Asal Nama Kawasan dan Negara di Asia Tenggara

Pada saat orang-orang Eropa sampai ke kawasan Asia Tenggara pada awalnya, mereka menyebut kawasan tersebut dengan berbagai nama.
Nama yang pertama adalah “Timur Jauh”. Sebutan “Timur Jauh” ini muncul ketika orang-orang Eropa untuk sampai ke kawasan ini haruslah berjalan kearah timur. Perjalanan kearah timur tersebut pertama-tama didorong oleh motif ekonomi untuk berdagang, terutama berdagang sutera. Oleh karena itu jalur perdagangan tersebut kemudian disebut “Jalur Sutera”. Sebetulnya jalur sutera ini adalah jalur perdagangan darat dari Laut Tengah hingga ke Samudra Pasifik. Di daerah dekat Samudra Pasifik tersebut berdiri kerajaan yang memperjualbelikan komoditi kain Sutera. Kerajaan itu bernama Kin Tan atau mereka menyebutnya dengan nama Cathay. Lama kelamaan semua daerah atau wilayah yang ada disekitar kerajaan itu mereka sebut dengan kawasan “Timur Jauh”. Kawasan yang disebut “Timur Jauh” pada awalnya hanya meliputi kawasan disekitar Cina atau yang berbudaya Confusianis, akan tetapi lama kelamaan kawasan Asia Tenggara juga mereka golongkan dalam Kawasan “Timur Jauh” karena secara geografis terletak jauh disebelah timur Kawasan Eropa. Sebutan Timur Jauh mereka berikan bukan hanya karena adanya letak geografis, tetapi juga untuk membedakan dengan kawasan “Timur Dekat” yaitu sebutan orang-orang Eropa pada suatu kawasan yang berbudaya Timur Tengah dan letaknya di sebelah timur Eropa tetapi letaknya lebih dekat secara geografis ke Eropa dibandingkan dengan Kawasan Timur Jauh.
Nama yang kedua adalah “Hindia Belakang”. Sebutan Hindia Belakang ini muncul karena orang-orang Eropa yang sampai ke kawasan ini selalu harus melewati daerah yang mereka sebut dengan India hingga sekarang. Jadi jika orang-orang Eropa harus berjalan dari Eropa kearah timur, maka mereka akan bertemu dengan wilayah yang mereka sebut India sampai sekarang dan jika mereka berjalan lagi meneruskan perjalanan ke arah timur, maka mereka baru akan menemukan kawasan yang kemudian pada masa sekarang disebut dengan Asia Tenggara.
Oleh karena orang-orang Eropa itu harus selalu melewati wilayah India dulu untuk sampai ke Asia Tenggara, maka mereka menyebut wilayah India menjadi “Hindia Depan” dan mereka menyebut kawasan Asia Tenggara menjadi “Hindia Belakang”. Kawasan ini mereka sebut Hindia karena mereka menggolongkan budaya yang ada di Asia Tenggara sebagai budaya yang sama dengan budaya India, hanya saja secara geografis letak kawasan ini dibelakang India jika dilihat dari Kawasan Eropa.
Melihat nama Hindia pun kita tidak boleh terkecoh, karena ternyata terdapat nama sebutan “Hindia Timur” dan “Hindia Barat”. Yang dimaksud orang-orang Eropa dengan “Hindia Timur” adalah Hindia yang letaknya secara geografis disebelah timur Kawasan Eropa (yang dimaksud adalah benua Asia). Sedangkan “Hindia Barat” adalah Hindia yang letaknya secara geografis disebelah barat Kawasan Eropa (yang dimaksud adalah Benua Amerika). Sebutan “Hindia Barat” pertama kali muncul sejak pendaratan expedisi Columbus di Kepulauan Karibia dan Benua Amerika. Columbus dan anggota expedisinya mengira telah sampai ke India dengan berlayar kearah barat menyeberangi Samudra Pasifik. Oleh karena itu mereka pun menyebut penduduk asli atau pribuminya dengan nama Indian.
Sedangkan nama atau sebutan Asia Tenggara, pertama kali muncul pada saat meletusnya Perang Asia Pasifik atau Perang Asia Timur Raya tahun 1941. Saat meletusnya perang tersebut, para pemerintah kolonial di Asia Tenggara membentuk suatu kesatuan perang untuk mempertahankan kawasan itu dari ancaman serangan Jepang. Pertahanan bersama itu diberi nama Komando Asia Tenggara (Southeast Asia Command) yang didalamnya terdiri dari Negara-negara yang memiliki daerah koloni di Kawasan itu yaitu Inggris, Perancis, Belanda dan Amerika Serikat. Ide pembentukan kesatuan komando itu sebetulnya muncul pertama kali dari Perdana Mentri Inggris saat itu yang bernama Winston Churchil. Keempat Negara kolonial itu kemudian menindak lanjuti ide itu dengan membentuk kesatuan komando Asia Tenggara (Southeast Asia Command) dibawah seorang bernama Lord Louis Mountbattend. Dari nama Komando Asia Tenggara itulah kemudian muncul suatu kawasan yang disebut Kawasan Asia Tenggara setelah masa Perang Dunia II atau Perang Asia Pasifik berakhir.
Nama beberapa negara yang muncul di Asia Tenggara pada dasarnya dapat dijelaskan sebagai berikut;
Nama Negara Filipina adalah berasal dari nama Putra Mahkota Spanyol bernama Felipe (Philip) yang saat itu mempengaruhi Raja Spanyol untuk mengadakan pelayaran kembali guna menguasai kepulauan St Lazarus. Kepulauan itu kemudian berubah nama menjadi Filipina sebagai pertanda bahwa kepulauan itu milik Spanyol pada tahun 1542.
Nama Negara Thailand atau Muangthai berarti Negara Bangsa Thai. Thai sendiri berarti bebas merdeka. Sebelum itu negara ini bernama Kerajaan Siam tetapi sejak tahun 1939 nama itu berubah menjadi Thailand atau Muangthai.
Nama Negara Malaysia muncul sejak terbentuknya negara baru pada 31 Agustus 1957 yang menggabungkan wilayah bekas Negara Melayu dengan jajahan Inggris di Pulau Kalimantan yaitu daerah Sabah dan Serawak. Malaysia sendiri berasal dari kata Melayu dan Nesia. Melayu adalah nama bangsa yang tinggal di kedua daerah itu. Sedangkan Nesia berasal dari kata Nesos (bahasa Yunani) yang berarti kepulauan. Malaysia berarti Kepulauan Melayu.
Nama Negara Singapura berasal dari kata Singa dan Pura. Singapura dulunya bernama Pulau Tumasik (Temasek) Singa adalah nama binatang yang dilihat Husein seorang pangeran Johor dan Thomas S. Raffles sebelum membangun kota disana. Sedangkan Pura berarti kota (bahasa Sanskerta). Jadi Singapura berarti Kota Singa. Nama tersebut diberikan kepada kota tersebut oleh Thomas S. Raffles saat mendirikan kota di pulau itu pada tahun 1819.
Nama Negara Vietnam berasal dari nama kerajaan yang berkuasa di wilayah itu sebelumnya. Vietnam sendiri berasal dari kata Viet yang berarti Kerajaan atau Negara dan Nam yang berarti Selatan. Jadi Vietnam berarti Kerajaan Selatan.
Nama Negara Brunai Darusalam berasal dari kata Baruna yang juga berasal dari kata Bahari artinya kerajaan lautan. Orang-orang Inggris menyebut Baruna menjadi Brunai demikian nama Borneo juga berasal dari kata ini. Dari kata Brunai ini muncullah nama Kerajaan Brunai.
Kamboja berasal dari kata Campa. Sebetulnya daerah yang disebut Campa ini adalah kota Saigon (sekarang Ho Chi Minh City) hingga daerah Cochin Cina di Vietnam Selatan. Daerah Campa ini sering dilafalkan oleh orang Cina dialek Yunnan menjadi Sjan Pau Tsa. Sedangkan orang Cina dialek Swatow menlafalkan menjadi Tjam dan Pa. ketika orang-orang Perancis sampai di wilayah Negara Kamboja sekarang, mereka mengira bahwa daerah ini adalah masih bagian dari daerah Vietnam Selatan sehingga orang-orang Perancis menyebut daerah Kamboja sekarang sampai daerah Vietnam Selatan dimana terdapat Cochin Cina dan kota Saigon menggunakan nama pelafalan orang-orang Cina dialek Yunnan tersebut diatas yaitu Sjan Pau Tsa. Dari nama Sjan Pau Tsa itulah muncul nama Kamboja.
Nama Negara Timor berasal dari bahasa Austronesia yang berarti Timur. Nama Pulau Timor sebetulnya berasal dari penyebutan orang-orang Nusa Tenggara yang melihat bahwa pulau tersebut terletak di gugusan kepulauan Nusa Tenggara yang berada paling timur. Dari nama Pulau Timor itulah muncul nama Negara Timor.

Berasal darimanakah nama Indonesia ? banyak yang menanyakan hal itu. Lalu bagaimanakah hingga muncul nama Indonesia yang kita miliki sebagai nama negara ? Tulisan berikut mencoba sedikit memberikan jawabannya.

Munculnya Nama Indonesia
1.Pendahuluan
Sejak memproklamasikan diri pada tanggal 17 Agustus 1945, negara ini resmi menyebut dirinya dengan nama Indonesia. Sebelum nama ini digunakan, sebetulnya sudah terdapat suatu nama yang biasa digunakan untuk menyebut wilayah kepulauan yang sekarang menjadi Indonesia tersebut. Nama itu adalah Nusantara. Orang-orang Belanda dan Eropa lainnya menyebut kepulauan ini dengan nama Kepulauan Hindia. Waktu kolonialisme Belanda mencengkeramkan kukunya di Nusantara, mereka menamai negara kolonialnya dengan nama Hindia Belanda (Nederlands-Indie). Orang-orang Cina dulu menyebut daerah Asia Tenggara yang didalamnya terdapat kepulauan Nusantara dengan nama Nanyang. Para ahli Ilmu Pengetahuan ada yang menyebut dengan nama Austronesia.
Tetapi apapun orang menyebutnya, nama resmi wilayah yang dulunya disebut Nusantara itu, sekarang adalah Indonesia. Darimanakah nama Indonesia yang ada sekarang ini muncul ? dari bahasa apakah nama tersebut berasal ? Apakah arti dari nama Indonesia tersebut ? Siapa sajakah yang memunculkan dan mempopulerkan nama Indonesia untuk pertama kalinya ? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menggelitik untuk dijelaskan.

2.Muncul dalam Dunia Keilmuan
Pada awalnya nama Indonesia muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Pertama-tama muncul pada sebuah tulisan ilmiah dari seorang Inggris bernama George Samuel Windsor Earl. Earl adalah seorang ahli ethnologi yang meneliti bangsa yang berada di Kepulauan Nusantara. Ia menyebut bangsa yang tinggal di kepulauan tersebut dengan nama Indu-nesian dan Melayunesians pada tulisannya yang ia buat tahun 1835 hingga 1850. Tetapi ia tidak menyebut nama Kepulauan itu dengan dua kata tersebut. Sepertinya Earl masih bingung dengan penyebutan kepulauan itu walau ia telah menemukan dua kata tadi.
Kemudian seorang Inggris lainnya yang bernama James Richardson Logan pada tahun 1850 menulis suatu karangan ilmiah yang berjudul The Ethnology of The India Archipelago dalam suatu jurnal dengan nama Journal of The Indian Archipelago and Eastern. Dalam karangannya tersebut ia menyebut Kepulauan Nusantara dengan nama Indonesia. Logan menggunakan kata Indonesia juga untuk menyebut penduduk kepulauan itu yang berkulit lebih terang dibandingkan yang berada di wilayah timurnya.
Orang yang mempopulerkan nama Indonesia kemudian adalah Adolf Bastian. Ia seorang Jerman yang ahli dalam Etnologi. Ia menggunakan nama tersebut pada tahun 1884 dalam karangan ilmiahnya yang berjudul Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipels. Sejak itu nama Indonesia makin populer digunakan untuk menyebut wilayah yang juga disebut sebagai Hindia Belanda.
Kemudian seorang ahli Hukum Adat yang bernama C. van Vollenhoven selalu menggunakan nama Indonesier untuk menggantikan nama Inlander dalam karangannya yang berjudul Het Adatrecht van Nederlands-Indie.

3.Arti Nama Indonesia
Nama Indonesia tersebut berasal dari bahasa Yunani. Dari kata Indo dan Nesos. Indo berarti India atau Hindia, sedangkan Nesos berarti kepulauan. Dengan demikian arti nama Indonesia adalah Kepulauan Hindia atau India. Menurut Earl, alasan utamanya menggunakan kata Nesos adalah karena ia menduga kata Nusa yang sangat mirip dengan kata Nesos yang berarti juga pulau atau kepulauan dalam bahasa Melayu Austronesia, memiliki umur yang mungkin sama tuanya. Kata Nesos mirip dengan kata Nusa dan memiliki umur yang sama.
Sedangkan Logan dan kemudian Adolf Bastian mengikuti jejak Earl menggunakan kata Indonesia rupanya karena mendukung pendapat tentang ketuaan kata Nusa dan Nesos tersebut.

4.Pemakaian dalam Panggung Politik
Dalam panggung politik nama Indonesia pertama kali muncul di negara Belanda. Mahasiswa-mahasiswa Hindia Belanda yang kuliah di Belandalah pelakunya. Mahasiswa-mahasiswa dari Hindia Belanda yang berada di Belanda, karena wajah dan penampilan mereka asing atau tidak seperti orang Eropa, maka mereka sering mendapatkan banyak pertanyaan dari orang-orang Eropa atau orang-orang asing lainnya tentang tempat dimana mereka berasal. Pertanyaan-pertanyaan seperti darimana asalmu ? Apa nama daerah asalmu ? sering membuat mereka tidak nyaman. Ketidaknyamanan tersebut muncul jika mereka harus menyebut Hindia Belanda sebagai daerah asal mereka. Hal ini terjadi karena nama Hindia Belanda juga berarti Hindia miliknya Belanda. Dengan kata lain mereka mengakui bahwa Hindia yang milik Belanda atau Hindianya Belanda atau juga daerah asal mereka (Hindia) miliknya Belanda. Untuk itu mereka kemudian lebih memilih untuk menggunakan nama lain. Kebetulan karena mereka adalah para mahasiswa, maka mereka akan merasa lebih terhormat jika menggunakan nama yang muncul dari kalangan akademis atau kalangan ilmuwan atau dari dunia Ilmu Pengetahuan. Karena itulah maka nama Indonesia tampak membuat mereka lebih terhormat sehingga mereka menggunakannya dalam perkumpulan mereka.
Sejak tahun 1922 secara konsekuen nama Indonesia digunakan Perhimpoenan Indonesia untuk mengganti apa yang dinamakan Hindia Belanda oleh kaum Imperealis (Hatta 1980: 9). Nama perkumpulan mahasiswa Hindia Belanda di negara Belanda yang semula bernama Indische Vereeniging (berdiri tahun 1908) kemudian nanti berubah menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpoenan Indonesia). Disini nama Indonesia mulai muncul di panggung politik. Pada tahun 1917 berdiri Indonesische Verbond van Studerenden yaitu perkumpulan mahasiswa-mahasiswa Belanda dan Indis (Pribumi, Keturunan Cina dan Indo Eropa) berdiri (Dont 2005: 32-33). Nama Indonesia muncul lagi sebagai nama perkumpulan.
Di Hindia Belanda sendiri nama Indonesia mulai muncul sejak kepulangan dr Soetomo dari Negara Belanda tahun 1923. Soetomo pergi ke Belanda untuk melanjutkan studi kedokterannya tahun 1919. Di Negara Belanda Soetomo bergabung dengan Indische Vereeniging dan sempat menjadi ketuanya pada tahun 1921-1922. Pada tanggal 12 Juli 1924 Soetomo mendirikan Indonesische Studieclub di Surabaya. Sebelum itu Partai komunis di Hindia Belanda yang dirikan oleh HJFM Sneevliet pada Mei 1914 (dulunya bernama De Indische Sociaal Democratische Vereeniging disingkat ISDV) berubah nama menjadi Partai Komunis Hindia 23 Mei 1920 dan kemudian berubah lagi menjadi Partai Komunis Indonesia pada tanggal 24 Desember 1920. Sejak itu nama Indonesia mulai muncul di tanah air. Memang belum diketahui darimana orang-orang partai komunis itu mendapatkan kata Indonesia yang kemudian ia gunakan. Tidak seperti Soetomo yang jelas mendapatkan kata Indonesia itu saat ia belajar di Negara Belanda dari perkumpulan Indonesische Vereeniging. Memang pernah terjadi dua tokoh komunis Semaun dan Tan Malaka diasingkan ke Negara Belanda pada tahun 1924 dan mereka bergabung dengan Perhimpoenan Indonesia disana, tetapi nama Indonesia dalam partai komunis telah muncul lebih dulu sebelum kedua orang itu diasingkan.
Pada tanggal 4 Juli 1927 berdiri Perserikatan Nasional Indonesia. Organisasi ini kemudian menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia. Disini kemudian nama Indonesia muncul kembali sebagai sebuah nama partai. Sepak terjang partai ini kemudian juga mengangkat nama partainya yang sekaligus mengangkat nama Indonesia dalam dunia pergerakan rakyat pribumi Hindia Belanda menuju kemerdekaannya.
Kemudian nama Indonesia disebarkan dan dipopulerkan di Hindia Belanda oleh para mahasiswa Hindia Belanda yang pulang kembali ke daerahnya dari Belanda.

Simpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa orang pertama yang menemukan kata Indonesia tersebut adalah G.S.W. Earl dengan menyebut kata Indu-nesian. Dari kata Indu-nesian itulah kemudian J.R. Logan menemukan kata Indonesia dan kemudian Adolf Bastian mempopulerkannya sebagai nama kepulauan Indonesia. Jadi penemu nama Indonesia tersebut lebih tepatnya adalah dua orang ilmuwan Inggris yang bernama George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan.

Selamat datang di Blogs Unpad. Ini adalah tulisan pertama yang telah dibuat. Edit atau hapus, selanjutnya mulailah blogging!