PENGARUH ANGIN MONSUN TERHADAP CURAH HUJAN DI INDONESIA

 

Sebelum membahas perihal pengaruh angin monsun terhadap curah hujan,  alangkah baiknya jika kita mulai pembahasan ini dengan dua pertanyaan, apa itu angin monsun dan apa itu curah hujan?

Angin monsun adalah angin yang berhembus sepanjang tahun secara periodik (minimal 3 bulan) dan diantara periodik yang lain polanya akan berlawanan. Terdapat 3 jenis angin monsun yang terjadi di Indonesia, yaitu angin monsun barat, angin monsun timur, dan angin monsun peralihan. Sedangkan pengertian dari curah hujan adalah jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama periode tertentu.

Lalu, adakah hubungan antara angin monsun dengan curah hujan?

Curah hujan di suatu daerah ditentukan oleh banyaknya massa uap air yang berada pada daerah tersebut, dimana uap air-uap air ini lah yang akan mengalami kondensasi dan menjadi air hujan.  Namun perlu kita ketahui bahwa penguapan air terbesar terjadi di daerah lautan, pertanyaanya, apa yang membawa uap air dari laut menuju ke darat? Itulah angin, dan karena alasan inilah angin dikatakan sebagai pemegang peranan penting dalam menentukan curah hujan di suatu daerah di permukaan bumi.

Pertanyaannya sekarang, bagaimanakah pengaruh angin muson terhadap curah hujan di indonesia?

Terdapat dua jenis angin monsun yang berhembus melewati dataran Indonesia, yaitu angin muson barat dan angin muson timur.

Angin muson barat terjadi sekitar bulan Desember – Februari.  Angin monsun barat ini terjadi ketika letak matahari berada di bagian selatan bumi (Australia) yang menyebabkan daerah selatan bersuhu lebih tinggi (bertekanan rendah). Sedangkan di bagian utara bumi (Asia) bersuhu lebih rendah (bertekanan lebih tinggi). Dengan sifat angin yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju yang bertekanan rendah, maka angin pun akan berhembus dari Asia menuju Australia. Sehingga pada periode ini, sebagian besar wilayah Indonesia akan memiliki curah hujan yang tinggi karena angin ini berhembus dengan membawa banyak massa uap air ketika melalui lautan luas dari arah Timur Laut dari Pasifik menuju  ke Selatan – Tenggara.

Kemudian Maret – Mei merupakan bulan dimana terjadinya angin peralihan I. Posisi matahari beralih ke utara. Pola pemanasan berubah. Sehingga periode ini merupakan peralihan antara musim hujan menuju musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia dimana curah hujan berkurang dibandingkan pada bualan Desember-Februari.

Pada bulan Juni-Agustus inilah periode terjadinya angin monsun timur. Posisi matahari berada di belahan utara bumi. Sehingga di belahan utara (Asia) bersuhu tinggi (bertekanan rendah), sedangkan di belahan selatan (Australia) bersuhu rendah (bertekanan tinggi). Maka angin akan bertiup dari belahan selatan ke utara. Angin bertiup dari arah Tenggara melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan yang sempit, menuju Utara – Timur Laut dan menyebabkan curah hujan sedikit di sebagian besar wilayah Indonesia (musim kemarau). Namun angin membawa udara dingin dari arah Selatan yang sedang musim dingin, sehingga cenderung saat kemarau relatif lebih sejuk.

Setelah itu pada bulan September-November terjadi angin peralihan II. Dimana posisi matahari mulai beralih kembali ke selatan. Sehingga pada periode ini merupakan peralihan antara musim kemarau menuju musim hujan. Sehingga curah hujan di Indonesia pada periode ini meningkat dibandingkan pada bulan Juni-Agustus.

Demikianlah mekanisme terjadinya musim hujan dan musim kemarau di Indonesia, dimana pergantian musim tersebut disebabkan terjadinya perubahan curah hujan yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun.

Gambar 1. Angin Monsun Barat dan Angin Monsun Timur 

___________________________________________________________________

Daftar Acuan

Admin Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional – LAPAN. Monsun. Diambil dari http://moklim.dirgantara-lapan.or.id/content/monsun. Diakses pada 31 Oktober 2012 09.00

Admin. Angin Monsun Asia-Australia. Diambil dari http://www.dfat.gov.au/aii/publications/bab02/untuk.html. Diakses pada 31 Oktober 2012 09.00

 ___________________________________________________________________

More about Monsoon, just open the link below

 

8 Comments

  1. fatimahmaulida Reply

    Kalau ciri-ciri dari angin monsun peralihan apa yah?

    • Anisah Qori Afifah Reply

      ciri2nya udara terasa panas, arah angin tidak teratur, terus sering terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat dan lebat, begitu meh..

  2. arnudin Reply

    qori mau nanya.

    Mengapa ada perbedaan curah hujan pada setiap daerah di indonesia padahal sama-sama mengalami siklus musim yang sama ?

    ARNUDIN (44)

    • Anisah Qori Afifah Reply

      Soalnya pengaruh lokal lebih kompleks daripada pengaruh . global din. Banyak faktor-faktor lokal yang mempengaruhi dan disetiap daerah berbeda, seperti sudut datang sinar matahari, ketinggian tempat, kejernihan atmosfer, jarak kelaut, suhu dan tekanan udara, juga angin lokal

  3. muhamadharizakurniawan Reply

    Jika pengaruh angin monsun terhadap curah hujan dianggap konstan, variabel apakah yang mempengaruhi curah hujan di indonesia? jelaskan!!!

    silahkan kunjungi blogs.unpad.ac.id/hariza/ atau theyoungestfairy@blogspot.com

    http://theyoungestfairy@blogspot.com

  4. Awal Reply

    Halo Anisah, saya ingin bertanya. Apakah angin muson ini berpengaruh kepada besar/ kecilnya butiran air saat hujan turun? terima kasih xo

    http://awalaaulia.blogspot.com

  5. amirohhusnau Reply

    apakah periode waktu angin monsun bisa berubah?

  6. dessy Reply

    nice! :D

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create