Kesetiaan

Posted on: Monday, May 9, 2011

Rasa ingin memilliki untuk setiap orang sangat tinggi.Keegoisan juga ikut campur didalamnya.Meskipun terus disakiti,dia tetap mengedepankan rasa sayangnya dibandingkan egonya.Kadang kita bilang “gue udah lupa” yang artinya gue terus ingat dia.Kesanggupan seorang untuk melepaskan orang yang dicintainya sangat sulit dan butuh waktu untuk menghilangkan rasa yang pernah ada.Kita ingin lepas dari derita yang tak berakhir,karena kata hati selalu menuntun kita,tetapi selalu kita dapat kata dari teman kita “Moving On”.Memaknai kata-kata itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.Kalau kita berani untuk menyanyangi,kita juga harus berani sakit.Permasalahan yang ada bisa menjadikan kita dewasa untuk belajar tentang hidup ini.Sesuatu yang kita kerjakan tanpa ingin diketahui adalah sikap ketulusan dan ikhlas kita dan Kesetiaan adalah suatu rasa yang tidak ingin berpaling,memusatkan yang pertama,dan tetap dihati.

kota ke desa?

Posted on: Friday, May 6, 2011

Kenapa kuliah di desa?kok mau,kerap kali saya diajukan pertanyaan seperti itu.Saya hanya tersenyum dan mengatakan “Emang dapatnya di sini ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐ”.Sewaktu saya diterima untuk berkuliah di Jatinangor,awalnya saya tidak tahu daerah itu,saya hanya tau daerah kota bandungnya.Daerah Jatinangor adalah tol keluar dari cileunyi yang jauh dengan kilometer 155.Saat saya harus tinggal disini menjadi anak kost dan perantau dari jakarta ke nangor,saya mengalami perbedaan yang membuat awalnya saya tidak betah dan bawaannya ingin pulang terus.Ini bisa disebut Culture Shock buat saya.Dari tempat,saya bisa melihat disini masi bisa ada gunung yang kadang membuat sinyal pending terus -_-.Saya masih bisa melihat ada tanaman padi,sedangkan di Kota hanya bangunan tinggi dan mall serta tempat makan dan tongkrongan.Saya harus bisa memahami akan lingkungannya.Saya pun membeli peralatan untuk kebutuhan kost,sesudah itu saya menunggu datangnya taksi atau bajaj buat mengangkut barang-barang yang saya beli,tetapi yang saya dapat ialah bus-bus dengan asap hitam yang mengebul dan angkot-angkot yang saya kenal di Jakarta adalah mikrolet.Mau tidak mau saya pun mengangkat barang-barang saya kedalam angkot.Dalam hati saya mendumel , “tau gini naik mobil biar ga repot”.Hari-hari saya lalui,saya harus naik ojek atau angkot untuk kekampus,kalau ke Bandung pun saya harus naik damri.Pertama kalinya saya naik damri.hahaha.Semenjak di Nangor saya pun mulai membiasakan diri naik bis atau angkot,berbeda dengan di Jakarta.Saya jarang naik bus/angkot di Jakarta,paling busway,karena menurut saya busway juga memudahkan walaupun terkadang saya malas harus mengantri panjang.Menurut saya semakin lama jatinangor semi ke kota karena di sini ada hotel,salon,mall dan lainnya,tetapi apabila dibandingkan dengan kota sangat jauh perbedaannya.Saya banyak diajarkan untuk lebih mandiri dan bersosialisasi di lingkungan baru.Meskipun awalnya saya shock akan bahasa nya juga,yang dominan sunda,makanan yang tidak jauh berbeda dari makanan rumahan,lingkungan yang cuacanya juga berbeda,tempat tinggal yang apa adanya,dan mengurus diri sendiri  -__- haha.Seminggu saya di Jatinangor,saya sempat sakit,lalu saya memaksakan diri pulang ke Jakarta dan saya langsung opname di RS Pertamina . haha.Dokter mengatakan kalau saya belom bisa menyamakan perbedaan cuaca dan makan-makanan yang siap saji,jadi saya harus memperhatikan hal tersebut.Dulunya masih suka sakit disini,suka bangun-tidur,tapi lama-kelamaan saya harus bisa menikmatinya :) .Ternyata culture shock yang saya alami masih bisa saya tangani,ini hanya membutuh kan waktu dan mencoba untuk memahami yang ada dengan apa adanya.Semoga bisa jadi pembelajaran dan pembekalan untuk ke depannya :)

Hello world!

Posted on: Friday, Apr 22, 2011

Welcome to Blogs Unpad | Mari Kita Menulis. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

About this blog

Malorum prompta volutpat eum ut, ei dicta vocent prodesset cum. Ut mei alienum probatus scribentur, noluisse vituperata dissentias ex vis, usu nisl porro euripidis no. Iuvaret detraxit ne vim, usu hinc dicat qualisque ad.