الدبلوماسي ودوره في نشر اللغة العربية

IMG_20150824_151201

السياسة: بكسر السين مص ساس يسوس الدواب: راضها وعني بها

رعاية شئون الامة بالداخل والخارج وفق الشريعة الاسلامية. اذا السياسية هي رعاية شؤون الأمة داخلياً وخارجياً ، وتكون من قبل الدولة والأمة، فالدولة هي التي تباشر هذه الرعاية عملياً ، والأمة هي التي تحاسب بها الدولة

السياسة الخارجية هي رعاية شؤون الأمة خارجياً من قبل الدولة فهي علاقتها بغيرها من الدول والشعوب والأمم ، ونشر المبدأ إلى العالم.

Islam dan Demokrasi

Islam adalah sebuah sistem ajaran yang diturunkan Allah SWT. untuk mengatur kehidupan manusia, baik individu maupun sosial. Dalam masalah individu, Islam memberikan tuntunan yang sangat jelas tentang aspek keimanan (aqidah), ibadah, makanan, minuman, pakaian, dan akhlak. Adapun dalam kaitannya dengan hubungan interaksi manusia lain, Islam memberikan aturan muamalah, ekonomi, sosial, politik, pemerintahan, perang, dll; termasuk tentang bagaimana cara pengambilan keputusan. Agar tercipta kehidupan serasi dan harmoni, Islam menganjurkan pemimpin (Kepala negara dan aparaturnya) bermusyawarah sebelum mengambil keputusan. Islam mengajarkan untuk memperhatikan dan menghormati pendapat orang lain. Rasulullah SAW. berdasarkan hadits riwayat Imam Turmudzi dari Abu Hurairah adalah seorang pribadi yang gemar bermusyawarah. Abu Hurairah menyatakan:
ما رأيـت احـدا اكـثر مـشاورة مـن رسـول الله صـلى الله عليه و سـلم لاصـحابـه
“Aku tidak melihat seorangpun yang begitu sering bermusyawarah melebihi Rasulullah SAW. terhadap para sahabatnya” (HR. Turmudzi)

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Al Hasan ra. dinyatakan:
ما تـشاور قـوم قـط الا هـدوا لأرشـد امـرهـم
“Tidaklah bermusyawarah suatu kaum, melainkan mereka akan mendapatkan petunjuk yang tepat bagi urusan mereka”

Sedangkan dua firman Allah SWT. dalam Al-Qur’an menunjukkan bahwa syura atau musyawarah merupakan ciri khas kaum muslimin. Allah SWT. berfirman:

Continue reading Islam dan Demokrasi

ISLAM DAN KEMASYARAKATAN

Lazimnya sebuah masyarakat, di dalamnya pasti hidup secara bersama-sama bermacam kelompok masyarakat berbeda gender, usia, bangsa, suku bangsa, organisasi, aliran politik, dan agama. Di samping adanya kemajemukan itu, tentu saja masyarakat terdapat sistem yang mengatur interaksi antaranggota masyarakat, antarmasyarakat dengan penguasanya/pemerintah, antarmasyarakat suatu negeri dengan negeri lainnya. Pada aspek lain masyarakat memiliki corak/warna khas, seperti masyarakat berdasarkan kapitalisme dengan individualisme, sekularisme, liberalisme berbeda dengan masyarakat sosialis-komunis dan juga Islam. Kenyataan itu merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan, sehingga pluralitas masyarakat adalah bagian dari eksistensi kehidupan masyarakat itu sendiri, bahkan bagian dari penciptaan manusia.

Continue reading ISLAM DAN KEMASYARAKATAN

Renungan Hadits Rasul SAW

وَفِي الْبَيْهَقِيّ وَغَيْرِهِ وروى ابن ماجه، والبزار، – عن ابن عمر رضي الله عنهما، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: { يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خِصَالٌ خَمْسٌ ، إنْ اُبْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَنَزَلَتْ بِكُمْ أَعُوذُ بِاَللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ :
1. لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إلَّا فَشَتْ فِيهِمْ الْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أَسْلَافِهِمْ ،
2. وَلَمْ يُنْقِصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ ،
3. وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إلَّا مُنِعُوا لْمَطَرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا ،
4.وَلَا نَقَضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إلَّا سُلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوٌّ مِنْ غَيْرِهِمْ فَيَأْخُذُ بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ
5. وَمَا لَمْ يَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ إلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ } .
H.R.Baihaqie, IbnuMajah, dan Al-Bazzar, dariIbnu Umar RA, bahwasanyaRasul Allah SAW bersabda: Wahai orang-orang Muhajirin, lima perkara jika kamu ditimpa dengan perkara-perkara itu, aku berlindung kepada Allah dari penderitaannya:
1. Tidaklah berkembang zina dlm suatu kaum, niscaya akan berjangkit penyakit yg belum pernah diderita oleh kaum sebelumnya (AIDS, HIV…)
2. Mereka kurangi takaran-timbang (kesenjangan ekonomi; indeks gini semakin besar), niscaya ditimpa kemarau panjang (kurang merata makanan-kemiskinanstruktural) dan kezaliman para penguasa.
3. Ditahannya zakat harta, niscaya ditahan pula hujan (keberkahan dari langit). Kalau bukan karena binatang ternak … tidak akan turun hujan.
4. Mereka merusak perjanjian dgn Allah dan rasul-Nya, niscaya mereka dijajah oleh musuh-musuh mereka; musuh-musuh pun mengambil berbagai karunia Allah yg dititipkan pada mereka (SDA, emas, minyak, gas, dan lain-lain;..)
5. Ketika para pembesar tidak lagi memutuskan hukum (mengatur Negara dgn hukum Allah) , niscaya mereka saling bermusuhan.
Silahkan buka buku fiqus Sunnah dan Fatawa Al-Azhar.

Sekilas Info Metode Penetapan Idul Adha

( سنن أبي داود )
2338 حدثنا محمد بن عبد الرحيم أبو يحيى البزاز حدثنا سعيد بن سليمان حدثنا عباد عن أبي مالك الأشجعي حدثنا حسين بن الحارث الجدلي من جديلة قيس أَنَّ أَمِيرَ مَكَّةَ خَطَبَ ثُمَّ قَالَ عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ أَنْ نَنْسُكَ لِلرُّؤْيَةِ فَإِنْ لَمْ نَرَهُ وَشَهِدَ شَاهِدَا عَدْلٍ نَسَكْنَا بِشَهَادَتِهِمَا فسألت الحسين بن الحارث من أمير مكة قال لا أدري ثم لقيني بعد فقال هو الحارث بن حاطب أخو محمد بن حاطب ثم قال الأمير إن فيكم من هو أعلم بالله ورسوله مني وشهد هذا من رسول الله صلى الله عليه وسلم وأومأ بيده إلى رجل قال الحسين فقلت لشيخ إلى جنبي من هذا الذي أومأ إليه الأمير قال هذا عبد الله بن عمر وصدق كان أعلم بالله منه فقال بذلك أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم .
تحقيق الألباني :
صحيح
Dalilnya adalah hadits dari Husain bin Al-Harits Al-Jadali RA, dia berkata :
“Amir (penguasa) Makkah berkhutbah kemudian dia berkata,”Rasulullah telah berpesan kepada kita agar kita menjalankan manasik haji berdasarkan rukyat. Lalu jika kita tidak melihat hilal, dan ada dua orang saksi yang adil yang menyaksikannya, maka kita akan menjalankan manasik haji berdasarkan kesaksian keduanya.” (HR Abu Dawud, hadits no 2339. Imam Daruquthni berkata,”Hadits ini isnadnya muttashil dan shahih.” Lihat Sunan Ad-Daruquthni, 2/267. Syaikh Nashiruddin Al-Albani berkata,”Hadits ini shahih.” Lihat Nashiruddin Al-Albani, Shahih Sunan Abu Dawud, 2/54).
Jadi berdasarkan hadits ini penetapan Idul Adha ditentukan dengan ru’yat hilal yang dilakukan oleh penduduk Mekkah. Seluruh wilayah kaum muslimin di berbagai belahan dunia hendaklah mengikuti pesan Rasulullah kepada gubernur Mekkah ini, sehingga tidak terjadi perbedaan dalam Idul Adha.