METODE PERBAIKAN GENETIK PADA BABI (Thoyib Hari Prayogo)

Metode perbaikan genetik pada babi atau bisa disebut juga konsep dasar perbaikan ternak babi salah satu caranya yaitu dengan memilih seekor pejantan yang berindeks tinggi, yakni pejantan yang berlemak punggung tipis, laju pertumbuhan dan efisiensi konversi makanannya baik sekali, maka turunan induk yang dikawininya diharpkan memiliki indeks yang baik pula.Metode perbaikan genetika pada babi dapat dilakukan atau dilihat dengan cara menguraikan teori bagaimana sifat-sifat produksi diwariskan dari generasi ke generasi dapat dilihat dari :

1. Genetika

2. Kromosom dan Gen

3. Variabilitas

4. Heretabilitas

1. Genetika

Salah satu fakta yang muncul paling mencolok bila mempelajari reproduksi ternak adalah kesanggupannya mewariskan sifat-sifat yang khusus dari sebab itu peternak tidak ada kesulitan untuk membedakan seekor babi Yorkshire dari Hampshire, Duroc atau dari Lacombe, masing-masing babi ini memilii sifat-sifat yang mudah diketahui yang diwariskan. Namun bila memeriksa terperinci sifat-sifat sekelompok babi yang bangsa dan umurnya sama, akan menemui adanya variasi untuk sifat-sifat tertentu dan keseragaman untuk sifat-sifat yang lain diantara individi-individu dalam kelompok tersebut. Misalnya dalam sekelompok babi Landrace sedikit sekali variasi arah telinga, tetapi perbedaan waktu untuk mencapai babi siap potong dapat berbeda 3 minggu atau lebih meskipun tanggal lahirnya sama.

 

2. Kromosom dan Gen

            Setiap ternak seratus persen bertumbuh dari satu sel, yakni sebuah sel telur tertunas atau zigot. Sel ini harus membagi diri dan mendplikasi dirinya berkali-kali selama kurun waktu antara sejak tertunas dan perkembangan seekor ternak dewasa yang selanjutnya sanggup berproduksi. Kedua sel telur dan sel sperma memiliki setengah dari sepasang susunan berbentuk tangkai yang dikenal dengan kromosom. Sel telur yang telah ditunasi berasal dari perpaduan sebuah sel telur dari tetua betina dan sebuah sel sperma dari tetua jantan. Ketika pertunasan terjadi, perpaduan sel sperma dengan sel telur menghasilkan perpasangan kromosom dari sel sperma dan dari sel telur. Sejak batas, sel yang telah ditunasi atau dibuahi tadi disebut zigot mulai membagi diri dan membentuk embrio.

3. Variabilitas

Variasi Genetis adalah sebagian dari variasi yang terdapat diantara babi diakibatkan oleh kombinasi pasangan kromosom yang disumbangkan oleh seekor ternak keturunannya. Dalam pembentukan suatu sel telur, ataupun sel sperma anggota setiap pasangan yang akan masuk dalam sel sepenuhnya ditentukan oleh adanya kesempatan dan setiap anggota pasangan dapat mengandung gen yang berbeda sedikit. Pada babi dengan 19 pasang kromosom yang berbeda telah dihitung bahwa ada kemungkinan lebih dari satu juta kombinasi kromosom yang mungkin. Jumlah kombnasi pasangan kromosom yang besar ini memberi ide kepada kita betapa besar variasi sifat-sifat yang mungkin diwariskan pada babi.      Variasi oleh Lingkungan bukan hanya gen sumber perbedaan antara dua ekor ternak. Perbedaan makanan, penyakit atau cuaca yang ekstrem semuanya dapat mempengaruhi perkembangan. Faktor ini sangat berpengaruh terhadap manajemen ternak.

4. Heritabilitas

            Heritabilitas adalah derajat suatu sifat yang dipengaruhi oleh komposisi faktor genetis. Heritablitas secara sederhana didefinisikan sebagai bagian dari variasi yang dusebabkan oleh warisan. Heritabilitas 50% menyatakan bahwa separuh dari variasi adalah faktor genetis dan separuh lagi oleh lingkungan. Sifat-sifat yang tinggi nilai heritabilitasnya adalah yang termudah diperbaiki dalam suatu peternakan babi. Pengawinan dan seleksi dari individu yang superior dakam sifat-sifat ini akan berpengaruh besar dalam perbaikan ternak. Heritabilitas yang agak rendah tetapi masih masuk akal derajat perbaikan dapat dicapai melalui perkawinan dan seleksi individu yang superior untuk sifat-sifat yang dimaksud yang heritabilitasnya sedang. Sifat-sifat yang heritabilitasnya rendah tidak bertanggap baik terhadap seleksi.

Leave a Reply