Follow @ridrandy

Tulisan sebagai Perpanjangan Kehadiran, Keberadaan, Kekuasaan

 

But thy eternal summer shall not fade
Nor lose possession of that fair thou owest;
Nor shall Death brag thou wander’st in his shade,
When in eternal lines to time thou growest

Kutipan di atas diambil dari sonet 18 karya William Shakespeare yang membandingkan keindahan musim panas yang cepat berlalu dengan keindahan yang tak lekang oleh waktu yang hanya terdapat di dalam baris-baris puisinya, atau dengan kata lain di dalam teks. Mudah-mudahan tidak berlebihan jika saya mengutip puisi dari abad ke-18 tersebut untuk mengawali tulisan ini untuk kemudian  mengaitkannya dengan hubungan antara kelisanan dan tulisan dengan alasan bahwa puisi ini menyiratkan tulisan (dirinya sendiri) sebagai pengukuh gagasan, ujaran, dan pengalaman. Peristiwa lisan, yang jika di dalam puisi ini dapat dikaitkan dengan keindahan alam, bersifat temporal. Musim panas hanya dapat dinikmati satu kali dalam setahun, namun tulisan dapat menghadirkan musim panas sepanjang tahun. Keindahan alam, yang tergantung pada fenomena cuaca atau faktor alam lainnya, sampai batas tertentu, mirip dengan peristiwa lisan yang tergantung pada kehadiran sumber suaranya (manusia) dan udara sebagai pengahantarnya. Peristiwa lisan tentu saja tidak dapat terjadi di dalam ruang hampa udara. Sementara tulisan, yang sepertinya masih selalu membuat orang takjub, mempunyai kekuatan “gaib” yang dapat bersuara tanpa  kehadiran sumbernya.

Berbicara tentang kekuatan gaib, kitab suci, misalnya, dapat dianggap sebagai perpanjangan keberadaan Tuhan di dunia. Hal yang menarik dari kitab suci adalah bahwa kekuatan tersebut dipercayai bukan hanya terdapat dalam makna tulisannya, namun pada tubuh tulisannya sendiri sehingga ada aturan dan larangan tertentu yang mengatur tubuh kita dalam berinteraksi dengannya. Misalnya Al Quran tidak boleh dilangkahi, tidak boleh disimpan di sembarang tempat, atau tidak boleh ternodai karena jika dilakukan kelak akan mendatangkan bencana kepada yang melakukannya. Belum lagi, potongan ayat Al-Quran yang ditulis pada secarik kertas lalu ditempelkan di depan pintu rumah atau sekedar disimpan di dalam dompet juga dipercayai mempunyai kekuatan gaib yang entah dapat melindungi atau mendatangkan nasib baik.

 

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>