Kategori
Uncategorized

PEMELIHARAAN ARSIP DINAMIS INAKTIF

Artikel sebelumnya membahas tentang pemeliharaan arsip dinamis aktif. Kali ini akan membahas tentang “Pemeliharaan Arsip Dinamis Inaktif”.
Berdasarkan Perka ANRI No. 9 Tahun 2018 tentang Pemeliharaan Arsip Dinamis.
Ruang lingkup Pemeliharaan Arsip Dinamis meliputi:
a. pemeliharaan Arsip aktif
b. pemeliharaan Arsip Inaktif; dan
c. Alih Media Arsip.

Arsip Inaktif adalah Arsip yang frekuensi penggunaannya telah menurun.
Pemeliharaan Arsip Inaktif menjadi tanggung jawab pimpinan unit keArsipan. Pemeliharaan Arsip Inaktif harus menggunakan prasarana dan sarana keArsipan sesuai dengan standar.
Pemeliharaan Arsip Inaktif dilakukan melalui kegiatan penataan dan penyimpanan Arsip Inaktif.
Arsip Inaktif berasal dari unit pengolah yang telah melewati retensi aktif dan memasuki retensi inaktif berdasarkan JRA.
Penataan dan penyimpanan Arsip Inaktif dilakukan berdasarkan prinsip asal-usul (principle of provenance) dan prinsip aturan asli (principle of original order). Penataan dan penyimpanan Arsip Inaktif dilakukan untuk menjaga Arsip dapat melekat pada konteks Penciptaannya, tetap terkelola dalam satu Pencipta Arsip (provenance), dan tidak dicampur dengan Arsip yang berasal dari Pencipta Arsip lain.
Penataan Arsip Inaktif dilaksanakan melalui kegiatan:
a. pengaturan fisik Arsip;
b. pengolahan informasi Arsip; dan
c. penyusunan daftar Arsip Inaktif.
Dalam melaksanakan pemeliharaan Arsip Inaktif Unit keArsipan harus menyediakan ruang atau gedung sentral Arsip Inaktif (record center).
Penyimpanan Arsip Inaktif dilakukan terhadap Arsip yang sudah didaftar dalam daftar Arsip Inaktif. Penyimpanan Arsip Inaktif dilaksanakan untuk menjamin keamanan fisik dan informasi Arsip selama jangka waktu penyimpanan Arsip berdasarkan Jadwal Retensi Arsip.

Dalam hal Arsip Inaktif yang disimpan unit keArsipan:
a. telah melewati retensi Arsip Inaktif dan berketerangan permanen berdasarkan Jadwal Retensi Arsip, unit kearsipan pada tiap Pencipta Arsip harus melaksanakan penyerahan Arsip kepada lembaga kearsipan; dan
b. telah melewati retensi Arsip Inaktif dan berketerangan musnah berdasarkan Jadwal Retensi Arsip, unit kearsipan pada tiap Pencipta Arsip dapat melaksanakan pemusnahan Arsip berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    • PEMELIHARAAN ARSIP INAKTIF
      Pemeliharaan arsip inaktif meliputi kegiatan:
      a. penataan arsip inaktif;dan
      b. penyimpanan arsip inaktif
      A. PENATAAN ARSIP INAKTIF
      Penataan arsip inaktif pada unit kearsipan dilaksanakan melalui prosedur:
      a. pengaturan fisik arsip,
      1) Kegiatan pengaturan fisik arsip inaktif pada unit kearsipan diawali kegiatan pemeriksaan dan verifikasi arsip yang dipindahkan untuk memastikan kelengkapan arsip, kesesuaian fisik arsip dengan daftar arsip serta penyusunan daftar arsip inaktif;
      1) Pengaturan fisik arsip dilakukan dengan kegiatan:                 a. penataan arsip dalam boks;
      • penataan arsip dikelompokkan berdasarkan media simpan dan
      sarana penyimpanannya; dan
      • menempatkan arsip pada boks dengan tetap mempertahankan penataan arsip ketika masih aktif (aturan asli) dan asal usul, serta menempatkan lembar tunjuk silang apabila diperlukan.
      • Tunjuk silang diperlukan apabila terdapat informasi arsip yang saling berhubungan antara satu unit kerja dengan unit kerja lainya dan/atau arsip direkam pada media yang berbeda.
      b. penomoran boks dan pelabelan;
      • Membuat label boks dengan mencantumkan lokasi simpan, nomor
      boks dan nomor folder secara konsisten.
      • Pemberian nomor boks dilakukan sesuai urutan nomor.
      Contoh penomoran boks :
      A.01.01 (ruang A, rak 1, boks nomor 1)
      A.01.02 (ruang A, rak 1, boks nomor 2)
      A.01.03 (ruang A, rak 1, boks nomor 3)
      c. pengaturan penempatan boks pada tempat penyimpanan.
      Pengaturan penempatan boks arsip pada tempat penyimpanan sesuai dengan prinsip asal usul diatur sebagai berikut:
      • setingkat unit kerja eselon I pada lembaga negara;
      • setingkat Perangkat Daerah
  • b.pengolahan informasi arsip
    1) Pengolahan informasi arsip menghasilkan daftar informasi tematik yang paling sedikit memuat judul, pencipta arsip, uraian hasil pengolahan dan kurun waktu.
    2) Pengolahan informasi arsip dilakukan untuk menyediakan bahan layanan informasi publik
    dan kepentingan internal lembaga, dengan cara mengidentifikasi dan menghubungkan keterkaitan arsip dalam satu keutuhan informasi berdasarkan arsip yang dikelola di unit
    kearsipan.
  • c. penyusunan daftar arsip inaktif
    1) Unit Kearsipan membuat daftar arsip inaktif berdasarkan daftar arsip yang
    dipindahkan dari unit pengolah.
    2) Unit kearsipan mengolah daftar arsip inaktif dengan menambahkan
    informasi nomor definitif folder dan boks yang diurutkan sesuai dengan database daftar arsip inaktif masing- masing provenance pencipta arsip.
    3) Pembaharuan Daftar Arsip Inaktif dilakukan setiap terjadi pemindahan, pemusnahan, dan penyerahan arsip paling sedikit Satu tahun sekali.
    4) . Penyusunan daftar arsip inaktif memuat informasi tentang:
    • pencipta arsip;
    • unit pengolah;
    • nomor arsip;
    • kode klasifikasi;
    • uraian informasi arsip/berkas;
    • kurun waktu;
    • jumlah; dan
    • tingkat perkembangan
    • keterangan (media arsip, kondisi, dll)
    • nomor definitif folder dan boks
    • lokasi simpan (ruangan dan nomor rak)
    • jangka simpan dan nasib akhir
    • kategori arsip.

Kata kunci : arsip inaktif, penataan
Perka ANRI No. 9 Tahun 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *