DeviantART have just released its Version 6. This latest version is also known as “Sleek!”. Hmmm…, yummy!
Just watch the video or go to the original article to find out how sleek it is. Or, you wanna be a deviant?
DeviantART have just released its Version 6. This latest version is also known as “Sleek!”. Hmmm…, yummy!
Just watch the video or go to the original article to find out how sleek it is. Or, you wanna be a deviant?
Apaan tuh? Frekuensi gelombang stasiun radio ITB? Bukan…, bukan…. Kita tidak sedang membincangkan radio-radioan. Yang satu ini adalah situs/blog kelompok studi fisika ITB. 102 FM adalah…, ah, baca sendiri saja deh di sini.
Tulisan-tulisan dalam blog ini sangat menarik. Para penulisnya mampu menampilkan topik-topik sains, utamanya tentu saja fisika, jadi terasa santai dan jauh dari kesan berat. Bahasannya kadang tampak sederhana dan sepele, sesuatu yang biasa kita alami. Nah, yang sederhana itu lalu dikupas “dari sudut pandang fisika”, maka jadilah ia tidak lagi “sesederhana yang dikira”. Namun demikian, hal ini tetap tidak membuatnya keluar dari pakem “fisika asyik”. Tercermin dari bahasanya yang cenderung luwes dan gaul khas anak muda.
Kategori tulisannya membentang dari fisika partikel hingga kosmologi, dari fisika teoretis hingga terapan. Semuanya disajikan dengan bahasa ringan nan mengalir. So, ingin “belajar fisika” yang asyik? Inilah salah satu tempat yang layak dikunjungi.
Judul blog ini terinspirasi oleh tulisan di sini. (Maaf, judulnya saya pakai di sini.) Ia “menafsirkan” sebuah nama yang, entah kebetulan atau bukan, sesuai untuk nama belakang saya. Sampailah ia pada satu kata: KOSONG.
Manaf diambil dari kata bahasa Arab manâf. Manâf, dalam bahasa Arab, berasal dari kata dasar nafâ-yanfî yang berarti ‘menghilangkan, membuang, meniadakan’. (Tentu kita tak asing lagi dengan kata ‘menafikan’ yang diserap dari dari akar kata yang sama.) Nah, manâf adalah bentuk isim makan/isim zaman yang menunjukkan ‘tempat/waktu pekerjaan yang disebutkan dalam kata dasar’. Jadi, manâf diartikan harfiah sebagai ‘tempat/waktu menghilangkan, tempat/waktu membuang, tempat/waktu meniadakan’. Dalam kamus bahasa Arab yang pernah saya baca, manâf diartikan sebagai ‘tempat membuang’—tepat seperti tafsiran dalam tulisan inspirator di atas.
Terus, apa hubungannya itu dengan judul blog ini? Penghubungnya ada di kata ‘kosong’. Ketika sesuatu di suatu tempat terus-menerus dibuang (ke suatu tempat lain), maka tempat semula (bisa jadi) akan sampai pada kondisi di mana sesuatu yang tadi menempatinya tidak ada alias kosong. Kekosongan ini, dengan agak memaksa, lalu saya kaitkan dengan teori himpunan, yaitu himpunan kosong (misalnya di sini). Nah, (salah satu) notasi himpunan kosong inilah yang saya pakai sebagai judul blog.