Penyakit Avian Influenza (AI)

Avian Influenza (AI)/flu burung merupakan penyakit influenza yang menyerang unggas dan dapat ditularkan oleh kelompo unggas yang sakit ke unggas yang lain. penyakit flu burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, mulai yang bersifat ringan sampai yang bersifat fatal. mulai akhir tahun 2003 wabah penyakit ini melanda negara asia seperti: koera selatan, jepang, vietnam, thailand, kamboja, hongkong, laos, rrc, pakistan dan termasuk indonesia. penyakit ini bisa menimbulkan kematian pada unggas cukup tinggi (75-90%) akhirnya dapat menyebabkan kerugian ekonomi pada ternak. penularan pada manusia kemungkinan dapat terjadi apabila virus ai bermutasi, yang dapat menyebabkan manusia sakit bahkan meninggal dunia

 

Avian Influenza adalah penyakit unggas yang sangat menular disebabkan virus influenza type a (h5n1). penyakit ini bersifat menular pada manusia (zoonosis),namun virus penyebabnya mudah mati oleh panas ,sinar matahari dan desinfektan seperti deterjen, formalin 255 , iodione dll. media pembawa virus ini berasal dari ayam sakit, dan hewan lainya,pakan kotoran ayam , alat transportasi , rak telur ( egg tray) dan peralatan yang tercemar.

 

Daya tahan terhadap virus dari beberapa bagian yaitu : virus dalam daging akan mati pada suhu 80oc  selama 1 menit atau 7oc selama 30 menit,  virus dalam telur akan mati pada suhu 64o c selama 45 menit, virus tahan hidup pada kotoran ayam suhu 4o c selama 34 menit, virus tahan hidup di air (suhu 22o c) selama 4 hari dan suhu 0o  c selama 30 hari, virus dapat bertahan hidup selama 14 hari setelah depopulasi pemusnahan ayam , oleh karena itu pengisisan kembali ayam baru sekurang-kurangnya 1 bulan.

 

Wabah flu burung di indonesai dimulai sejak agustus 2003, wabah avian influenza telah menyebar ke 9 propinsi: 51 kabupaten/kotamadya. jumlah kematian unggas akibat serangan ai dari agustus 2003 – november 2005, diperkirakan mencapai 10,45 juta ekor.

Kerugian akibat flu burung:

  1.  ditemukan pasien yang tertular avian influenza (h5n1) sebanyak 270 kasus dan   61% diantaranya meninggal.
  2.  merosotnya permintaan daging ayam sampai 60% karena masyarakat takut makan daging ayam.
  3. tiga bulan pertama sejak tahun 2007 indonesia mengalami kerugian sampai 1 triliun rupiah.
  4.  harga daging ayam yang semakin menurun sehingga peternak banyak yang menutup usaha  ternaknya karena tidak sanggup memenuhi biaya pakan (60% dari biaya pemeliharaan ayam).

Ciri unggas yang terinfeksi avian influenza adalah kandisi ternak /unggas lemah, nafsu makan berkurang, jenger dan pial berwarna merah kehitaman sampai biru , bengkak disertai perdarahan yang kental diujung-ujungnya, pembengkaaan pada muka dan kepala, diare,batuk,bersin dan ngorok, unggas merasa haus luar biasa, nafas cepat dan sulit, mengeluarkan cairan dari mata dan hidung (kadang-lkadang), kematian terjadi sangat cepat.

 

Berdasarkan sk no 17/ kpts/ pd 04/02.04 dan sk no 46/ pd 640 / f/ 08.05, pemerintah menetapkan 9 strategi untuk menanggulangi avian influenza:

  1. Biosecurity
  2.  Vaksinasi
  3. Pengurangan jumlah ternak
  4. KIontrol transportasi unggas
  5. Pengawasan
  6. Sosialisasi
  7. Pembasmian unggas terinfeksi
  8. Restocking
  9. Monitoring dan evaluasi pemeliharaan unggas

Tags: ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.