Weather temperature in Skovde, Vastra Gotaland, Sweden

Site menu:

Categories

Archives

Site search

Links:

Peta La Rochelle France

la Rochelle google satellite maps

Peta Skovde Swedia

Setiawan Hadi's map homepage

Peta Kampus UNPAD

Universitas Padjadjaran Main Campus satellite map
Instagram
Free Website Translator
Flag Counter

Sudah pantaskah saya untuk menjadi GB?

Dalam perjalanan dari Gedung Jurusan ke Gedung Fakultas, ketua jurusan menanyakan kepada saya sekaligus meminta saya untuk mengusulkan jabatan fungsional tertinggi yaitu GB. Saya jawab saat ini belum mengingat masih belum sempat karena beberapa hal. Hal ini terngiang-ngiang dalam pikiran saya dan sampai pada muara, apakah saya sudah pantas menyandang predikat fungsional tertinggi tersebut?.

Keinginan itu memang ada, apalagi ada tunjangan profesi (he3x). Sebagai seorang pegawai pada alur fungsional akademik, saya memang memiliki cita-cita untuk mencapai jenjang tertinggi yang relevan. Saya tidak menginginkan ngajar sana-sini (seperti rekan-rekan dulu, ngajar dimana-mana) atau proyek sana-sini (memiliki kantor yang lain, ‘istri kedua’). Namun dalam benak saya, seorang GB adalah manusia yang ‘nyaris’ sempurna, tidak hanya dari kemampuan akademik, pengetahuan, publikasi, wawasan dan jejaring keilmuan, namun juga harus memiliki, ini yang paling sukar, kemampuan non-akademik.

Khusus untuk saya, semenjak saya lulus S3 2008 kemudian menjadi Sekjur sampai saat ini 2010, kelihatannya kemampuan akademik saya menumpul. Amunisi untuk penelitian kelihatannya sudah habis dan perlu penyegaran. Walaupun disisi lain ada peningkatan (awas bukan hanya ada tunjangan sekjur), tetapi lebih dari sisi wawasan dan jejaring administratif; yang mana hal ini bukan bagian utama dari seorang tenaga pendidik. Semangat penelitian muncul pada tahun ini dimana saya mengirimkan proposal riset fundamental untuk penelitian 2011 (kalau keterima), namun kesibukan-kesibukan, target-target serta keinginan untuk menangani jurusan (akreditasi, ruangan, sistem manajemen, sarana-prasarana dsb) seringkali membuat habisnya waktu untuk hal-hal tersebut.

Kembali ke cermin pertanyaan, apakah saya pantas menjadi profesor? Saya ada keinginan tetapi tidak akan memaksakan. Saya akan mengusulkan kalau saya dari hati yang paling dalam merasa sudah siap, baik secara akademik maupun non-akademik. Memang bisa lama bisa sebentar. Walaupun banyak profesor MIPA yang pensiun, tetapi kalau saya belum merasa siap, gimana? Begitu saya siap, saya akan konsentrasi penuh untuk hal itu, tunggu saja.

Write a comment

You need to login to post comments!