Author : Wildan Ghiffary (NPM: 230210090009)
Kita mengetahui bagaimana cuaca di Indonesia sangat berpengaruh terhadap kehidupan di dalamnya, segala kejadian yang terjadi di atmosfer akan berpengaruh terhadap kehidupan di bawahnya. Pada kasus ini kita berbicara tentanga pengaruh atmosfer terhadap laut khususnya di Indonesia. Sebelum itu kita perlu mengetahui apa itu atmosfer? Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Gas-gas penyusun atmosfer tidak dapat lepas (meninggalkan) dari bumi karena pengaruh gaya gravitasi bumi. Karena massa gas-gas tersehut tidak sama, pengaruh gaya gravitasi terhadap gas-gas dalam atmosfer juga tidak sama. Akibatnya, distribusi gas-gas dalam lltlxosfer juga tidak sama. Gas yang mempunyai massa besar banyak terdistribusi dekat permukaan bumi, scdangkan gas ringan banyak terdistribusi jauh dari permukaan bumi. Karena tebalnya (tingginya) lapisan atmosfer, suhu tiap bagian atmosfer menjadi tidak sama. Berdasarkan kenyataan ini. kita dapat membagi atnrosfer menjadi beberapa lapisan.
Sebagaimana kita ketahui atmosfer di pengaruhi oleh sumber energi yang tidak terbatas yang matahari. matahari memancarkan energi berupa gelombang elektromagnetik dan terutama gelombang panas. gelombang panas yang terpancar dari matahari mempengaruhi atmosfer. Sinar matahari dipancarkan ke segala arah, tetapi hanya sebagian kecil yang sampai ke bumi. Namun, sinat itu sudah cukup sebagai sumber panas bagi kehidupan di bumi. Sebenarnya, bumi juga memacarkan panas ke udara. Namun, panas tersebut terlalu kecil dibandingkan panas matahari. Sinar matahari yang sampai ke atmosfer, 36 % dipantulkan kembali ke angkasa, 19 % diserap, dan 45 % sampai ke permukaan bumi. Panas yang sampai ke bumi inilah yang memanasi daratan, lautan, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Panas yang sampai ke permukaan bumi sebagian besar oleh bumi dan sebagian kecil dipantulkan. Adapun banyaknya sinar matahari yang diserap oleh permukaan bumi ditentukan oleh empat faktor, yaitu :
- sifat muka bumi, bagian muka bumi yang lebih gelap mempunyai daya serap lebih besar.
- kemiringan sinar matahari, makin tegak sinar matahari makin banyak sinar yang diserap.
- lama penyinaran, makin lama penyinaran makin banyak sinar yang terserap.
- keadaan awan, makin banyak awan makin sedikit sinar matahari yang sampi ke bumi.
Sinar matahari yang diserap oleh bumi, hampir semuannya dipancarkan kembali. Adanya pemacaran kembali inilah yang menyebabkan suhu di permukaan bumi stabil. Artinya, bumi tidak makin panas atau makin dingin. Panas yang dipancarkan kembali oleh bumi merupakan sumber panas utama atmosfer bagian bawah. Itulah sebabnya, suhu do troposfer makin tinggi makin rendah. sinar matahari yang mengahantarkan panas tersebut mengakibatkan adanya konduksi konduksi adalah perpindahan panas dari subtansi yang bersuhu tinggi ke substanssi yang bersuhu rendah secara langsung. akibat langsung dari adanya konveksi adalah terjadinya angin. Lalu angin bergerak dari tekanan tinggi ke tekannan yang lebih rendah .angin tergerak akibat adanya pengaruh pergerakan atmosferik. ini ditandai dengan adanya cuaca . cuaca berubah-ubah akibat adanya evaporasi yang menimbulkan awan hujan .awan hujan digerakan oleh angin dan bergerak dari suhu tinggi ke suhu rendah . evaporasi terjadi akibat adanya pemanasan oleh matahari terhadap sumber air atau laut yang seterusnya menguap dan membentuk awan hujan. Begitulah bagaimana atmosfer menyebabkan iklim dan cuaca berubah-ubah, terutama di Indonesia.
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia.Pulau-pulau besar yang terbentang dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dan pulau-pulau yang lebih kecil lainnya menyediakan tanah untuk hidup manusia, berbagai hewan dan tumbuhan. Posisi geografi Indonesia pada koordinat 6 derajat Lintang Utara – 11.5 derajat Lintang Selatan serta 91.8750 derajat – 144.3750 derajat Bujur Timur. Perairan laut yang luas membentang, menghubungkan pulau-pulau tersebut. Berbagai perairan dangkal dan dalam menyediakan sumber kekayaan alam yang luar biasa bagi hidup manusia. Panjang pantai 81.000 km atau 14% garis pantai seluruh dunia, di mana 2/3 wilayah Indonesia berupa perairan laut. Jumlah pulau adalah 18.108 di mana hanya 6.000 pulau berpenduduk. Luas laut kedaulatan 3.1 juta km2. Luas laut ZEE 2.7 jt km2. Zona pesisir dapat menopang kehidupan 60% penduduk Indonesia. Kekayaan alam yang terkandung antara lain :
- 350 fauna, 28.000 flora, dan 110.000 mikroba
- 600 terumbu karang dan 40 genera
Termasuk ikan, udang, moluska, kerang mutiara, kepiting, rumput laut, mangrove/hutan bakau, hewan karang dan biota laut lainnya.
Wilayah laut tersebut memiliki potensi SDI (sumberdaya ikan) 6,7 ton, yakni 2,0 juta ton untuk ZEE Indonesia dan 4,7 juta ton untuk perairan teritorial Indonesia, dan hanya 62 persen yang dimanfaatkan. Besarnya potensi sumber daya kelautan Indonesia tersebut, potensi sumber daya ikan laut di seluruh perairan Indonesia (tidak termasuk ikan hias) diduga sebesar 6,26 juta ton per tahun, tercermin dengan besarnya keanekaragaman hayati, selain potensi budidaya perikanan pantai di laut serta pariwisata bahari (Budiharsono S., 2001). Di lain pihak, jumlah penduduk yang meningkat cepat beserta intensitas pembangunannya sumber daya alam di daratan sudah mulai menipis dan dengan kenyataan bahwa 60 % dari penduduk Indonesia (kira-kira 185 juta jiwa) yang dianggap tinggal di daerah pesisir, tidaklah mengherankan bahwa lingkungan pesisir dan laut menjadi pusat pemanfaatan sekaligus pengrusakan yang tingkatnya sudah cukup parah untuk beberapa daerah tertentu (Anonimous, 1996).
Wilayah pesisir dan lautan indonesia yang kaya dan beragam sumber daya alamnya telah dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu sumber bahan makanan utama, khususnya protein hewani, sejak berabad-abad lamanya. Sementara itu, kekayaan hidrokarbon dan mineral lainnya yang terdapat di wilayah ini juga telah dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan ekonomi nasional. Selain menyediakan berbagai sumber daya tersebut, wilayah pesisir dan lautan Indonesia memiliki berbagai fungsi lain, seperti transportasi dan pelabuhan, kawasan industri, agribisnis dan agroindustri, rekreasi dan pariwisata, serta kawasan pemukiman dan tempat pembuangan limbah.
Banyak faktor yang menyebabakan pola pembangunan sumber daya pesisir dan lautan selama ini bersifat tidak optimal dan tidak berkelanjutan. Atmosfer adalah salah satu yang berpenagruh terhadap laut. Lautan menyerap CO2 dari atmosfer sekitar 20 juta ton per hari atau 30% dari total CO2 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. CO2 yang masuk kedalam laut yg berbentuk asam karbonat (carbonic acid) yang akan membuat laut semakin asam. Hal ini akan membuat pH air laut turun dan juga menurunkan konsentrasi ion karbonat. Berkurangnya ion karbonat akan menurunkan kemampuan karang untuk membangun kerangka dan struktur kerang tulang punggung gugusan koral.
Pertukaran CO2 dilautan dalam skala global sebenarnya seimbang, akan tetapi pengaruh keadaan setempat seperti fluktuasi suhu permukaan laut, tingkat kegaraman (salinitas), kecepatan angin, kandungan CO2 di atmosfer dan lautan, reaksi kimia dengan spesies dipermukaan laut serta aktivitas biologi lautan mempengaruhi besarnya fluktuasi CO2 antara lautan dan atmosfer. Secara umum terdapat selisih negatif antara jumlah CO2 yang dilepaskan ke atmosfer oleh lautan dengan jumlah CO2 yang masuk ke lautan dari atmosfer. Kelarutan CO2 di laut dipengaruhi oleh suhu permukaan air laut dan tingkat kegaramannya (salinitas). Kecepatan pertukaran gas antara lautan dengan atmosfer dipengaruhi oleh suhu permukaan laut dan kecepatan angin. Sedangkan arah pertukarannya dipengaruhi oleh kandungan CO2 di atmosfer dan lautan, aktifitas biologi dilautan serta suhu permukaan laut. Untuk menghitung kandungan CO2 di lautan, pada beberapa literatur memasukkan pengaruh dari aktifitas biologi lautan dan beberapa lainnya tidak memasukkannya, dimana hanya dipengaruhi oleh suhu permukaan laut. Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.
Pemanasan global dapat mempengaruhi perubahan iklim yang sanagat drastis . ini disebabkan adanya penumpukan jumlah CO2 di atmosfer yang menahan panas di atmosfer mengakibatkan temperatur terakumulasi dan suhu permukaan bumi menjadi semakin panas. Laut mempunyai peranan penting dalam siklus karbon itu karena siklus karbon sebagian besar terjadi dilaut. Menurut ahli biologi hanya 10 persen siklus carbon terjadi di darat sedangkan sisanya terjadi di laut. Jadi terganggunya siklus carbon dilautlah yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. pemanasan global mempengaruhi ekosistem laut yang merupakan unsur penting dalm penyerapan karbon di atmosfer . oleh karena itu mari kita jaga kelestarian ekosistem laut agar keseimbangan bumi tetap terjaga . karena alam ada dalam keadaan seimbang dan selalu menyeimbangkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Selain itu, kesepakatan umum mengungkapkan bahwa salah satu penyebabnya terutama adalah perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sumber daya pesisir dan lautan yang selama ini dijalankan secara sektoral dan terpilah-pilah. Padaha karakteristik dan dinamika alamiah ekosistem pesisir dan lautan yang secara ekologis saling terkait satu sama lain termasuk dengan ekosistem lahan atas, serta beraneka ragam sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan sebagai potensi pembangunan yang pada umumnya terdapat dalam satu hamparan ekosistem pesisir, mensyaratkan bahwa pembangunan sumber daya pesisir dan lautan secara optimal dan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui pendekatan terpadu dan holistik.
Potensi pembangunan yang terdapat di wilayah pesisir dan lautan secara garis besar terdiri atas tiga kelompok yaitu sumber daya dapat pulih (renewable resource), sumber daya tak dapat pulih (non-renewable resource),jasa-jasa lingkungan (environmental service). Pertanyaannya adalah sudah seberapa besar pemanfaatan yang telah digali dari ketiga kelompok sumber daya tersebut. Padahal jika pemanfaatannya dapat dioptimalkan, akan sangat menguntungkan untuk peningkatan produk domestik bruto dan kesejahteraan rakyat.
Menurut perhitungan yang dilakukan oleh Tim CIDA/Bappenas (1988), pada tahun 1987 nilai ekonomi total yang dihasilkan oleh sebelas kegiatan pembangunan (pemanfaatan) sumber daya pesisir dan lautan sebesar 36,6 triliyun, atau sekitar 22% dari total produk domestik bruto (tabel II.1).
Berbagai kegiatan pembangunan ini merupakan sumber mata pencaharian dan kesejahteraan bagi sekitar 13,6 juta orang, dan secara tidak langsung mendukung kegiatan ekonomi bagi sekitar 60% dari total penduduk Indonesia yang bermukim di kawasan pesisir. Kemudian pada tahun 1990, konstribusi ekonomi kegiatan sektor kelautan tersebut meningkat menjadi Rp. 43,3 triliyun, atau sekitar 24% dari total produk domestik bruto, dan menyediakan kesempatan kerja bagi sekitar 16 juta jiwa (Robertson Group dan PT. Agriconsult, 1992). Kenaikan konstribusi ini terutama disebabkan oleh kegiatan minyak dan gas, perikanan, dan pariwisata. Sumber Daya Dapat Pulih. sumberdaya ini terdiri atas: hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun dan rumput laut, sumberdaya perikanan laut serta bahan-bahan bioaktif. sedangkan sumberdaya tidak dapat pulih (non-renewable resource) terdiri atas: seluruh mineral dan geologi.
Mineral terdiri dari tiga kelas yaitu kelas A (mineral strategis; minyak, gas, dan batu bara), kelas B (mineral vital; emas, timah, nikel, bauksit, bijih besi, dan cromite), dan kelas C (mineral industri; termsuk bahan bangunan dan galian seperti granit, kapur, tanah liat, kaolin, dan pasir). Selain sumberdaya tersebut masih ada jasa-jasa lingkungan (environmental service) yang dapat memberikan konstribusi bagi perekonomian negara seperti fungsi kawasan pesisir dan lautan sebagai tempat rekreasi dan pariwisata, media transportasi dan komunikasi, sumber energi, sarana pendidikan dan penelitian, pertahanan keamanan, penampungan limbah, pengatur iklim, kawasan perlindungan, dan sistem penunjang kehidupan serta fungsi ekologis lainnya. oleh karena itu mari kita jaga kelestarian ekosistem laut agar keseimbangan bumi tetap terjaga . karena alam ada dalam keadaan seimbang dan selalu menyeimbangkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Daftar Pustaka
- http://organisasi.org/definisi-pengertian-laut-jenis-macam-laut-fungsi-peran-manfaat-laut
- http://blog-indonesia.com/blog-archive-6802-526.html
- http://rizkypinter.wordpress.com/2011/01/29/definisi-laut/
- http://mbojo.wordpress.com/2007/04/10/pemanasan-global-catatan-mengenai-sebabnya/
- http://mbojo.wordpress.com/2009/04/09/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-eksplorasi-data-penginderaan-jauh-kecepatan-transfer-gas-co2/
- http://mbojo.wordpress.com/2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-
- dan-laut-pendahuluan/
- http://groups.yahoo.com/group/PemanasanGlobal/message/390
ps: tulisan ini sebagai tugas bagi penulis sebagai mahasiswa saya di Program Studi Ilmu Kelautan.