• About Me
  • Archives
  • Categories
  • Buah-buahan Lokal, Pemasarannya Stagnan

    2010 - 06.06

    05 Apr 2010

    BANDUNG, (PR).-

    Mengendumya langkah promosi buah-buahan lokal sejak setahun terakhir menyebabkan banyak komoditas mengalami stagnasi pemasaran. Untuk itu, sejumlah petani pebisnis produk buah-buahan plasma nutfah asli Jabar meminta Pemprov Jabar agar konsisten mengangkat potensi agro daerahnya.

    Ketua Asosiasi Pedagang Komoditas Agro (APKA) Kabupaten Indramayu, Sumardjo, di Bandung, Minggu (4/4), mengatakan, saat ini banyak petani ataupun pebisnis buah-buahan di Jabar yang mulai pesimistis dengan peningkatan produksi akibat pasar yang lesu. Apalagi, mekanisme bisnis yang ada sulit diperbaiki.

    “Padahal, pada masa lalu, sempat muncul harapan dan optimisme dari kalangan petani untuk meningkatkan pemasaran dan hasil usaha produk buah-buahan lokal, menyusul niat pemerintah untuk mengembangkan buah-buah lokal,” katanya.

    Sumardjo mencontohkan, bisnis buah mangga gedong gincu, sejak dua tahun terakhir, sering kesulitan membuka pemasaran. “Petani pun kembali dengan sistem ijon, sekalipun saat musim panen, harga jatuh ke Rp 3.000/kg dari normal Rp 8.000/kg,” ujarnya.

    Keterangan serupa dilontarkan pebisnis salak pond (pondoh cimara) Kec. Mandirancan, Kab. Kuningan, Ahim Ruswan-di, saat gencarnya promosi produk buah-buahan lokal oleh Pemprov Jabar dua tahun lalu, banyak potensi buah-buahan lokal ikut terpopulerkan.

    “Ini sempat membuat masyarakat perdesaan pun menjadi antusias berinvestasi menanam pohon buah-buahan di lahan-lahan mereka, misalnya salak ponci, durian lokal, dan buah mangga,” ucap Sumardjo. Sementara itu, BUMN PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII tengah membangun dua unit kebun buah-buahan, yakni di Kebun Tambaksari, Subang (7.5 ha) dan Kebun Panglejar-Pangheotan, Kec. Cikalong Wetan, Kab. Bandung Barat (2 ha), semuanya membudidayakan buah-buahan plasma nutfah lokal bermitra dengan masyarakat.

    Menurut Direktor Utama PTPN VIH H Bagas Angkasa, potensi besar pemasaran produk buah-buahan lokal muncul dari pengembangan agrowisata. Cara ini pula sekaligus menggiring opini konsumen agar lebih menyukai buah-buahan lokal. Apalagi, jika bisnisnya berkembang, akan banyak membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. (A-81)

    Sumber : http://bataviase.co.id/node/157304

    Your Reply