Rusdin Tahir Belajar adalah upaya untuk tetap bertahan dalam kehidupan

Desember 6, 2011

Materi Kuliah Business Statistics

Filed under: Materi Kuliah Business Statistcs — Rusdin Tahir @ 10:08 pm

Pertemuan 1 ttg Review Statatik 1

Meramalkan dengan pendekatan path analysis

Filed under: Materi Kuliah — Rusdin Tahir @ 4:30 am

PERAMALAN BISNIS
Merupakan analisis terhadap data historis untuk menemukan hubungan, kecendrungan dan pola yang sistematis dalam suatu bisnis

PRASYARAT UTAMA PERAMALAN
Baik dengan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif
Adalah adanya pola atau hubungan atas kejadian yang diamati.
Pola atau hubungan tersebut harus dididentifikasi dengan benar dan diproyeksinya untuk menghasilkan ramalan

KETERBATASAN PERAMALAN BISNIS
Bila pola atau hubungan tersebut tidak ada atau tidak dijumpai, permalan akan sulit dilkukan
Dalam bidang fisika, pola bersifat pasti dan hubungan bersifat tetap.
Untuk peramalan, pola dan hubungan tersebut relatif tidak berubah sepanjang waktu.
Hal ini berbeda sekali dengan bidang ekonomi dan bisnis, dimana pola dan hubungan bercampur baur dengan faktor –faktor yang bersifat acak serta dapat berubah sewaktu –waktu dan sangat sulit diperkirakan sebelumnya.
Keadaan inilah sebenarnya yang merupakan sumber utama ketidakakuratan peramalan bisnis dan ekonomi

Hasil Kontempalsi menunjukan:
Banyak orang akan terkejut karena menyadari bahwa pada kenyataan, banyak keputusan penting yang dilakukan secara pribadi maupun perusahaan mengarah kapada kejadian–kejadian di masa mendatang sehingga memerlukan ramalan tentang tetang keadaan lingkungan masa depan tersebut.

Misal:
Saudara memutuskan untuk menikah, keputusan tersebut pada umumnya didasarkan pada peramalan bahwa rumah tangga akan bahagia.
Ketika orang memutuskan untuk kuliah di Universitas di Unpad pada umumnya didasarkan pada peramalan bahwa setelah lulus dari Unpad, saudara akan mudah memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang baik.
Perusahaan merkerut Karyawan yang punya kemampuan baik atau tepat untuk posisi tertentu, agar produktivitas perusahaan meningkat
dsb

Untuk sampai pada keputusan membangun pabrik baru, ramalan yang berkaitan dengan permintaan produk di masa yang akan datang, inovasi teknologi, biaya, harga , kondisi persaingan, tenaga kerja, peraturan perundang –undangan dan banyak faktor lain.
Kalupun pada akhirnya perusahaan merumuskan untuk membangun pabrik baru, keputusan tersebut lebih banyak didasarkan pada hasil peramalan yang mengindikasikan bahwa pabrik tersebut akan menguntungkan di masa yang akan datang.
Apakah dalam kenyataan nanti pabrik baru tersebut benar- benar menguntungkan ?

Jawabannnya: belum tentu kerena inilah risiko dalam dunia bisnis.
Beberapa pertanyaan di bawah ini memnunjukkan arti penting peramalan bagi keputusan di dunia bisnis:
1. Jika perusahaan meningkatkan anggaran biaya iklan sebesar 10%, bagaimana pengaruhnya terhadap penjualan?

2. Berapa jumlah unit produk yang harus terjual untuk menutup biaya investasi?
3. Faktor –faktor apa yang menyebabkan variablitas keragaman penjualan bulanan perusahaan?
4. Apakah akan terjadi resesi tahun depan? Apabila terjadi, apa yang harus dilakukan perusahaan ?
5. Apakah pemilu akan berhasil? Siapa yang akan menang? Bagaimana kebijakan ekonomi dan politik partai pemenang pemilu ? Apa dampaknya bagi dunia bisnis? Langkah –Langkah apa yang harus dilakukan perusahaan untuk mengantisipasinya?

Dalam dunia bisnis, hasil peramalan mampu memberikan gambaran tentang masa depan perusahaan yang memungkinkan manajemen membuat perencanaan, menciptakan peluang bisnis mampu mengatur pola investasi mereka.
Ketetapan hasil peramalan bisnis akan meningkatkan peluang tercapainya investasi yang menguntungkan.
Semakin tinggi akurasi yang dicapai peramalan, semakin meningkat pula peran peramalan dalam perusahaan
Karena hasil dari suatu peramalan dapat memberikan arah bagi :
Perencanaan perusahaan,
Perencanaan produk dan pasar,
Perencenaan penjualan,
Perencanaan produksi
dan perencanaan keuangan.

Berikut ini CONTOH Kasus Peramalan Bisnis 4 PATH ANALYSIS kasus yang dihadapi para manajer dalam memprediksi kekuatan apa yang dapat meningkatkan produktivitas

Desember 5, 2011

GETTING STARTED

Filed under: Materi Kuliah — Rusdin Tahir @ 4:51 am

Tujuan pembahasan ini adalah untuk membantu peneliti atau calon peneliti “Apa yang dilakukan setelah ia memutuskan untuk melakukan peneltian “.

Paling sedikit ada 6 isu yang dibahas dalam bab ini yaitu :

  • Memilih suatu topik
  • Apa yang dilakukan peneliti jika ia tidak dapat memikirkan suatu topik
  • Focusing: Bagaimana peneliti menentukan focus penelitian yang layak dan relevan dari ide-ide semula yang telah dimiliki.
  • Memilih dan menghubungi pembimbing
  • Penelitian individu dan kelompok.
  • Membuat catatan harian penelitian.

Keenam isu tersebut dibahas lebih jauh dalam uraian dibawah ini. (more…)

READING FOR RESEARCH (Membaca untuk Penelitian)

Filed under: Materi Kuliah — Rusdin Tahir @ 4:42 am

 

Pendahuluan

Melakukan penelitian dalam ilmu-ilmu social akan menuntut kita banyak membaca terutama dalam bidang kajian sebelumnya tidak banyak kita baca. Pekerjaan dan keterampilan –keterampilan yang berhubungan dengan membaca  bagaimana membaca, apa yang harus dibaca, bagaimana bacaan – dapat menjadi kekhawatiran dan hambatan utama bagi peneliti yang relatif belum berpengalaman. Tujuan dari bab ini adalah untuk memberi dukungan kepada kita dalam mengembangkan dan memanfaatkan keterampilan –keterampilan membaca. (more…)

MANAGING YOUR PROJECT

Filed under: Materi Kuliah — Rusdin Tahir @ 3:49 am

MANAGING YOUR PROJECT

(Mengelola Proyek Anda)

Pendahuluan

Kita telah memutuskan topik pada proyek penelitian kita. Kita telah menentukan pendekatan penelitian dan teknik serta metode yang akan digunakan. Kita telah mengetahui tempat literature yang relevan dengan topik kita dan telah dimulai membacanya. Bagaimana caranya kita mengelola dan melanjutkan rencana kita untuk melaksanakan dan menyelesaiakan proyek kita sesuai dengan waktu dan sumberdaya yang kita miliki?

Bab ini membahas berbagai keterampilan yang akan perlu kita kembangkan untuk mengelola proyek penelitian kita secara efektif dan untuk menangani permasalahan yang  mungkin timbul ketika kita malaksanakan proyek penelitian kita. Bab ini mencakup:

  • pengaturan waktu : Bagaimana menggunakan waktu bagi
  • penelitianpemetaan proyek kita :penjadwalan penelitian kita sesuai dengan waktu yang tersedia
  • piloting *penjajagan): menguji coba rencana penelitian sebelum melaksanakannya
  • berhubungan dengan figure –figur dan lembaga –lembaga kunci: peran pembimbing majikan dan universitas
  • pembagian tanggung jawab: memanfaatkan hubungan –hubungan formal dan informal untuk mendukung penelitiankita
  • menggunakan pengolah kata dan komputer: memanfaatkan  teknologi yang ada
  • mengusahakan agar tidak patah semangat manakala penelitian tidak berjalan seperti yang direncanakan: naik turunannya proses penelitian.

Mengatur waktu

          Dalam melaksanakan proyek penelitian penting sekali diperhatikan waktu. Ketahuilah bagaimana sikap anda terhadap waktu dan cara menggunakannya. Kita harus memahami cara kita mengatur waktu dalam hubungannya dengan tingkat energi kita dan menangani stratehi –strategi, dan terhadap tuntutan peneyelesaian proyek penelitian.

Sikap –sikap terhadap waktu.

  • saya seorang burung hantu
  • saya seorang burung yang cekatan
  • saya bermain –main dalam melaksanakan tugas-tugas
  • saya membantu jadwal segala sesuatu dibuku harian
  • saya terlalu banyak kegiatan
  • saya membagi –bagi waktu (contoh saya mekhususkan hari minggu untuk keluarga)
  • saya menyelipkan kegiatan –kegiatan ketika saya mampu
  • terlalu sedikit waktu dalam sehari
  • saya tidur nyenyak
  • saya tidak punya waktu walaupun hanya untuk pergi ke toilet
  • saya memasak untuk makan malam anak –anak dan sambil menulis di sudut meja
  • saya harus tahu saya tidak akan diganggu
  • makin sedikit saya punya waktu makin banyak yang saya lakukan
  • waktu bagi saya lebih berarti energi dan motivasi

 

Memanfaatkan waktu untuk penelitian

Delegasi:bisakah kita menelegasikan aspek-aspek tertentu dari penelitian kita, misalnya membuat perjanjian, melakukan interviu, penulisan kembali dari rekaman, memuaskan data ke  komputer, analisis statistik, pengetikan draft (rancangan)penelitian?

Membaca dengan efektif :latihan diri kita mendalami literature dan mencapai intisari argumen di dalamnya dengan lebih cepat

Memotong –motong pekerjaan : kita mungkin dapat membagi beberapa tugas penelitian menjadi potongan –potongan yang dapat dikerjakan manakala kita sedikit punya waktu. Misalnya jika kita membawa bahan potokopian yang harus kita baca, kita dapat membawanya ketika berpergian, misalnya, di kereta dan ketika kita punya waktu.

Rileks dengan suatu maksud: yakinkan semua aktivitas dalam keseluruhan waktu memiliki maksud tertentu. Kita mungkin malas, misalnya untuk membaca buku untuk memperoleh isinya. Atau mungkin menggunakan waktu berjalan –jalan dengan anjing atau mandi untuk sambil memikirkan sesuatu tentang penelitian. Jangan menganggap kegiatan itu sebagai pembuang waktu. Salah satu kunci melakukan penelitian yang efektif dan bernilai adalah dengan membiarkan diri kita memiliki waktu selingan untuk mempertimbangkan yang sedang kit kerjakan.

Ketika kita telah jelas dengan pilihan dan sikap kita terhadap pemanfaatan waktu., kita harus mampu membuat rancangan jadwal untuk penelitian kita. Hal ini akan menghubungkan waktu yang kita miliki untuk melaksanakan penelitian –sejumlah jam hari, minggu , atau barang kali tahun-dengan tanggung jawab dan komitmen kita yang lain, yang memungkinkan kita untuk menyelipkan berbagai kegiatan penelitian yang harus mengerjakan sesuatu dari penelitian kita.

Contoh pemetaan kegiatan ada pada bab 55 (penjadwalan penelitian menggunakan grid).

Piloting

          Piloting atau pengujiab kembali (reassesment), adalah proses dimana kita mengujicoba teknik –teknik dan metode penelitian yang ada dipikiran kita . lihatlah seberapa baik teknik dan metode itu dalam prakteknya dan jika perlu ubahlah rencana kita seperlunya.

Penjadwalan penelitian menggunakan table.

Berhubungan dengan figure-figur dan lembaga –lembaga kunci (paling penting)

Kebanyakan peneliti harus berhubungan dengan banyak figure dan berbagai institusi kunci. Dalam bagian peneliti ini kita akan membahas isu-isu yang paling umum tercakup didalamnya:

  • pada level individual, pembimbing, tutor, metor atau manejer kita.
  • Pada level institusi, universitas, majikan atau sponsor kita

Cacatan isu-isu yang berhubungan dengan informan dan institusi studi kasus dibahas dalam  Access and ethical issues di bab 6.

Figure kunci

          Figure –figur individual yang paling penting bagi kita sebagai peneliti adalah pembimbing atau manajer kita. Secar umum peran figure kunci adalah:

  • seorang supervisor memiliki tanggung jawab akademis untuk membimbing dan memberi naseht pada kita tentang proyek penelitian kita
  • seorang manajer memiliki tanggung jawb untuk mengarahkan dan mengawasi pekerjaan kita dalam arti yang lebih luas.

Berhubungan dengan pembimbing atau manajer

  • menyerahkan otoritas dan tanggung jawab terlalu banyak kepada figure kunci dalam penelitian kita nampaknya akan membuat kita kecewa. Penting sekali untuk mengembangkan rasa otoritas dan tanggung jawab kita sendiri.
  • Dalam hubungan pembimbing –peneliti dan manajer –peneliti, ada tanggung jawab pada kedua pihak. Persis seperti kita berhak memiliki harapan terhadap pembimbing atau manajer kita, dalam hal dukungan dan nasehat, maka mereka memiliki hak untuk memiliki harapan terhadap pekerjaan, dan pelaporan kembali.
  • Bilamana kita melaksanakan proyek penelitian sebagai bagian dari sebuah kelompok situasinya tentu agar lebih kompleks seluruh jaringan hubungan dan tanggung jawab peserta akan ada pada kita, anggota kelompok yang lain dengan pembimbing bersama atau manajer –manajer.

Karena dan kompleksitasnya, penting sekali untuk sejelas mungkin mengenai hakekat hubungan yang terlibat.

  • kita seharusnya secara ideal bermksud untuk tanggung jawab dan otoritas dalam penelitian kita. Namun demikian kitalah yang melakukan, sejauh tertentu pengaturan penelitian tersebut.
  • Jika kita meminta bantuan atau nasehat dari manajer atau pembimbing, bersiap –siaplah untuk ditolak, namun demikian kita dapat terus melanjutkan penelitian kita.

Contoh -contoh kontrak penelitian

            Kewajiban supervisor. Selain malakukan apa yang mereka mampu untuk malaksanakan pertemuan rutin dengan mahasiswanya, pembimbing seharusnya memberi nasehat tentang:

  • desaian penelitian dan penjadwalan
  • pencarian literature
  • pengembangan teoritis dan konseptual
  • isu-isu metodologis
  • pengembangan keterampilan penelitian yang memadai
  • kemajuan mahasiswa
  • pengumpulan dan analisis data

kewajiban Mahasiswa: Pekerjaan sebenarnya tentu merupakan tanggung jawab mahasiswa. Jika pengaturan pembimbingan berjalan. Mahasiswa juga memikul tanggung jawabnya yang mencakup.

  • pengaturan pertemuan reguler dengan pembimbinya
  • memelihara pola kerj yang literature
  • mendiskusikan kemajuannya dan masalah-masalah yang dihadapi sepenuhnya dengan pembimbingnya.
  • Memberikan perhatian mengenai masalah-masalah paling besar pada setiap tahap kepada pembimbing atau bila relevan kepada anggota staf yang lain. (university of Warwick 1994, p.24)

Keuntungan dan kerugian kontrak penelitian

Keuntungan :

  1. kontrak penelitian dapat membantu menspesifikasi peran dan tanggung jawab kita.
  2. kontrak penelitian itu dapat mengidentifikasikan harapan –harapan kedua belah pihak, misalnya dalam hal pertemuan atau output.
  3. kontrak penelitian dapat menyentuh membangun hubungan kerja awal atau untuk mengubah hubungan ynag telah ada.

Kerugian:

  1. Kontrak penelitian itu bisa menjadi kaku jika tidak direvisi atau dilihat kembali secara berkala
  2. kontrak penelitian mungkin menjebak kita pada hal –hal tertentu yang sebenarnya mau kita hindari.

Lembaga –lembaga kunci.

          Dua lembaga yang paling penting bagi penelitian kita adalah universitas atau perguruan tinggi kita, jika kita melakukan penelitian akademis, dan majikan kita. Jika kita melakukan penelitian untuk keperluan akademik kita akan harus mengetahui sebanyakmungkin tentang peraturan fasilitas dan praktek –praktek dari universitas yang bersangkutan.

Apa yang harus kita ketahui dari lembaga kita

Dari universitas atau lembaga kita:

Dalam hal fasilitas, kita harus mengetahui:

  • Sumber daya apa yang ada, (misalnya perpustakaan, komputer, laboratorium bahasa, ruangan) dan kapan dapat digunakan.
  • Pelayanan penelitian apa yang ditawarkan (misalnya desain kuesioner, input data transkrip tape (kaset), adpis –adpis statistik, workshop penulisan, pengajaran bahasa.
  • Pelayanan perpustakaan apa yang ditawarkan (misalnya database, internet, pinjaman antar perpustakaan, potokopi), dan atas dasar apa.
  • Bagaimana fasilitas-fasilitas ini diatur ditingkatkan universitas atau departemen (jurusan).
  • Kita juga akan harus sadar akan peraturan –peraturan tertulis di universitas atau dijurusan kita dan aturan informal yang tidak tertulis. Hal ini mungkin meliputi:
  • harapan –harapan pembimbing dan atau tutor
  • aturan –aturan tentang peran pembimbing dan pemeriksa eksternal
  • peraturan tentang waktu yang diperbolehkan untk menyelesaikan penelitian dan kemungkinan penundaan atau perluasan registrasi.
  • Aturan tentang penggunaan bahan –bahan lain (plagiarisme)
  • Aturan –aturan pra publikasi dihubungkan dengan pemasukan tesis kita.

Dari Majikan Kita:

  • jika kita diberi waktu untuk keluar atau istirahat , pastikan apakah kita harus mengerjakan pekerjaan lima hari dalam waktu empat hari.
  • Apakah manajer kita menerima bhwa pada setiap hari sabtu kit tidak bekerja, atau apakah kita harus tidak pergi ke  kampus ketika kontrak harus diselesaikan atau seoarang koleg tidak hadir karena sakit.
  • Akankah majikan atu sponsor kita membantu kita membeli buku atau memberikan uang.
  • Akankah kita akan mendapatkan akses untuk fasilitas komputasi dipekerjakan untuk penelitian ini? Bila dapat, pastikan fasilitas apa saja yang tersedia.
  • Dalam format apa kita dituntut melaporkan kembali (misalnya lisan, presentasi tertulis).
  • Apakah kita dituntut untuk mengembalikan biaya atau bantuan jika kita gagal, penelitian dianggap tidak memuaskan atau meninggalkan penelitian dalam periode tertentu.

Pembagian tanggung jawab

Dalam bagian –bagian sebelumya kita telah didorong untuk mengambil tanggung jawab dari proyek penelitian kita dengan cara mengenal peran-peran figure –figur dan organisasi kunci, dan membentuk kebebasan kita darinya. Penting juga, bagaimanapun untuk mengembangkan saling ketergantungan sesama peneliti dan kolega. Hubungan ini dapat memperkuat jaringan dukungan kita dan nilai penelitian kita. Bisa berbentuk formal, bisa juga implicit dalam proyek kita, seperti dalam kasus penelitian kelompok atau dimana kita berada dibawah arahan orang lain. Bisa juga informal, dan dikembangkan sebagian oleh kita, seperti dalam kasus hubungan personal dengan peneliti –peneliti atau kolega –kolega yang lain.

Penelitian Kelompok

pertemuan –pertemuan consensus

Peranan dalam sebuah pertemuan consensus:

Fasilitator  membantu kelompok, membuat keputusan yang harus dibuat, membantunya melalui tahapn –tahapan untuk mencapai sebuah persetujuan, menjaga agar pertemuan terus berjalan, memfokuskan diskusi pada masalah yang sedang di bahas , meyakinkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan merumuskan dan menguji untuk melihat apakah consensus telah dicapai.

A mood watcher adalah seseorang dan group dan pola-pola partisipasi.

Mengomentari perasaan individual dan group dan pola partisipasi.

Seorang notulis dapat mengambil catatan tentang pertemuan terutama keputusan yang dibuat dan alat –alat implementasi, dan seorang penjaga waktu menjaga agar kegiatan –kegiatan berjalan menurut jadwal sehingga setiap agend dapat dibahas dalam waktu yang dialokasikan. (Johns, 1983:138).

Sikap dan tingkah laku yang membantu kelompok mencapi consensus

Tanggung jawab. Para peserta bertanggung jawab untuk mengungkapklan pendapatnya, berprtisipasi dalam diskusi dan secara aktif melaksanakan persetujuan.

Disiplin diri: Menghalangi kensensus harus dilakukan hanya untuk keberatan –keberatan yang prinsip. Sampaikan keberatan dengan jelas dan langsung tanpa pembicaraan yang bertele –tele. Berpartisipasilah dalam menemukan solusi alternatif.

Rasa hormat: hormatilah orang lain dan percayailah merek untuk membuat input-input bertanggungjawab.

Kerja sama:Carilah wilayah persetujuan dan dasar yang sama, dan bangunlah kerjasama diatasnya. Hindari persaingan, pemikiran menang/ kalah, benar/salah.

Perjuangan :gunakan ungkapan ketidaksetujuan dengan jelas tidak bertele –tele. Gunakan ketidak setujuan dan argumen untuk belajar tumbuh dan berubah. Bekerja keraslah  untuk membangun kesatuan dalam kelompok dengan tidak mengorbankan kepentingan individual anggotanya.

Hubungan –hubungan informal

Mengelola hubungan –hubungan informal

  • Carilah seminar, pertemuan kenfensiensi apa saja yang dapat kita hadiri di lembaga kita atau yang lainnya. Ikutlah kegiatan ini, ikutlah menyumbang bila mungkin akan membantu jaringan kerja kita, menjaganya tetap up to date, berbagai kekhawatiran dan kesusksesan
  • Universitas atau majikan kita mungkin melaksanakan sebuah sistem mentoring atau sistem teman yang akan memasangkan kita atau menghubungkan kita dengan seorang mahasiswa atau kolega yang lebih banyak memiliki pengalaman dan dapat memberikan bantuan
  • Berhubungan dengan organisasi penelitian atau professional yang relevan di dalam wilayah yang sedang kita kerjakan. Organisasi –organisasi ini akan meneliti pertemuan –pertemuan, dan nempaknya tertarik dengan penelitian yang sedang kita lakukan dan dapat menyediakan kontak-kontak yang berguna juga badan yang bermanfaat bagi ide-ide kita
  • Bicarakan penelitian kita dengan kerabat yang tertarik tetangga, kolega, dan yang lainnya didalam komunitas kita. Kita akan terkejut bagaimana alangkah bermanfaatnya mereka, terutama karena penelitian sebagainya adalah mengkomunikasikan ide-ide dan temuan –temuan.

Memanfaatkan pengolah data dan komputer

Sikap terhadap Teknologi

          Kami menyarankan bahwa memiliki pemahaman dan fasilitas dalam penggunaan komputer dan pengolahan data adalah keterampilan kunci bagi semua peneliti dalam ilmu-ilmu social. Ada tiga aspek yang paling penting:

  • kita harus mampu mengetik dengan baik
  • kita harus mengetahui dan mampu mengakses dan menggunakan berbagai database komputer yang relevan dengan bidang penelitian kita
  • kita harus mengetahui jenis-jenis paket dan dan program yang tersedia untuk menganalisa dan mempresentasikan data penelitian dalam wilayah penelitian kita. Kita harus mengetahui cara bekerja, syarat-syaratnya, keuntungannya, dan kerugiannya.

Fasilitas –fasilitas yang biasanya tersedia

Fasilitas teknologi yang mungkin tersedia dan dapat diakses dapat dibagi menjadi tiga kelompok:

  • pengetikan dan pengolah data (lihat box 63)
  • database dan komunikasi (lihat box 664)
  • paket-paket dan program –program (lihat box65)
  • berusahalah agar tidak patah semangat manakala penelitian tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan

          walaupun proyek penelitian telah di kelola dengan sangat teliti, tidak selalu segala sesuatu yang rencanakan berjalan sebagaimana mestinya. Mungkin ada hal –hal menjadi masalah yang mungkin membuat kita kurang bersemangat. Tidak ada peneliti yang tidak pernah berbuat kesalahan. Kotak 66 menawarkan untuk penghibur dan menyenangkan hati kita, sebuah daftar tentang 20 hal yang mungkin bermasalah.

Dua puluh hal yang mungkin menjadi masalah

1) kita kehabisan waktu, 2) akses ditolak oleh institusi atau individu kunci, 3) perginya seorang relasi kunci di dalam sebuah organisasi yang sedang kita teliti, 4) kita menemukan bahwa orang lain telah melakukan penelitian yang sama, 5) kita kehilangan pekerjaan kita, 6) tingkat respon kita sangat rendah, 7) manejer atau pembimbing kita mencampuri rencana kita, 8) kita jatuh sakit, 9) kita menganti penkerjaan kita, membuat akses terhadap “site” penelitian kita menjadi sulit,10)kita putus dengan patner kita, 11) kita kehilangan kutipan referensi kunci, 12) kita mendapatkan bahwa kita memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit data untuk dianalisis, 13) tape recorder kita  rusak atau batreinya habis, 14) kita kehabisan uang, 15) kita tidak dapat menemukan referensi kunci atau utama di perpustakaan kita, 16) kita mengalami kebosanan dengan proyek kita, 17) anjing memakan rancangan penelitian, 18) kita menulis terlalu banyak atau sedikit, 19) komputernya rusak, 20) margins di teks kita sesuai ukurannya untuk dijilid.

Jawaban terhadap kesulitan (penderitaan)

  • Ingatlah diri kita sendiri bahwa tujuan melaksanakan proyek penelitian, khususnya bagi peneliti baru, sebanyak mungkin untuk mengembangkan pemahaman kita tentang proses penelitian dan/atau penggunaan metode tertensu seperi , untuk mengeplorasi isu-isu subtantif:
  • ingatlah mungkin hanya valid , dan mungkin lebih membantu bagi penelitian lain, untuk menulis penelitian kita dalam hal, misalnya, masalah-masalah mendapatkan akses terhadap kelompok tertentu atau memperoleh respon yang memadai dari kelompok yang pernah diperoleh aksesnya.
  • Jadikanlah menulis sebagai bagian dari urusan kita untuk direflesikan terhadap strategi penelitian kita, carilah apa yang menjadi masalah san mengapa, dan masukkan rekomondasi untuk melakukannya dengan lebih baik telah dimasa yang akan datang.
  • Pandanglah penelitian sebagai keterampilan yang telah dipelajari dan dikembangkan sepanjang penelitian. Seperti telah dikemukakan sebelumnya beberapa proyek penelitian benar-benar merupakan penelitian awal atau kesimpulannya mengangketkan. Bagian dari melakukan  penelitian adalah mengenai apresiasi terhadap apa yang terlibat dan kemana hal itu akan membawa kita.
  • Jika kita punya waktu dan sumber daya kita mungkin tentu saja dapat memilih untuk mengerahkan kembali strategi penelitian kita, ketika kita terhalangi dalam suatu arah ini sangat umum dan bukan berarti kegagalan.
  • Selamat datang di klub (dikelompok ini. Tak ada yang sia-sia)
  • Setelah membaca bab ini kita harus mampu mengelola waktu untuk melaksanakan berbagai aktivitas bagi penelitian kita.
  • Memahami bagaimana kita mengatur hubungan kita dengan figure-figur dan institusi –institusi  kunci (paling penting) bagi penelitian kita.
  • Lebih menyadari bagaimana kita dapat memanfaatkan pengolah kata dan komputer dengan lebih efektif bagi penelitian kita
  • Lebih percaya diri bahwa kita dapat membuat perubahan atau kesalahan dalam rencana penelitian tanpa seorang peneliti yang buruk.

COLLECTING DATA

Filed under: Materi Kuliah — Rusdin Tahir @ 3:47 am

COLLECTING DATA

 

BUKU SUMBER : Loraine Blaxter, Christina Hughes, dan Malcom Tight, (1996) How to Research.

Semua bentuk penelitian tentunya akan meliputi kegiatan pengumpulan dan penganalisaan data, baik melalui kegiatan membaca, observasi, pengukuran, menjawab berbagai pertanyaan ataupun menggabungkan semua dengan strategi–strategi lainnya. Data yang terkumpul selama penelitian berlangsung akan terdiri dari berbagai karakteristik, seperti:

  • data numeric, verbal atau juga gabungan keduanya
  • data primer (original) atau data sekunder
  • data mungkin berisi berupa jawaban kuesioner, hasil wawancara, atau catatan –catatan lain hsil pengamatan, percobaan, dokumen dan sumber-sumber lainnya.

Dalam bab ini akan diuraikan hal –hal sebagai berikut : akses dan isu –isu etika, menerapkan teknik –teknik  pengumpulan data, dokumentasi, wawancara, observasi, kuesioner, melaporkan kemajuan proyek dan naik –turunnya pengumpulan data : kesiapan menikmati dan obsevasi. (more…)

MENYELESAIKAN PENELITIAN

Filed under: Materi Kuliah — Rusdin Tahir @ 3:40 am


PENDAHULUAN

Bagi peneliti baru, bahkan bagi yang berpengalaman sekalipun, menyelesaikan dapat menjadi hal yang dirasakan sulit pada saat memulai. Hal ini biasanya disebabkan adanya suatu keengganan yang umum terjadi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan untuk kemudian beralih ke pekerjaannya telah menghabiskan waktu yang panjang hanya untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu menghasilkan sesuatu darinya, tetapi tidak menyadari bahwa sesungguhnya telah menyelesaikan tugas tersebut. Mungkin seorang yang perfeksionis berfiikir bahwa pekerjaan tersebut masih perlu dikerjakan lebih lanjut. (more…)

Desember 4, 2011

EPISTEMOLOGI PENELITIAN

Filed under: Materi Kuliah — Rusdin Tahir @ 7:24 pm

Sebagai cara yang alami untuk mengerti dan mengetahui, sains mempercayai pengalaman-pengalaman yang bijak observasi yang berhati-hati bersamaan dengan pengukuran dan petunjuk analisis yang mempertanyakan model-model dan teori “rasionalitas”

Salah satu tugas ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan banyak kenyataan yang dibentuk oleh pengalaman-pengalaman ilmuwan dan pakar lainnya yaitu menuntut kevalidan- apakah cara berpikir tertentu lebih berguna dalam memahami sebuah masalah? (more…)

Sub Pokok Bahasan : Pendahuluan

Filed under: Materi Kuliah — Rusdin Tahir @ 7:17 pm

1.1   Latar Belakang Penelitian

Latar belakang penelitian merupakan kesenjangan antara harapan dan fakta (dasein dan dasolen) dalam artian konsep/variabel, fakta dan teori. Karena itu dalam menentapkan masalah perlu diperhatikan: (1) tunjukkan kenyataan yang saudara dipikirkan, misalnya ambil dari data sekunder (laporan-laporan) atau mungkin dari lapangan langsung sebagai field study; (2) tunjukkan harapan yang saudara dengan kenyataan itu; misalnya berupa ketentuan-ketentuan, patokan-patokan, fakta, teori, hukum atau aksioma dari referensi tertentu; (3) tunjukkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan tersebut; (4) tunjukkan alternatif  jawaban/pemecahan kesenjangan itu lebih dari satu altenatif (jika hanya satu alternatif tidak merupakan masalah penelitian; (5) tunjukkan mengenai pentingnya masalah itu untuk dipecahkan (apa kekhawatiran Saudara jika tidak dipecahkan, akan mengganggu apa, atau berdampak bagaimana).

Setelah Saudara tunjukkan kelima hal tersebut, identifikasi masalah yang telah tersebut. Caranya dengan menyatakan masalah yang ditetapkan itu dengan kalimat pernyataan (statement). Oleh karena itu disebut pernyataan masalah (problem statement); sedangkan penetapan masalah disebut problem setting. Agar masalah itu terkesan perlu dijawab (dipecahkan) bisanya perumusan dalam bentuk pernyataan itu diubah ke dalam bentuk pertanyaan, sebagai pernyataan penelitian (research question). Pernyataan tersebut dinyatakan secara singkat, jelas, dan tegas, misalnya : (1) bagaimana deskripsi khusus dari fenomena yang terjadi itu; (2) bagaimana fenomena umum dari fenomena yang terjadi itu; (3) bagimana penjelasan mengenai terjadinya fenomena itu; (4) metode dan teknik apa yang dapat mencapai tujuan secara efektif; (5) sejauh mana fenomena dapat terjadi pada suatu situasi kondisi tertentu.

Perlu diperhatikan dalam identifikasi masalah, bentuk pertanyaan penelitian tidak perlu membubuh tanda tanya di akhir kalimatnya (karena merupakan kalimat tanya tidak bertanya).

 

1.2  Perumusan Masalah

Karena masalah penelitian yang diidentifikasi, baik dalam bentuk problem statement, maupun dalam bentuk research question, masih bersifat umum, maka perlu dirumuskan secara jelas dan tegas serta operasional. Merumuskan masalah berarti merinci identifikasi masalah yang bersifat umum itu kepada bagian-bagiannya (dimensi-dimensinya) sampai pada unsur-unsur (indikator-indikatornya), secara lebih konkrit (jelas dan tegas) dan operasional.

Berdasarkan hal tersebut peneliti dituntut untuk mampu menguasai komponen dari fenomena-fenomena yang dijadikan masalah penelitian tersebut. Seperti diketahui bahwa fenomena yang dipermasalahkan itu dapat berupa wujud benda/barang, proses atau pun fungsi. Deskripsi khusus dari fenomena itu digambarkan oleh unsur-unsurnya, ciri-cirinya, dan sifat-sifatnya. Deskripsi umum digambarkan oleh: (1) golongan-golongan (fenomena yang berunsur sama), (2) Karakteristik-karaketeristik/kategori-kategori (golongan yang berciri sama); dan oleh (3) klasifikasi-klasifikasi (kategori yang mempunyai sifat sama). Kesemuanya itu telah dinyatakan dalam nama-nama, dan istilah-istilah, dan kemudian menjadi konsep-konsep atau variabel-variabel, beserta batasan-batasan artinya (definisi-definisinya); kemudian variabel-variabel disusun dalam proposisi-proposisi (pernyataan) sebagai eksplanasi (penjelasan) faktual. Kemampuan memahami hal-hal itulah yang memungkinkan peneliti dapat mengidentifikasikan fenomena yang menjadi masalah penelitiannya itu.

Cara menyajikan identifikasi masalah ini adalah mengurut (merinci) butir demi butir; dimulai dari yang paling kuat (penting); kalimatnya dapat berbentuk ”problem statement” tapi pada umumnya bentuk ”research question”. Contohnya adalah sebagai berikut : Identifikasi masalah : ”belum mengetahui deskripsi dari fenomena yang terjadi secara khusus” atau ”bagaimana deskripsi khusus dari fenomena yang terjadi”. Rumusan masalah: (1) belum mengetahui unsur-unsur, ciri-ciri dan sifat-sifat dari wujud fenomena atau bagaimana unsur-unsur, ciri-ciri dan sifat-sifat dari wujud fenomena; (2) belum mengetahui unsur-unsur, ciri-ciri dan sifat-sifat dari proses terjadinya atau bagimana unsur-unsur, ciri-ciri dan sifat-sifat dari proses terjadinya; (3) belum mengetahui unsur-unsur, ciri-ciri dan sifat-sifat dari fungsi fenomena; atau bagimana unsur-unsur, ciri-ciri dan sifat-sifat dari fungsi fenomena.

 

1.3  Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Pemahaman

Maksud, Tujuan dan Kegunaan penelitian adalah konsekuensi logis dari masalah yang telah ditetapkan, diidentifikasi dan dirumuskan. Maksud penelitian, menunjuk pada apa yang akan dikerjakan dalam penelitian itu dalam rangka menjawab masalah-masalah itu. Sedangkan Tujuan Penelitian, menunjuk pada apa yang akan diperoleh atau dicapai oleh Maksud Penelitian itu. Kegunaan Penelitian, menunjuk pada manfaat dari hasil penelitian itu,; apakah berguna bagi penambahan dan atau pengembangan pengatahuan, ilmu dan teknologi, adakah pula manfaatnya bagi aspek gunalaksa (operasional) atau aspek praktis.

Dihubungkan dengan proses penelitian selanjutnya, maksud, tujuan, dan kegunaan penelitian yang berpijak pada masalah yang diteliti itu, akan merupakan pegangan atau pijakan bagi metode dan teknik penelitian, pendekatan masalah atau kerangka penelitian dan hipotesisnya, pembahasan hasil penelitian, kesimpulan dan saran-saran; rinciannya sebagai berikut : (1) Maksud Penelitian merupakan pegangan bagi metode dan teknik penelitian serta pembahasan hasil penelitian: (2) Tujuan Penelitian merupakan pegangan bagi pendekatan masalah atau kerangka pemikiran dan hipotesinya serta kesimpulan akhir penelitian; (3) Kegunaan Penelitian merupakan pegangan bagi pengajuan saran-saran.

Berdasarkan hal-hal tersebut, merumuskan maksud dan tujuan serta kegunaan penelitian secara baik dan benar harus menjadi perhatian.

 

 

1.3.2  Merumuskan Maksud Penelitian

Seperti telah dipahami bahwa maksud penelitian menunjuk pada pekerjaan apa yang akan dilakukan dalam penelitian untuk menjawab masalah-masalah yang telah ditetapkan, dirumuskan dan diidentifikasi itu. Berdasarkan hal itu perumusan maksud penelitian seperti dimisalkan sebagai berikut :

Misal 1. ”Penelitian ini bermaksud (atau maksud dari penelitian ini adalah) untuk mendiskripsi khusus tentang fenomena wujud, proses dan fungsi menurut bagian-bagiannya/dimensi-dimensinya melalui pengamatan unsur-unsur, ciri-ciri dan sifat-sifatnya”. Bentuk lain adalah penelitian ini bermaksud (atau maksud dari penelitian ini adalah) untuk mendiskripsi khusus tentang : (1) fenomena wujud menurut bagianbagian/dimensi-dimensinya melalui pengamatan unsur-unsur, ciri-ciri, dan sifat-sifatnya; (2) fenomena proses menurut bagian-bagian/dimensidimensinya melalui pengamatan unsur-unsur, ciri-ciri, dan sifat-sifatnya; (3) fenomena fungsi menurut bagian-bagian/dimensi-dimensinya melalui pengamatan unsur-unsur, ciri-ciri, dan sifat-sifatnya.

Misal 2. ”Penelitian ini bermaksud (atau maksud dari penelitian ini adalah) untuk mendiskripsi secara general tentang fenomena wujud, proses dan fungsi menurut bagian-bagian/dimensi-dimensinya melalui pengamatan golongan, kategori dan klasifikasinya”.  Bentuk lain adalah penelitian ini bermaksud (atau maksud dari penelitian in adalah) untuk mendiskripsi secara general tentang : (1) fenomena wujud menurut bagian-bagian/dimensi-dimensinya melalui pengamatan golongan, kategori dan klasifikasinya; (2) fenomena proses menurut bagianbagian/dimensi-dimensinya melalui pengamatan golongan, kategori dan klasifikasinya; (3) fenomena fungsi menurut bagian-bagian/dimensi-dimensinya melalui pengamatan golongan, kategori dan klasifikasinya.

Misal 3. ”Penelitian ini bermaksud (atau maksud dari penelitian ini adalah) menjelaskan (mengeksplamasi) fenomena yang terjadi dengan cara menguji hipotesis-hipotesinya secara empirik”. Atau maksud dari penelitian ini adalah menguji jawaban sementara terhadap masalah yang diidentifikasi (hipotesis) secara empirik sebagai upaya mengeksplanasi terjadinya fenomena”.

Misal 4. ”Penelitian ini bermaksud menguji metode-metode dan teknikteknik mencapai suatu tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara eksperimental”.

Misal 5. ”Penelitian bermaksud mengevaluasi suatu fenomena pada situasi kondisi tertentu”.

Misal 6. ”Penelitian bermaksud (maksud penelitian ini adalah untuk memperoleh kejelasan mengenai suatu fenomena pada situasi kondisi tertentu”.

 

1.3.3  Merumuskan Tujuan Penelitian

Seperti telah dipahami bahwa tujuan penelitian menunjuk pada hal-hal yang akan dicapai atau diperoleh oleh maksud penelitian. Dengan demikian tujuan penelitian ini merupakan konsekuensi logis dari maksud penelitian. Jadi sesuai dengan perumusan maksud penelitian itu perumusan tujuan penelitian seperti dimisalkan sebagai berikut:

Misal 1. ”Penelitian ini bertujuan (atau tujuan dari penelitian ini adalah) memperoleh diskripsi khusus dari fenomena wujud, proses dan fungsi sesuai dengan bagian-bagian/dimensi-dimensinya yang digambarkan oleh unsur-unsurnya, ciri-cirinya, dan sifat-sifatnya”. Bentuk lain : tujuan dari penelitian adalah memperoleh diskripsi khusus dari : (1) fenomena wujud menurut bagian-bagian/dimensi-dimensinya yang digambarkan oleh unsur-unsurnya, ciri-cirinya, dan sifat-sifatnya; (2) fenomena proses menurut bagian-bagian/dimensi-dimensinya yang digambarkan oleh unsur-unsurnya, ciri-cirinya, dan sifat-sifatnya; (3) fenomena fungsi menurut bagian-bagian/dimensi-dimensinya yang digambarkan oleh unsur-unsurnya, ciri-cirinya, dan sifat-sifatnya.

Misal 2. ”Penelitian ini bertujuan memperoleh diskripsi general dari fenomena wujud, proses dan fungsi sesuai dengan bagian-bagian/dimensi-dimensinya yang digambarkan dengan golongan-golongan, kategori-kategori dan klasifikasi-klasifikasinya”. Bentuk lain tujuan dari penelitian adalah memperoleh diskripsi general dari : (1) fenomena wujud menurut bagian-bagian/dimensi-dimensinya yang digambarkan oleh golongan-golongan, kategori-kategori, dan klasifikasiklasifikasinya; (2) fenomena proses menurut bagian-agian/dimensidimensinya yang digambarkan oleh golongan-golongan, kategorikategori, dan klasifikasi-klasifikasinya; (3) fenomena fungsi menurut bagian-bagian/dimensi-dimensinya yang digambarkan oleh golongangolongan, kategori-kategori, dan klasifikasi-klasifikasinya.

Misal 3. ”Tujuan penelitian adalah memperoleh ekplanasi (fakta) teruji yang menjelaskan terjadinya fenomena”. Atau penelitian bertujuan memperoleh fakta (hipotesis teruji secara empiris) yang menjelaskan fenomena”.

Misal 4. ”Tujuan penelitian memperoleh metode-metode dan teknikteknik mencapai suatu tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara teruji”.

Misal 5. ”Tujuan penelitian memperoleh evaluasi mengenai keadaan suatu fenomena dalam situasi kondis tertentu”.

 

1.4 Kegunaan Penelitian (Aksiologi)

1.4.1 Merumuskan Kegunaan Penelitian (Aksiologi)

Kontribusi penelitian yang diharapkan yakni secara akademik, empirik, dan simplikasi dengan praktik nyata. Telah dipahami kegunaan penelitian konsekuensi logis dari tujuan penelitian. Selain itu, telah dipahami pula bahwa ada macam kegunaan penelitian, yaitu : kegunaan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, ilmu dan atau teknologi (aspek keilmuan) dan bagi aspek gunalaksa (aspek praktis). Juga telah dipahami bahwa hasil penelitian (yang dicapai tujuan penelitian) itu mungkin

pengetahuan khusus (yang dinyatakan dengan diskripsi khusus), pengetahuan general (yang dinyatakan dengan diskripsi general), pengetahuan faktual (yang dinyatakan dengan eksplanasi) dan pengetahuan terapan (yang dinyatakan dengan teknologi). Merumuskan kegunaan penelitian dimisalkan sebagi berikut : (1) hasil penelitian berupa pengetahuan khusus (Diskripsi Khusus); bagi aspek keilmuan berguna dalam mengisi ”kekosongan” pengetahuan; dan sebagai bahan untuk mengembangkannya menjadi pengetahuan yang bersifat umum (general). Yang lebih besar porsinya adalah bagi aspek gunalaksa, yaitu digunakan untuk mendiaknosis kasus yang bersangkutan, dalam rangka terapi (pemecahannya); (2) hasil penelitian berupa pengetahuan general (Diskripsi General); bagi aspek keilmuan berguna dalam mengisi ”kekosongan” pengetahuan yang bersifat umum (general), dan universal, dan sebagai bahan untuk mengembangkannya menjadi pengetahuan yang bersifat faktual (kausalitas atau eksplanatif). Bagi aspek gunalaksa pengetahuan general pun berguna dalam mendiagnosis kasus-kasus dalam rangka terapinya yang lebih luas; atau bagi aspek kebijkana ”konseptual”; (3) hasil penelitian berupa pengetahuan factual (Eksplanasi); bagi aspek keilmuan berguna untuk menyusun teori. Seperti diketahui bahwa teori itu adalah jalinan fakta menurut kerangka bermakna (Meaningfull construct). Bagi aspek gunalaksa pengetahuan faktual juga berguna untuk mendiaknosis kasus-kasus dalam rangka terapinya secara lebih luas dan eksplanif; (4) hasil penelitan berupa pengetahuan terapan (Teknologis); bagi aspek keilmuan pengetahuan terapan (teknologis) berguna bagi akumulasi faktual dalam mendukung teori-teori yang telah ada; atau bagi pengembangan teori-teori baru. Bagi aspek gunalaksa sudah jelas, karena bersifat terapan dan merupakan cara (metode dan teknis) untuk memecahkan masalahmasalah praktis.

Resume Metlit

Filed under: Materi Kuliah — Rusdin Tahir @ 7:02 pm

MENGAPA MEMPELAJARI PENELITIAN?

 

Metode penelitian memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi masalah dan menghadapi tantangan lingkungan dalam pengambilan keputusan yang segera harus dilakukan.

 

Dua faktor yang mendorong perhatian dalam pengambilan keputusan ilmiah:

1.Kebutuhan manajer akan informasi yang lebih banyak dan lebih baik

2.Tersedianya teknik dan peralatan yang lebih baik untuk memnuhi kebutuhan ini.

 

Kebutuhan akan pengetahuan lainnya timbul dari masalah akibat merger, kebijakan-kebijakan perdagangan, pasar yang diproteksi, transfer teknologi, dan isu-isu makro ekonomi mengenai tabungan-investasi.

 

Kecenderungan akan kompleksitas telah meningkatkan risiko yang berhubungan dengan pengambilan keputusan bisnis,dan mempunyai basis informasi yang penting.Peningkatan kompleksitas berarti semakin banyak variabel yang harus diperhatikan.

 

PENTINGNYA MEMPEROLEH KETERAMPILAN DI BIDANG PENELITIAN:

  1. Manajer sering membutuhkan lebih banyak informasi sebelum mengambil keputusan
  2. Untuk memberi kesan baik kepada atasan
  3. Memiliki keterampilan penelitian, dapat menilai apa yang dikerjakan orang lain dan dapat menilai secara baik mutu pengambilan keputusan.
  4. Mendapat posisi sebagai seorang ahli dalam penelitian.

 

APA PENELITIAN ITU?

 

Penelitian (Research) berasal dari dua kata yaitu re (kembali) dan to search (mencari)— mencari kembali.

Penelitian merupakan penyelidikan sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk  menyelesaikan persoalan-persoalan.

Penelitian bisnis (business research) merupakan penyelidikan sistematis yang memberi informasi untuk membantu pengambilan keputusan dalam bidang bisnis.

 

APA TUJUAN PENELITIAN?

  1. Penemuan: data yang diperoleh betul-betul baru belum pernah diketahui
  2. Pembuktian: data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan keragu-raguan terhadap informasi
  3. Pengembangan: untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.

 

APAKAH PENELITIAN SELALU BERDASARKAN MASALAH ?

Jawabannya ya, semua penelitian harus memberi jawaban atas suatu pertanyaan.

 

  1. Penelitian terapan, dilaksanakan untuk mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan yang berkaitan dengan tindakan, kinerja atau kebijakan.
  2. Penelitian murni atau penelitian dasar, penelitian yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat teoritis.

 

PENELITIAN ILMIAH

Penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris, dan kritis mengenai fenomena-fenomena alam yang dibimbing oleh teori dan hipotesis-hipotesis mengenai hubungan-hubungan yang diduga antara fenomena-fenomena tersebut.

 

Sistematis dan terkendali merujuk pada kadar mana pengamatan-pengamatan dikendalikan dan dijelaskan.

Empiris dan kritis merujuk kepada persyaratan-persyaratan bagi peneliti untuk menguji pendapat-pendapat subjektif terhadap realitas yang objektif dan hasilnya terbuka untuk penelitian dan pengujian lebih lanjut.

 

BAGAIMANA  PENELITIAN  YANG BAIK?

Penelitian yang baik memakai metode ilmiah.

Ciri-ciri dari metode ilmiah sebagai berikut:

  1. Maksud penelitian atau masalahnya, harus didefinisikan dengan jelas dan tajam dan tidak ambigu. Rumusan masalah harus mencakup analisis unsur-unsur yang paling sederhana,ruang lingkup dan batasan-batasannya, dan spesifikasi rinci dari arti  semua kata yang berarti dalam penelitian.
  2. Prosedur penelitian yang dipakai harus diuraikan secara cukup rinci. Laporan-laporan penelitian harus mengungkapkan dengan jujur sumber-sumber data dan bagaimana data tersebut diperoleh.

 

  1. Desain prosedur penelitian harus direncanakan dengan saksama untuk mendapatkan hasil yang seobjektif mungkin.Bilamana dilakukan pengambilan sampel dari populasi, laporan ini harus mencakup bukti-bukti mengenai sejauh mana sampel dapat mewakili populasi yang bersangkutan.telaah pustaka harus lengkap,hasil pengamatan harus dicatat sesegera mungkin, pengaruh bias pribadi diupayakan agar seminimal mungkin dalam pemilihan dan pencatatan data.

 

  1. Penelitian harus dilaporkan sejujurnya. Desain penelitian yang sempurna jarang ada. Seorang peneliti yang kompeten harus peka terhadap akibat-akibat dari desain yang kurang sempurna, dan pengalamannya dalam menganalisis data dapat memberi dasar untuk memperkirakan kekurangsempurnaan tsb.

 

  1. Analisis data harus cukup memadai untuk mengungkap arti pentingnya, dan metode analisis yang dipakai harus cocok.Bilamana memakai metode-metode statistik, probabilitas kesalahannya harus diduga dan kriteria signifikansi harus ditetapkan.

 

  1. Kesimpulan-kesimpulan harus dibatasi pada hal-hal yang akan ditunjang oleh data penelitian dan juga hal-hal yang mana data hasil penelitian dapat menjadi dasar yang cukup.

 

  1. Keyakinan akan hasil penelitian lebih besar jika penelitinya berpengalaman, mempunyai nama baik dalam bidang penelitian, dan mempunyai integritas.

 

 

ILMU DAN PROSES BERPIKIR

 

Ilmu adalah pengetahuan tentang fakta-fakta baik natura atau sosial yang berlaku umum dan sistematis. Atau ilmu adalah pengetahuan yang sudah terorganisir serta tersusun secara sistematis menurut kaidah umum.

 

Proses berpikir adalah suatu refleksi yang teratur dan hati-hati yang lahir dari rasa sangsi terhadap suatu hal untuk kemudian dipecahkan dalam suatu penyelidikan.

 

Konsep antara ilmu dan berpikir adalah sama dalam memecahkan masalah keduanya dimulai dari adanya rasa sangsi dan kebutuhan akan suatu hal yang bersifat umum

 

Berpikir ilmiah merupakan cara berpikir yang didasari oleh penalaran secara deduksi (deduktif) dan induksi (induktif).

 

Deduksi merupakan bentuk inferensi yang bertujuan menarik kesimpulan. Kesimpulan ini haruslah sebagai akibat dari alasan-alasan yang diajukan.

Deduksi dikatakan tepat, jika benar dan sahih, ini berarti bahwa premis (alasan) yang diberikan untuk kesimpulan harus sesuai dengan kenyataan (benar).

Suatu deduksi adalah sahih bilamana kesimpulan tidak mungkin salah jika premis adalah benar. Kesimpulan tidak dibenarkan secara logis jika:

1. Satu atau lebih premis tidak benar, atau

2. Bentuk argumentasi tidak sahih.

Contoh:

Premis 1 semua karyawan dapat dipercaya bahwa mereka tidak akan mencuri

Premis 2 Joko adalah seorang karyawan.

Premis 3 joko dapat dipercaya, ia tidak akan mencuri.

 

Jika kita yakin bahwa joko dapat dipercaya, maka kita berpendapat bahwa deduksi ini benar.Kesimpulan kita harus didasarkan kepada keyakinan Joko sebagai pribadi dan bukan didasarkan pada suatu premis umum bahwa semua karyawan jujur.

 

Induksi adalah menarik kesimpulan dari satu atau lebih fakta atau bukti-bukti. Kesimpulan menjelaskan fakta, dan faktanya mendukung kesimpulannya.

Contoh: anda menekan lampu kamar dan tidak menyala. Ini merupakan fakta lampunya tidak menyala ketika tombol untuk lampu ditekan. Maka, anda bertanya, “Mengapa lampu tidak menyala?”

Kemungkinan jawaban adalah kesimpulan bahwa bola lampunya putus.

Kesimpulan ini merupakan induksi karena dari pengalaman bahwa :

(1) Lampu harus menyala bilamana tombolnya ditekan dan,

(2)  Jika bola lampu putus, maka lampunya tidak menyala.

 

 

Sifat induksi bahwa kesimpulannya hanya merupakan suatu hipotesis. Induksi merupakan suatu penjelasan, tetapi ada penjelasan-penjelasan lain yang juga cocok dengan fakta-fakta.

 

Berpikir, seperti halnya dengan ilmu, juga merupakan proses untuk mencari kebenaran. Kebenaran yang diperoleh melalui penelitian terhadap fenomena yang fana adalah kebenaran yang telah ditemukan melalui proses ilmiah, karena penemuan tsb dilakukan secara ilmiah.

 

Kebenaran ilmiah dapat diterima karena adanya :

  1. Koheren, suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

 

  1. Koresponden, suatu pernyataan dianggap benar, jika materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan atau mempunyai korespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

 

  1. Sifat pragmatis, pernyataan dipercayai benar karena pernyataan tersebut mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan praktis. Suatu pernyataan atau suatu kesimpulan dianggap benar jika pernyataan tersebut mempunyai sifat pragmatis dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tidak selamanya penemuan kebenaran diperoleh secara ilmiah kadangkala kebenaran dapat ditemukan melalui proses nonilmiah, seperti:

  1. Penemuan kebenaran secara kebetulan
  2. Penemuan kebenaran secara common sense (akal sehat)
  3. Penemuan kebenaran melalui wahyu
  4. Penemuan kebenaran secara intuitif
  5. Penemuan kebenaran secara trial dan error
  6. Penemuan kebenaran melalui spekulasi
  7. Penemuan kebenaran karena kewibawaan.

 

Syarat penelitian ilmiah:

  1. Berdasarkan fakta
  2. Bebas dari prasangka (bias)
  3. Menerapkan prinsip analitis
  4. Menggunakan hipotesis
  5. Menggunakan ukuran yang objektif
  6. Menggunakan teknik kuantitatif

 

PROPOSISI

Pernyataan tentang sifat dari realita. Proposisi tersebut dapat diuji kebenarannya.

Dalam ilmu sosial, proposisi biasanya pernyataan antara dua atau lebih konsep.

Contoh:

– Tingkat modernisasi suami istri adalah salah satu faktor penentu perilaku kontrasepsi mereka.

– Penerimaan kontrasepsi modern dipengaruhi oleh persepsi tentang nilai ekonomis anak.

 

Proposisi dirumuskan dan sementara diterima untuk diuji kebenarannya disebut hipotesis atau hipotesis adalah suatu pernyataan sementara untuk diuji kebenarannya.

 

DALIL (scientific law)

Proposisi yang mempunyai jangkauan cukup luas dan telah didukung oleh data empiris

 

FAKTA

Adalah pengamatan yang telah diverifikasikan secara empiris.

Fakta dapat menjadi ilmu dapat juga tidak, jika fakta diperoleh secara random tidak akan menghasilkan ilmu, tetapi jika dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa sistem serta pokok-pokok pengurutan fakta dapat menghasilkan ilmu.

Fakta tanpa teori tidak akan menghasilkan apa-apa.

 

TEORI adalah sarana pokok untuk menyatakan hubungan sistematik dalam gejala sosial maupun natura yang ingin diteliti.

 

Teori adalah alat dari ilmu (tool of science)

 

Teori sebagai alat dari ilmu mempunyai peranan:

  1. Teori mendefinisikan orientasi utama dari ilmu denga cara memberikan definisi terhadap jenis-jenis data yang akan dibuat.
  2. Teori memberikan rencana konseptual, dengan rencana mana fenomena-fenomena yang relevan disistematikan, diklasifikasikan dan dihubung-hubungkan,
  3. Teori memberi ringkasan terhadap fakta dalam bentuk genaralisasi empiris dan sistem generalisasi.
  4. Teori memberikan tepri terhadap fakta
  5. Teori memperjelas celah-celah di dalam pengetahuan kita.

 

Peranan fakta terhadap teori antara lain:

  1. Fakta menolong memprakarsai teori
  2. Fakta memberi jalan dalam mengubah atau memformulasikan teori baru
  3. Fakta dapat membuat penolakan terhadap teori
  4. Fakta menukar fokus dan orientasi dari teori
  5. Fakta memperterang dalam memberi definisi kembali terhadap teori.

 

Beberapa istilah penting kaitannya dengan ilmu:

  1. Konsep
  2. Konstruk
  3. Variabel
  4. Observasi
  5. Model
  6. Definisi

 

1.       Konsep merupakan abstraksi gagasan yang digeneralisasi berdasarkan fakta, atau konsep merupakan sejumlah pengertian atau ciri yang berkaitan dengan peristiwa, objek, kondisi, situasi, dan hal lain yang sejenis.

2.       Konstruk adalah bentuk khusus dari konsep yang menuangkan abstraksi lebih tinggi/tajam dan merujuk pada beberapa teori tertentu. Dalam penelitian ilmu-ilmu sosial sebuah konstruk (constructs) merupakan suatu bayangan atau pemikiran yang secara khusus diciptakan bagi suatu penelitian dan atau untuk tujuan membangun teori.

3.       Variabel adalah suatu konsep atau simbol sederhana yang dapat diasumsikan oleh seseorang atas suatu set tertentu yang mengandung nilai-nilai (value). Nilai angka yang diberikan kepada suatu variabel didasarkan pada ciri-ciri variabel tersebut.

4.       Observasi adalah upaya atau kegiatan mengumpulkan dan mencatat data yang faktual.

5.       Model adalah suatu pengungkapan yang berepresentatif tinggi dari kaitan-kaitan beberapa teori (theoritical network), biasanya didesain melalui simbol-simbol atau berdasarkan analogis secara fisik. Model dirumuskan sebagai cerminan suatu sistem yang dibuat untuk mempelajari salah satu aspek dari sistem atau dari sistem sebagai keseluruhan. Model berbeda dari teori dalam hal tugas teori adalah menjelaskan, sedangkan tugas model adalah mewakili.

6.       Definisi

a)       Definisi konstitutif adalah definisi yang mengacu pada konsep-konsep tertentu dari konstruk. Definisi dari suatu variabel dengan cara menghubung-hubungkan suatu konstrak dengan konstrak  yang lain.Contoh: Inteligensi adalah kemampuan berpikir abstrak. Dalam penelitian dibahas di dalam landasan teori.

b)       Definisi operasional adalah suatu definisi yang dinyatakan dalam kriteria atau operasi yang dapat diuji secara khusus.Definisi yang merupakan perincian mengenai kegiatan peneliti dalam mengukur atau mengatur variabel.

 

 

METODE PENELITIAN

 

Peneliti dapat memilih berjenis-jenis metode dalam melakukan penelitiannya. Metode yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus sesuai dengan metode penelitian yang dipilih. Prosedur serta alat yang digunakan dalam penelitian harus cocok dengan metode penelitian yang digunakan. Seorang peneliti sebelum melakukan penelitian perlu menjawab tiga buah pertanyaan pokok sbb:

-urutan kerja apakah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian?

-alat-alat apa yang digunakan dalam mengukur ataupun mengumpulkan data?

-bagaimana melaksanakan penelitian tersebut?

 

Prosedur           urutan-urutan pekerjaaan yang harus dilakukan dalam suatu penelitian.

Teknik penelitian          alat-alat pengukur apa yang diperlukan dalam melaksanakan penelitian.

Metode penelitian           memandu peneliti bagaimana urutan penelitian dilakukan.

 

Lima kelompok umum penelitian berdasarkan metode penelitian:

1.Metode Sejarah

Sejarah adalah pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah terjadi. Penelitian dengan metode sejarah adalah penyelidikan yang kritis terhadap keadaan-keadaan,perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara cukup teliti dan hati-hati bukti validitas dari sumber sejarah serta interpretasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.

 

Tujuan penelitian dari metode sejarah adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara objektif dan sistematis dengan mengumpulkan,mengevaluasi serta menjelaskan dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakan fakta dan menarik kesimpulan secara cepat.

 

2.Metode Deskripsi/survai

adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.

 

Tujuannya untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta,serta sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

 

Ciri-ciri metode deskriptif mencakup penelitian yang lebih luas di luar metode sejarah dan eksperimental, secara umum sering disebut metode survai. Peneliti, bukan saja memberikan gambaran terhadap fenomena-fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan, menguji hipotesis, membuat prediksi serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan.

 

3.Metode Eksperimental

Eksperimen adalah observasi di bawah kondisi buatan (artificial condition), dimana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh sipeneliti. Penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol.Metode eksperimenal sering dilakukan dalam penelitian ilmu-ilmu eksakta.

 

Tujuan metode eksperimental adalah untuk menyelidiki ada-tidaknya hubungan sebab akibat serta berapa besar hubungan sebab akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada ebberapa kelompok eksperimental dan menyediakan kontrol untuk perbandingan.

 

4. Metode Grounded Research

Grounded Research adalah suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisa perbandingan bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori di mana pengumpulan data dan analisa data berjalan pada waktu yang bersamaan.

 

Tujuan dari grounded research untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori. Cirinya menonjolkan peranan data dalam penlitian. Data merupakan sumber dari teori dan sumber hipotesis.

 

5. Metode Penelitian tindakan

adalah suatu penelitian yang dikembnagkan bersama-sama antara penliti dan decision maker tentang variabel-variabel yang dapat digunakan untuk menentukan kebijakan dan pembangunan. Ciri utama dari penelitian tindakan adalah untuk emmeperoleh penemuan yang signifikan secara operasional sehingga dapat dilaksanakan ketika kebijakan dilaksanakan.

 

DESAIN PENELITIAN

Desain penelitian merupakan cetak biru bagi pengumpulan, pengukuran, dan penganalisaan data. Desain penelitian merupakan rencana dan struktur penyelidikan yang dibuat sedemikian rupa agar diperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.Rencana merupakan program menyeluruh dari penelitian.

 

Desain penelitian merupakan:

  1. Rencana untuk memilih sumber-sumber dan jenis informasi yang dipakai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.
  2. Kerangka kerja untuk merinci hubungan-hubungan antar variabel dalam kajian tersebut
  3. Cetak biru yang memberi garis besar dari setiap prosedur mulai dari hipotesis sampai kepada analisis data.

 

Desain memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, teknik apa yang akan dipakai untuk mengumpulkan data ? Cara penarikan sampel apa yang akan dipakai ? Bagaimana menghadapi kendala waktu dan biaya?

 

Desain dari penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian.

 

Perencanaan penelitian:

  1. Identifikasi dan pemilihan masalah
  2. Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian
  3. Memformulasikan masalah penelitian, termasuk membuat spesifikasi dari tujuan dan hipotesis untuk diuji
  4. Membangun atau mengadakan penyelidikan

 

Pelaksanaan Penelitian:

5.Memilih dan memberi definisi terhadap pengukuran variabel

6.Memilih prosedur dan teknik sampling

7.Menyusun alat serta teknik pengumpulan data

8.Membuat coding,editing dan prosesing data

9.Menganalisis data, pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi

10.Membuat laporan penelitian.

 

PERUMUSAN MASALAH

 

Masalah timbul karena adannya:

  1. Kesangsian atau kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena
  2. Kemenduaan arti (ambiguity)
  3. Halangan dan rintangan
  4. Celah (gap) antar kegiatan atau fenomena

 

Perumusan masalah merupakan hulu dari penelitian dan merupakan langkah penting dan pekerjaan sulit dalam penelitian ilmiah.

 

Yang perlu diketahui dalam perumusan masalah:

  1. Expected condition. Hal yang utama dari expected condition adalah teori, karena tanpa teori akan kesulitan merumuskan masalah
  2. Selain teori juga perlu mengetahui dalil, hukum dan budaya
  3. harus mencari fakta awal yang disebut indikasi atau fenomena yaitu indikasi atau tanda-tanda tapi tidak semua tanda-tanda bisa diangkat menjadi masalah.Misalnya indikasi masalah karyawan tidak puas: hadir terlambat, pulang cepat, kurangnya komitmen.Indikasi masalah harus terjadi berulang-ulang apabila baru terjadi sekali belum dikategorikan indikasi masalah.

 

Gap yang dijadikan sebagai masalah (problem)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Expected condition

(general statement): Theory, dalil, law, culture

Problem

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

          Facts

 

Langkah-langkah dalam merumuskan masalah:

a)       Fenomena masalah (hubungan variabel)

b)       Menjelaskan implikasi masalah terhadap berbagai aspek yang dijelaskan kajian teori

c)       Pendekatan masalah (Grand Theory) yaitu teori pokok yang digunakan untuk memecahkan masalah

d)      Kegunaan umum (informative value) terkait dengan banyaknya manfaat untuk pemecahkan masalah praktis (practical problem solving) atau dalam pengembangan ilmu.

 

                                             Fenomena Masalah

(Hubungan variabel)

 

                                 

Implikasi Masalah Terhadap                   kajian Pustaka

Berbagai aspek

   PROBLEM

 

                                             Pendekatan Masalah

(Grand Theory)

 

Kegunaan Umum

(Informative Value)

 

 

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam perumusan masalah:

  1. Rumusan masalah harus terkait dengan kerangka pemikiran
  2. Harus menghindarkan diri dari pitfall (kekeliruan)         baru sekali terjadi sudah diangkat menjadi fenomena.
  3. Menghindarkan diri dari symtoms (seperti masalah tapi bukan masalah)
  4. Masalah harus dapat diidentifikasi (pokok masalah yang disebut tema sentral atau topik utama).
  5. Identifikasi masalah harus dirumuskan dalam pertanyaan yang diajukan untuk diperoleh jawabannya dari penelitian

 

Ciri-ciri masalah yang baik:

1.       Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian

Mempunyai kegunaan tertentu serta dapat digunakan untuk suatu keperluan.

Masalah mempunyai nilai penelitian jika:

–          Masalah harus mempunyai keaslian

–          Masalah harus menyatakan suatu hubungan

–          Masalah harus merupakan hal yang penting

–          Masalah harus dapat diuji

–          Masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan

 

2.       Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas

masalah dapat dipecahkan, berarti:

-data dan metode untuk memecahkan masalah harus tersedia,biaya harus tersedia, waktu untuk memecahkan masalah harus wajar, biaya dan hasil harus seimbang, administrasi dan sponsor harus kuat, tidak bertentangan dengan hukum dan adat.

 

3.  Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi peneliti

masalah penelitian yang dipilih :

– menarik bagi peneliti

– cocok dengan kualifikasi ilmiah peneliti

 

Sumber untuk memperoleh  masalah:

a)       Pengamatan terhadap kegiatan manusia

b)       Bacaan

c)       analisa bidang pengetahuan

d)      perluasan penelitian

e)       cabang studi yang sedang dikerjakan

f)        pengalaman dan catatan pribadi

g)       diskusi-diskusi ilmiah

h)      intuisi

 

CARA MERUMUSKAN MASALAH

  1. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
  2. Rumusan hendaklah jelas dan padat
  3. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah
  4. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis
  5. Masalah harus menjadi dasar judul penelitian.

 

 

BENTUK-BENTUK MASALAH PENELITIAN

Dikelompokkan:

1.       Permasalahan deskriptif adalah suatu permasalahan yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri,baik hanya pada satu variabel atau lebih.

Contoh:

1)       Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap adanya impor gula tanpa dibebani bea masuk?

2)       Seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di PT Samudra?

 

2.       Permasalahan komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda.

Contoh:

– Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai negeri, BUMN dan swasta?

– Adakah perbedaan promosi di perusahaan A dan B?

 

3. Permasalahan asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat hubungan antara dua varisbel atau lebih.Terdapat tiga bentuk hubungan, yaitu:

a. Hubungan Simetris adalah hubungan antara dua atau lebih variabel yang kebetulan munculnya bersama.

Contoh :

adakah hubungan antara banyaknya semut di pohon dengan tingkat manisnya buah?

 

b. Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi), contoh: Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja?

Contoh Judul:

Pengaruh insentif terhadap disiplin kerja karyawan di perusahaan X

 

c. Hubungan Interaktif/resiprocal/timbal balik adalah hubungan yang saling mempengaruhi.

Contoh:

Hubungan antara motivasi dan prestasi. Motivasi mempenagruhi prestasi dan juga prestasi mempengaruhi motivasi.

 

KERANGKA BERPIKIR/PEMIKIRAN

Menurut Uma Sekaran: merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.

 

Kerangka berpikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Pertautan antar variabel selanjutnya dirumuskan dalam bentuk paradigma penelitian

 

Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran bisa meyakinkan adalah alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berfikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis.

 

PROSES MENDAPATKAN ILMU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MEMILIH VARIABEL DAN PENGUKURANNYA

 

Setelah masalah penelitian dirumuskan dan studi kepustakaan dilakukan, maka saatnya bagi  peneliti untuk merumuskan hipotesis. Hipotesis harus berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan.Peneliti juga harus menentukan variabel-variabel mana yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis.

 

Variabel-variabel yang digunakan perlu ditetapkan, diidentifikasi dan  diklasifikasikan. Jumlah variabel yang digunakan bergantung dari luas serta sempitnya penelitian yang akan dilakukan.

 

Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai. Nilai angka yang diberikan kepada suatu variabel didasarkan pada ciri-ciri variabel tersebut. Umumnya variabel dibagi atas dua jenis yaitu :

 

1.       Variabel kontinu (continous variable) adalah variabel yang dapat kita tentukan nilainya dalam jarak (interval) tertentu dengan desimal yang tidak terbatas. Contoh:penghasilan, suhu udara, usia,dan skor tes.

2.       Variabel diskrit (descrete variable) adalah konsep nilainya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan atau desimal di belakang koma.Variabel ini mempunyai nilai yang mencerminkan kategori-kategori karena hanya bisa memiliki nilai-nilai tertentu saja.

Jika mempunyai dua kategori saja dinamakan variabel dikotomis, hanya mempunyai dua nilai yang mencerminkan ada atau tidak adanya suatu ciri tertentu., misalnya: bekerja atau menganggur, pria atau wanita hanya mempunyai dua nilai, biasanya 0 dan 1. Jika lebih dari dua kategori disebut variabel politom, misalnya tingkat pendidikan: SD,SMP, SMU, Perguruan Tinggi dsb.

 

3.       Variabel dependen (variabel yang tergantung atas variabel lain) dan variabel bebas (variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen), peneliti berkepentingan dengan hubungan-hubungan antar variabel. Terdapat hubungan antara dua variabel, misalnya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kepuasan bekerja..

 

4.       Variabel Moderator, Jika ada variabel lain yang dianggap berpengaruh terhadap variabel dependen, tetapi dianggap tidak mempunyai pengaruh utama.

 

5.       Variabel Antara (intervening Variable), adalah faktor yang secara teori berpengaruh pada fenomena yang diamati tetapi tidak dapat dilihat, diukur, atau dimanipulasi, namun dampaknya dapat disimpulkan berdasarkan dampak variabel-variabel independen dan moderator terhadap fenomena yang diamati. Intervening variable ini membantu kita dalam menjelaskan bagaimana mengkonsepsi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.

 

6.       Variabel aktif, variabel yang dimanipulasikan oleh peneliti . Misalnya seorang peneliti memanipulasikan  metode mengajar, cara menghukum mahasiswa.

 

7.        Variabel Atribut, Variabel yang tidak bisa atau sukar dimanipulasikan karena pada umumnya merupakan karakteristik manusia, seperti: intelegensia, jenis kelamin, pendidikan, sikap dsb.

 

Masalah yang sering muncul adalah bagaimana menggolongkan sebuah variabel menjadi variabel independen, moderator atau variabel intervening.Melalui contoh efektivitas organisasi yang disederhanakan bisa dilihat hubungan antara Independen, Intervening, Moderating, dan dependen sebagai berikut:

 

 

Waktu:   t1                                          t2                                             t3

 

 

 

 

 

Variabel Independen                              Intervening variable                       Variabel Dependen

 

 

 

 

 

 

Moderating Variable

 

Secara umum teori menjelaskan bahwa keragaman para karyawan (individu dengan etnis,ras, dan kebangsaan yang berbeda) memberikan kontribusi lebih terhadap efektivitas organisasi karena setiap kelompok membawa keahlian dan keterampilan masing-masing ke tempat kerjanya.

 

Sinergi dapat diperoleh jika manajer mengetahui bagaimana memanfaatkan bakat-bakat khusus tersebut.Efektivitas organisasi merupakan variabel dependen, yang secara positif dipengaruhi oleh keragaman pekerja yang merupakan variabel independen. Untuk memanfaatkan sinergi yang ada, manajer harus memahami bagaimana mendorong dan mengkoordinasi bakat yang dimiliki berbagai kelompok pekerja agar pekerjaan dapat berjalan lancar. Jika tidak, maka sinergi yang diharapkan tidak akan diperoleh. Keahlian manajerial untuk memanfaatkan bakat yang berbeda tersebut kemudian menjadi moderating variable.

 

Intervening variable muncul sebagai fungsi dari keragaman pekerja adalah sinergi kreatif yang berasal dari interaktif multietnis, multiras, dan multinasional para pekerja yang dibawa ke tempat kerja, bersama dengan segi-segi keahlian mereka dalam memecahkan masalah.

 

Dari gambar terlihat bahwa keahlian manajerial menjembatani antara keragaman pekerja dan sinergi kreatif. Dengan kata lain, sinergi kreatif tidak akan muncul dari segi-segi keterampilan pemecahan masalah yang dimiliki pekerja yang berbeda, kecuali manajer mampu memanfaatkan sinergi melalui pengkoordinasian keterampilan yang berbeda secara kreatif. Jika manajer tidak memiliki keterampilan tersebut, maka sinergi tidak akan muncul.

 

Variabel independen membantu menjelaskan varian dalam variabel dependen, intervening variable muncul pada t2 sebagai fungsi dari variabel independen, yang juga membantu dalam mengkonsepsikan hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Moderating variable memiliki contingent effect pada hubungan antar variabel. Ketika variabel independen menjelaskan varian pada variabel dependen, intervening varible tidak ditambahkan pada varian yang telah dijelaskan oleh variabel independen, sedangkan moderating variable memiliki efek timbal balik dengan variabel independen dalam menjelaskan varian.Oleh karena itu, jika tidak ada moderating variable maka hubungan antara variabel independen dengan intervening variable tidak ada.

 

Penggolongnan variabel harus hati-hati tergantung situasi yang ada dan model teoritis yang dikembangkan.

 

PENGUKURAN

Adalah penetapan/pemberian angka terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu. Dari pengertian tersebut menyatakan bahwa pengukuran merupakan proses yang terdiri dari tiga bagian:

1).memilih peristiwa empiris yang dapat diamati,

2)memakai angka atau simbol untuk mewakili aspek-aspek peristiwa tersebut dan, 3)menerapkan aturan pemetaan untuk menghubungkan pengamatan kepada simbol.

Secara umum terdapat empat jenis ukuran yaitu:

1.Nominal

adalah ukuran yang paling sederhana, dimana angka yang diberikan kepada objek mempunyai arti sebagai label saja, dan tidak menunjukkan tingkatan apa-apa.

misalnya untuk mengukur jenis kelamin, objek dibagi atas dua set yaitu laki-laki dan perempuan. Kemudian untuk masing-masing anggota diberikan angka 1. laki-laki dan 2. perempuan. Angtka yang diberikan tidak menunjukkan bahwa permpuan lebih tinggi dari laki-laki.

 

2.Ordinal

adalah angka yang diberikan mengandung pengertian tingkatan. Ukuran ini tidak memberikan nilai absolut terhadap objek, tetapi hanya memberikan urutan (ranking ) saja.Misalnya ranking yang diberikan dalam suatu perlombaan, ranking prestasi mahasiswa dls.

 

3.Interval

adalah suatu pemberian angka kepada set dari objek yang mempunyai sifat-sifat ukuran ordinal dan ditambah jarak yang sama dari ciri atau sifat objek yang diukur.Ukuran interval tidak memberikan jumlah absolut dari objek yang diukur.

 

4.Rasio

adalah ukuran yang mencakup semua ukuran di atas ditambah dengan ukuran ini memberikan keterangan tentang nilai absolut dari objek yang diukur. Ukuran rasio mempunyai titik nol, dapat dibuat perkalian ataupun pembagian.Angka  menunjukkan nilai sebenarnya dari objek yang diukur.

Misalnya jumlah anak yang hilang, tingkat pengangguran dls.

 

CIRI-CIRI PENGUKURAN YANG BAIK

Alat yang digunakan harus merupakan indikator yang tepat mengenai apa yang menjadi kepentingan untuk diukur, alat yang digunakan harus mudah dan efisien untuk dipakai.

Tiga kriteria utama untuk menilai suatu alat pengukur, yaitu validitas, keandalan (reliability), dan kepraktisan.

 

Validitas merujuk kepada sejauh mana suatu uji dapat mengukur apa yang sebenarnya ingin diukur.

Keandalan berkaitan dengan ketepatan dari prosedur pengukuran.

Kepraktisan berkaitan dengan serangkaian faktor hemat, kemudahan, dan dapat dimengerti.

 

 

 

RINGKASAN ESTIMASI VALIDITAS

 

Jenis

Apa yang diukur ?

Metode

Isi Sejauh mana isi dari setiap butir-butir mewakili secara memadai populasi dari

semua unsur penelitian yang relevan

Evaluasi penilaian atau panel dengan rasio validitas isi
Berkaitan dengan kriteria Sejauh mana alat prediksi secara memadai mencakup aspek-aspek kriteria yang relevan Korelasi
bersamaan Menggambarkan keadaan sekarang;data mengenai kriteria tersedia bersamaan dengan skor alat prediksi  
prediktif Prediksi mengenai keadaan yang akan datang: kriteria diukur setelah suatu periode waktu tertentu  
Konstruk Menjawab pertanyaan:

Apa yang mempengaruhi varians dalam pengukuran? Berusaha untuk mengidentifikasi kostruk-konstruk yang diukur dan menentukan sejauh mana tes yang bersangkutan mewaili konstruk-konstruk tersebut.

Bersifat penilaian

Korelasi tes yang diusulkan dengan tes yang ada

Teknik-teknik diskriminan-konvergen

Analisis faktor

Analisis multi metode-multi ciri

 

RINGKASAN ESTIMASI KEANDALAN

 

Jenis

Koefisien

Apa yang diukur?

Metode

Tes dan tes ulang stabilitas Keandalan suatu tes atau instrumen yang disimpulkan dari skor-skor hasil tes. Tes yang sama dilaksanakan dua kali terhadap subjek yang sama dalam interval waktu kurang dari enam bulan. Korelasi
Bentuk paralel kesamaan Tingkat sejauh mana bentuk-bentuk alternatif dari pengukuran yang sama menghasilkan hasil-hasil yang sama atau serupa. Dilaksanakan secara serentak atau dengan tenggang waktu. Estimasi antar penilai mengenai kesamaan observasi atau skor para penilai. Korelasi
Konsistensi internal Bagi dua KR20 Cronbachis alpha Sejauh mana butir-butir instrumen adalah homogen dan mencerminkan konstruk-konstruk yang sama. Rumus-rumus korelasi khusus

PARADIGMA PENELITIAN

Dalam penelitian kuantitatif yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan, dan hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat), maka peneliti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti disebut paradigma penelitian.

 

Paradigma penelitian merupakan pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti,sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, dan teknik analisis statistik yang kan digunakan.

 

Bentuk-bentuk paradigma atau model penelitian kuantitatif:

1.       Paradigma sederhana

Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel independen dan dependen, digambarkan:

 

 

 

 

X= kualitas iklan;        Y= jumlah barang yang terjual

 

a.  Jumlah rumusan  masalah deskriptif ada dua, dan asosiatif ada satu:

1) Rumusan masalah deskriptif:

a)       Bagaimana kualitas iklan (X)

b)       Bagaimana barang yang terjual (Y)

 

3)       Rumusan masalah asosiatif/hubungan

4)       Bagaimanakah hubungan antara kualitas iklan dengan jumlah barang yang terjual.

 

b. Teori yang digunakan ada dua, yaitu teori tentang iklan dan penjualan.

 

c.  Hipotesis yang dirumuskan yaitu hipotesis asosiatif:

Ada hubungan yang positif antara kualitas iklan dengan jumlah barang yang terjual atau, bila kualitas iklan ditingkatkan, maka akan menaikan penjualan.

 

d. Teknik analisis data

Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis, maka dapat ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis.

Bila data kedua variabel berbentuk interval atau rasio, maka menggunakan teknik statistik korelasi product moment.

 

2.       Paradigma sederhana berurutan

Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih sederhana.Misal:

X1 = kualitas bahan baku

X2= Kualitas pengerjaan

X3= kualitas barang yang dihasilkan

Y  = Kepuasan pembeli

 

Paradigma sederhana, menunjukkan hubungan antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. Untuk mencari hubungan antar variabel tersebut digunakan teknik korelasi sederhana. Naik turunnya harga y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y.

 

3.       Paradigma ganda dengan dua variabel independen

paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2, dan satu variabel dependen Y, untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y, menggunakan teknik korelasi sederhana. Untuk mencari hubungan X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda.

 

4.       Paradigma ganda dengan tiga variabel independen

Paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1, X2, dan X3. Untuk mencari hubungan X1 secara bersama-sama dengan X2, dan X3 terhadap Y dilakukan korelasi ganda. Regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial dapat diterapkan dalam paradigma ini.

 

5.       Paradigma ganda dengan dua variabel dependen

Paradigma ganda satu variabel independen dan dua dependen.

Contoh: X=tingkat pendidikan bisnis   Y1= wawasan

Y2= keberhasilan

 

6.       Paradigma ganda dengan dua variabel independen dan dua dependen

dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1, X2) dan dua variabel dependen (Y1, danY2).

Contoh: X1=kebersihan kereta                 Y1= jumlah tiket yang terjual

X2=pelayanan KA                       Y2= kepuasan penumpang KA

 

7.       Paradigma jalur

 

 

 

 

 

 

 

X1= status sosial ekonomi, X2= IQ, X3= motivasi berprestasi, = motivasi berprestasi,

Y= prestasi belajar (achievement)

 

Paradigma penelitian ini dinamakan paradigma jalur karena terdapat variabel yang berfungsi sebagai jalur antara (X3).

 

 

MERUMUSKAN HIPOTESIS

Perumusan hipotesis merupakan langkah dalam penelitian setelah peneliti mengemukakan landasan teori dan kerangka berpikir. Peranan hipotesis dalam penelitian mempunyai fungsi yang penting adalah sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian. Masalah yang timbul karena dalam penelitian banyaknya informasi yang menarik.

Bagaimana hipotesis yang baik?

 

Hipotesis yang baik harus memenuhi syarat:

1.Hipotesis harus sesuai dengan tujuannya, hipotesis secara jelas menyatakan, kondisi, ukuran, atau distribusi suatu variabel yang dinyatakan dalam nilai-nilai yang mempunyai makna bagi pekerjaan penelitian.

 

2.Hipotesis harus dapat diuji. Hipotesis tidak dapat diuji jika memerlukan teknik-teknik yang tidak tersedia dan memerlukan penjelasan yang melawan hukum-hukum atau psikologi yang ada.

 

Secara umum, hipotesis yang baik adalah lebih luas, menjelaskan labih banyak fakta dan lebih beragam dengan hipotesis lainnya. Hipotesis yang lebih baik adalah yang diterima para penilai sebagai hipotesis yang paling mungkin.

 

HIPOTESIS PENELITIAN

Penelitian dilakukan pada seluruh populasi

 

HIPOTESIS

 

 

HIPOTESIS STATISTIK

Bila penelitian menggunakan sampel

 

 

 

HIPOTESIS DESKRIPTIF

Jawaban sementara terhadap rumusan

masalah deskriptif

 

 

BENTUK-BENTUK HIPOTESIS                      HIPOTESIS KOMPARATIF

Dilihat dari tingkat eksplanasinya                       Jawaban sementara terhadap rumusan

masalah komparatif

 

HIPOTESIS ASOSIATIF

Jawaban sementara terhadap rumusan

masalah asosiatif, yang menyatakan

hubungan antara dua variabel atau

lebih.

 

Contoh:

1.Rumusan masalah deskriptif

2.Rumusan masalah komparatif

Bagaimanakah produktivitas kerja karyawan PT X bila dibandingkan dengan PT Y?

Hipotesisnya:

Hipotesis Nol (Ho): Produktivitas kerja antara karyawan di PT X lebih besar dari

karyawan PT Y

Hipotesis alternatif: Produktivitas karyawan PT X Lebih kecil dari pada PT Y

SKALA PENGUKURAN

 

Merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga bisa digunakan dalam pengukuran yang menghasilkan data kuantitatif.

 

Contoh: timbangan emas sebagai instrumen untuk mengukur berat emas dengan skala mg, meteran sebagai instrumen untuk mengukur panjang.

 

Dengan skala pengukuran, variabel yang diukur dengan instrumen tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka, sehingga akan lebih akurat, efisien dan komunikatif.

Misal: berat emas 15 gram, berat besi 100 kg, suhu badan yang sehat 370 , IQ seseorang 150.

 

Pada dasarnya skala pengukuran dapat digunakan pada berbagai bidang, perbedaannya terletak pada isi dan penekanannya. Ahli sosiologi lebih menekankan pada pengembangan instrumen untuk mengukur perilaku manusia, tetapi baik ahli sosiologi maupun psikologi, keduanya sama-sama menekankan pada pengukuran sikap.

 

Skala yang digunakan dalam penelitian bisnis:

1.       Skala Likert

Digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam skala likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan titik tolak untuk menyususn item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.

 

Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang berupa kata-kata diberi skor antara lain:

1).Sangat setuju/sangat positif diberi skor  5

2).Setuju/positif  diberi skor                        4

3).Ragu-ragu/netral diberi skor                   3

4).Tidak setuju/negatif diberi skor               2

5).Sangat tidak setuju/sangat negatif  diberi skor 1

 

2.       Skala Guttman

Penelitian menggunakan skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban tegas terhadap permasalahan yang ditanyakan Contoh: ya-tidak, benar-salah, positif-negatif dll. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio.

Skala Guttman dapat dibuat pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda, juga dapat dibuat bentuk checklist. Jawaban dapat dibuat skor tertinggi satu dan terendah nol.

Contoh: Pernahkah pimpinan melakukan pemeriksaan  di ruang kerja anda?

a.       Tidak pernah   b. Pernah

 

3.       Semantic Deferential

Skala ini dikembangkan oleh Osgood, digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tersusun dalam satu garis kontinum yang jawabanya sangat positif terletak dibagian garis kanan, jawaban yang sangat negatif di bagian kiri atau sebaliknya.

Rentang jawaban dari yang positif sampai dengan negatif tergantung persepsi responden kepada yang dinilai.

 

4.       Rating Scale

 

Data yang diperoleh data mentah berupa angka yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Dalam skala ini responden tidak menjawab salah satu dari jawaban kualitatif yang disediakan, tetapi salah satu jawaban kuantitatif yang tersedia. Rating scale tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja tetapi untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lainnya seperti status sosial ekonomi, kelembagaan, pengetahuan dls.

Bagi penyusun instrumen dengan rating scale penting dapat mengartikan setiap angka yang diberikan pada alternatif jawaban pada setiap item instrumen.

 

 

 

TEKNIK PENARIKAN SAMPEL

 

Dasar dari pengambilan sampel (sampling) adalah bahwa dengan menyeleksi bagian dari elemen-elemen populasi, dapat diperoleh kesimpulan tentang populasi.

–          Populasi adalah keseluruhan objek psikologis yang dibatasi oleh kriteria tertentu

–          Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat kita gunakan untuk membuat beberapa kesimpulan

–          Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan

–          Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

 

Objek psikologis:

–          Objek yang bisa diraba/kongkrit (tangible)

–          Objek abstrak (untangible)

 

Banyaknya objek psikologis dalam populasi disebut ukuran populasi (population size/ N):

1.Bisa dihitung (countable): populasi terhingga (Finite Population)

2.Tidak terhitung (uncountable): populasi tak hingga (Infinite Population)

 

Keterangan populasi dapat dikumpulkan dengan dua cara:

1.Sensus (complete enumeration): tiap unit populasi dihitung/ setiap objek dalam populasi diperiksa.

2.Survei sampel (sample survey  atau sample enumeration): wakil populasi atau sampel.

 

SATUAN SAMPLING

Proses memilih objek-objek psikologis dari sebuah populasi tertentu disebut sampling.

 

Segala sesuatu yang oleh peneliti dijadikan kesatuan (unit) yang akan menjadi objek pemilihan disebut satuan sampling. Satuan sampling bentuknya bisa individu yang berdiri sendiri, dan bisa kumpulan individu.

Contoh: -Indonesia terbagi ke dalam 29 satuan yang disebut Provinsi, dalam penelitian Provinsi yang akan dipilih, maka Provinsi menjadi satuan sampling.

-Apabila Indonesia dibagi ke dalam Kabupaten dan Kotamadya, dalam penelitian Kabupaten dan Kotamadya akan menjadi objek pemilihan, maka Kabupaten dan Kotamadya adalah satuan sampling.

 

KERANGKA SAMPLING (SAMPLING FRAME)

Apabila dari sebuah populasi tertentu telah ditentukan secara tegas satuan-satuan samplingnya dan satuan-satuan sampling ini didaftar, maka daftar satuan sampling yang ada dalam sebuah populasi disebut kerangka sampling.

Contoh: Kotamadya bandung terdiri dari Kecamatan-kecamatan, dan kecamatan tersebut didaftar, maka kecamatan-kecamatan sebagai kerangka sampling.

 

SAMPEL

Adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, yang dipelajari dari sampel, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

 

TEKNIK SAMPLING

Adalah teknik penarikan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan:

1.Probability sampling: teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur/anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

2.Nonprobability sampling: teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Probability sampling

1.Simple Random Sampling

Pengambilan  sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Cara ini dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.

 

2.Proportionate stratified random sampling

Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.Contoh: suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai itu berstrata.

 

3. Disproportionate stratified random sampling

Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.

 

4. Area(cluster) sampling

Teknik sampling ini digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangant luas, misalnya penduduk dari suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan.

 

Non probability sampling

1.Sampling sistematis

Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

 

2.Sampling  kuota

Teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Contoh, penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap rasa suatu produk tertentu.

 

3.Sampling aksidental.

Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang tsb cocok sebagai sumber data.

 

4.Purposive sampling

Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.Misal penelitian tentang kualitas makanan.

 

5.Sampling jenuh

Teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.

 

6.Snowball sampling

Teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.

ANGKET (KUESIONER)

Angket merupakan terjemahan dari istilah Inggris “questionnaire”. Angket berfungsi sebagai alat dan teknik pengumpulan data.

 

Ciri khas angket terletak pada: pengumpulan data melalui  daftar pertanyaan tertulis yang disusun dan disebarkan untuk mendapatkan informasi atau keterangan dari sumber data (responden).

 

Ciri khas penelitian yang menggunakan  angket sebagai alat dan teknik pengumpulan data:

  1. Berkepentingan dengan sumber data yang serupa orang/responden,
  2. Perlu menyusun daftar pertanyaan tertulis sesuai dengan informasi atau keterangan yang diperlukan dari responden,
  3. Perlu menyebarkan angket dan menghimpunnya kembali setelah diisi oleh para responden.
  4. Sisi alat dari angket terletak pada bentuk konkritnya yang berupa daftar pertanyaan beserta petunjuk pengisiannya, sedangkan sisi teknik dari angket terletak pada penggunaannya sebagai suatu cara yang khas dalam mengumpulkan atau mendapatkan data.

 

JENIS-JENIS ANGKET

Klasifikasi didasarkan pada keleluasaan responden mengajukan dan memformulasikan jawaban-jawabannya:

  1. Angket Tertutup: bila item pertanyaan pada angket juga disertai kemungkinan jawabannya, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang dinilainya paling sesuai..
  2. Angket Terbuka: item pertanyaan tanpa disediakan kemungkinan jawaban, sehingga responden harus memformulasikan sendiri isian jawaban yang dipandangnya sesuai.

 

Klasifikasi angket didasarkan pada kaitan responden dengan jawaban yang diberikan, dibagi menjadi:

1.       Angket Langsung bila item pertanyaannya bermaksud menggali atau merekam informasi mengenai diri respomden itu sendiri.

  1. Angket tak langsung, bila item pertanyaannya bermaksud menggali atau merekam informasi apa yang diketahui responden  mengenai objek atau subjek tertentu, dan informasi dimaksud tidak berbicara langsung mengenai diri responden bersangkutan.

 

Dilihat bentuk konstruksi item pertanyaannya, angket tertutup terbagi menjadi:

  1. bentuk ya-tidak
  2. bentuk pilihan berganda
  3. bentuk skala penilaian, dan
  4. bentuk daftar cek

Sedangkan angket terbuka terbagi menjadi:

  1. pengisian jawaban singkat, dan
  2. pengisian jawaban terurai.

 

Angket sebagai teknik pengumpulan data, komponen-komponenya terdiri dari:

  1. Informasi atau keterangan yang akan dikumpulkan (data)
  2. Sumber data (responden)
  3. Alat pengumpulan atau perekaman data (angket)
  4. Peneliti dan atau pengumpul data (peneliti).

 

Peneliti berfungsi:

–          Menjabarkan informasi atau keterangan yang akan dikumpulkan beserta sumber data (responden)

–          Menyusun alat perekaman atau instrumen pengumpulan data (angket).

 

Alat pengumpulan data (angket) berfingsi mewaliki peneliti untuk menanyakan dan merekam jawaban responden, sehubungan dengan informasi atau keterangan yang hendak dikumpulkannya.

Responden berfungsi sebagai pemberi keterangan tentang yang ditanyakan oleh peneliti melalui angket yang disusun dan disebarkan.

 

Komponen-komponen angket sebagai alat pengumpulan data:

1.       Surat pengantar, merupakan bagian tersendiri yang lazimnya dipisahkan penyusunannya dengan instrumen angket , isinya  bersifat  menghantar sehingga ada kesediaan melayani maksud peneliti berkenaan dengan   angket yang disebarkan ke responden.

  1. Petunjuk pengisian merupakan bagian angket yang berfungsi menjelaskan kepada responden tentang cara pengisian jawaban pada item pertanyaan.
  2. Item pertanyaan, merupakan bagian angket yang     meminta pengisian atau jawaban dari responden. Pada item pertanyaan disrtakan kemungkinan jawabannya, sehingga responden tinggal mengisi pilihan atau tanpa disertakan kemungkinan jawabannya, sehingga responden mengisi sendiri formulasi jawabnnya pada kolom yang disediakan (item pertanyaan terbuka).
ANALISIS DATA

Analisis data merupakan bagian yang penting dalam penelitian, karena dengan melakukan analisis, data dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam pemecahan masalah penelitian.Data mentah yang telah dikumpulkan perlu dipecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan kategorisasi, sehingga data tersebut mempunyai makna untuk menjawab masalah dan bermanfaat untuk menguji hipotesis.

Setelah data disusun dalam kelompok-kelompok serta hubungan-hubungan yang terjadi dianalisa, kemudian dibuat penafsiran-penafsiran terhadap hubungan antara fenomena yang terjadi  dan membandingkan dengan fenomena-fenomena lain di luar penelitian tersebut.

 

EDITING

Sebelum data diolah, data tersebut perlu diedit untuk memperbaiki kualitas data serta menghilangkan keragu-raguan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengedit data, yaitu apakah :

  1. Data sudah lengkap dan sempurna?
  2. Data sudah cukup jelas tulisannya untuk dapat dibaca?
  3. Semua catatan dapat dipahami?
  4. Semua data sudah cukup konsisten?
  5. Data cukup uniform?
  6. Ada responsi yang tidak sesuai?

 

CODING

Data yang dikumpulkan dapat berupa angka, kalimat pendek atau panjang, ataupun hanya “ya” atau “tidak “. Untuk memudahkan analisis, maka jawaban-jawaban tersebut perlu diberi kode. Mengkode jawaban adalah menaruh angka pada tiap jawaban. Pemberian kode dapat dilakukan dengan melihat jenis pertanyaan, jawaban atau pertanyaan. Hal ini dibedakan:

  1. Jawaban yang berupa angka
  2. Jawaban dari pertanyaan tertutup,
  3. Jawaban pertanyaan semiterbuka,
  4. Jawaban pertanyaan terbuka,
  5. Jawaban pertanyaan kombinasi

TABULASI

Membuat tabulasi memasukan data ke dalam tabel-tabel, dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori.

Peneliti perlu meneliti hubungan-hubungan antara dua atau beberapa variabel dengan menggunakan tabulasi silang.

Tabulasi silang adalah suatu teknik untuk membandingkan dua variabel klasifikasi. Teknik ini menggunakan tabel yang emmiliki sejumlah baris dan kolom yang berhubungan dengan  tingkat atau nilai dari masing-masing kategori.

Bagian-bagian dari tabel, tabel terdiri dari kolom dan baris. Tabel sederhana mempunyai 4 bagian penting:1) nomor dan judul tabel; 2) stub; 3) box head; dan 4) body (badan).

 

Tabel                        Judul

Box head

Body (badan)

                   Sub

 

 

Total

 

 

Jenis-jenis tabel yang sering digunakan, antara lain:

1)       tabel induk (master table): tabel yang berisi semua data yang tersedia secara terperinci. Tabel induk dibuat untuk melihat kategori data secara keseluruhan, berisi semua informasi dan keterangan yang diperlukan, diletakan pada apendiks.

2)       tabel texs (texs table): tabel yang telah diringkaskan untuk suatu keperluan tertentu. Tabel ini biasanya diletakan dalam teks keterangan yang dibuat dan dibuat ketika membuat penafsiran.

3)       tabel frekuensi: tabel yang menyajikan berapa kali sesuatu hal terjadi. Kategori dinyatakan dalam kelas tertentu dan terdapat dalam stub.

Tabel frekuensi sering digunakan untuk mencek kesesuaian hubungan jawaban antara satu pertanyaan dengan pertanyaan lain dalam daftar pertanyaan.

 

 

TEKNIK ANALISIS DATA

Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif, dan statistik inferensial.

 

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau  menggambarkan data yang telah terkumpul tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

Yang termasuk dalam statistik deskriptif antara lain penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram , perhitungan modus, median, mean, perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, perhitungan presentase.

 

Statistik inferensial (statistik induktif atau statistik probabilitas)adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik inferensi meliputi statistik parametris dan statistik nonparametris.

 

Penggunaan statistik parametris dan nonparametris tergantung pada asumsi dan jenis data yang akan dianalisis. Statistik parametris memerlukan terpenuhi banyak asumsi yaitu data yang dianalisis harus berdistribusi normal, salah satu test mengharuskan data homogen, dalam regresi harus terpenuhi asumsi linieritas.

 

Statistik nonparametris tidak menuntut terpenuhi banyak asumsi, oleh karena itu statistik nonparametris disebut juga distribusi free (bebas distribusi)

Powered by WordPress