Articles from September 2017



Ular Tangga PHBS

Penyuluhan Kesehatan Melalui Permainan Kartu Kwartet PHBS

Mengembangkan Permainan Ular Tangga sebagai Media Promosi Kesehatan

Saat ini Indonesia masih mengalami berbagai masalah kesehatan khususnya terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh terhadap kesehatan, karena dapat mencegah risiko timbulnya penyakit, baik penyakit infeksi atau penyakit tidak menular. Bila promosi kesehatan tentang PHBS ini dilakukan dengan baik maka akan mengurangi dampak risiko terjadinya berbagai penyakit yang berkaitan dengan perilaku tidak sehat.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang ada, diperlukan metode maupun media yang baik serta disukai oleh sasaran. Khusus untuk anak-anak, hampir semua anak-anak menyukai bermain karena dapat menjadi sarana hiburan maupun untuk bersenang-senang. Selain itu, menurut banyak literatur pemberian materi promosi kesehatan lebih mudah tersampaikan jika menggunakan media yang dapat menarik perhatian siswa. Melalui metode yang benar dan penggunaan alat peraga yang tepat sasaran, maka materi yang disampaikan dalam promosi kesehatan akan mudah diterima, dicerna dan diserap oleh sasaran.

Salah satu metode permainan yang dapat dikembangkan sebagai media promosi kesehatan adalah permainan ular tangga. Permainan ular tangga dapat dimodifikasi dengan dibuat ukuran yang lebih besar (sekitar 3 x 3 m) sehingga dapat dimainkan oleh anak-anak secara interaktif. Penyampaian pesan kesehatan dilakukan melalui pesan-pesan yang ada dalam setiap kotak dalam papan ular tangga. Pesan kesehatan dalam kotak ular tangga promkes terdiri dari perilaku yang sehat dan perilaku yang tidak sehat serta kotak yang berisi akibat dari perilaku-perilaku tersebut.

Konsep utama dalam permainan ular tangga promkes adalah prinsip sebab akibat, dimana bila pemain masuk pada kotak dengan pesan berisi perilaku sehat maka pemain tersebut akan naik (gambar tangga). Sedangkan bila pemain masuk pada kotak dengan pesan berisi perilaku yang tidak sehat, maka pemain tersebut harus turun (gambar ular).  Salah satu contoh, setelah pemain mengocok dadu kemudian anak masuk pada kotak dengan pesan “TIDAK MEROKOK” (perilaku sehat) maka pemain tersebut akan naik pada kotak yang sudah diarahkan oleh tangga ke kotak akibat dengan pesan “JANTUNG LEBIH SEHAT”. Pesan yang ingin disampaikan adalah bila anak tidak merokok maka salah satu akibat atau manfaatnya adalah jantung akan lebih sehat. Begitu juga apabila pemain masuk ke kotak dengan perilaku yang tidak sehat “MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN” maka pemain tersebut harus turun ke kotak yang diarahkan oleh gambar ular menuju kotak dengan pesan “LINGKUNGAN MENJADI KOTOR”

Permainan ular tangga promkes dapat dimainkan oleh 2 hingga 4 anak, dimana pemain langsung berperan menjadi pengganti pion/alat permainan. Pemain akan bergerak sesuai dengan angka yang ditunjukan oleh dadu yang mereka lemparkan. Pemenang adalah pemain yang pertama kali sampai di kotak finish.

Melalui pesan-pesan yang ada di dalam kotak permainan ular tangga promkes, diharapkan pemain mendapatkan pesan kesehatan sehingga mampu meningkatkan pengetahuan maupun motivasi untuk berperilaku sehat.

Permainan ular tangga promkes ini cukup sederhana karena hanya membutuhkan lembar kotak ular tangga yang dapat dibuat dari bahan spanduk ukuran 3×3 meter serta dadu ukuran 30×30 cm.

(Kristyawan Sutriyanto).

 

 

Pemanfaatan Kartu Kasugi Sebagai Media Promosi Kesehatan di Kab. Bandung Barat

Berawal dari hasil penelitian saat penulis mengambil pendidikan pascasarjana di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas padjadjaran Bandung. Penelitian yang dilakukan yaitu mengembangkan sebuah media inovatif yang dapat digunakan sebagai media penyuluhan kesehatan serta mengukur pengaruhnya terhadap peningkatan pengetahuan PHBS pada siswa sekolah dasar.

Penelitian tersebut menghasilkan sebuah media promosi kesehatan berupa kartu kwartet yang topiknya berisi pesan-pesan tentang PHBS. Kartu kwartet tersebut diberi nama permainan kartu kwartet sunugiras atau disingkat kasugi. Sunugiras berasal dari bahasa sansekerta yaitu Sunu yang berarti anak dan Giras yang berarti sehat. Permainan kartu kasugi merupakan model baru yang belum pernah digunakan secara luas sebagai metode promosi kesehatan khususnya bagi anak usia sekolah.

Kartu kasugi berisi pesan-pesan tentang perilaku hidup bersih dan sehat yang diadopsi dari indikator PHBS sekolah.   Satu set permainan kartu kasugi terdiri dari 40 buah kartu yang terbagi dalam 10 topik berkaitan dengan PHBS sekolah dan masing-masing topik terdiri dari 4 subtopik yang merupakan penjelasan dari topik diatasnya. Pemberian promosi kesehatan melalui metode permainan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa untuk berperilaku sehat dengan suasana yang menyenangkan. Permainan kartu kasugi dapat digunakan tidak hanya sebatas pada anak di sekolah, namun dapat pula digunakan sebagai media promosi kesehatan bagi anak-anak secara umum.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa promosi kesehatan melalui permainan kartu kwartet Sunugiras sebanyak 3 kali atau lebih mampu meningkatkan pengetahuan PHBS siswa. Dari hasil penelitian tersebut, UPTD Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat tertarik memperbanyak kartu kwartet Sunugiras untuk digunakan sebagai media promosi kesehatan. Selain mampu meningkatkan pengetahuan PHBS, permainan kartu Kwartet PHBS memiliki keunggulan lain yaitu dapat digunakan secara mandiri oleh siswa tanpa harus tergantung pada petugas kesehatan.

Akhirnya pada awal tahun 2016, Dinas Kesehatan Kab. Bandung Barat mulai memperbanyak Kartu Kwartet Sunugiras yang kemudian namanya diubah menjadi Kartu Kwartet PHBS. Hingga pertengahan tahun 2017 ini, permainan kartu kwartet PHBS sudah menjadi metode alternatif yang digunakan oleh petugas promkes puskesmas dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan khususnya terkait PHBS. (Kristyawan Sutriyanto)