Kesenian Tarawangsa, atau yang biasa disebut Jentreng oleh warga setempat adalah kesenian yang telah menjadi ciri khas daerah Rancakalong, bahkan di Kantor Kecamatan Rancakalong pun terdapat patung relief monumen kecil yang menggambarkan kesenian ini. komponen dari Jentreng ini hanyalah dua jenis alat musik kecapi dan Rebab dan juga diiringi oleh tari-tarian. Namun, yang menjadi keunikan dari kesenian ini adalah sentuhan unsur mistis yang telah terasimilasi dengan budaya Islam. Contoh paling nyata dari asimilasi ini adalah penampilan Tarawangsa pada upacara Ngalaksa yang dilakukan pada setiap tanggal 10 Muharram. Biasanya penampilan Tarawangsa menghabiskan waktu “Sapoe jedur – Sapeuting Jedor” atau sekitar satu malam penuh dengan menampilkan sekitar 20 lagu. Namun saat kami mengunjungi Bapak Aat yang merupakan salah satu seniman dan tokoh masyarakat di bidang Seni di Dusun Cisoka, beliau hanya memainkan sekitar empat lagu untuk menghilangkan rasa penasaran kami terhadap kesenian ini. Walaupun kami belum berkesempatan untuk menyaksikan penampilan kesenian Tarawangsa yang sesungguhnya, paling tidak melalui kunjungan sederhana ke rumah Bapak Aat ini kami bisa menyaksikan unsur musik yang merupakan komponen utama dari kesenian Tarawangsa dan menambah pengetahuan kami tentang kebudayaan lokal di daerah Desa Sukamaju.
Uniknya Jentreng! (KKNM 2012)
- No comments yet.
