Posts belonging to Category Istilah Babi



ISTILAH DALAM TERNAK BABI

  • Pig, either the species as a whole, or where the species is called “hog”, only young piglets.
  • Swine, either the species as a whole, or any member of it. The singular is the same as the plural.
  • Shoat, piglet or (where the species is called “hog”) pig, unweaned young pig, or any immature pig.
  • Sucker, a pig between birth and weaning.
  • Runt, an unusually small and weak piglet, often one in a litter.
  • Boar or hog, male pig of breeding age.
  • Barrow, male pig castrated before puberty.
  • Stag, male pig castrated later in life, (that is, an old boar after castration).
  • Gilt, young female not yet mated, or not yet farrowed, or after only one litter (depending on local usage).[10]
  • Sow, breeding female, or female after first or second litter.

Pigs for slaughter

  • Suckling pig, a piglet slaughtered for meat.
  • Feeder pig, a weaned gilt or barrow weighing between 18 kg (40 lb) and 37 kg (82 lb) at 6 to 8 weeks of age that is sold to be finished for slaughter
  • Porker, market pig between 30 kg (66 lb) and about 54 kg (120 lb) dressed weight.
  • Baconer, a market pig between 65 kg (140 lb) and 80 kg (180 lb) dressed weight. The maximum weight can vary between processors.
  • Grower, a pig between weaning and sale or transfer to the breeding herd, sold for slaughter or killed for rations[clarification needed].
  • Finisher, a grower pig over 70 kg (150 lb) liveweight.
  • Butcher hog, a pig of approximately 100 kg (220 lb), ready for the market
  • Backfatter, cull breeding pig sold for meat; usually refers specifically to a cull sow, but is sometimes used in reference to boars.

Groups

  • Herd, a group of pigs, or all the pigs on a farm or in a region.
  • Sounder, a small group of pigs (or wild boar) foraging in woodland.

Pig parts

  • Trotters, the feet of pigs (they have four hoofed toes, walking mainly on the larger central two).

Biology

  • In pig, pregnant.
  • Farrowing, giving birth.
  • Hogging, a sow when on heat (during oestrus).

Housing

  • Sty, a small pig-house, usually with an outdoor run.
  • Pig-shed, a larger pig-house.
  • Ark, a low field-shelter for pigs (or other animals such as rabbits or chickens)

TAMBAHAN BABI

Pokok-Pokok Beternak

  1. Yang perlu diperhatikan terhadap anak babi dan babi kecil antara lain:

a)      Terhadap anak babi yang berumur 2 minggu pemberian makanan khusus

b)      Terhadap babi umur 4 minggu melakukan kastrasi

c)      Babi umur 6 minggu diadakan vaksinasi

d)     Babi umur 4-8 minggu penyapihan

e)      Babi umur 10 minggu pencegahan atau pemberantasan terhadap penyakit cacing

f)       Babi sangat sensitif terhadap perubahan suhu yang mendadak

g)      Bentuk kandang ikut menentukan efisiensi tenaga, biaya dan produksi

h)      Babi sensitif terhadap penyakit-penyakit parasit seperti cacing, kudis

i)        Pengawasan terhadap gejala babi birahi menentukan sukses tidaknya perkawinan.

  1. Beberapa catatan penting:

a)      Berat anak babi waktu lahir 1-1,5 kg

b)      Jumlah anak babi sekali melahirkan 7-14 ekor

c)      Pertambahan berat badan 450-500 gram/hari

d)     Berat penyapihan rata-rata 10-14 kg

e)      Umur untuk dikawinkan pertama kali bagi betina 10-12 bulan, pejantan minimal 8 bulan

f)       Siklus birahi betina rata-rata 21 hari

g)      Lama birahi 2-3 hari, perkawinan dilakukan pada hari kedua saat babi itu birahi.

h)      Lama kebuntingan kira-kira 114 hari (3 bulan 3 minggu 3 hari)

i)        Induk umumnya melahirkan 2 x setahun

j)        Sebaiknya babi dijual setelah umur 8-9 bulan dengan berat hidup 80-100 kg

III. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh peternak:

a)      Berat pada waktu lahir, disapih

b)      Tanggal kelahiran, perkawinan, penyapihan

c)      Banyaknya makanan yang dihabiskan

d)     Kondisi dan penyakit yang timbul

e)      Bangsa babi

f)       Jumlah anak yang dilahirkan

g)      Kelamin/sex anak yang dilahirkan

h)      Berat badan waktu dijual

i)        Pertambahan berat badan perhari

j)        Silsilah induk dan ayah

k)      Selain diambil dagingnya, seperti halnya dengan kotoran ternak lain, kotoran babi juga dapat digunakan sebagai pupuk setelah kering dan disimpan beberapa saat.