Librarian Journal

Buku Harian Pustakawan

Perpustakaan vs Orkestra

December31

Anda (pasti) pernah ke perpustakaan? (Sangat luar biasa unik-kalau tak disebut aneh-kalau Anda mengaku akademisi namun tak pernah ke perpustakaan…terlepasĀ  fisik atau online). Yaah, tak apalah itu di luar konteks pembicaraan kita kali ini.

Ketika Anda ke perpustakaan, apa yang Anda perhatikan? petugasnya, rak bukunya, pemustaka lain yang sedang menggunakan perpustakaan…atau apa? .

Pernahkah mencoba menengok “dapur” nya perpustakaan? Atau “koki’-nya?yang mengerjakan dari sejak mencarikan koleksi, mengolah sampai menjadikan buku-buku atau koleksi yang lain , baik yang fisik maupun yang elektronik bisa mejeng dengan indah di rak?

Buku yang Anda cari dan gunakan, tidak dengan sendirinya ada di rak. Namun telah melalui beberapa proses. INilah proses yang dilalui oleh sebuah koleksi, dari mulai asalnya tidak ada di perpustakaan, lalu dibidik untuk diadakan, lalau diadakan, lalu diolah , dialihmediakan (kalau perlu), lalu mejeng deh di rak.

Layanan perpustakaan pun tak berjalan apa adanya. Namun ada “apa-apannya”. Terutama untuk perpustakaan yang sudah cukup besar, memiliki koleksi memadai, memiliki pemustaka yang banyak atau memiliki SDM memadai, maka menjalankan layanan perpustakaan bukan lah suatu hal yang sederhana. Seperti Adie MS, sang seorang konduktor orkestra di Indonesia, maka pimpinan perpustakaan harus memiliki skill handal kapan dia menggerakkan sisi kiri stafnya, kapan harus menggerakkan sisi kanannya, kapan dia harus menggerakkan semua stafnya atau kapan dia harus menghhentikan semua pergerakan (layanan).

Ya!pimpinan perpustakaan, terlepas seberapa besar ukuran perpustakaan dan jenis apa perpustakaan tersebut, maka ia harus mampu menjadi seorang konduktor orkestra layanan perpustakaan bagi pemustaka di sekelilingnya.

Mau mencoba?

Suasana layanan sirkulasi di Perpustakaan Fikom UNPAD. (Sbr. Dok FLKC, 2013)

 

 

 

posted under Pustakawan

Comments are closed.