambisinya yang kurang memanusiakan timnya… nah …. Cocok kan ? yang membedakan adalah Bagaimana memanusiakan Timnya.

Sayur Kacang Merah

Lalu kesamaannya apa dengan saya? adakah? tentu ada? Saya baru tau kalo beliau “penyuka sayur kacang merah”  . Hal ini ketahuan pas acara gathering sekaligus pengajian di rumah bu Rina, ketika istri harus menebak makanan kesukaan suaminya, dan istri saya menjawab dengan benar yaitu Sayur Kacang Merah, disitu baru tahu bahwa bu Rina juga penyuka Sayur Kacang Merah, dibuktikan salah satu menu pada acara itu ada sayur kacang merah…

Penutup

Teringat lirik lagu hindia berjudul Kita Kesana, liriknya sebenarnya gak nyambung dengan bagaimana bu Rina memimpin, entah kenapa saya merasa lagu ini seperti menggambarkan  perjuangan beliau dari awal hingga akhirnya sampai yang dituju, Dan di ujung  liriknya selalu menjadi penyemangat bagi saya. Sepertinya setiap dengar lagi ini  saya akan selalu mengingat sosok bu Rina..

Rayakan hari iniBesok sisa sengsaraBelum pulang kau pun di siniTemani diriku
Kita bersandiwaraBicara tak semestinyaWalau kita tahu nyatanyaSemua tak baik saja
Ada masanya kitaMencuri ruang dan waktuWalau pasti berlaluBiarkan saja kita ke sanaSelagi masih bisa bersamaBersama
….

(Kita ke sana- Hindia)

Beberapa momen menjelang akhir pergantian pimpinan, beliau memilih sebuah buku untuk diberikan kepada saya, menurut beliau cocok buat saya.

Awalnya saya merasa buku itu tidak cocok untuk saya, beberapa hari selanjutnya saya mendapatkan tantangan berat di kantor, teringat buku yang beliau berikan kepada saya.., hidup ini singkat jangan dibuat berat…

Rapat koordinasi pejabat pengelola Rektorat terakhir dipimpin beliau sebagai Rektor, mendapatkan kenang-kenangan special.

 

Untuk bu Rina, terima kasih telah menjadi guru, manajer, CEO dan … Ibu ku, tak ada kata menyerah untuk berubah.