{"id":118,"date":"2024-06-25T04:56:43","date_gmt":"2024-06-25T04:56:43","guid":{"rendered":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/?p=118"},"modified":"2024-06-25T12:31:04","modified_gmt":"2024-06-25T12:31:04","slug":"beri-tahu-saya-apa-yang-membuat-anda-bahagia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/2024\/06\/25\/beri-tahu-saya-apa-yang-membuat-anda-bahagia\/","title":{"rendered":"Beri Tahu Saya Apa yang Membuat Anda Bahagia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika tiba pembahasan tentang sesuatu yang sederhana, bahagia bisa jadi jawabannya. Namun, sama halnya ketika bicara tentang suatu konsep abstrak yang sifatnya relatif dan sangat luas, kebahagiaan juga salah satunya. Dengan kecenderungan manusia untuk menerapkan simplifikasi pada berbagai konsep yang mereka pelajari, maka konsep kebahagiaan itu disederhanakan dalam suatu ungkapan familiar: \u201cbahagia itu sederhana\u201d. Sesederhana berangkat sekolah dengan cuaca cerah sehingga tidak perlu repot membuka jas hujan (kebetulan jas hujan saya bolong dan belum beli yang baru). Sesederhana mendapat nilai 90 dalam ulangan Kimia karena keberuntungan yang berpihak padahal tidak belajar (saya benci mata pelajaran itu lebih dari apapun). Lebih sederhana daripada kejutan ulang tahun dari bapak dan ibu padahal ulang tahun bukanlah sesuatu yang saya anggap harus dirayakan (ulang tahun mengingatkan saya bahwa secara usia saya makin dewasa tapi makin tidak jadi apa-apa).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sayangnya, kesederhanaan itu ternyata tidak memiliki benang merah dengan kehidupan yang saya jalani. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya kedewasaan, saya merasa bahwa sebenarnya, kebahagiaan itu tidak pernah sesederhana suatu ungkapan. Lantas, karena terlalu menyita emosi, pemikiran itu saya letakkan dalam suatu ruangan dalam otak dan saya tutup pintunya rapat-rapat. Saya tinggalkan ruangan itu bersama memori selama ratusan hari. Selama puluhan bulan. Selama sekian tahun. Saya tidak pernah kembali lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kecuali saya kembali. Membuka ruangan berdebu itu dan kembali duduk bersama pemikiran yang ternyata tidak pernah benar-benar saya tinggalkan di belakang. Beragam kontemplasi menghampiri seiring pemikiran itu saya keluarkan selagi dalam perjalanan mudik idulfitri menuju bagian timur Pulau Jawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lantunan musik band modern berputar beriringan dengan deru mesin mobil yang menembus jalan tol rute Solo ke Madiun. Lirik lagu mereka seakan duduk bersama saya dan pemikiran kecil saya tentang kebahagiaan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Apakah akan tiba hari-hari ketika aku merasa bahagia? Suatu hari ketika aku tersenyum dan tidak memiliki kekhawatiran tentang banyak hal yang akan datang. Apakah akan tiba suatu hari di mana aku bisa berseru kepada langit dan memberi tahu seisi dunia bahwa ini aku, di sini, dengan kebahagiaan yang akhirnya aku temukan?\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Melalui mesin pencari, kurang lebih seperti itulah terjemahan dari lagu Happy yang dipersembahkan DAY6 dalam konsernya baru-baru ini, tepat dua hari setelah hari raya idulfitri. Meski belum berkesempatan menghadiri konser mereka secara langsung karena terhalang jarak dan wilayah, tetapi melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">live streaming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">di salah satu platform digital, pertunjukan musik mereka selalu memberi saya semangat baru dalam melanjutkan hidup. Sebab itu, konser DAY6 selalu saya dambakan untuk bisa saya datangi sejak lima tahun yang lalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern dan perjalanan mencari kebahagiaan, di antara gemuruh dan keheningan, ada suara-suara yang membawa kedamaian, diwujudkan dalam alunan melodi dari instrumen yang dimainkan DAY6 dengan lihai ibarat oase di tengah gurun pasir. Musik yang dirangkai DAY6 bukan hanya hiburan semata, melainkan juga sumber kekuatan, inspirasi, dan kebahagiaan yang tak ternilai. Perjalanan bersama DAY6 bagaikan indahnya sebuah simfoni, di mana setiap nada mewakili momen dan memori spesial serta serangkaian emosi yang terukir dalam hati. Dimulai dari ketertarikan pada musik rock alternatif yang unik dan penuh makna, para MyDay, sebutan bagi komunitas penggemar DAY6, menemukan pelabuhan hati mereka di DAY6. Lirik lagu yang indah dan menyentuh, suara merdu para personel, dan interaksi yang hangat dengan penggemar menjadikan DAY6 lebih dari sekadar band. DAY6 dan MyDay telah membentuk keluarga baru tanpa ikatan darah yang saling memandang satu sama lain sebagai rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi saya, DAY6 telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup. Suatu hari di tahun 2018, saya mengenal kpop untuk pertama kalinya. Namun, saat itu saya merasa asing dengan genre dan jenis musik yang dibawakan para artis kpop (terlalu keras dan membuat pusing, pikir saya. Tentu tidak saya katakan kepada teman-teman saya yang penggemar kpop sebab khawatir membuat mereka tersinggung). Saya pun berpikir untuk tidak mencari tahu lebih dalam tentang kpop, hingga salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">music video <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(MV) DAY6 yang berjudul \u201cTime of Our Life\u201d muncul di linimasa akun YouTube saya. Lagu ini adalah lagu dengan tempo cepat yang memberi semangat dan mengajak pendengar untuk memanfaatkan hidup sebaik-baiknya. Melalui lagu ini, keempat personel DAY6 mendorong penggemarnya serta pendengar secara umum untuk melepaskan kekhawatiran dan kecemasan serta fokus untuk menciptakan pengalaman dan memori yang tidak terlupakan bersama-sama. Lagu yang bersemangat dan anthemic ini menceritakan kisah tentang memberi tahu untuk merangkul sifat waktu yang cepat berlalu dan menghargai kenangan selama kita masih hidup di dunia. Dengan aransemen yang dinamis, vokal yang kuat, dan lirik yang menyentuh hati, DAY6 berhasil menyampaikan pesan dalam lagunya untuk menjalani hidup sepenuhnya dan menghargai setiap detik yang terus berjalan. Selain itu, lagu ini juga memberi gambaran baru tentang kpop, bahwa ternyata aliran musik ini lebih luas dan bervariasi dari apa yang saya pahami. Band yang memulai debutnya pada tahun 2015 ini membuka mata saya bahwa kpop masih bisa dinikmati, yaitu dengan mendengarkan musik yang mereka buat dan bawakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu aspek yang membuat DAY6 begitu unik adalah kemampuan mereka dalam menghubungkan emosi melalui musik mereka. Lagu-lagu mereka yang berjumlah ratusan tidak hanya berkisah tentang kesedihan atau kekecewaan, tetapi juga tentang perjalanan menuju penerimaan diri dan harapan akan masa depan. Dalam lagu seperti &#8220;Congratulations&#8221; dan &#8220;I Smile&#8221;, mereka merangkul keberanian untuk melangkah maju menembus berbagai rintangan yang menghadang. Lagu-lagu ini juga bukan hanya sekadar lagu, tetapi karya seni yang menghadirkan kedamaian, kebahagiaan, serta validasi. Lirik-lirik yang tulus, seringkali terinspirasi oleh pengalaman pribadi anggota band, menembus kedalaman hati dan membantu mendamaikan pikiran yang gelisah. Dalam karya-karya mereka, DAY6 menghadirkan obat penawar bagi mereka yang merasa sendirian atau terluka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, bagi saya, hal yang paling menginspirasi dan memantik motivasi dari semua itu adalah bagaimana DAY6 terus menemukan kebahagiaan di tengah-tengah rintangan hidup. Dalam lagu seperti &#8220;Better Better&#8221; dan &#8220;Feeling Good&#8221;, mereka mengeksplorasi tema kehidupan yang sulit sekaligus menawarkan pesan harapan yang kuat. Mereka menunjukkan bahwa kebahagiaan bukanlah tujuan yang harus dicapai, tetapi proses yang terus berlanjut, terletak dalam pengalaman sehari-hari dan hubungan dengan orang-orang di sekitar kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat itu, saya seakan merasakan ombak kebahagiaan yang menerjang karena hadirnya DAY6 membawa warna baru dalam kehidupan saya saat itu dan di masa yang akan datang, yaitu masa sekarang. Terlebih, saya bukan lagi hanya sekadar menikmati musik yang mereka ciptakan, melainkan juga mencintai mereka layaknya penggemar lain di seluruh penjuru dunia. DAY6 dan musik mereka lah yang memicu kebahagiaan dalam diri saya dan mereka pula yang membuat saya bertahan hingga hari ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan demikian, saya kembalikan kepada pembahasan tentang kebahagiaan. Melalui keberadaan DAY6 bersama musik-musiknya, secara tidak langsung mereka memberitahu saya bahwa kebahagiaan tidak harus berupa suatu tujuan untuk dicapai. Kebahagiaan merupakan bagian dari proses berkelanjutan dalam mencapai hal-hal lain yang diimpikan sehingga dalam proses mencapai tujuan itu kita sebagai manusia tidak merasa putus asa di tengah jalan dan kehilangan semangat untuk melanjutkan. Kebahagiaan bisa ditemukan di tempat-tempat yang tak terduga, bahkan di tengah-tengah kesedihan dan tantangan. Karena itu, saya amat bersyukur mengingat kembali DAY6 dalam momentum hari raya idulfitri ini. Di antara kerumitan pikiran saya yang merasa bahagia tidak sesederhana kedengarannya, kilas balik ke momen awal saya bertemu dengan DAY6 memantik kembali memori apa yang telah membuat saya bertahan selama ini, yaitu kebahagiaan bersama DAY6 dan musiknya. Di antara banyaknya pilihan untuk bahagia, saya memilih DAY6 sebagai jawabannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Begitu pula dengan Anda, pilihan untuk bahagia itu kembali pada Anda: apakah Anda ingin kebahagiaan konstan yang tak berujung seperti lautan, atau kebahagiaan kecil yang sarat akan makna?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, apa yang membuat Anda bahagia?<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika tiba pembahasan tentang sesuatu yang sederhana, bahagia bisa jadi jawabannya. Namun, sama halnya ketika bicara tentang suatu konsep abstrak yang sifatnya relatif dan sangat luas, kebahagiaan juga salah satunya. Dengan kecenderungan manusia untuk menerapkan simplifikasi pada berbagai konsep yang &hellip; <a href=\"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/2024\/06\/25\/beri-tahu-saya-apa-yang-membuat-anda-bahagia\/\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":10484,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[25,29],"class_list":["post-118","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-personal","tag-personal","tag-thought"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10484"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=118"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":119,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/118\/revisions\/119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blogs.unpad.ac.id\/annsyahrin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}