Maksud pendirian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran adalah untuk turut memecahkan masalah di bidang produksi pertanian, terutama melalui kegiatan penelitian dan penyediaan tenaga ahli pertanian, sehingga akan memberikan bantuan yang nyata bagi masyarakat Jawa Barat khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

Dalam perkembangannya, Fakultas Pertanian mengemban tugas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendirian tersebut bermula dari pembentukan Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran oleh Presiden Universitas Padjadjaran pada tanggal 26 Februari 1958, yang terdiri dari :

Ketua : Ir. Herry Suherlan
Wakil Ketua : R.S. Soeradiradja
Anggota : Ir. R. Anwas Adiwilaga
  Prof. Dr. Ir. Tb. Bachtiar Rifai
  Ir. R.E. Padmakusumah
  Ir. R.S. Partadisastra
  R.H.D. Adimihardja
  R.I. Adiwikarta

Usulan pembentukan Fakultas Pertanian selanjutnya disampaikan kepada Presiden Universitas Padjadjaran pada tanggal 18 Maret 1958.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Muda Pendidikan, Pengadjaran, dan Kebudayaan (PP&K) No. 101207/S tertanggal 6 Oktober 1958, Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran ditugaskan untuk mempersiapkan pendirian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Berikutnya, tepatnya pada tanggal 1 September 1959 Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran resmi didirikan berdasarkan SK Menteri PP&K No. 85633/S.

Pada periode 1959 – 1961, kepemimpinan Fakultas Pertanian dijabat oleh seorang Dekan yang dibantu oleh masing-masing seorang Wakil Dekan dan seorang Sekretaris, sebagai berikut :

Dekan : Prof. Mr. Iwa Koesoemah Soemantri
Wakil Dekan : R.S. Soeriadiradja
Sekretaris : Ir.R.Anwas Adiwilaga

 

Periode kepemimpinan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran sampai tahun 2014 adalah sebagai berikut :

  1. Prof. Mr. Iwa Koesoemah Soemantri (1959 – 1961)
  2. Prof. Dr. Ir. Tb. Bachtiar Rifai (1961 – 1962)
  3. Prof. Dr. Ir. Gunawan Satari (1962 – 1964)
  4. Prof. Dr. Ir. Gunawan Satari (1964 – 1966)
  5. Ir. Rasjid Sukarja (1966 – 1968)
  6. Ir. Rasjid Sukarja (1968 – 1970)
  7. Ir. Husen Djajasukanta, M.Sc. (1970 – 1972)
  8. Ir. Lukito Sukahar (1973 – 1975)
  9. Ir. Lukito Sukahar (1975 – 1977)
  10. Dr. Ir. Achmad Baihaki, M.Sc. (1977 – 1979)
  11. Dr. Ir. Achmad Baihaki, M.Sc. (1979 – 1982)
  12. Dr. Ir. Hasbi Tirtapradja (1982 – 1985)
  13. Dr. Ir. Ukun Sastraprawira, M.Sc. (1986 – 1989)
  14. Prof. Dr. Ir. Ukun Sastraprawira, M.Sc. (1989 – 1991)
  15. Dr. Ir. Tuhpawana P. Sendjaja (1991 – 1994)
  16. Prof. Dr. Ir. Tuhpawana P. Sendjaja (1995 – 1998)
  17. Prof. Dr. Ir. Sadeli Natasasmita (1998 – 2001)
  18. Prof. Dr. Ir. Sadeli Natasasmita (2002 – 2006)
  19. Prof.Dr.Ir.Hj.Yuyun yuwariah AS.,M.S. (2006 – 2010)
  20. Prof.Dr.Benny Joy, Ir.,M.S. (2010 – 2013)
  21. Dr.Sudarjat.Ir.,MS ( 2014 – Sekarang )

Sejak awal pendiriannya, Fakultas Pertanian telah mempunyai Rencana Pembinaan dan Pengembangan dalam aspek fisik dan nonfisik. Pada aspek fisik, pada awal berdirinya, Sekretariat Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bertempat di Jl. Dipati Ukur No. 37, Bandung, sedangkan kegiatan perkuliahan dan praktikum terpencar di beberapa tempat dan instansi terkait. Pada pertengahan tahun 1961, Fakultas Pertanian pindah ke Jl. Maulana Yusuf  No. 12, Bandung. Pada awal tahun 1968 aktivitas kegiatan dilakukan di Jl. Bukit Dago Utara; bersama dengan Fakultas Peternakan. Akhirnya pada bulan September 1986 Fakultas Pertanian pindah ke kampus Universitas Padjadjaran di Jatinangor sampai sekarang.

Pada tahun 1962, Fakultas Pertanian mengembangkan kebun percobaan yang berlokasi di Desa Jelekong, Kec. Ciparay, Kab. Bandung, seluas 6,5 ha sebagai areal kegiatan penelitian dan pengembangan kegiatan-kegiatan pertanian – selanjutnya berkembang menjadi Sanggar Penelitian, Latihan, dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Ciparay. Pada tahun 1980 Fakultas Pertanian mengembangkan areal lahan di Desa Arjasari, Kec. Arjasari, Kab. Bandung, seluas 200 ha. Hal tersebut mengacu kepada Surat Keputusan Gubernur/ Kepala Daerah Tk. I Propinsi Jawa Barat No. 2093/ Dit/ PHT/ HP/ 1980 tentang Persetujuan Ijin Lokasi serta Sertifikat Hak Pakai No. 02 Lebak Wangi tanggal 10 – 7 – 1980. Areal lahan pengembangan untuk mendukung kegiatan akademik di Fakultas Pertanian tersebut saat ini dikenal sebagai SPLPP Arjasari.

Pengembangan aspek fisik juga mencakup peningkatan kuantitas dan kualitas sarana/ prasarana pendukung kegiatan akademik. Saat ini, Fakultas Pertanian telah meiliki gedung dan ruang kuliah (1.950 m2), laboratorium (2.950 m2),  internet (kapasitas 15.698 kbps untuk seluruh fakultas),  perpustakaan (657 m2), dan Student Centre (250 m2). Dalam waktu yang tidak lama lagi, diharapkan Fakultas Pertanian juga memiliki sebuah gedung multimedia berlantai tiga yang terintegrasi dengan perpustakaan digital.

Pengembangan aspek nonfisik di Fakultas Pertanian antara lain meliputi penyempurnaan kurikulum dan sistem pendidikan, serta pengembangan program pendidikan. Pada mulanya, kurikulum tingkat Sarjana di Fakultas Pertanian menganut sistem kenaikan tingkat melalui pendekatan majoring dan minoring untuk penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Penyempurnaan kurikulum Strata-1 melalui penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) diberlakukan mulai tahun 1979/ 1980. Sejak tahun 2008/ 2009 Fakultas Pertanian menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan metode pembelajaran yang bersifat Student Centered Learning (SCL).