ABRAKADABRA (Abon Jerami Nangka Dahsyat Berasa) Pemanfaatan Jerami Nangka Sebagai Bahan Baku Dalam Pembuatan Abon

Abon merupakan makanan yang lazimnya terbuat dari serat daging. Baik itu daging sapi, ayam , ikan, dll. Abon jenis ini (olahan daging) memiliki rasa manis, gurih, dan nikmat tentunya. Hal ini menjadikan abon mudah diterima di lidah masyarakat Indonesia.

Abon yang beredar di masyarakat kebanyakan adalah abon yang terbuat dari daging. Namun, sekarang ada inovasi baru mengenai pembuatan abon. Inovasi baru yang dimaksud adalah pembuatan abon dengan memanfaatkan jerami nangka sebagai bahan baku. 5 Mahasiswa Universitas Padjadjaran Program Studi Sastra Arab menemukan dan memulai usaha baru membuat abon dari jerami nangka. Mereka adalah Pidi Apriyadi, Muhamad Iqbal, Lisna Afriyanti, Rina Nurul Shobariah dan Rifa Rafkahanun. Semuanya itu tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM – K) yang lolos tahap pendanaan dikti 2018. Usaha ini diberi nama “ABRAKADABRA (Abon Jerami Nangka Dahsyat Berasa)”

Pembuatan abon dengan memanfaatkan jerami nangka didasarkan beberapa faktor. Pertama, jerami nangka merupakan bagian dari nangka yang sering dibuang atau paling tidak dijadikan pakan ternak. Hal ini sangat disayangkan, padahal jerami nangka dapat lebih diberdayagunakan. Kedua, untuk menekan faktor produksi daging (sapi, ayam, ikan) maka jerami nangka ini menjadi pilihan dalam pembuatan abon. Ketiga, ABRAKADABRA ini menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin menikmati abon dari olahan non daging. Maka, berangkat dari faktor itulah ABRAKADABRA ini berdiri.

Pemilihan jerami nangka sebagai bahan baku, bukan tanpa alasan yang jelas. Selain bahan bakunya sederhana, yang paling penting jerami nangka ini memiliki kandungan gizi. Berikut kandungan gizi dari jerami nangka berdasarkan informasi  yang kami dapat : Air 76,24 %, Abu 0,53 %, Protein 1,30%, Lemak 0,60%, Karbohidrat 15,87%.

ABRAKADABRA ini dapat dinikmati oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua. Kemudian, berdasarkan pengakuan konsumen penderita maag ABRAKADABRA ini baik dikonsumsi karena tidak ada efek samping yang dirasakan, namun sebagai preventif tetap harus dalam konsumsi sewajarnya. Dengan demikian, usaha ini diharapkan menjadi alternatif teman makan maupun cemilan bagi masyarakat Indonesia.

Sumber Referensi  : 

About pidiapriyadi

Mahasiswa S1 Sastra Arab Unpad 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.