Hati-hati terhadap isu yang menyerang Rupiah

Kemarin BI meluncurkan Rupiah Tahun Emisi 2016. Tapi sangat disayangkan beberapa orang di media sosial internet menganggap Rupiah mirip dengan mata uang negara lain. Hal itu bisa dimaklumi karena tidak semua orang tahu detil-detil Rupiah kita. Padahal jika kita pernah memegang beberapa mata uang asing dan memperhatikannya lebih teliti, maka kita akan menemukan bahwa hampir semua mata uang di dunia ini mirip. Hal itu terjadi karena faktor standar bahan dan keamanan uang itu sendiri.

Namun yang harus diwaspadai adalah bisa jadi ada orang atau golongan yang menginginkan pemerintah hancur dengan menyerang mata uang atau NKRI tidak menggunakan Rupiah lagi. Mereka sengaja dengan perlahan menggiring opini masyarakat untuk menganggap Rupiah atau beberapa ornamen keamanan Rupiah mirip dengan mata uang negara lain atau mirip dengan simbol-simbol kontroversial, sehingga membuat masyarakat resah dan akhirnya bisa jadi membenci pemerintah kemudian menolak menggunakan Rupiah.

Oleh karena itu mari kita abaikan saja isu-isu tersebut dan marilah kita sambut dengan baik peluncuran Rupiah baru ini dengan cara menggunakannya untuk transaksi tunai atau nontunai dimanapun. Kemudian fisik uang kartalnya dijaga, dirawat, dan disimpan dengan baik dan rapi di dalam dompet atau tempat penyimpanan uang lainnya. Selain itu untuk meningkatkan nilai tukar Rupiah, kita perlu meningkatkan produktivitas kita supaya ekspor meningkat dan impor berkurang, sehingga kebutuhan Rupiah akan terus meningkat dibandingkan kebutuhan mata uang asing.