Rizky Lab.

Interpretasi Citra

A. Warna Komposit
  • Identifikasi obyek pada citra yang disajikan dengan satu band (saluran): grayscale atau hitam putih umumnya lebih sulit jika dibandingkan dengan identifikasi pada citra berwarna.
  • Citra warna dihasilkan dari kombinasi multi-band
  • Warna komposit dihasilkan dari warna kombinasi warna aditif (RGB) dan warna subtraktif (CMY)
  • Komputer menggunakan prinsip display RGB (RGB guns), dimana semua warna yang ada dihasilkan dari kombinasi band dengan berbagai intensitas. Jika masing-masing saluran mempunyai variasi sebesar 8 bit (28), maka jumlah kombinasi RGBnya akan menghasilkan (28 x 28 x 28) = 224 = 16.777.216 variasi warna.
  • Contoh: Landsat TM3, 3-2-1 (natural color), 4-3-2 (false color), 5-4-3 (standar Dephut), 7-5-4 dan sebagainya.
B. Elemen Penafsiran Citra
  1. Tone dan warna
    • Tone (derajat keabu-abuan / grayscale)
    • Warna merupakan hasil reflektansi, transmisi atau radiasi panjang gelombang yang dihasilkan dari obyek yang bersangkutan
  2. Bentuk
    • Bentuk sebuah objek mengacu pada bentuk bagian luar (eksternal), struktur, konfigurasi, atau garis besar dari individu obyek.
    • Bentuk-bentuk umum yang digunakan adalah variasi bentuk polygon atau garis, seperti segi empat panjang, segitiga, lingkaran, garis lurus, garis lengkung dan sebagainya.
    • Contoh: punggung bukit, sungai dan tepian hutan
  3. Ukuran
    • Ukuran suatu obyek atau yang tampak dalam citra atau foto sangat bergantung pada skala, resolusi dan ukuran obyek yang sebenarnya di alam.
    • Perlu pemahaman dan pengetahuan mengenai ukuran absolut dan relative suatu obyek yang direkam.
    • Contoh: pabrik lebih besar dari pada rumah-rumah penduduk, lebar jalan umum lebih besar dari jalan biasa, lebar sungai utama lebih besar dari pada saluran irigasi
  4. Pola
    • Mengacu pada tata letak obyek dalam suatu ruang
    • Pola merupakan susunan spasial suatu obyek dalam suatu bntuk yang khas dan berulang
    • Contoh: lokasi perumahan, area perkebunan
  5. Tekstur
    • Terbentuk dari variasi dan susunan tone dan warna yang ditampilkan oleh suatu obyek dan sekumpulan obyek pada citra.
    • Tekstur halus dihasilkan oleh permukaan yang relatif halus seperti lading, aspal atau padang rumput.
    • Tekstur kasar dihasilkan oleh target dengan permukaan kasar dan struktur yang tidak teratur, seperti tajuk pohon, hutan belukar.
  6. Bayangan
    • Memberikan imajinasi tentang profil atau bentuk serta tinggi relative dari suatu objek
    • Contoh: bayangan bangunan tinggi, bayangan awan.
  7. Lokasi
    • Lokasi relatif suatu obyek terhadap obyek lainnya.
    • Contoh: lokasi hulu sungai, lokasi muara sungai
  8. Asosiasi
    • Mempertimbangkan hubungan keberadaan antara obyek yang satu dengan yang lainnya
    • Contoh: keberadaan bangunan stasiun sangat erat dengan keberadaan rel

Sumber:

INS Jaya. 2010. Analisis Citra Digital, Persperktif Penginderaan Jauh untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. Fakultas Kehutanan. IPB

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top