Archive for July 28th 2011

Kebudayaan yang ada di Desa Rancadaka merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan. Warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang dijiwai oleh mayoritas keluhuran Nilai Agama Islam. Salah satu aspek yang ditangani dan terus dilestarikan secara berkelanjutan adalah pembinaan berbagai kelompok kesenian.

Pemerintah desa terus membina kelompok dan organisasi kesenian yang ada, walaupun dengan keterbatasan dana yang dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di Desa Rancadaka terus berusaha menjaga, merawat, serta memeliharanya agar budaya dan kelompok kesenian tersebut terus terpelihara. Disamping itu pula, masih banyak budaya-budaya yang ada di Desa Rancadaka yang dulu sempat ada dan sekarang menjadi tenggelam, dan hal ini perlu dikembalikan pada beberapa tahun mendatang, sehingga anak cucu di Desa Rancadaka akan teringat kembali akan semua peninggalan budaya nenek moyangnya, yang mana kondisi akhir-akhir ini sudah banyak kehilangan dan sudah tidak mengenal lagi budaya keruhunnya.

Pemuda dan Olahraga pada tahun 2010 hingga sekarang tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi Karang Taruna, baik level desa maupun level RW. Jumlah anggota karang taruna aktif untuk level desa berjumlah ±12 orang, dan hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif di kepengurusan tingkat RW, baik pengurus aktif, maupun anggota biasa. Sedangkan organisasi keolahragaan yang ada di Desa Rancadaka cukup variatif, namun semua organisasi tersebut masih dikelola secara amatir, dan hanya penyaluran kegemaran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi keolahragaan dapat dilihat dalam Tabel 15.

 

Tabel 15. Data Klub / Perkumpulan Olahraga Di Desa Rancadaka Tahun 2010

No Klub Olahraga Jumlah
1 Klub Sepakbola 1
2 Klub Bola Voli 4
3 Klub Bulu Tangkis 2
4 Klub Tenis Meja 3
5 Klub Senam Sehat -
6 Klub Jantung Sehat -
7 Klub Pencaksilat -
8 Klub Futsal 1
Jumlah 12

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

 

Berdasarkan data diatas telah banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili desa dan Kontingen Kecamatan, serta Tim PORDA Kabupaten Subang pada beberapa penyelenggaraan Pesta Olahraga. Disamping itu juga klub olahraga di atas, diantaranya telah meraih kejuaraan pada beberapa event olahraga yang diadakan oleh beberapa kepanitiaan, baik level kecamatan maupun kabupaten.

Kesejahteraan Sosial (Masyarakat)

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial Desa Rancadaka meliputi proses globalisasi dan industrialisasi serta krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial.

Desa Rancadaka memiliki masalah kesejateraan sosial terbesar pada masalah keluarga miskin sosial sebesar 784 keluarga dan keluarga rumahnya tidak layak huni sebanyak 65 keluarga dan  diharapkan untuk masa yang akan datang program –program yang akan dijalankan di Desa Rancadaka tertuju untuk mengurangi masalah kemiskinan . Keadaan ini bisa dilihat dan diamati dari data Tabel 14.

Tabel 14. Kondisi Penyandang Masalah Kesejateraan Sosial (PMKS) Di Desa

Rancadaka Tahun 2010

No Masalah Kesejahteraan Sosial Jumlah
1 Anak terlantar 3
2 Anal Nakal 3
3 Anak Balita terlantar 1
4 Anak jalanan -
5 Lansia Terlantar 5
6 Pengemis -
7 Gelandangan -
8 Korban NAPZA -
9 Pekerja Sek Komersial 5
10 EKs Narapidana 3
11 Penyandang Cacat 67
12 Penyandang Cacat Eks Penyakit Kronis 25
13 Keluarga Miskin Sosial 784
14 Keluarga Bermasalah Sosial Psikologies 4
15 Keluarga Rumahnya Tidak Layak Huni 65
16 Wanita Rawan Sosial Ekonomi 10
17 Pemulung 5
18 Janda 243
19 Korban Bencana Alam -

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

Dari tabel di atas dapat dilihat, Desa Rancadaka memiliki masalah kesejateraan sosial terbesar pada masalah keluarga miskin sosial sebesar 784 keluarga dan keluarga rumahnya tidak layak huni sebanyak 65 keluarga.

Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sehingga pendidikan adalah sebuah investasi (modal) di masa yang akan datang. Di Desa  Rancadaka tahun 2008 – 2010, jumlah guru dan murid tiap tahunnya dapat dilihat pada Tabel 11 di bawah ini.

 

Tabel 11. Data Pendidikan/Sekolah Formal dan Non Formal di Desa  Rancadaka

Tahun 2008 – 2010

No Uraian PAUD SD SLTP SLTA
1 Guru 8 36 03 02
2 Murid 68 1.020 43 15

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

 

            Pada Tabel 11 dilihat bahwa jumlah guru tak sebanding dengan jumlah murid untuk pendidikan sekolah dasar yaitu 36 banding 1020.  Pada sekolah SLTP dan SLTA jumlah muridnya tidak terlalu banyak atau dengan kata lain sedikit. Ini menggambarkan bahwa rata-rata masyarakat desa hanya menyekolahkan anaknya sampai tingkat sekolah dasar saja.

 

Tabel 12.  Data Sarana dan Prasarana Pendidikan Di Desa Rancadaka Tahun 2008 – 2010

No Nama Sekolah Jenjang Status Lokasi
1 TK Al-Madinah TK Swasta Dusun Raksandaka RT. 08/02
2 PAUD Al-Hidayah PAUD Swasta Dusun Rancadaka RT. 13/03
3 PAUD AL – Itihad PAUD Swasta Dusun Sukamulya RT. 25/06
4 SDN Kalentambo I SD Negeri Dusun Raksandaka RT. 08/02
5 SDN Dr Sutomo SD Negeri Dusun Rancadaka RT. 13/03
6 SDN Ismaya SD Negeri Dusun Raksandaka RT. 08/02
7 SDN Sukamulya SD Negeri Dusun Sukamulya RT. 21/05
8 MD Al Barkah I Madrasah Swasta Dusun Raksandaka RT. 08/02
9 MD Al Barkah II Madrasah Swasta Dusun Sukamulya RT. 25/06

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

 

Rekapitulasi Jenis dan jenjang Sarana Pendidikan Formal dan Non Formal di Desa Rancadaka, dapat dilihat pada Tabel 13 di bawah ini.

 

Tabel 13.  Jenis dan jenjang Sarana Pendidikan Formal dan Non Formal Di

Desa Rancadaka Tahun 2010

No Jenjang Jenjang Lokasi
1 TK/PAUD 4 Dusun I, II dan Dusun III
2 SD 6 Dusun I, II dan Dusun III
3 MI/MD 6 Dusun I dan Dusun III
Jumlah 16

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

 

Jika melihat Tabel 13 di atas, maka dapat disimpulkan bahwa lokasi sekolah baik formal maupun non formal berdomisili di Dusun Raksandaka, Dusun Rancadaka dan Dusun Sukamulya. Sehingga di Dusun IV (Sukamahi) tidak ada sama sekali jenis pendidikan formal, terutama untuk jenjang SD.

Untuk bidang kesehatan, saat ini Desa rancadaka memiliki 2 orang bidan, 1 perawat, 5 orang dukun bayi, 9 buah Posyandu, 1 Polindes, 1 Desa Siaga  dan 45 Kader Kesehatan Aktif. Jumlah ini terdiri dari tenaga kesehatan dan partisipasi masyarakat. Jumlah dukun bayi di Desa Rancadaka masih lebih banyak dibandingkan jumlah bidan. Hal ini menggambarkan bahwa desa ini masih mempercayai tindakan medis tradisional yang diketahui memiliki banyak resiko dibandingkan penanganan medis yang seharusnya seperti yang dilaksanakan oleh bidan .Oleh sebab itu ,Penambahan tenaga medis seperti dokter,dan bidan sangat dierlukan di desa ini guna mengurangi resiko gagal persalinan  terhadap ibu dan anak .Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 9.

 

 

Tabel 9. Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat di Desa

Rancadaka Tahun 2010

No Tenaga Kesehatan                      Keterangan Jumlah
1 Medis Doktor Umum -
Dokter Spesialis -
2 Keperawatan Bidan 2
Perawat 1
3 Partisipasi Masyarakat Dukun Bayi 5
Posyandu 09
Polindes 1
POD -
Desa Siaga 1
Kader Kesehatan Aktif 45
Paraji Sunat -
Jumlah 64

Sumber : Data Desa dan Desa Siaga Desa Rancadaka (2010)

 

Dilihat dari segi kelahiran dan kematian bayi, Desa Rancadaka memiliki jumlah kelahiran bayi sebesar 105 pada tahun 2008. Pada tahun 2009 jumlah kelahiran bayi sebesar 85, dan tahun 2010 jumlah kelahiran meningkat sebesar 110 bayi. Sedangkan untuk jumlah mortalitas kematian bayi tidak ada atau nol. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 10..

 

Tabel 10. Jumlah Kelahiran Hidup dan Kematian Bayi Di Desa Rancadaka

Tahun 2008 – 2010 (Jiwa)

No Uraian 2008 2009 2010
1 Bayi Lahir Hidup 105 85 110
2 Jumlah Kematian Bayi - - -
           Jumlah 105 85 110

Sumber : Data Desa dan Desa Siaga Desa Rancadaka (2010)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup suatu daerah (Wikipedia,2011). Umumnya Indeks Pembangunan Manusia yang digunakan adalah indeks pendidikan, indeks kesehatan dan indeks daya beli. Ditinjau dari indeks pendidikan, Desa Rancadaka memiliki indeks pendidikan sebesar 65,71 pada tahun 2008. Setiap tahun nilai indeks ini mengalami peningkatan seperti yang terlihat pada tabel dari 65,71 pada tahun 2008 meningkat menjadi 66,91 pada tahun 2009 dan 67,69 pada tahun 2010. Indeks Pendidikan dan Daya Beli memberikan kontribusi yang cukup tinggi dalam capaian IPM Desa Rancadaka dilihat dari nilainya yang cukup tinggi dibandingkan dengan kesehatan. Untuk melihat lebih jelas perkembangan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Desa Rancadaka Tahun 2008 sampai tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel .

 

Tabel 8. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Desa Rancadaka Tahun 2008 – 2010                                                                                               

No Uraian 2008 2009 2010
1 Indeks Pendidikan 65,71 66,91 67,69
2 Indeks Kesehatan 62,07 63,16 64,34
3 Indeks Daya Beli 73,75 74,93 75,66

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

Menurut Wikipedia (2011), demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia, meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu.

a. Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk Desa Rancadaka berdasarkan data terakhir hasil Sensus Penduduk tahun 2008 tercatat sebanyak 6.167 jiwa, tahun 2009 sebanyak 6.321 Jiwa, dan tahun 2010 sebanyak 6.446 jiwa. Untuk tahun 2008 sampai 2010 jumlah penduduk desa mengalami kenaikan setiap tahunnnya rata-rata sebesar 1.4%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini.

 

Tabel . 4 Jumlah Penduduk Desa Rancadaka Tahun 2008-2010

No

Tahun

Jumlah

1

2008

6.167 Jiwa

2

2009

6.321 Jiwa

3

2010

6.446 Jiwa

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

 

Berdasarkan jumlah rumah tangga, Desa Rancadaka tahun 2008, memiliki sebanyak 2237 Rumah Tangga / KK, tahun 2009 sebanyak 2365 Rumah Tangga/KK, dan tahun 2010  sebanyak 2469 Rumah Tangga/KK (Data Desa Rancadaka,2010). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5 dibawah ini.

 

Tabel 5. Jumlah Rumah Tangga/KK Desa Rancadaka Tahun 2008-2010

No

Tahun

Jumlah Rumah Tangga/KK

1

2008

2237

2

2009

2365

3

2010

2469

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

 

Jadi, dapat diperhitungkan bahwa rata –rata setiap tahunnya terjadi peningkatan sebesar 0.05 terhadap jumlah Rumah tangga di Desa Rancadaka

 

Tabel 6. Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

Usia Laki-Laki Perempuan
0-12  bln01-05 thn

06-10 thn

11-15 thn

16-20 thn

21-25 thn

26-30 thn

31-35 thn

36-40 thn

41-45 thn

46-50 thn

51-60 thn

61-65 thn

66-70 thn

71-75 thn

>75    thn

  45 orang200 orang

214 orang

208 orang

179 orang

221 orang

225 orang

202 orang

249 orang

234 orang

155 orang

366 orang

222 orang

226 orang

143 orang

125 orang

  31 orang201 orang

197 orang

199 orang

199 orang

210 orang

194 orang

203 orang

235 orang

222 orang

212 orang

414 orang

216 orang

214 orang

186 orang

99 orang

Sumber : Pendataan Profil Desa/Kelurahan 2010

 

Jumlah penduduk Desa Rancadaka berdasarkan usia sangat bervariasi jumlahnya mulai dari usia 0-12 bulan sampai dengan usia lebih dari 75 tahun. Jumlah ini dipisahkan antar laki-laki dan perempuan. Pada tabel dapat dilihat bahwa laki-laki dan perempuan yang berusia 51-60 tahun paling banyak jumlahnya masing 366 orang laki-laki dan 414 orang perempuan. Total jumlah penduduk berdasarkan usia adalah 3214 orang laki-laki dan 3232 orang perempuan.

Berdasarkan kriteria pendidikan, penduduk Desa Rancadaka memiliki latar belakang pendidikan rendah seperti tidak pernah bersekolah yaitu sebesar 521 orang, tidak tamat SD 352 orang, tidak tamat SLTP 935 orang dan tidak tamat SLTA 605 orang. Penduduk yang bersekolah sampai S1 hanya 3 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 7  berikut ini.

 

Tabel 7. Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan

Tingkat Pendidikan

Laki-laki

Perempuan

Usia 3-6 thn yang belum masuk TKUsia 3-6 tahun yang sedang TK/playgroup

Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah

Usia 7-18 tahun yang sedang bersekolah

Usia 18-56 tahun tidak pernah bersekolah

Usia 18-56 tahun pernah SD tetapi tidak tamat

Tamat SD/sederajat

Jumlah usia 18-56 tahun tidak tamat SLTP

Jumlah usia 18-56 tahun tidak tamat SLTA

Tamat SMP/sederajat

Tamat SMA/sederajat

Tamat S1/sederajat

104 orang

65 orang

-

482 orang

254 orang

175 orang

463 orang

422 orang

305 orang

167 orang

53 orang

2 orang

    92 orang

    70 orang

-

  474 orang

  267 orang

  197 orang

  377 orang

  513 orang

  300 orang

  146 orang

    57 orang

      1 orang

Jumlah

2492 orang

2494 orang

Jumlah Total

                   4986 orang

Sumber : Pendataan Profil Desa Rancadaka (2010)

Berdasarkan letak geografis, Desa Rancadaka terletak antara 6°44’ – 70°83’ Lintang Selatan dan 107°21’ – 108°21’ Bujur Timur, dengan luas wilayah 979,525 ha, yang terdiri dari 4 Dusun dengan 7 Rukun Warga (RW) dan 29 Rukun Tetangga (RT). Desa Rancadaka memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut:

Utara               : Dusun Siwalan Desa Patimban

Timur              : Desa Kalentambo dan Desa Gempol

Selatan           : Desa Mundusari, Desa Gempol dan Desa Pamanukan Sebrang

Barat               : Desa Bobos dan Desa Pengarengen, Kec. Legon Kulon

Gambar 1. Peta Wilayah Desa Rancadaka

 

 

Desa Rancadaka merupakan desa yang berada di daerah dataran rendah dengan ketinggian 1,8 m dpl diatas permukaan laut, curah hujan 160 mm, jumlah bulan hujan 6 bulan, dan suhu rata-rata harian 290 C – 310 C. Sebagian besar wilayah Desa Rancadaka adalah pertanian dengan kemiringan antara 20° – 45°. Di sebelah timur dibatasi oleh pesawahan dan Kali Mataram yang sekaligus menjadi batas dengan Desa Kalentambo, Desa Gempol dan disebelah selatan dengan saluran pembuang yang sekaligus menjadi batas dengan Desa Mundusari dan Desa Pamanukan Sebrang.

Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Rancadaka digunakan secara produktif dan hanya sedikit saja yang tidak dipergunakan. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Desa Rancadaka memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap diolah. Luas lahan berupa sawah teknis seluas 838,434 ha, dan berupa daratan 141,091 ha dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya mengenai luas tanah dan penggunaannya dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan di Desa Rancadaka

Sawah (Ha)

Darat [Ha]

Teknis ½ Teknis Tadah Hujan Pekarangan Pemukiman Hutan Rakyat Hutan Negara Lain- lain
838,434 - - 141,091 - - -

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

 

Secara keseluuhan, Desa Rancadaka memiliki luas lahan 979,525 ha yang terdiri dari lahan pekarangan, lahan sawah dan lahan perkebunan. Untuk lebih terperinci dapat dilihat pada Tabel 3.

 

Tabel 3. Deskripsi Wilayah Rancadaka

Penggunaan Lahan

Luas (ha)

Pekarangan

134,826

Sawah

838,434

Perkebunan

6,265

Jumlah

979,525

Sumber : Data Desa Rancadaka (2010)

 

Secara keseluruhan luas penggunaan lahan Desa rancadaka mencapai 979,525 Ha . luasan desa ini digunakan untuk keperluan pekarangan sebesar 134,826 Ha yang  dalam persentase jumlahnya  sebesar 13,7 %. Sedangkan sisanya digunakan untuk keperluan sawah sebesar 838,434 Ha( 85,6%)  Perkebunan sebesar 6,265Ha (0,7 %). Jadi, dapat disimpulkan bahw hampir sebagian besar penggunaan lahan di Desa Rancadaka masih digunakan untuk persawahan

Kknm yang dilaksanakan di desa Rancadaka tergolong unik .

Kenapa ?

Karena Program kkn yang kami laksanakan merupakan program kerjasama antara Universitas Padjajaran (UNPAD) dengan Universitas Trengganu Malaysia (UMT) . Sehingga banyak hal menarik dan seru pada pelaksanaan KKN ini  karena  kami berasal dari dua negara yang berbeda  ( indonesia dan malaysia) harus hidup, belajar  dan berkerja bersama -sama dengan latar budaya dan bahasa yang cukup berbeda . Selain itu , program kkn yang kami jalankan berbeda dari program kkn pada umumnya  karena kami hanya terdiri dari 8 orang peserta kkn (4 orang dari malaysia dan 4 orang dari Indonesia ) .

Sekalipun demikian, KKNM  yang kami jalankan tak berbeda dengan kkn pada umumnya  yang bertujuan untuk   memberi kesempatan mahasiswa belajar kehidupan bermasyarakat memahami dan merencanakan pemecahan masalah, memberi kesempatan dosen belajar memahami permasalahan, mengembangkan dan mengabdikan ilmunya dalam membantu memecahkan masalah, memberi pembelajaran masyarakat memahami permasalahan dan merencanakan serta membuat aksi pemecahan masalah serta meningkatkan kerjasama antara unpad, pemerintah daerah, dan industri/organisasi/ institusi lain.

Harapan kami  semoga apa yang ditujukan oleh program kkn ini benar terwujud adanya …. amiiin

Dan inilah personil kami para pemuda -pemudi desa rancadaka :

 

Kaisar agustus S               (Fakultas Pertanian UNPAD )

 

Nurul Aldha .M.S             (Fakultas Pertanian UNPAD)

 

Ade Kurniawan                 (Fakultas Pertenakan UNPAD )

 

Dimas Kurniawan            (Fakulats Peternakan UNPAD)

 

Kalai Rubini A/P S           (Food service and nutritition UMT)

 

Emma Sarah                       (Food service and nutritition UMT)

 

Lam Toh Wai                     (Food service and nutritition UMT)

 

Nura Ruhaya                     (Food service and nutritition UMT)

 

 

*foto kami bersama siswa siswi sekolah dasar di desa rancadaka