Librarian Journal

Buku Harian Pustakawan

Urgensi Literasi Informasi pada Dua Sisi Unsur Perpustakaan

February27

Suasana Layanan Internet Fikom Library and Knowledge Center (Sbr. Dokumentasi FLKC 2013)

Ada banyak informasi…banjir informasi di perpustakaan saat ini. Informasi tak terbendung! Apalagi ditambah akses WIFI atau internet yang kenceng membuat pemustaka betah berlama-lama di perpustakaan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki fasilitas kuota atau internet sendiri di rumahnya. Perpustakaan bersyukur karena dikunjungi pemustakanya. Pemustaka juga gembira karena fasilits yang ada memberikan kemudahan untuk akses berbagai informasi dengan gratis, cepat dan lengkap…

eh…tapi..ada sesuatu yang membuat khawatir sebenarnya. Dilihat dari sudut penggunaan informasi secara etika, apakah mereka sudah memiliki kapasitas berinformasi yang memadai ? Ini masih menjadi tanda tanya besar.

Literasi informasi mengikat di dua unsur utama penggerak perpustakaan, yaitu pustakawan dan pemustakanya. Kedua unsur tersebut harus memiliki keterampilan berinformasi yang baik. Unsur pustakawan memerlukan Literasi Informasi (LI) terkait tupoksinya dalam menyebarluaskan informasi yang dimilikinya, apakah sudah bebas plagiat, apakah diperoleh secara legal, dll. Dari sisi pemustaka, juga dituntut memiliki skill berinformasi yang memadai pula. Apakah informasi yang ia unduh atau ia baca atau bahkan ia gunakan (kutip) dalam karya ilmiahnya itu adalah informasi yang valid dan berasal dari sumber yang kredibel, apakah ia sudah menerapkan prinsip-prinsip penulisan sitasi (pengutipan ) yang benar sehingga terbebas dari terjebak ke dalam perilaku plagiat.

 

jadi LI di perpustakaan itu mutlak diperlukan untuk menjamin etika penggunakaan informasi, baik untuk pustakawan maupun pemustakanya. Titik.

 

posted under Diary

Comments are closed.