BAB 2
Pendekatan Manajemen dari Sistem E-Government

Rangkuman buku “Impelementing and Managing E-Government ”  oleh Richard Heeks

 

Secara umum, bab 2 ini menjelaskan tentang pendekatan manajamen yang ada di system e-government. Pendekatan tersebut antara lain:

1.Pendekatan sentralisasi

Pendekatan sentralisasi adalah pendekatan dimana yang mengambil keputusan adalah tingkat yang paling tinggi (pusat). Tingkat yang aling tinggi ini (pusat) bertanggun jawab untuk menetapkan standar, mengatur kontrak dan memberikan persetujuan awal atas semua permintaan pembelian TI. Dalam pendekatan terpusat ini, pelatihan  direncanakan dan diprioritaskan agar sesuai dengan rencana e-government. Manfaat yang diperoleh dari pendekatan ini adalah pencapaian skala ekonomi dimana lebih efesien dalam pembelian barang dalam jumlah banyak, menghindari duplikasi item data sehingga dapat meningkatkan kualitas data, dan berbagi sumber daya sehingga semua staff dalam sebuah organisasi dapat mengaksesnya.

2.Pendekatan desentralisasi

Pendekatan ini adalah kebalikan dari pendekatan sentralisasi, dimana yang mengambil keputusan adalah tingkat yang paling rendah daripada yang senior. Dengan pendekatan ini, system e-government sepenuhnya dikembangkan oleh kelompok kerja organisasi. Organisasi dapat memilih teknologi apa saja yang paling sesuai dengan kebutuhan khusus mereka. Kelemahan dari pendekatan ini adalah memerlukan biaya yang cukup besar dan cakupannya yang rendah (tidak luas).

3.Pendekatan Hybrid

Pendekatan ini adalah pendekatan dimana yang mengambil keputusan adalah tingkat yang lebih tinggi dan tingkat bawah, baik secara terpisah maupun terpadu. Pendekatan Hybrid ini adalah paduan atara pendekatan sentralisasi dengan desantralisasi. Untuk memadukan pendekatan tersebut maka dilakukan dua cara. Pertama: menggambarkan pendekatan sentralisasi dan desentralisasi menjadi terpadu. Kedua, mencoba untuk menetapkan beberapa garis yang akan memisahkan keduanya, sehingga memungkin keduanya dapat diakomodasi.

« »