***Sebuah pagi dan seorang lelaki mati***

 

Aku adalah kematian

Sepanjang malam aku begitu lelah memilih

Siapa yang dengan rela memberikan nafasnya untuk ku pinta bersama cahaya

Dan ku bawa ke angkasa

Jika rambut putihku bertambah setiap hari

Maka berkuranglah satu kehidupan

Karena roh manusia yang aku bawa

Akan menempel di ubanku

 

 

Pak tua,

Mimpiku pecah…

Aku sudah mati bahkan sebelum Tuhan menciptakan kematian itu sendiri

 

 

Datanglah lagi besok,

Temani aku

Dan kita bercakap tentang mimpimu yang pecah itu

 

 

Konon,

Pernah ada yang melihat kakek itu

Jika siang menjelma menjadi burung gagak yang hinggap di atap-atap rumah

Dimana malamnya

Atap itu akan berubah menjadi ruahan lolongan kesedihan roh

Yang berpisah bagi penghuninya

Namun tidak ada seorang pun yang pernah bisa benar-benar membuktikan cerita itu

Bagaimana jika pada suatu malam

Dalam diam yang selalu mengendap

Aku mendatangimu

Dan meminta satu persatu nafasmu

 

Jika yang kamu minta adalah kematianku

Sebenarnya aku sudah tidak punya sejak lama

Sejak kekasihku pergi disuatu senja yang buta

Aku merasa kematian sudah masuk perlahan

Melalui pori dan lubang hidungku

Disetiap detik aku mengingatnya

Maafkan,

Aku tidak punya lagi kematian yang bisa kamu ambil

Tetapi kamu boleh mengambil roh ku kapan saja

Kalau perlu,

Nanti malam sekalipun

 

Tunggu aku tengah malam nanti

Aku akan datang

Dan kamu akan melepas semua kesedihan dan roh mu…

 

Kekasihku,

Kematian harus dirayakan

Tertawalah…

Seperti ketika hari kelahiranku disambut dengan sukacita

Bunyikan musik penuh keriaan

Dan menari lah dalam dentam riang

Karena roh ku akan kembali pulang

Kesedihan dan air mata

Tidak akan menjadi apa-apa

Bakarlah aku nanti

Tebarkan abu ku ke angkasa

Jika kamu rindu,

Pandangi saja bintang-bintang itu

 

 

Mengapa semuanya berbohong?

Bahkan pencabut roh pun membohongiku

Apakah roh ku benar-benar di kutuk sunyi?

 

 

Hmmm…

Mungkin besok dia akan datang

Aku akan menunggunya besok lagi

 

Kematian harus disambut sukacita bukan?

 

Mungkin,

Ini yang disebut terlahir kembali dalam kematian..