Posts belonging to Category OCEANOGRAPHY



Masyarakat energi UNPAD

Masyarakat energi unpad telah terbentuk sejak bulan Juli 2012. Adanya komunitas diantara peneliti ini memberi warna baru dalam Rencana Induk Pengembangan Penelitian di Universitas Padjadjaran. Beberapa pakar juga mengilhami terbentuknya komunitas ini. Sebagai bagian dari komunitas ini, penulis yang mempunyai fokus di bidang kelautan akan senantiasa memberikan kontribusi terhadap diversifikasi energi yang berasal dari sumber laut. Pada 2 tahun belakangan ini, kami sudah menganalisis bagaimana pemanfaatan energi laut seperti arus, gelombang, angin, dan pasang surut untuk digunakan sebagai penghasil energi bagi kelangsungan pulau kecil terutama yang ada mercu suar. Kita tahu bahwa mercu suar mendapat pasokan energi yang selalu diantar setiap 3 bulan. Kalau saja energi laut ini dapat dimanfaatkan maka, mercu suar akan dapat hidup tanpa harus menunggu pasokan.

 

 

Pengelolaan Pulau-pulau kecil

Indonesia yang memiliki hampir 14.660 pulau baik besar dan kecil mempunyai manfaat yang dapat digunakan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Sayangnya, seperti terlihat, bahwa egosentris terhadap daratan yang semakin lama semakin gersang saja dengan pertumbuhan bangunan masih tetap dipercayakan untuk dieksploitasi. Sekilas terlihat, bahwa kita tidak seharusnya lagi membanggakan sebagai negara maritim.
Setelah laut Kita (ikan) dieksploitasi oleh negara asing, pulau kita juga diambil bukan karena perang, tetapi karena tidak dimanfaatkan, nelayan kita tidak melaut, dan banyak pulau yang tenggelam, lalu apa lagi yang akan terjadi. Haruskan kita menunggu pulau Jawa tenggelam, baru pulau-pulau ini dilirik???Sementara, beberapa pulau masih digunakan untuk mercu suar dan sebagian lagi dijadikan objek wisata walaupun tidak banyak.

Memang bukan perkara mudah untuk mengelola kepulauan Indonesia tersebut, tapi seharusnya sudah dimulai sejak dahulu sehingga sekarang kita tinggal memetik hasilnya. Penelitian yang kami lakukan di pulau Berhala, Rondo, dan Nipah membuktikan bahwa wilayah daratannya mengalami pengurangan. Namun, ketiga pulau itu, saat ini sedang dikembangkan.

Menurut hemat saya, dari beberapa potensi selain wisata, sebaiknya pulau-pulau tersebut dijadikan saja sebagai penjara khusus koruptor dan narkotika. Mengapa?

1. Koruptor biasanya mempunyai banyak duit sehingga jika harus dipenjara di pulau yang jaraknya cukup jauh dan berbiaya mahal, tentulah keluarganya akan sanggup untuk berkunjung. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya peningkatan ekonomi di usaha perjalanan. Selain itu, kebanyakan pulau-pulau kecil tidak terdapat sinyal telepon, sehingga para tahanan tidak dapat mengelola narkotika dari dalam seperti yang terjadi selama ini.

2. Kegunaan dari penjara adalah bahwa wilayah tersebut dijaga oleh ahlinya, bayangkan Angkatan Laut selama ini harus patroli untuk menjaga perbatasan tersebut. Dengan adanya penjara, dimungkinkan untuk menjaga pulau-pulau kecil dengan sistem simbiosis mutualisme.

3. Penjara yang kebanyakan di daratan, menelurkan ketrampilan kepada narapidana dengan kursus menjahit, kursus ketrampilan elektronik, dan bertukang. Sementara kalau di pulau tentulah bagaimana budidaya laut, memancing, dan teknik yang berhubungan dengan ekosistem dan kelautan. Artinya apa? setelah kembali, diharapkan narapidana akan mengembangkan pengetahuan dan kemauannya di wilayah pesisir (bukan di kota) karena wilayah pesisir sampai saat ini adalah yang paling miskin.

Bagaimana menurut pendapat anda?

Pengasaman Laut

Seiring dengan pemanasan global yang “tanpa aksi”, kita akan melihat bagaimana punahnya kehidupan manusia. Seperti tulisan sebelumnya, perubahan iklim telah menjadi sebuah “bom waktu” yang tidak bisa dijinakkan oleh 1 orang saja atau 1 negara saja atau 1 idealisme saja.

Tulisan kali ini kembali kepada topik kelautan yang mengetengahkan pengasaman di laut. Dalam beberapa tulisan di journa/jurnal, majalah dan berbagai penelitian didapat bahwa pengasaman di laut tidak terlalu tinggi. Namun kita harus tahu bahwa kadar tingginya keasamaan laut itu sendiri berbanding lurus dengan volume air laut. Jika dibandingkan dengan volume daratan, maka laut mempunyai 70 % dari isi bumi ini sendiri. Ini berarti, secara kuantitifikasi bahwa keasaaman laut memegang peranan yang sangat penting dalam pembunuhan biota laut, terutama biota bercangkang.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pengasaman di laut adalah “unpredictable rate” tetapi tetap dalam grafik menaik. Sebagaimana reaksi korosi yang diakibatkan oleh asam ini sendiri telah menjadi efek negatif bagi hewan bercangkang (setidaknya dalam teori). Dalam penelitian yang dilakukan oleh National Research Council menyatakan bahwa laut menyerap sekitar 1/3 yang dikeluarkan dari aktivitas manusia itu sendiri seperti pertambangan, industri, dan jalan raya. NRC juga menyatakan bahwa kenaikan pH saat ini adalah 0.1 poin dari 14 skala keasam-basaan.

Dari berbagai dinamika alam ini, baik yang sudah terdeteksi ataupun belum, kita harus cepat berbuat untuk mempelajarinya.

Relokasi terumbu karang

Ekosistem terumbu karang menjadi salah satu topik utama dari dampak perubahan iklim. Uniknya ekosistem ini dan juga banyaknya potensi yang tersimpan di dalamnya sehingga ekosistem ini akan terus mendapat perhatian dari para peneliti. Hingga sekarang masih banyak spesies yang masih belum tereksplorasi sehingga dikhawatirkan akan hilang sebelum kita memiliki data tentang spesies tersebut.

Terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat kompleks. hidupnya berada di atas 50 m dan berpindah dalam rentang yang sangat kecil. Inilah kekawatiran kita, bahwa cepatnya pemanasan di perairan ditambah lagi dengan stress lingkungan yang sangat sering terjadi (pembuangan limbah, racun, dsb) menjadikan ekosistem ini sangat rawan akan dampak yang bersifat lokal maupun global.

Pertanyaannya adalah apakah kita perlu memindahkan terumbu karang ke tempat yang lebih nyaman? Kalau hewan-hewan langka seperti badak bercula satu, harimau sumatera dapat dipindahkan ke kebun binatang agar tidak punah, bagaimana dengan terumbu karang. adanya spesies terumbu karang yang khusus berada di Indonesia menjadikan spesies-spesies ini perlu mendapat perhatian serius.

lalu kemana kita akan memindahkannya?

to be continued

Perubahan Iklim “just one problem”

Kerusakan lingkungan yang terjadi baik di Indonesia maupun secara global menandakan bahwa ada interaksi yang tidak berjalan dengan baik antara lingkungan dengan manusia. Bukan saja sejak jaman idustri tetapi jauh sebelum zaman ini berlangsung.

Fakta tentang ini sangat nyata dimana keberpihakan terhadap manusia dalam menanggung beban ekonomi lebih penting dari keberlangsungan dalam jangka panjang. Banyak aktivitas yang tidak didasari untuk menciptakan interaksi yang berjalan sempurna.

Perubahan iklim sendiri hanya satu kasus yang bisa mendebarkan di ujung masalahnya. Bayangkan anda tidak sadar bahwa anda sedang dibunuh pelan-pelan. Betapa tragisnya kita kalau tidak memahami makna perubahan iklim itu sendiri, padahal itu membawa dampak yang sangat negatif. Dan lebih sialnya kita tidak peduli walaupun itu berasal dari kita sendiri. 

Kerusakan alam banyak diakibatkan oleh manusia secara langsung. Pemerintah sudah mencoba berbagai cara agar kita tetap sadar bahwa kita harus melakukan yang benar untuk menjaga alam ini. slogan terpampang dimana-mana, banyaknya LSM yang orasi tentang hal ini, tetapi sifat dasar manusia tetap saja tidak bisa hilang. 

berbagai cara apapun yang akan dilaksanakan, tidak akan bisa. Indonesia ini terlihat sangat kompleks dalam menghadapi perubahan iklim, bahkan seolah-olah mengerti prinsip dasarnya. tetapi yang terjadi adalah bahwa selama beberapa tahun ini pendengungan itu berjalan, tetap saja kita hanya berjalan di tempat.

Database Kelautan dan Perikanan

Dengan luasnya laut yang dimiliki Indonesia, seharusnya kita mempunyai database yang bersifat menyeluruh sehingga tidak terjadi tumpang tindih penelitian. akibatnya sering sekali terjadi penelitian dengan tema yang sama, sedangkan di lain hal, kita belum menemukan hasilnya.

Untuk itu FPIK membuka sebuah database kelautan dan perikanan yang dinamakan POFDC. database ini bersifat dapat digunakan siapa saja untuk kepentingan penelitian. untuk lebih lengkapnya mohon dilihat http://fpik.unpad.ac.id.

salam

Indonesia dan Perubahan Iklim

Perubahan iklim sudah menjadi tema panjang yang dipakai untuk menentukan produk suatu barang. Dari lampu yang ramah lingkungan hingga mobil hybrid yang sudah dipasarkan. Hingga saat ini, para peneliti asing sibuk dengan berbagai temuan yang mungkin dapat mengurangi dampak perubahan iklim. (more…)