Memanen Padi Organik


Pada tanggal 21 juli 2011, kami mahasiswa KKNM Unpad Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang bersama Petani setempat yang juga merupakan pemilik sawah yang akan di panen Pa Ening melakukan pemanenan padi. Pemanenan Padi ini agak berbeda dari pemanenan padi lainnya karena padi yang di panen merupakan padi organik. Pa Ening yang juga merupakan pemilik sawahnya mengaku lebih memilih untuk menanam padi secara organik karena mementingkan kesehatan. Karena seperti kita ketahui, bahan pangan organik memang dapat mengurangi resiko terkena penyakit karena pupuk yang digunakan berasal dari bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sekam padi dan kotoran hewan ternak.

Pa Ening, pemilik dar sawah yang dipanen

Panen dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tentu saja pukul segini terlalu siang untuk memanen padi, karena biasanya para petani mulai memanen setelah shalat subuh selesai. karena panen padi ini masih dilakukan secara tradisional, maka tidak ada proses persiapan khusus yang harus dilakukan. Alat-alat yang dibutuhkan hanyalah arit, sambit, alas kayu untuk melepaskan bulir padi, serta terpal untuk menampung bulir padi itu sendiri, dan selain itu, perbekalan seperti teh dan kue-kue juga tentu saja diperlukan sebagai penambah stamina selama pemanenan berlangsung.

Pertama-tama, rumput padi di sambit hingga hanya menyisakan tangkainya sekitar 30cm dari permukaan tanah, rumput padi yang sudah dipisahkan dari tangkainya itu kemudian di kumpulkan di atas kain terpal besar, saat proses pengumpulan, harus dilakukan secara hati-hati karena jika rumput padi mendapatkan terlalu banyak getaran dan gaya mekanis lainnya, bulir padi akan lepas dan terbuang percuma.

Setelah proses pemotongan rumput padi selesai, maka yang harus dilakukan adalah membersihkan sisa rumput yang sekitar 20cm itu dengan mengaritnya proses ini bertujuan untuk mempermudah pergerakan petani tentunya. Rumput padi yang sudah terkumpul dan dikumpulkan diatas terpal di hentakan secara kuat agar terisah dari rumputnya dan bulir jatuh diatas terpal, dan agar tidak ada bulir yang tertinggal pada rumput, proses dilanjutkan dengan menghentakan rumput padi diatas tatakan kayu. Proses itu berlanjut sampai seluruh bulir pada rumput padi habis terpisah. Rumput padi yang sudah tidak ada bulir padinya dikumpulkan dan digunakan sebagai pakan ternak.

Bagi pa Ening, sekam padi yang biasanya hanya digunakan untuk pakan ternak dapat dibuat menjadi hal yang lebih berguna yaitu pupuk organik. Dari sekam padi sisa pemanenan itulah yang nantinya diolah Pak Ening menjadi pupuk dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Desa Sukamaju, memiliki banyak potensi, salah satunya tentu saja pertanian Padi organik, namun sayang petani yang mau memproduksi padi organik masih sangat sedikit jumlahnya padahal padi organik ini jika di budidayakan dan diproduksi dengan baik, tentu akan menghasilkan pendapatan yang besar bagi para petani. Mungkin dengan diadakannya sosialisasi mengenai berbagai hal tentang beras organik akan meningkatkan keinginan petani Desa Sukamaju untuk memproduksi beras organik. Namun ternyata kendala lain seperti sulitnya penjualan beras organik ke pasar. Karena tengkulak, hanya mau membeli dengan harga kualitas beras anorganik seperti yang dirasakan Pak Ening juga menjadi alasan mengapa petani tidak mau menanam padi organik.

petak sawah yang akan dipanen

proses menyambit padi

padi di hentak-hentakan agar bulirnya terlepas

setelah memanen, saatnya makan bersama !!!

, , ,

  1. No comments yet.
(will not be published)

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create