Metode Penelitian Kualitatif

April 23, 2009 – 7:56 am

METODE PENELITIAN KUALITATIF

Pengertian Metode Penelitian Kualitatif : Proses Penelitian untuk memahami yang didasarkan pada tradisi penelitian yang khas. Meneliti tentang Manusia atau Masyarakat.

PERBEDAAN PENELITIAN KUALI DAN KUANTI

No

Perbedaan

Kualitatif

Kuantitatif

1

Konsep yang berhubungan dengan pendekatan

menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan  kehidupan sehari-hari

mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-masing.

2

Dasar Teori

dasar teori sebagai pijakan ialah adanya interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsir berdasarkan pada budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala yang sedang diteliti.

pendekatan ini berpijak pada apa yang disebut dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme dan empirisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat kongkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata.

3

Tujuan

Tujuan utama penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ialah mengembangkan pengertian, konsep-konsep, yang pada akhirnya menjadi teori, tahap ini dikenal sebagai “grounded theory research”.

Sebaliknya pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan antar variable, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan  hasilnya.

4

Desain

desainnya bersifat umum, dan berubah-ubah / berkembang sesuai dengan situasi di lapangan.

desainnya harus terstruktur, baku, formal dan dirancang sematang mungkin sebelumnya.

5

Data

data bersifat deskriptif, maksudnya data dapat berupa gejala-gejala yang dikategorikan ataupun dalam bentuk lainnya, seperti foto, dokumen, artefak dan catatan-catatan lapangan pada saat penelitian dilakukan.

datanya bersifat kuantitatif / angka-angka statistik ataupun koding-koding yang dapat dikuantifikasi

6

Sampel

Sampel kecil merupakan ciri pendekatan kualitatif karena pada pendekatan kualitatif penekanan pemilihan sample didasarkan pada kualitasnya bukan jumlahnya.

sample  besar, karena aturan statistik mengatakan bahwa semakin sample besar akan semakin merepresentasikan kondisi riil.

7

Teknik

eknik observasi atau dengan melakukan observasi terlibat langsung, seperti yang dilakukan oleh para peneliti bidang antropologi dan etnologi sehingga peneliti terlibat langsung dengan yang diteliti

eknik yang dipakai akan berbentuk observasi terstruktur, survei dengan menggunakan kuesioner, eksperimen dan eksperimen semu.

8

Hubungan dengan yang diteliti

peneliti tidak mengambil jarak dengan yang diteliti.

peneliti mengambil jarak dengan yang diteliti.

9

Analisa Data

bersifat induktif dan berkelanjutan yang tujuan akhirnya menghasilkan pengertian-pengertian, konsep-konsep dan pembangunan suatu teori baru, contoh dari model analisa kualitatif ialah analisa domain, analisa taksonomi, analisa komponensial, analisa tema kultural, dan analisa komparasi konstan (grounded theory research).

bersifat deduktif, uji empiris teori yang dipakai dan dilakukan setelah selesai pengumpulan data secara tuntas dengan menggunakan sarana statistik, seperti korelasi, uji t, analisa varian dan covarian, analisa faktor, regresi linear dll.nya.

PERSAMAAN PENELITIAN KUALI DAN KUANTI :

Inferensi

Melibatkan inferensi detil-detil pengamatan empiris ke suatu kesimpulan umum.

Keterbukaan

Menerapkan metode pengumpulan data yang sistematis dan terbuka hingga bisa dinilai pihak lain.

Perbandingan

Membandingkan data, mencari kesamaan dan perbedaan untuk menemukan pola tertentu pada data.

Koreksi

Menggunakan prosedur untuk menghindari kesalahan analisis dan penarikan inferensi.

Paradigma Penelitian Adalah : seperangkat kepercayaan atau keyakinan dasar yang menuntun seseorang dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Kegunaan Paradigma dalam penelitian kualitatif:

1. mengetahui apa yang harus diteliti

2. pernyataan apa yang harus di kemukakan

3. kaidah2 apa yang harus diikuti.

Perbedaan penggunaan dasar teori

Dasar Teori

Kualitatif :

dasar teori sebagai pijakan ialah adanya interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsir berdasarkan pada budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala yang sedang diteliti.

Kuantitatif :

pendekatan ini berpijak pada apa yang disebut dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme dan empirisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat kongkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata.

Persamaan Penggunaan Teori :

Sama-sama menggunakan teori yang berhubungan dengan gejala sosial yang terjadi.

Pendekatan Penelitian : sebuah alat untuk mengidentifikasi arah tujuan dari penelitian kualitatif. Misalnya, pendekatan fenomenologis, pendekatan interaksi simbolik, budaya, dll.

- Pendekatan fenomenologis. Dalam pandangan fenomenologis, peneliti berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu.

- Pendekatan interaksi simbolik. Dalam pendekatan interaksi simbolik diasumsikan bahwa objek orang, situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri, sebaliknya pengertian itu diberikan kepada mereka. Pengertian yang dlberikan orang pada pengalaman dan proses penafsirannya bersifat esensial serta menentukan.

- Pendekatan kebudayaan. Untuk menggambarkan kebudayaan menurut perspektif ini seorang peneliti mungkin dapat memikirkan suatu peristiwa di mana manusia diharapkan berperilaku secara baik. Peneliti dengan pendekatan ini mengatakan bahwa bagaimana sebaiknya diharapkan berperilaku dalam suatu latar kebudayaan.

- Pendekatan etnometodologi. Etnometodologi berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat memandang, menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri. Etnometodologi berusaha memahami bagaimana orang-orang mulai melihat, menerangkan, dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. Seorang peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berusaha menginterpretasikan kejadian dan peristiwa sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek penelitiannya.

Jenis Penelitian : Jenis penelitian adalah alat untuk mengidentifikasi jenis penelitian apa yang ingin kita pakai, apakah kualitatif deskriptif atau kualitatif murni.

Prinsip2 Penelitian Kualitatif :

- mengungkap gejala ttg permasalahan yang akan diteliti

- pengujian epindensi2 data induktif yang menggambarkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan

- mengemukakan alasan2 penting dan layaknya masalah untuk diteliti

o Apa yang terjadi dengan fenomena tersebut

o Bagaimana mereka melakukannya

o Apa makna bagi mereka

o Bagaimana mereka menafsirkannya dan mengungkapkan hal ini pada orang lain

o Bagaimana qt menafsirkan dan mendokumentasikan cara mereka bertindak

o Apa yang mereka ceritakan kepada kita megenai hal2 yang mereka ketahui

o Bagaimana mereka membenarkan tindakannya

o Apa hubungannya antara qt dengan mereka

- Data penunjang keaslian penelitian bahwa penelitian tsb belum ditelti sebelumnya, atau melanjutkan penelitian sebelumnya

- Relevansi masalah yang diteliti dengan permasalahan yang lebih luas

- Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian

- Bersifat subjektif

- Post positivisme

Additional information :

KONTEKS PENELITIAN = LATAR BELAKANG PENELITIAN

Konsep Public Relations

March 26, 2009 – 12:42 am

KONSEP PUBLIC RELATIONS

l PUBLIC RELATIONS , is the delibrate, planned and sustained effort to establish and maintain mutual understanding between an organization and its public

l PUBLIC RELATIONS, practise Is the art and social science of analyzing trends, predicting their consequences, counseling, orgaization leaders and implementing planned programs of action which serve both the organization’s and the public’s interest.

l Praktek PUBLIC RELATIONS , adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.

KUNCI MEMAHAMI DEFINISI-DEFINISI PUBLIC RELATIONS

l DELIBRATE (disengaja) , aktivitas yang dilakukan oleh PR secara terus menerus dan didisain untuk mempengaruhi, menumbuhkan pengertian, menyedian informaasi dan mengumpulkan feedback.

l PLANNED (direncanakan), aktivitas PR yang diorganisir untuk menghadapi dan mencari jalan keluar dari setiap permasalahan secara logis dan melaksanakan secara tepat, sistematis , berdasarkan riset dan analisa.

l PERFORMANCE , aktivitas PR dapat efektif dengan menggiatkan kebijaksanaan perusahaan , bertujuan untuk memperoleh dukungan manajemen dan respon positif yang sesuai dengan kebutuhan publiknya.

l PUBLIC INTEREST, sebagai tujuan ideal dari aktivitas PR yaitu melayani kepentingan publik agar tercipta dukungan yang saling menguntungkan kedua pihak.

l TWO WAY COMMUNICATION, aktivitas PR yang ditekankan pada proses penyebaran informasi dengan memperhatikan feedback dan effek hasil proses penyebaran tsb.

l MANAGEMENT FUNCTION, Aktivitas PR akan efektif bila pengambilan keputusan dilakykan oleh top management.

PUBLIC RELATIONS SEBAGAI PROSES

PUBLIC RELATIONS sebagai proses karena dalam aktivitasnya merupakan kegiatan yang terus menerus yang konsisten melalui tahapan-tahapan :

  1. RESEARCH – What is the problem ?
  2. ACTION AND PLANNING – What is going to be done about it ?
  3. COMMUNICATION – How will the public told ?
  4. EVALUATION – was the audience reached and what wa the effect ?

KOMPONEN-KOMPONEN PUBLIC RELATIONS

l COUNSELING, memberikan nasehat dan pertimbangan yang sesuai dengan kebijaksanaan management, mengadakan hubungan-hubungan dan komunikasi.

l RESEARCH, menentukan sikap dan perilaku publik ke dalam setiap perencanaan strategi PR, yang saling menguntungkan , memberikan pengaruh secara persuasif kepada publik.

l MEDIA RELATIONS, berkerja sama dengan media dalam kegiatan Publicity atau responding kepentingan organisasi.

l PUBLICITY, menetapkan/merencanakan pesan dan menyeleksi media yang sesuai dengan kepentingan organisasi.

l EMPLOYEE/ MEMBER RELATIONS, menetapkan bentuk respon, informasi dan motivasi karyawan/anggota organisasi.

l COMMUNITY RELATIONS, merencanakan kegiatan yang saling menguntungkan.

l PUBLIC AFFAIRS, mengembangkan secara efektif keterlibatan publik dalam setiap kegiatan dan membentu organisasi agar dapat beradaptasi sesuai dengan harapan-harapan publik. Membentuk perwakilan pemerintah maupun badan hukum lainnya yang dapat menggambarkan aktivitas PR dan dapat melindungi berbagai aktivitas publik.

l GOVERMENT AFFAIRS, berhubungan secara langsung dengan DPR dan perwakilan hukum atas nama organisasi, melakukan lobbying & negosiasi.

l ISSUES MANAGEMENT, mengindentifikasikan dan mencatat permasalahan publik sebagai akibat dari kebijakan organisasi.

l FINANCIAL RELATIONS, menciptakan dan memelihara investor dan mengembangkan hubungan baik dengan pihak keuangan (bank, pemodal dll)

l INDUSTRY RELATIONS, hubungan antara perusahaan, industri dan organisasi dengan assosiasi perdagangan.

l DEVELOPMENT/ FUN-RAISING, menunjukkan kebutuhan dan semangat publik terhadap organisasi dan kontribusinya dalam masalah keuangan,

l MINORITY RELATIONS/MULTICULTURAL AFFAIRS, hubungan antara individu-individu dan kelompok-kelompok minoritas maupun budaya.

l SPECIAL EVENTS, mensimulasikan kepentingan perorangan, produk atau organaisasi melalui kegiatan “khusus” juga mendisain kegiatan yang menjalin interaksi dengan publik.

l MARKETING COMMUNICATION, kombinasi dari berbagai aktivitas yang didesain untuk menjual produk, jasa, idea, termasuk advertising, collateral materials,publicity, promotion, directmail, trade shows & special events.

FUNGSI PUBLIC RELATIONS
(Scott M.Cutlip & Allen H.Center)

q Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat mewakili dari publik-publik suatu organisasi, sehingga kebijaksanaan & operasionalisasi organisasi dapat dipelihara keserasiannya dengan ragam kebutuhan dan pandangan publik-publik tersebut.

q Menasehati manajemen mengenai jalan dan cara menyusun kebijakan dan operasionalisasi organisasi agar dapat diterima secara maksimal oleh publik.

q Merencanakan dan melaksanakan program-program yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijakan dan operasionalisasi organisasi.

FUNGSI PUBLIC RELATIONS
(Bertrand R.Canfiled)

l Mengabdi kepada kepentingan umum

l Memelihara komunikasi yang baik

l Menitik-beratkan moral dan prilaku yang baik.

DEFINISI – DEFINISI ORGANISASI

Ø BARKER (1987:202) mendefinisikan , “Organizations are defined as collected groups are of individuals constructed and reconstructed to strive for specific goals that could not be met by individuals acting alone.” ( organisasi didefinisikan sebagai kumpulan sekelompok individu yang memunyai konsep dan bekerja kerja untuk mencapai sasaran agar individu tidak melakukan kegiatan sendiri sendiri).

Ø Menurut STEPHEN P ROBBINS (2003:4), Organisasi merupakan suatu unit sosial yang dikoordinasikan secara sengaja, terdiri dari dua orang atau lebih yang berfungsi pada suatu basis yang relatif bersinambung untuk mencapai tujuan atau serangkaian tujuan.

Ø BAVELA & BARET(1951) menjelaskan bahwa kegiatan organisasi merupakan kegiatan pengumpulan informasi, pencatatan dan penyebaran informasi, sebagai sebuah sistem komunikasi

PROSES PENGORGANISASIAN

PEMERINCIAN PEKERJAAN

PEMBAGIAN PEKERJAAN

PEMISAHAN PEKERJAAN

KOORDINASI PEKERJAAN

MONITORING DAN REORGANISASI

DESAIN ORGANISASI

  1. STRATEGI atau rencana untuk mencapai tujuan perusahaan, yang menentukan bagaimana jalannya wewenang dan komunikasi yang terjadi antara manajer dan sub unit.
  2. TEKNOLOGI yang digunakan untuk melaksanakan strategi,
  3. ORANG-ORANG / SDM yang dipekerjakan pada semua tingkat dan fungsinya
  4. UKURAN ORGANISASI secara keseluruhan.

UNSUR-UNSUR DALAM STRUKTUR ORGANISASI

  1. SPESIALISASI AKTIVASI, menyangkut pada spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja di seluruh organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas tersebut ke dalam unit kerja (departementasi).
  2. STANDARDISASI AKTIVASI, merupakan prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin kelayak-dugaan (predictability) aktivitas-aktivitasnya.
  3. KOORDINASI AKTIVASI, sebagai perwujudan struktur organisasi, yang melukiskan tata-pembagian dan tata hubungan kerja antara unit-unit kerja dan antara pihak manajemen yang bertanggung jawab atas penyelesaian tugas-tugas.
  4. SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI pengambilan keputusan dan,
  5. UKURAN UNIT KERJA.

Medi Production Televisi

March 26, 2009 – 12:26 am

Konsep dasar

Definisi

PR (Howard Bonham) : suatu seni untuk menciptakan pengertian public yg lbih baik sehingga dpt memperbesar kepercayaan pub thd seseorg / org

Media : sarana atau unit jaringan kerjaalat yang berguna demi kelancaran jalannya suatu proses keg tnt.

PRoduksi media pr : suatu upaya utk menghasilkan program pr memlalui media kom sbg bagian dari fungsi manajemen utk mencapai tuj pr

Tujuan

Memprmudah kegiatan pr dalam menyebarkan info ttg organisasi dan memperoleh kepercayaan public

Kenapa mempermudah? Karena media massa mempunyai coverage yg luas sehingga dapat mengcover individu2 nya tsb. Karena kalau dilakukan orang2 pasti akan memakan waktu yang lama. Sehingga butuh adanya efisiensi waktu dan biaya.

Mningkatakan kapabilitas pro dan efektibitas fungsi pr dalam org.

Efisiensi dana /budget organisasi.

Secara ekonomis, metode kom yang efekti futk menjangkau publikk yang besar dan tersebar adl melalui media baik massa maupun nirmassa(telepon, surat, sifatnya persona), antara lain :

Media cetak : Koran, majalah, bulletin, booklet, leaflet, poster dll.

Medeia elektronik

Jenis2 Media

Audio : siara nradiom audioland, kaset

Audiovisual : televise, film

Multimedia : internet, intranet

Merancang produk TV untuk kegiatan PR :

Jenis2 kegiatan dalam tv

Telop : gambar tidak bergerak

Advertorial, view, landscape

Wawancara : perbincangan tentang topic khusus antara interview dan interviewee yang dapat melibatkan pihak ke 3, biasanya diselipi pesan2 tnt

Jenis2 :

Band interview : petikan wawancara pendek untuk mendukung sajian aktual

Talkshow pebincangan yang bersifat ingotmatif dan mengibur

Reality show : program acara yang bersifat documenter dan nonfiksi (news, show, game, quiz dl)

Variety show : ada scenarionnya

Blocking time : dapat disebut sponsorship, bentuknya lebih kepada event. Sebuah acara penuh

Sponsorship

Video Corporate

Kategori :

Digunakan untuk kepentingan eksternal demi membantu kegiatan depatyemen penjualan, pemasaran, dan PR.

Dibuat untuk kepentingan internal dalam rapat, komunikasi internal dan pelatihan.

Contoh : Venny rose, mempromosikan Kelapagading square (dengan di bawa2 ke seluruh apartment ) METRO TV.

Perbedaan video corporate dengan program siaran

Video corporate memiliki kebebasan editorial karena sepenuhnnya dibuat atas permintaan perusahaan.

Isinya lebih menekankan pada pesan yang bersifat meyakinkan atau propaganda.

Biasanya berupa pernyataan atau wawancara yang dikemas agar menarik perhatian.

Tahapan pembuatan acara tv

Tahapan dalam pembuatan acara tv

Research : pencarian ide awal

The brief : penetapan tujuan

Target audience : penentuan target sasaran.(demografi, geografi, psychografi)

Style of production : penentuan jenis program

Creative approach : penybaran ide kreatif (gambar, talent, sosok, dll

Structure and content : penentuan gagasan dan ekskusi gagasan ( bentuk dan isinya)

Storyboard L visualisasi naskah

Technical: hal2 teknis pada saat pengambilan, (teknis kamera, bagaimana transisisi, zoom in/zoom out dll)

Budget : penentuan budget

Rundown : penyusunan acara dan penunjukan pemain. (guide yang akan dipegang oleh produser)

Tahapan utama pembauatan prog TV

Development : diwawali dengan adanya ide yang dikomunikasikan penentuan budget riset penerjemahan dalam gambar dan persentasi

PRaproduksi : meliputi riset, pemeilihan lokasi, diskusi dengan pihak2 yang terlibat, talent,naskah, story board, menentukan jadwal produksi, merancang setting,m property dan kostum, Menggurus copyright untuk music, gambar yang akan di tampilkan

PRoduksi : shooting, recording dan taping.

Pasca produksi : meliputi editing, melengkapi resolusi gambar dan suara, Menambah effect, finishing touch untuk master edit.

Editing :

Online editing -> live show (dilakukan saat acara berlangsung, dan di ruang control)

Offline editing -> record

Clearing up L membuat duplicat, membuat suart pengantar dan ucapat terimakasih, publikasi, membayar biaya.

Pihak2 yang terlibat dalam produksi TV :

Tim produksi :

Executive producer : pihak yang bertanggung jawab pada pengadaan dana.di beberapa literature (berkaitan dengan lapangan)

Producer : pihak yang bertanggung jawab atas pemeilihan crew yang menangani masalah : kreatif, administrasi, logistic, hokum dan financial. Di beberapa literatur (berkaitan dengan dana)

Director L orang yang mengarahkan pembuatan sebuah produk tayangan (berkaitan dengann shooting, sound dan editing )

Art director : pihak yang menangani konsep dan ide visual

Scriptwriter : pembuat skenaio/naskah

Production manager : penanggung jawab di lapangan.

Kru Teknis :

Camera operator : pihak yang mengorpeasikan kamera untuk mengasilkan gambar yang diinginkan

Grup : pengatur letak kamera

Soundrecordist : pihakpenanggung jawab pada perekaman suara

Lighting director L pihak yang bertanggung jawab pada penataan cahaya

Electrician : pihak yang bertanggung jawab pada supply listrik

Floormanager : sutradara lapangan, pengatur seluruh aktivitas di lokasi syuting.

Vision Mixr : pengantur perpindahan kamera di ruang control

Vision controller : pengatur tampilan layar d ruang control

Sound supervisor : pengatur suara di ruang kontol

Casting director L pengatur penetuan pemain.

Dari vision mixer sampai casting director -à ada di ruang control.

Casting dapat disebut sebagai talent director

Designer : Penanggung jawab lojasi, konstruksi dan dekorasi

Stylist : Pengatur property dan piñata produk

Costume/wardrobe : penanggungjawab dalam pemilihan, penyewaan dan pembelian kostum pemaini

Make up artist : piñata rias pemain

Kru editing :

Offline editor : pihak yang melakukan pengeditan program

Online editor : pihak yang melakukan pengeditan master edit dan penambahan efek

Dubbing mixer : pihak yang mengatur proses pendubbingan

Kru lainnya :

Runner : Tukang disuruh-suruh.

Involving PR dalam hal ini :

Development : - penuh

Praproduksi - penuh

Produksi - supervisi

Post - supervisi

Clean up - penuh

Supervisi : sudah ada belum message yang ingin disampaikan, apakah style nya tepat.

PR biasanya hanya sebagai evaluator saja dalam produksi ini.

Hubungan Internal

March 17, 2009 – 6:20 am

Tentu saja, aspek yang amat penting bagi kesuksesan organisasi adalah karyawan. Sebelum ada hubungan dengan konsumen, pelanggan, lingkungan, investor dan pihak lain di luar organisasi, manajemen harus terlebih dahulu memerhatikan orang2 yang bekerja pada mereka - yakni para karyawan. karena itu, CEO di dalam organisasi sering memandang karyawan mereka sebagai “publik nomor satu” atau “aset organisasi paling penting,” dan mereka berusaha menciptakan “kultur organisasi” yang bisa menarik danmempertahankan karyawan atau pekerja yang produktif. Bagian dari praktik PR ini dinamakan hubungan internal.

Ahhli hubungan internal bekerja di bagian “komunikasi karyawan,” “hubungan karyawan,” atau “hubungan internal.” mereka ini merancang dan mengimplementasikan program komunikasi internal dengan tujuan agar karyawan tetap mendapat informasi baru dan tetap termotivasi, serta menciptakan kultur organisasi. Menurut Jon Iwata, wakil presiden komunikasi di IBM, “Ketika kami berbicara tentang komunikasi karyawan, kami benar-benar memikirkannya dalam term kultur korporat - bagaimana pekerjaan diselesaikan dalam perusahaan kami, bagaimana kami memandang sesuatu yang ada di sini.” dia menunjukan bahwa CEO selalu memainkan peran penting.”CEO harus membuat bisnisnya berjalan dan dilaksanakan, dan untuk itu dibutuhkan karyawan. Agar hasil tercapai, maka karyawan harus bersama anda.”

Menurut Alvie Smith, mantan direktur korporat di Generals Motor, ada dua faktor yang menjelaskan mengapa manajemen menghormati salah satu aspek dari fungsi PR ini :

1. Arti penting pemahaman, teamwork, dan komitmen karyawan dalam mencapai hasil standar. Aspek positif dari perilaku karyawan ini sangat dipengaruhi oleh komunikasi dua arah yang interaktif di seluruh organisasi.

2. Kebutuhan untuk membangun jaringan komunikasi - manajer, jaringan yang membuat setiap supervisor di setiap level bisa melakukan komunikasi secara efektif dengan karyawan. KEbutuhan ini bukan sekedar informasi yanng berkaitan dengan tugas dan harus mencakup publik dan isu bisnis yang memengaruhi kesseluruhan organisasi.

Newsletter telah lama mendominasi karyawan, namun teknologi mengubah metode penyampaian pesan dalam organisasi. Di IBM, misalnya, intranet telah menggantikan grapevine dan supervisor sebagai sumber informasi yang kredibel bagi karyawan.

Staff hubungan internal bekerja sama dengan depertemen SDM untuk mengkomunikasikan berbagai berita, pelatihan, dan topik penting lainnya kepada karyawan. Mereka bekerja sama dengan department legal dalam mengkomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan selama negosiasi kontrak kerja dann pemutusan hubungan kerja. Dan staf hubungan internal juga bekerja sama dengan staf hubungan eksternal uuntuk mengkoordinasikan pesan-pesan sehingga perusahaan mengoordinasikan pesan2 sehingga perusahaan mengemukakan pernyataannya dalam “satu suata”.

Sorry for the score.. :(

February 23, 2009 – 10:12 am

curhat sedikit sih..

sedikit kecewa dengan hasil nilai semester 5 kemaren. entah kenapa turun drastis. Memang sih, ngga ada C nya, cuma B nya lebih dominan daripada A. ok, evaluasi diri.. apa yang membuat nilai saya turun? pacar? kesibukan? atau emang pengaruh kelas yang ngga kondusif untuk belajar di dalam benteng kelas? temen yang kadang masuk kadang ngga bisa aja sih, jadi pengaruh nilai turun. Yup! friends not always bring the good things, right? see the reality. If  you’re not work in controlled team, so you’ll fall. Maybe this is the right time for me to realize, and trying to understand that people have a very different idea about something. Maybe I interest in study, but others?

Back to the condition, that people not always give you the good advantage. Kadang dosen juga ilfil sama kelas, dan memberi nilai secara serempak misal “C” pada satu kelas yang dia ngga suka. Yes, dosen kadang bersikap subjektif. harusnya sih ngga gitu. tapi gmn? they are a human! hahahaha. I will do that too, if  i were a lecturer. But the thing is, i prefer become a public relations manager in one company! yay! (Amiiinn)

Okay, nampaknya saya udah lama ga nulis tentang materi yah? Saya ga tau sih mau nilis apaan.. tapi kayaknya di materi kedepan saya bakal ngebahas tentang hal-hal yang lebih realistis. Tentang kasus Public Relations khususnya. Oh iya, soal yang nanya tentang kasus jurnalistik, mohon maaf kalo saya kurang memahami semuanya. But i will try as long as i can answer it. :)

Thanks for stay tuned in kuliahkomunikasi.com/ blogs.unpad.ac.id/nadiasabrina

see ya! Nanath

Hi Unpad :)

February 2, 2009 – 9:59 pm

Hi, unpad’ers.. :)

Perkenalkan, nama saya Nadia Sabrina Dwiumami, tapi ribet yah? kayaknya kalo manggil sepanjang itu. Okay, let’s say Nanath ajah.. hahahhaa.. :) saya mahasiswa unpad fikom bandung, semester 6 jurusan Hubungan masyarakat (Okay let’s say humas, karena dosen saya bilang humas sama PR itu beda lho)

alhamdulilah, akhirnya setelah menunggu beberapa hari.. saya bisa juga keterima di blogs unpad ini. Thanks for team ;) great work! Semoga, dengan gabungnya saya disini, bisa sharing macem2 sama temen2 unpad sekalian. Saya berharap banget, blog unpad ini bisa jadi suatu wadah komunitas kampus kedepannya. (Jangan mau kalah sama harvard yang buat Facebook sebagai jaringan sosial intern ahhh..) ahahhaha!!

But, really, i think this is the start!!! saya seneng akhirnya unpad bisa buat sistem kaya gini. Dimulai dari info mahasiswa kampus lewat mahasiswa.unpad.ac.id. menurut saya itu bener2 perkembangan yang oke banget di bidang teknologi komunikasi. at least, kita bisa jadi lebi mudah untuk ber “informasi” ria.

Tapi, cuma da satu sih yang harus di perbaharui. hhahaha, sistemnya aja mungkin harus agak di profesionalisasikan. Maksudnya, bisa lebih otomatis, dan cepat sehingga ga ada informasi yang delay nya kelamaan atau error. :) but GREAT WORK! saya bangga sekali..
:)

Okay! Untuk meramaikan, saya ikut di blog ini.. selain mau sharing tentang banyak hal, saya juga bakalan mengimport postingan yang saya post di official website saya yaitu http://www.kuliahkomunikasi.com/

cheerss!!
nanath.

Memotivasi Karyawan

December 22, 2008 – 9:14 am


Selama ini isu motivasi telah menjadi isu krusial bagi pihak manajemen ketika menghadapi kenyataan bahwa performance karyawan tidak sesuai dengan yang diharapkan di mana penyebabnya bukan karena faktor-faktor kemampuan dari si karyawan (misalnya, keahlian atau kecerdasan) ataupun faktor-faktor lain seperti sarana kerja dan kesempatan. Namun pertanyaan ‘Bagaimana cara memotivasi karyawan?’, pada kenyataannya masih menjadi salah satu pertanyaan terbesar di banyak benak pihak manajemen perusahaan. Akibatnya pihak manajemen harus terus-menerus menyimpan PR isu ini dan ketika berhadapan dengan masalah ini, manajemen mencoba-coba melakukan sesuatu yang hasilnya seringkali tidak memuaskan. Tidak jarang akhirnya manajemen ‘memaksa’ karyawan untuk perform dengan menggunakan basis ‘power’ yang dimilikinya.

Motivasi memang bukan sesuatu yang mudah untuk diambil manfaat praktisnya dan dipraktekkan dalam konteks organisasi karena menyangkut aspek kepribadian terdalam manusia yang terbangun dari latar belakang tumbuh kembang seseorang sepanjang hidup. Apalagi bila pihak manajemen tidak punya cukup pemahaman tentang ilmu perilaku, maka semakin sulit untuk menyelami apa yang dapat membuat seorang karyawan menunjukkan intensitas dan persistensi usaha yang tinggi dalam mencapai goals yang ditetapkan.

Pada awalnya, karyawan hanya dianggap sebagai orang yang memproduksi barang dan jasa. Hal ini mengubah cara berfikir tentang penelitian karyawan berdasarkan Hawthorne Studies, yang dilakukan oleh Elton Mayo dari 1924 ke 1932 (Dickson, 1973). Kajian ini menjelaskan bahwa karyawan tidak hanya termotivasi dengan uang dan prilaku karyawan terkait dengan cara mereka bersikap (Dickson, 1973). Studi tentang Hawthorne dimulai dengan pendekatan hubungan manusia dengan manajemen, dimana kebutuhan dan motivasi karyawan menjadi fokus utama seorang manager (Bedeian, 1993).

Banyak penulis kontemporer yang telah menetapkan konsep motivasi. Motivasi telah ditetapkan sebagai: proses psikologos yang memberikan arah dan tujuan perilaku (Kreitner, 1995); sebuah kecenderungan untuk bersikap untuk mencapai tujuan tertentu, kebutuhan yang tidak ditemui (Buford, Bedeian, & Lindner, 1995); pengendalian internal untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terpuaskan (Higgins, 1994); dan keinginan akan penghargaan (Bedeian, 1993). Untuk masalah ini, motivasi secara operasional didefinisikan sebagai kekuatan batin yang mengendalikan individu untuk menyelesaikan masalah pribadi dan tujuan organisasi.

Mengapa kita harus memotivasi karyawan? Jawabannya adalah kelangsungan hidup (Smith, 1994). Motivasi karyawan diperlukan di sebuah tempat kerja. Memotivasi karyawan membantu organisasi bertahan. Memotivasi karyawan akan membuat perusahaan membuat sebuah hasil kerja yang lebih produktif. Untuk menjadi lebih efektif, manajer harus memahami apa yang akan membuat karyawan termotivasi dengan hal yang tentunya berhubungan dengan peran mereka lakukan. Dari semua fungsi manajer melakukan, memotivasi karyawan adalah yang paling kompleks. Ini karena ada fakta bahwa motif karyawan berbuhah konstan (Bowen & Radhakrishna, 1991). Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang pendapatannya meningkat, menjadikan uang bukan sebagai motivator (Kovach, 1987). Selain itu, karyawan mendapatkan lebih tua, bekerja menjadi lebih menarik untuk dijadikan motivator.


Media Konvergen

December 2, 2008 – 2:33 pm

Apa Media Konvergen?

Transisi ke masyarakat informasi adalah percepatan karena perubahan yang cepat dalam teknologi. Kemajuan adalah komputer dan jaringan telekomunikasi telah menyebabkan mereka bergabung, atau konvergensi, konvensional dengan media massa.

Terlihat dari bangkitnya internet sebagai integrasi teknologi komunikasi, yang menggabungkan media Empires, gaya hidup baru, karir baru, mengubah peraturan, dan pergeseran isu-isu sosial-bahkan dalam cara dalam studi media massa.


THE RISE OF THE INTERNET

Internet telah menjadi identik dengan konsep dari informasi superhighway. Internet adalah “jaringan dari jaringan” yang menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga mereka dapat bertukar pijat dengan satu sama lain dan berbagi akses ke file data dari komputer (Desember, 1996). Kata wide web ( “Web,” singkatnya) yang merupakan bagian dari internet yang kaya dan grafis yang memungkinkan pengguna untuk menavigasi antara halaman web dengan memilih kata kunci dari simbol grafis.

Dengan internet yang mempunyai kecepatan tinggi melalui jaringan komputer, dapat membaca berita baru, menonton video, mendengarkan musik, dan berkomunikasi dengan keluarga, teman, dan bersama-sama dengan pekerja kemudahan. Dengan penetrasi komputer pribadi sekarang sekitar 50 persen dan harga plug-in ke dalam ‘dorongan membeli’, internet datang dalam jangkauan terbesar di Amerika

Converging technologies

Semua teknologi komunikasi yang pesat menyeragam ke komputer umum dibaca, bentuk digital (Baldwin, Mcvoy, & Steinfield, 1996; Negroponte, 1995; Cairncross, 1997; Dizard, 1997). Misalnya, musik dalam bentuk compact disc adalah satu jenis media digital. Evan tradisional media cetak seperti buku, majalah, koran dan biasanya dibuat pada komputer dan meninggalkan lingkungan digital ini hanya bila dicetak di atas kertas. Selain itu, karena meningkatnya jumlah orang yang membaca on-line versi koran dan majalah terkemuka lewat internet, “mencetak” media, dalam pelaksanaannya, menjadi bagian dari kata digital. Radio, televisi, dan video rumah berada di tengah-tengah yang revolusioner konversi dari teknologi digital yang besar akan mempunyai efek pada cara berpikir kita dari media massa di masa depan. Konvergensi teknologi sudah cukup canggih. Dengan undang-undang yang baru, pembuat undang-undang diharapkan menyemangati kompetisi, meningkatkan pelayanan, dan harga yang lebih hemat di semua media komunikasi. Negara di seluruh dunia adalah berikut sesuai deregulasi mereka sendiri dalam industri komunikasi, karena ras untuk membangun jaringan komunikasi yang dahulu mereka berharap mereka akan memberikan keunggulan kompetitif dalam ekonomi global dari era informasi

Pergeseran isu-isu sosial

Melding media ini juga menimbulkan banyak Isu-isu sosial dan politik yang memaksa mereka jalan ke atas agenda publik. Isu-isu ini dari berbagai pengaruh baru bentuk kekerasan, rasisme, dan sexism yang menghubungi kami melalui komputer dengan ancaman untuk kebebasan pribadi.).

Sementara itu, media massa telah menjadi masalah sosial dalam diri mereka. Mereka adalah untuk memberikan kontribusi untuk dikritik kekerasan, percampuran seksual, eksploitasi ekonomi, tak ada artinya konsumsi, dan pemerintah yg tdk dpt dipersalahkan. Internet pornografi sekarang contends dengan kekerasan televisi terkemuka sebagai fokus keprihatinan tentang dampak-dampak media pada masyarakat. Tetapi konvergensi komputer konvensional dan media massa juga berlaku di berharap cara baru untuk benar lama media tutur. Misalnya, baru V-chip memungkinkan orang tua-sistem rating untuk internet mungkin menyelesaikan masalah pornografi yang ada. Internet juga menawarkan akses ke lebih beragam politik cakupan dan memberdayakan pengusaha untuk memotong-keuntungan pengurasan middlepersons oleh berkomunikasi dengan pelanggan mereka.


World Wide Web dan Studi media massa

Konveregensi juga mempunyai implikasi untuk komunikasi akademisi yang belajar peran media dalam masyarakat. Pertumbuhan yang sangat mengherankan dari world wide web berarti bahwa internet tidak dapat diabaikan penting sebagai media massa. Jika kita abaikan komputer media, “Tidak hanya akan disiplin [dari komunikasi massa] akan tertinggal,” tetapi “juga akan kehilangan kesempatan untuk menjelajahi dan memikirkan kembali jawaban ke beberapa pusat pertanyaan dari penelitian komunikasi massa. “The konvergensi dari media konvensional dan komputer jaringan terus untuk menghasilkan bentuk baru yang menggabungkan elemen radio, televisi, film, dan jurnalistik dalam cara konvensional bahwa kategorisasi membantah dan bahkan kabur tersebut sebagai distinctions yang mendasar antara interpersonal dan komunikasi komunikasi massa (Negroponte, 1995; Dizard, 1997). Secara khusus, interaktif kualitas dari media baru sistem menghambat tantangan untuk teori tentang konsumsi media dan efek media yang berdasarkan asumsi dasarnya dari satu arah ke khalayak pasif.

konvergensi teknologi informasi dan komunikasi media konvensional adalah bertujuan mencapai pembangunan. Ini mewakili perubahan tidak hanya di kain dari media komunikasi tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari kami penuh dengan perubahan-baik kesempatan dan bahaya.

Keseragaman Industri

Perangkat lunak komputer raksasa Microsoft telah membuat investasi dalam penyiaran, televisi kabel, satelit, penerbitan, layanan internet dan industri dalam upaya akan berada di depan dalam menggabungkan media massa dan komputer media. Telepon jarak jauh raksasa AT & T membeli televisi kabel raksasa telekomunikasi, Inc (TCI). NBC televisi dan Disney baik yang diperoleh sendiri internet mesin pencari untuk mendapatkan terlihat keberadaan yang lebih baru di komputer media. sebelumnya berbeda saluran komunikasi, seperti telepon dan televisi, sekarang dapat diintegrasikan ke dalam satu jaringan digital, jadi sangat masuk akal untuk meniru aliansi di industri dahulu kaku batas. Sementara itu, usaha besar dan lembaga publik yang reinventing sendiri untuk mengambil keuntungan dari cara baru dalam melakukan bisnis dimungkinkan oleh teknologi konvergensi (Dyson, 1997)

Changing Lifestyles

Ketika komputer media kami masukkan rumah, pola konsumsi media massa cenderung berubah. menurut satu studi, sepertiga dari pengguna internet benar-benar menghabiskan waktu menonton televisi kurang dari mereka kerjakan sebelum (Miller & clemente, 1997). Konvergen juga kami untuk memperkenalkan cara baru untuk hidup, sekarang bekerja sebagai jutaan (Dizard, 1997), formulir sosial hubungan (taman & Floyd, 1996), memalsukan identitas baru (turkle, 1997).

Dan mengembangkan budaya baru (Dery, 1996) “di internet.” Semua ini dapat berarti lebih banyak pilihan hidup, menurunkan harga barang dan jasa yang dibeli langsung dari pemasok, dan kualitas yang lebih baik dari rata-rata untuk kehidupan keluarga. tetapi mungkin juga menurunkan hubungan manusia dengan adil mereka menggantikan komputer transaksi.


Changing Careers

Bagi mereka yang mempertimbangkan karir di informasi masyarakat, khususnya orang akan membuat pekerjaan dan karir sangat stabil sebagai perusahaan terus menerus-insinyur sendiri dan bersaing dalam skala global. kebanyakan orang memasuki angkatan kerja hari ini akan memiliki empat atau lima karir yang berbeda tidak hanya pekerjaan, tetapi karir mereka di masa mendatang. yang berarti bahwa siswa yang profesional mempertimbangkan karir di jurnalistik, periklanan, atau televisi (atau acara ilmu komputer) akan akhirnya harus kembali untuk beberapa sangat berbeda-profesi atau bergabung dengan “memiliki-nots” di strata lebih rendah dari informasi masyarakat.


daftar rujukan : Changing Media Environment

Persepsi

November 17, 2008 – 2:29 pm

PERSEPSI

1. Definisi Persepsi

Persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Dengan kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan kita menjadi pengalaman yang bermakna. Persepsi adalah juga inti komunikasi, karena jika persepsi kita tidak akurat, tidak mungkin kita berkomunikasi dengan efektif. Persepsilah yang menentukan kita memilih pesan dan mengabaikan pesan yang lain. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu,semakin mudah dan semakin sering mereka berkomunikasi, dan sebagai konsekuensinya semakin cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas. Persepsi meliputi :

· Penginderaan ( sensasi ), melalui alat – alat indra kita ( indra perasa, indra peraba, indra pencium, indra pengecap, dan indra pendengar ). Makna pesan yang dikirimkan ke otak harus dipelajari. Semua indra itu mempunyai andil bagi berlangsungnya komunikasi manusia.penglihatan menyampaikan pesan nonverbal ke otak untuk diinterprestasikan. Pendengaran juga menyampaikan pesan verbal ke otak untuk ditafsirkan. Penciuman, sentuhan dan pengecapan, terkadang memainkan peranan penting dalam komunikasi, seperti bau parfum yang menyengat, jabatan tangan yang kuat, dan rasa air garam dipantai.

· Atensi atau perhatian adalah, pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan, proses kognitif lainnya.Proses atensi membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu. Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar.

· Interpretasi adalah, proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol- simbol yang sama, baik secara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan).

2. Budaya dan Persepsi

Faktor – faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi, tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan, terutama penafsiran atas suatu rangsangan. Agama, ideologi, tingkat ekonomi, pekerjaan, dan cita rasa sebagai faktor – faktor internal jelas mempengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas. Denagn demikian persepsi itu terkait oleh budaya ( culture - bound ). Kelompok – kelompok budaya boleh jadi berbeda dalam mempersepsikan sesuatu. Orang Jepang berpandangan bahwa kegemaran berbicara adalah kedangkalan, sedangkan orang Amerika berpandangan bahwa mengutarakan pendapat secara terbuka adalah hal yang baik.

Larry A. Samovar dan Richard E. Porter mengemukakan 6 unsur budaya yang secara langsung mempegaruhi persepsi kita ketika kita berkomunikasi dengan orang dari budaya lain, yakni :

· kepercayaan (beliefs), nilai ( values ), sikap ( attitude )

· pandangan dunia ( world view )

· organisasi sosial ( sozial organization )

· tabiat manusia ( human nature )

· orientasi kegiatan ( activity orientation )

· persepsi tentang diri dan orang lain ( perseption of self and other )

3. Persepsi selektif, organisasi, dan penafsiran

Setiap orang memperhatikan , mengorganisasikan dan menafsirkan semua pengalamannya secara selektif. Stimuli secara secara selektif artinya, stimuli di urutkan, dan selanjutnya, disajikan sebuah gambaran yang menyeluruh, lengkap, dan dapat di indera. Tidak mudah memahami cara orang lain mengorganisasikan sekaligus memikirkan cara kita sendiri. Setelah stimuli dipersepsi dan diorganisasikan secara selektif, selanjutnya stimuli ditafsirkan secara selektif pula, artinya stimuli diberi makna secara unik oleh orang yang menerimanya.

4. Pengamat / objek / konteks

Seperti mempersepsi benda mempersepsi orang lain juga dapat ditinjau dari 3 unsur yaitu :

· pengamat

· objek persepsi

· konteks yang berkaitan denagn objek yang diamati

Sebagai pengamat anda juga dipengaruhi oleh atribu –atribut anda sendiri. Misalnya orang cenderung membuat penilaian umum, positif ataupun negatif. Namun, karena persepsi personal merupakan proses tradisional, maka atribut – atribut tersebut dapat berubah. Sesekali kesalahan persepsi dapat diperbaiki. Namun, biasanya suatu kesalahan persepsi diikuti kesalahan persepsi lainnya. Sehingga, penyimpangan yang terjadi semakin parah.

5. kegagalan dan kekeliruan dalam persepsi

Persepsi kita seringkali tidak cermat. Salah satu penyebabnya adalah asumsi atau pengharapan kita. Kita mempersepsikan sesuatu atau seseorang sesuai dengan pengharapan kita. Beberpa bentuk dan kegagalan persepsi adalah sebagai berikut :

· Kesalahan atribusi : atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami penyebab perilaku orang lain.

· Efek halo : merujuk pada fakta bahwa begitu kita membentuk kesan menyeluruh mengenai seseorang, kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian kita akan sifat- sifatnya yang spesifik.

· Stereotip : adalah mengeneralisasikan orang – orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi mengenai mereka berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok.

· Prasangka : suatu kekeliruan persepsi terhadap orang yang berbeda. Istilah ini berasal dari bahasa latin ( praejudicium ), yang berarti preseden atau penilaian berdasarkan pengalaman terdahulu.

· Gegar budaya : suatu bentuk ketidak mampuan menyesuaikan diri, yang merupakan reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang –orang baru.

6. Bagaimanakah sebuah pembentukan kesan ?

  • Meperhatikan diri sendiri
  • Konsep diri adalah kesan anda yang relatif stabil menegenai diri sendiri.
  • Umpan balik adalah sikap yang menunjukan sikap respon atau menanggapi lawan main
  • Rasa malu
  • Ramalan yang dipenuhi diri sendiri
  • Atribusi pelaku

Kebanyakan orang membentuk kesan atas oranglain dengan mudah, namun mereka merasa sulit bila diminta menjelaskan prosesnya. Kesan adalah kata yang kita gunakan untuk penilaian kita.

7. Kesan Pertama

Penilaian kepribadian digunakan untuk menjelaskan dan memperkirakan perilaku berdasarkan informasi yang amat terbatas. Bagaimanakah informasi yang ada dimanfaatkan dalam pembentukan kesan pertama?. Sebenarnya, setiap orang tampaknya mempunyai teori khusus kepribadian atau biasa disebut degan teori implisit. Pada intinya istilah in berarti bagaimana kita memilih dan mengorganisasikan informasi tentangorang lain berdasarkan perilaku yang kita rasa dimilikinya.

8. Beberapa variable yang mempengaruhi kecermatan persepsi

Ada beberapa variable yang dapat mempengaruhi kecermatan dalam persepsi . Berbagai kajian menunjukan sedikitnya tiga generalisasi yang dapat dibuat

  • Ada orang – orang yang lebih mudah menilai dari orang –orang lainnya, mungkin mereka lebih terbuka mengenai diri sendiri
  • Beberapa sifat lebih mudah diniai daripada beberapa sifat lainnya
  • Kita dapat menilai orang lebih baik bila orang tersebut mirip dengan kita.

Blogging and PR

November 17, 2008 – 11:29 am

Blogging and PR

The Difference

n Pada blogging konvensional, setiap orang dapat menulis apa saja setiap saat.

n Kondisi ini tidak cocok untuk tujuan public relations.

n Dalam public relations, para praktisi harus membina hubungan dengan audiens kunci yang membantu organisasi mereka untuk tetap bertahan dan berhasil.

Roles of P.R.Practitioners

n Praktisi PR adalah juru bicara untuk pihak lain dan bukan untuk diri mereka sendiri. Mereka tidak punya kebebasan untuk berbicara atas nama perusahaan dan masalah pasar tanpa mengkonfirmasi dengan pihak yang memiliki kontrol langsung dalam bidang tersebut.

n Seorang praktisi harus memperhatikan dengan hati-hati sebelum menulis sesuatu yang muncul dalam benaknya tanpa memunculkan ketepatan dan proporsi pada pernyataannya.

What P.R. Can do

n Dimungkinkan bagi seorang praktisi PR untuk menerapkan kata-kata luar biasa yang akan diikuti secara antusias oleh audiens sasaran, namun jika secara individu terdapat kekeliruan, kredibilitas akan jadi masalah, termasuk juga karirnya.

n Terdapat beberapa situasi di mana seorang praktisi PR meningkatkan hubungan dengan audiens dan penghargaan personal dengan menjadi seorang yang populer. Pada situasi ini –salah satu sisi blogging: the freedom to say anything – bisa dikompromikan ketika blog digunakan untuk keperluan public relations.

n Kondisi ini membuat blogging untuk tujuan PR berbeda dengan personal blogging yang bisa dilakukan oleh orang lain.

Credibility and Accuracy

n Kredibilitas adalah kunci bagi praktisi publc relations, baik secara internal dan eksternal.

n Untuk praktisi yang menggunakan blog (disebut Bloggers), ketepatan merupakan sebuah beban yang harus ditanggung sendiri. Wartawan memiliki editor yang membantu. Bloggers tidak punya. Dia harus berhati-hati untuk memeriksa rujukan dan fakta yang digunakan sebelum menggunakannya dalam jurnal online.