Pada tanggal 21 juli 2011, dilakukan sosialisasi pembuatan pupuk kompos yang bersal dari sekam padi, program ini merupakan salah satu program Sibermas yang dilakukan karena permintaan dari warga sekitar yang kebanyakan juga merupakan petani. Sekitar pukul 14.00 WIB bertempat dikediaman Pa Pandi, yang merupakan ketua Salah satu Kelompok Tani Desa Sukamaju dimulailah acara sosialisasi Pemubuatan Pupuk Kompos ini. Penyuluhan dilakukan oleh Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) desa Sukamaju. Para audiens yang hadir mendengarkan dengan cermat pengarahan yang diberikan ole PPL Desa Sukamaju, dan Penyulahan ini juga berjalan cukup atraktif.
Setelah Para Audiens mendapatkan materi yang berkaitan dengan Pupuk kompos yang diberikan oleh PPL, acara berlanjut ke sesi berikutnya yaitu praktek pembuatan pupuk kompos. Pertama-tama, siapkan ember berisi + 20 Liter air dan campurkan 4 sendok biang (vitedagra), terpal, dan sekam padi yang merupakan bahan baku pembuatan kompos. Sekam yang ajan dijadikan kompos di tumpuk hingga + 20 cm setelah diratakan, siramkan air yang telah dicampurkan biang sampai habis, kemudian tumpukkan kembali sekam diatas tumpukan yang pertama dan sirami lagi denganair campur biang.begitu seterusnya. Terkahir adalah tutup tumpukan dengan terpal dan diamkan 4-7 hari. Setelah itu, skam akan lebih mudah luruh dan itu tandanya pupuk kompos sudah dapat digunakan.
Di daerah Desa Sukamaju, masih jarang ditemukan petani yang mau memproduksi beras organik, kebanyakan petani masih menggunakan pupuk anorganik dengan alasan lebih praktis. Dilihat dari cara penggunaan, pupuk anorganik memang dianggap lebih praktis, karena petani hanya tinggal membeli dan menngunakannya. Sedangkan untuk pupuk organik, petani harus membuat dulu dan baru bisa digunakan setelah 4-7 hari dari proses pembuatan.
Pemikiran inilah yang seharusnya dapat diubah, karena dari bebrapa aspek, penggunaan pupuk organic yang nantinya akan menghasilkan bahan pangan organicĀ jauh lebih menguntungkan. Salah satunya adalah dari aspek kesehatan, dengan mengkonsumsi bahan pangan organic, kemungkinan residu dari bahan kimia yang berasal dari pupuk dapat di minimalisasi.
Selain dari aspek kesehatan, pupuk organic juga sangat menguntungkan dilihat dari aspek ekonomi. Pupuk organic, dapat dibuat dari sekam padi yang notabene merupakan limbah dari hasil pertanian, yang jika tidak diolah hanya akan menjadi sampah yang tak bernilai. Sedangkan bila kita mampu memproduksi pupuk organic, baik untuk pemakaian sendiri maupun untuk dipedagangkan akan memberikan penghasilan tambahan bagi petani.
Penyampaian Materi mengenai Pembuatan Pupuk Kompos
Penumpukan Jerami yang akan dijadikan Pupuk Kompos
Biang yang digunakan untuk membuat Pupuk Kompos
Air yang sudah dicampurkan dengan biang (Vitadegra)
Campuran Air dengan Biang Disirami di Atas Tumpukan Jerami
Mahasiswa KKNM Sukamaju Juni 2011 berfoto Bersama Dosen Pembimbing Lapangan

