Dalam aktivitas ekonomi Desa Sukamaju memiliki beberapa kegiatan yang mendukung di dalamnya yaitu diantaranya: pertanian,perkebunan, peternakan, perikanan, dan industry. Tetapi secara umum kebanyakan masyarakat bekerja dalam bidang pertanian. Wajar saja bila kebanyakan masyarakat bekerja dalam bidang pertanian, karena saya sudah melihat sendiri begitu banyaknya persawahan dan perkebunan. Mungkin suasana begitulah yang banyak di cari oleh masyarakat di perkotaan, karena suasana di Desa Sukamaju masih alami dan sejuk. Saya sebagai mahasiswa KKNM UNPAD, jujur saya sangat senang bisa merasakan suasana yang sejuk di Desa Sukamaju ini, walaupun hanya 1 bulan saya berada disini, tapi banyak pengalaman baru yang saya dapat, terutama dalam kegiatan perekonmian yang masih sangat sederhana. Berikut saya coba deskripsikan kegiatan-kegiatan perekonomian di Desa Sukamaju ;
- Pertanian
Untuk bidang pertanian Desa Sukamaju memiliki beberapa jenis komoditas,yaitu dantaranya ;
v komoditas tanaman pangan
Untuk bidang pertanian,terutama komoditas tanaman pangan,yang dapat dihasilkan Desa Sukamaju yaitu diantaranya ;
- padi
Di Desa Sukamaju terdapat beberapa kelompok tani,yaitu salah satunya adalah POKTAN. POKTAN merupakan salah satu kelompok tani yang ada di Desa Sukamaju adalah kelompok tani 8 yaitu kelompok tani yang ada di Kampung Ciakar. Untuk mengetahui keadaan umum kelompok tani yang ada di Desa Sukamaju maka dikunjungilah salah satu ketua kelompok tani untuk mendapatkan data-data mengenai keadaan pertanian di Desa Sukamaju secara umum baik dari segi ekonomi maupun pemerintahan.
- Jagung
Jagung merupakan salah satu hasil tani sampingan di Desa Sukamaju, karena penghasilan utamanya yaitu padi. Tetapi walaupun begitu kualitas jagung di Desa Sukamaju cukup baik.
- ubi kayu
Ubi kayu merupakan salah satu hasil tani sampingan di Desa Sukamaju, karena penghasilan utamanya yaitu padi. Tetapi walaupun begitu kualitas ubi kayu di Desa Sukamaju cukup baik. Dan penghasilannya cukup banyak.
- talas
Talas merupakan salah satu hasil tani sampingan di Desa Sukamaju, karena penghasilan utamanya yaitu padi. Tetapi walaupun begitu kualitas talas di Desa Sukamaju cukup baik.
- ubi jalar
Ubi jalar merupakan salah satu hasil tani sampingan di Desa Sukamaju, karena penghasilan utamanya yaitu padi. Tetapi walaupun begitu kualitas ubi jalar di Desa Sukamaju cukup baik.
v komoditas sayur-sayuran
Untuk bidang pertanian terutama komoditas sayur-sayuran, yang dapat dihasilkan Desa Sukamaju yaitu diantaranya ;
- cabe
Di Desa Sukamaju kualitas cabe memang kurng baik, karena tanah nya yang kurang cocok. Tetapi walau begitu hampir disetiap rumah terdapat tanaman cabe, walaupun hanya di pot kecil di tanamnya. Itu untuk dikonsumsi sendiri saja.
- Tomat
Sama seperti tanaman cabe, tanaman tomat Di Desa Sukamaju kualitasnya memang kurng baik, karena tanah nya yang kurang cocok. Tetapi walau begitu hampir disetiap rumah terdapat tanaman tomat, walaupun hanya di pot kecil di tanamnya. Itupun untuk dikonsumsi sendiri saja.
- Sawi
Untuk tanaman sawi, di Desa Sukamaju terdapat beberapa wilayah yang berkebun sawi. Perkebunannya lumayan besar.
- Kubis
Untuk tanaman kubis, di Desa Sukamaju terdapat beberapa wilayah yang berkebun sawi. Perkebunannya lumayan besar.
- Mentimun
Untuk tanaman mentimun, di Desa Sukamaju terdapat beberapa wilayah yang berkebun sawi. Perkebunannya lumayan besar.
- Buncis
Untuk tanaman buncis, di Desa Sukamaju terdapat beberapa wilayah yang berkebun sawi. Perkebunannya lumayan besar.
v komoditas polong-polongan
Untuk bidang pertanian, terutama komoditas polong-polongan, yang dapat dihasilkan Desa Sukamaju yaitu diantaranya ;
- kacang tanah
- kacang merah
v komoditas buah-buahan
Untuk bidang pertanian, terutama komoditas buah-buahan, yang dapat dihasilkan Desa Sukamaju yaitu diantaranya ;
- jeruk
- alpukat
- mangga
- rambutan
- manggis
- salak
- papaya
- belimbing
- durian
- sawo
- duku
- pisang
- jambu air
- nangka, dan
- sirsak.
Untuk rantai pemasaran hasil dari seluruh komoditas pertanian ada yang dijual langsung ke konsumen, ada yang dijual langsung ke pasar melalui tengkulak dan pengecer dan sebagian lainnya dikonsumsi pribadi.
- Perkebunan
Dalam bidang perkebunan perkebunan Desa Sukamaju memiliki komoditas utama yaitu pinang yang bisa menghasilkan sampai dengan 2000kg, pemasaran dari hasil komoditas perkebunan biasanya melalui konsumen langsung, tengkulak, pengecer dan sebagiannya dikonsumsi pribadi. Sedangkan untuk hasil hutannya yang merupakan komoditas utama adalah bambu.
- Peternakan
Dalam hal perternakan yang utama di Desa Sukamaju adalah ayam kampung yang dikelola oleh 200 orang. Sedangkan untuk hewan ternak lainnya yang memiliki potensi adalah domba. Sedangkan untuk perternakan tingkat besar yaitu ayam broiler yang dikelola oleh 3 orang dengan jumlah ternak sebesar 24000 ekor.
Peternakan merupakan salah satu alternatif mata pencaharian warga desa
pada umumnya, dan tidak terkecuali di Desa Sukamaju. Di desa ini mata pencaharian penduduk mayoritas selain bertani adalah beternak. Menurut pola pikir warga di Desa Sukamaju, ternak tidak hanya bisa dijadikan salah satu mata pencaharian, namun dapat dijadikan sebagai tabungan bagi mereka.
Dikarenakan alasan tersebut, warga Desa Sukamaju membuat suatu kelompok Peternak yang diberi nama “Megalestari”. Nama kelompok ini terbilang unik. Nama Megalestari sendiri diambil dari nama sapi pertama milik pendiri Kelompok Peternak Megalestari yaitu; Lestari. Kelompok ini didirikan sekitar tahun 2010 oleh Pak Kuwu yang sekarang merupakan Kepala Desa di Desa Sukamaju. Pak Kuwu sendiri dulunya hanya memiliki satu ekor sapi yaitu Lestari, yang kemudian berkembang menjadi 9 ekor sapi.
Tahun 2011 lalu, Desa Sukamaju mendapatkan 66 ekor sapi dari pemerintah yang merupakan anggaran APBN 2011. Sapi – sapi ini disebar ke setiap RW di desa Sukamaju. Sapi – sapi ini nantinya akan dipelihara bergantian oleh setiap warga.
Bagi para pemelihara sapi kelak akan mendapatkan anak pertama dari sapi yang mereka pelihara jika sapi mereka melahirkan. Sedangkan untuk anak sapi kedua akan dilakukan bagi hasil dengan perbandingan 70% : 30%. Tujuh puluh persen dari keuntungan anak sapi kedua akan diberikan kepada pemeliharanya.
Sedangkan 30% lagi akan disalurkan kepada kelompok peternak Megalestari guna memajukan peternakan di Desa Sukamaju. Ternak – ternak yang dipelihara oleh warga Desa Sukamaju selalu mendapatkan perhatian dari Pendamping Dinas Peternakan. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya penyakit – penyakit ternak yang sekarang sedang marak diberitakan. Selain itu juga, Kelompok Peternak Megalestari juga berusaha untuk mengadakan penyuluhan dari para ahli yang bergerak di bidang peternakan.
Namun sayangnya, para ahli belum terlalu memberikan perhatian terhadap para peternak di Desa Sukamaju. Beruntung beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 16 Januari, DISNAKER untuk yang pertama kalinya memberikan penyuluhan tentang ternak
di Balai Desa Sukamaju. Rencananya penyuluhan ini akan diadakan oleh pihak desa dan DESNAKER setiap tahun. Kendala yang dialami oleh warga di Desa Sukamaju untuk beternak adalah kendala umum yang biasanya dialami yaitu, modal. Diakui para peternak bahwa modal dasar seorang peternak tidaklah kecil. Seekor anak sapi bisa berharga jutaan rupiah, anak kambing dan anak domba berharga ratusan ribu rupiah sedangkan hewan lainnya puluhan ribu rupiah yang notabene tidak bisa memodalkan ternak dalam jumlah yang kecil. Kendala lain bagi para peternak adalah penyakit ternak yang semakin beragam di luar sana. Maka dari itu, para peternak mengusahakan diri untuk selalu menjaga kebersihan dari kandang-kandang ternak mereka dan juga kesehatan dari hewan ternaknya. Untuk saat ini penyakit ternak yang dialami masih sebatas penyakit ringan seperti ternak yang cacingan dan sakit perut.
- Perikanan
Dalam hal perikanan di Desa Sukamaju menggunakan sarana produksi yaitu berupa empang dan kolam seluas 2.5 Ha/m2 dengan produksi 3.1 ton/tahun. di Desa Sukamaju terdapat beberapa kelompok petani ikan,yaitu salah satunya adalah RAPEKAN SUKAMAJU. RAPEKAN merupkan kumpulan Rakyat Petani Ikan yang diketuai oleh Bapak Galih yang juga merupakan Ketua RW 04 di Kampung Neglasari.
RAPEKAN sendiri didirikan pada bulan Maret 2011 yang diketuai oleh Pak Galih dan beranggotakan 27 orang. Pertama kali berdiri, RAPEKAN mendapatkan subsidi ikan dari Dinas Peternakan bidang Perikanan sebanyak 14 ribu ekor bibit ikan yang disebar ke seluruh RW di Sukamaju.
Pak Galih, selaku Ketua RAPEKAN berniat untuk semakin memajukan usaha Perikanan di Desa Sukamaju dengan cara mengundang pembicara untuk memberikan penyuluhan tentang usaha ikan kepada masyarakat Desa Sukamaju seperti yang telah dilakukan beberapa bulan lalu oleh salah satu Kepala Bidang Perikanan.
Menurut Dinas Peternakan bidang Perikanan, jenis ikan mas tidak cocok untuk dibudidayakan di daerah Desa Sukamaju. Jenis ikan yang dianjurkan oleh Dinas Peternakan bidang Perikanan adalah ikan nila. Namun, setelah diadakan uji coba yang dilakukan oleh Pak Galih, sekarang ikan mas sudah dapat dibudidayakan di daerah Desa Sukamaju.
Kendala yang biasanya dialami oleh penambak yang ada di daerah Sukamaju adalah masalah modal dan minimnya pengetahuan tentang bagaimana cara mengelola ikan di daerah pegunangan seperti di sini. Kendala berupa penyakit yang menjangkit ikan sebenarnya belum banyak ditemui di tambak –tambak di daerah Sukamaju.
Hal ini dikarenakan tambak sendiri selalu dialiri air yang berasal dari sungai yang mengalir dari gunung. Aliran sungai di daerah ini sangat diatur dengan rapi sehingga para penambak tidak kesulitan dalam mencari aliran air yang bersih guna menunjang kesehatan dan kebersihan dari tambak. Pak Galih sendiri tergolong penambak yang cekatan dalam mengurus ikan – ikannya.
Pak Galih membiasakan diri untuk selalu memperhatikan semua tambak-tambak
ikannya dan memperhatikan kondisi kesehatannya. Jika ada ikan yang mati, Pak Galih akan dengan segera mengangkat ikan – ikan tersebut dan membersihkan semua tambaknya yang telah dialiri air yang sama.
- Industri
Dalam hal perindustrian di Desa Sukamaju terdapat beberapa jenis usaha, yaitu usaha kecil dan menengah seperti usaha pengangkutan, jasa dan perdagangan dan usaha gas,tas, listrik, BBM dan air, serta jasa keterampilan.
Berikut merupakan beberapa kegiatan industry rumahan yang ada di Desa Sukamaju.
Diatas merupakan gambar seorang ibu pengrajin rangginang rumahan b. rukmin , yang bertempat tinggal di dusun Cisugan,bersama salah satu mahasiswi kknm unpad
Ketika mahasiswi kknm unpad berkunjung ke rumah bu rukmin, kami melihat langsung proses pembuatannya. Berbahan beras ketan , bawang putih, terasi dan garam meniptakan rengginang yang lezzaat sekali. Pelanggan bu rukmin bukan hanya warga sekitar namun orang sumedang, subang dan bandung pun kerap berkunjung untuk membeli rengginang atau emping singkong dari bu rukmin. Bu rukmin juga menjual rengginang di warungnya. Namun terkadang terkendala oleh musim hujan sehingga beliau tidak bisa menjemur rengginag atau empingnya. Satu bungkus emping dijual dengan harga hanya Rp. 5000 . jika dibandingkan dengan proses pembuatannya yang rumit maka harganya itu sangat murah.
Pabrik Tahu
Proses pembuatan tahu
Penggilingan kedelai dengan sedikit air
Perebusan kedelai yang telah digiling kemudian disaring di kain putih yang tipis sehingga menghasilkan sari kedelai sebagai bahan dasar tahu kemudian didihkan
Sari kedelai yang telah matang ditempatkan dikotak-kotak kayu dan ditutup dengan kain tipis agar bisa menjadi tahu yang padat dan didiamkan beberapa saat.
Indutri tas
Jika teman-teman sering mengeluhkan harga tas yang mahal dengan kualitas yang buruk. Desa sukamaju punya solusinya, disini juga ada warga dusun cisugan desa sukamaju bernama pak Didin Wahyudin yang membuat berbagai tas mulai dari tas sekolah, tas kerja atau tas yang digunakan untu souvenir, berbekal pengalamannya bekerja di pabrik tas bermerek seperti export dan sopie martin , bapak satu anak ini memberanikan diri untuk memulai usahanya sendiri . namun sampai saat ini pak didinmasih terkendala dengan modal untuk memperluas usahanya. Terkadang harus mempekerjakan orang ketika orderan sedang banyak. bukan hanya mahir membuat tas dengan berbagai pola yang rumit namun di sini juga menyediakan jasa service tas. Jadi kalau ada tas yag rusak resleting atau kantongnya ajja,, bisa dibawa kesini. Harga tas yag dipasaran bisa mencapai angka Rp 120.000, disini bisa didapatkan dengan angka Rp 60.000-Rp70.000 dengan kualitas yang sama. Anda tertarik..??





