Sebuah Hikmah Tuhan yang disebut Himatan Unpad

SOIL SOLID!!!! SOIL SOLID !!!!! SOIL SOLID !!!!!

Kuliah merupakan masa kita mengembangkan diri, bukan cuma meningkatkan bidang keilmuan tapi juga meningkatkan Soft skill kita. Kebetulan saya mendapatkan kesempatan menempuh studi di salah satu universitas negri tekemuka di Bandung, yakni Universitas Padjadjaran dengan program studi Agroteknologi pada tahun 2012. Awalnya memang sudah berniat untuk mengikuti salah satu organisasi di kampus entah itu tingkat kampus ataupun tingkat fakultas, yang penting mendapat pengalaman baru sebelum nantinya menempuh dunia kerja.

Pilihan akhirnya jatuh kepada Himpunan Keprofesian Mahasiswa Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan (HIMATAN) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Alasan yang paling mendasari memilih organisasi ini adalah atribut yang keren yakni kemeja coklatĀ  gelap dengan tulisan kuning keemasan. Memang konyol, tetapi banyak hal hebat yang bisa muncul dari sebuah hal konyol (ahiww). Bergabung di Himatan merupakan rangkaian yang tidak mudah, harus benar benar niat dan tidak mudah menyerah, resmi bergabung dengan status Anggota Muda Himatan tahun 2013 setelah mengikuti rangkaian Soil Treasure . Meski sempat menghilang beberapa saat karena mendapat amanah di suatu komunitas dan karena diri ini yang menutup diri di Himatan akhirnya pada 2014 kembali ke Himatan berstatus anggota biasa dengan sedikit rasa canggung karena sempat menghilang. Banyak Momen besar yang dilewatkan selama menghilang, sebuah penyesalan yang terlambat tetapi yaa jangan pernah menyalahkan takdir, mungkin takdir saat ini akan membawa kita bertemu dengan takdir-takdir yang lain. Kembali ke Himatan, periode kepengurusan selanjutnya menjadi momen yang benar-benar merubah hidup. Karena sang ketua terpilih Adiyasa Muda Zannatan menunjuk saya untuk menjadi Kepala Departemen Relasi Informasi Media Komunikasi periode 2014-2015. Sebuah tanggung jawab yang teramat berat, karena saya pribadi merasa tidak akan mampu, mengingat track record (halah) yang yaaa begitulah.

tapi semuanya dijalanin aja, itung itung mencari sebuah pengalaman baru. Satu hal yang pasti sulit adalah memulai memimpin tanpa mengenali siapa yang akan dipimpin dan tanpa tau tujuan memimpin. Satu satunya yang terbesit di pikiran saat itu ialah hanya saat demisioner (turun jabatan) nanti, ingin ditangisi oleh anggota departemen. Konyol dan Bodoh kalau dipikir pikir, tapi satu yang diyakini jika seseorang pergi dengan iringan tangis maka orang itu berkesan bagi orang banyak.

Kepemimpinan di RIMK pun dimulai, sangat sulit mengimbangi kemampuan rekan rekan inti Himatan saat itu Adiyasa Muda Z (Ketua), Annisa Rosalina S (Sekertaris), Dety Aprianty (Bendahara), Riandy Dhika N (Kadep Keprofesian), Annisa Khairani (Kadiv Pengabdian Masyarakat), Priyanka (Kadiv. Kajian Ilmiah), Junius Noval S (Kadep Pengembangan Sumberdaya Organisasi & Kaderisasi, Gordon (Kadep Kesekretariatan & Kewirausahaan). Tp beruntung lah mereka dengan sabar mau mengajari dan membimbing saya. Mereka itu orang orang hebat, mereka gak bikin seseorang mengejar mereka tp mereka membimbing agar bisa berjalan bersama (duileeeh). Konflik wajar terjadi, terutama ketika Himatan mengalami bentrok dua program kerja (Proker) besar, adu urat sering terjadi tapi semua berakhir dengan baik baik dan menghasilkan sesuatu yang spesial. Kendala lain adalah mereka ber 8 merupakan anggota peminatan Ilmu Tanah sedangkan saya memilih minat Hama Penyakit Tanaman, beda materi kuliah, beda jadwal kuliah, beda beban tugas kadang kadang harus membuat saya berangkat subuh di kampus dan pulang larut setelah rapat Himatan. Sempat berpikir untuk mundur, tapi mereka para Inti dan RIMK Himatan yang membuat saya bertahan.

Masih tentang Inti Himatan, mereka selalu tampak luar biasa dimata saya. Pemikiran dan sikap serta kekeluargaan mereka itu luar biasa. Inspiratif. Meski kadang ingin pergi, mereka selalu jadi alasan untuk kembali. Karakter yang berbeda, mampu dirangkul dengan baik, dengan kemasan berlabel : KELUARGA. Ada kalanya hampir 24 Jam bersama,segalanya bareng-bareng sampai menu makan pun sama. Mereka yang mengajari cara memimpin, mereka yang mengajari cara mengambil keputusan, mereka yang mengajari berpendapat dan menjadi sosok yang berpikir logis, mereka yang selalu nampak bahagia meski kita semua tau memikirkan sebuah organisasi tidak semudah itu.

RIMK, departemen yang sesungguhnya diminati tapi ga bisa. Ga bisa untuk berelasi dengan baik, ga bisa untuk mengolah gambar dengan software editing, ga bisa berkomunikasi dengan lancar didepan umum. yang dibisa cuma satu, yakni gambar (padahal ga bagus bagus amat). Menghadapi anggota departemen yang mungkin asing bagi saya karena saya yang sempat menghilang itu sulit, karena saya harus tau bagaimana cara memimpin dari karakter mereka. satu satunya yang bisa saya lakukan adalah mengejar ketertinggalan dengan mendekati mereka secara personal satu demi satu agar mereka sedikit banyak bisa nyaman dengan karakter saya. Sebelumnya saya belum pernah melakukan itu. Sulit dan canggung. tetapi itu harus.

Seiring berjalannya waktu, semakin nyaman dengan anggota RIMK ditambah dengan anggota muda yang baru masuk sedikit banyak menambah keragaman warna di departemen. tapi kalau semua berjalan lurus-lurus aja berarti ada yang salah, beruntungnya sedikit banyak ada kendala di RIMK yang membuat saya lebih belajar menahan emosi, belajar mengambil keputusan dengan bijak. Susah seneng bareng-bareng. Meski mungki ada saja pihak yang tidak nyaman dengan kepemimpinan saya.

 

HIMATAN………….

sebuah Organisasi yang luar biasa, tempat yang sangat layak dijadikan keluarga..

Ga ada yang salah untuk totalitas di Himatan.

Awalnya mungkin berat buat bertahan di Himatan.

Tapi, Himatan adalah serangkaian Takdir yang digariskan oleh Tuhan.

 

 

 

With Love

 

Sheptian Octavianus

Leave a Reply