Demografi Desa Padasuka

»       Potensi Sumber Daya Manusia

Jumlah

Jumlah Laki-laki 2781 orang
Jumlah Perempuan 2582 orang
Jumlah Total 5363 orang
Jumlah Kepala Keluarga 1440 orang
Kepadatan Penduduk … per km

 

Usia

USIA LAKI-LAKI PEREMPUAN   USIA LAKI-LAKI PEREMPUAN
0-12 bulan 37 orang 34 orang   39  tahun 39 orang 37 orang
1 tahun 36 orang 33 orang   40 tahun 39 orang 36 orang
2 tahun 38 orang 37 orang   41 tahun 37 orang 35 orang
3 tahun 40 36   42 tahun 39 36
4 tahun 39 32   43 tahun 37 33
5 tahun 38 34   44 tahun 39 35
6 tahun 37 35   45 tahun 38 36
7 tahun 38 34   46 tahun 39 36
8 tahun 36 35   47 tahun 38 36
9 tahun 37 33   48 tahun 38 37
10 tahun 38 36   49 tahun 37 36
11 tahun 40 35   50 tahun 37 35
12 tahun 35 35   51 tahun 39 37
13 tahun 39 36   52 tahun 38 38
14 tahun 36 35   53 tahun 38 36
15 tahun 42 37   54 tahun 37 34
16 tahun 37 35   55 tahun 37 36
17 tahun 38 33   56 tahun 36 33
18 tahun 39 37   57 tahun 38 35
19  tahun 36 34   58 tahun 37 36
20 tahun 38 37   59 tahun 37 37
21 tahun 40 38   60 tahun 36 34
22 tahun 37 36   61 tahun 35 32
23 tahun 41 37   62 tahun 34 33
24 tahun 38 36   63 tahun 35 33
25 tahun 39 35   64 tahun 32 30
26 tahun 42 37   65 tahun 31 29
27 tahun 37 35   66 tahun 32 28
28 tahun 40 38   67 tahun 30 27
29 tahun 38 35   68  tahun 29 26
30  tahun 37 37   69 tahun 28 25
31 tahun 41 38   70 tahun 27 24
32 tahun 37 36   71 tahun 26 23
33 tahun 39 37   72 tahun 25 22
34 tahun 40 37   73 tahun 23 18
35 tahun 39 36   74 tahun 22 18
36 tahun 41 38   75 tahun 21 19
37 tahun 39 37   > 75 tahun 24 20
38 tahun 39 35   Total 2781 2582

 

Pendidikan

Tingkat Pendidikan

Laki-laki

Perempuan

Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK

151 orang

140 orang

Usia 3-6 tahun yang sedang Tk/Playgroup

114 orang

101 orang

Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah

Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah

455

421

Usia 18-56 tahun yang tidak pernah sekolah

Usia 18-56 tahun pernah SD tetapi tidak tamat

11

15

Tamat SD/sederajat

1207

1156

Jumlah usia 12-56 tahun tidak tamat SMP

Jumlah usia 18-56 tahun tidak tamat SMA

Tamat SMP/sederajat

440

410

Tamat SMA/sederajat

380

320

Tamat D-1/sederajat

Tamat D-2/sederajat

5

5

Tamat D-3/sederajat

4

4

Tamat S-1/sederajat

13

10

Tamat S-2/sederajat

1

Tamat S-3/sederajat

Tamat SLBA

Tamat SLBB

Tamat SLBC

 

JUMLAH

2781 orang

2582 orang

JUMLAH TOTAL

5363 orang

 

MATA PENCAHARIAN POKOK

Jenis Pencaharian

Laki-laki

Perempuan

Petani

1300

Buruh tani

135

125

Pegawa Negeri Sipil

35

9

Pedagang Keliling

9

6

Peternak

15

Montir

1

Bidan Swasta

1

Dosen Swasta

1

Pengusaha PNS/TNI/PORLI

59

Pengusaha kecil dan menengah

7

Jumlah total penduduk

5336

 

AGAMA

Agama

Laki-laki

Perempuan

Islam

2781

2582

Jumlah

2781

2582

 

KEWARGANEGARAAN

Kewarganegaraan

Laki-laki

Perempuan

Warga Negara Indonesia

2781

2582

Jumlah

2781

2582

 

ETNIS

Etnis

Laki-laki

Perempuan

Sunda 2777 2852
Jawa 4  
Jumlah 2781 2582

 

TENAGA KERJA

Tenaga kerja

Laki-laki

Perempuan

Penduduk usia 18-56 tahun yang bekerja

213

113

Penduduk usia 18-56 tahun yang belum atau tidak bekerja

522

609

Penduduk usia 0-6 tahun

265

201

Penduduk masih se 7-18 tahun kolah

455

421

Penduduk usia 56 tahun  ke atas

638

582

Angkatan kerja

688

656

Jumlah

2781

2582

Total

5363

 

KUALITAS ANGKATAN KERJA

ANGKATAN KERJA

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

Penduduk usia 18-56  tahun yang tidak tamat SD

11

15

Penduduk usia 18-56 tahun yang tamat SD

1207

1156

Penduduk usia 18-56 yang tamat SMP

440

410

Penduduk usia 18-56 tahun yang tamat SMA

380

320

Penduduk usia 18-56 tahun yang tamat Perguruan Tinggi

23

19

Jumlah

2071

1920

 

SARANA PENDIDIKAN

Tingkat

Sekolah

PAUD

3

TK

4

SDN

4

SMP

1

 

»       Data sarana Sekolah Dasar (SD) :

Nama Sekolah

Alamat

SD N PADASUKA 1

K.P CIKAREES

SD N PADASUKA 2

KP CICAGEUR

SD N PADASUKA 3

KP KANDIL

SD N PADASUKA 4

 

»       Data sarana Taman Kanak-kanak (TK)

Nama Sekolah

Alamat

TK Atohayah K.P CIKAREES
TK Sifausurul KP CICAGEUR
TK At-Faliyah KP KANDIL
Tk Padasuka  

 

»       Data sarana Sekolah Menengah (MP)

Nama Sekolah

Alamat

SMP N Adrul Mukmin  

 

»       Data sarana Pendidikan Anak Usia Dini

Nama Sekolah

Alamat

  KP Cigoltor
  KP Ciranca
  KP Cicageut

 

Berdasarkan hasil sosialisasi dan survey ke wilayah RW. Prosedur Kegiatan dilakukan bersama-sama.

Wilayah

Ketua RW

Jumlah RT

RW 1 Nandang Mulyadi

4

RW 2 Iin Alwiyah

5

RW 3 Ruhiat

4

RW 4 Ucu Syamsyudi

3

RW 5 Ustad Dadang

3

RW 6 Nanay Sumandar

3

RW7 Dede Usman

3

RW 8 Dede Sutarya

3

RW 9 Ahmad Anwar

3

RW 10 Syahrudin

3

 

Dari masing-masing RW, terdapat beberapa kampung

Wilayah

Nama Kampung

RW 1 Kampung Cicageur
RW 2 Kampung Citambal
RW 3 Kampung Ciririp & Nagrog
RW 4 Kampung Cikarees
RW 5 Kampung Kancul
RW 6 Kampung Padasuka
RW7 Kampung Ciranca
RW 8 Kampung Cigalontor, Cicageurgiirang, Kanyere
RW 9 Kampung Kancil, Sukapondok
RW 10 Kampung Cikarees (pamekaran)

 

Dari hail survey yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa desa Padasuka terdiri dari 10 RW dimana masing-asing RW memiliki kampong-kampung. Jumlah keseluruhan kampung desa Padasuka adalah 13 kampung. Masing-masing kampung memiliki cirri khas tersendiri. Setiap wilayah mempunyai aktifitas, pola pemukima, kebudayaan, kebiasaan dan aspek-aspek lainnya yang berbeda dengan yang lain. RW 1,2,3 & 7 cenderung lebih padar dan ramai dibandingkan RW lainnya. RW 4,8, & 10 terletak lebih tinggi dan akses jalan lebih sulit, transportasi yang tersedia hanyalah ojeg. RW 5 & 9 merupakan wilayah pamekaran yang terletak di daerah yang paling tonggi yaitu daerah bukit dan terpencil. Jalan menuju RW 5 & 9 sangat terjal dan curam. Namun, lokasi tersebut memiliki potensi wisata alam yaitu “curug kancil”. Namun yang menjadi kendala adalah akses menuju lokasi tersebut sangat sulit sekali, bahkan warga sekitar Padasuka sendiri ada yang belum pernah ke Curug Kancil karena sulitnya akses dan transportasi menuju lokasi tersebut. Kendaraan umum (ojeg dan mobil)  yang menuju ke sana meminta bayaran mahal meskipun jarak tempuh dari kampung cikarees hanya sekitar 2 km. Namun sangat beresiko jika kita mengunakan kendaraan karena lokasinya yang sangat terjal dan curam sehingga banyak masyarakat atau wisatawan berjalan kaki menuju curug kancil. Pada umumnya lahan desa Padasuka dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang bermanfaat seperti jagung, padi, singkong, dan sebagainya.

Jumlah penduduk desa Padasuka hampir sebagian besar didominasi laki-laki. Mata penceharian desa padasuka sebagian besar petani atau buruh tani. Tingkat pendidikan penduduk desa Padasuka rata-rata lulusan Sekolah Dasar. Meskipun tingkat pendidikannya rendah, minat masyarakat setempat terhadap pendidilkan setiap tahunnya meningkat tetapi akses, sarana dan prasarana untuk meenyalurkan minat masyarakat masih belum memadai, di Desa Padasuka hanya terdapat satu Sekolah Menengah Pertama dan tidak adanya Sekolah Menengah Atas.

Dari segi perekonomian, masih banyak terdapat warga miskin sebanyak 908 orang, dengan indicator penduduk miskin yang dilihat berdasarkan rumah  layak huni dengan kriteria mempunyai fentilasi udara, WC, dan ukuran rumah lebih dari 8 m. Faktanya, Hampir sebagian besar rumah penduduk desa Padasuka tidak memnuhi kriteria tersebut. Selain itu, indicator lainnya adalah aspek pedadogis yaitu pendidikan dan pekerjaan, hampir sebagian besar masyrakat desa Padasuka tidak memiliki perkejaan yang tetap.

Di desa Padasuka, banyak sekali masyrakat yang bergerak di bidang usaha mikro yang tersebar di setiap RW desa Padasuka. Di RW 06 terdapat usaha mikro yang bergerak dibidang produksi kerupuk yang kemuda dipasarkan melalui warung-warung kecil baik di dalam atau di luar desa Padasuka, produksi ikat pingang, tas kulit dari bahan kulit domba & sapi. Sedangkan di RW 4, 5, 8, 9, 10 hampir sebagian besar bergerak di bidang produksi gula aren, anyaman bilik, dan sebagainya.

Sumber pemodalan usaha mikro berasal dari modal sendiri, PNPM mandiri, aspirasi DPR, dana dari kabupaten dan dubas sisial. Untuk PNPM adalah badan yang mengusung program simpan pinjam peremupuan (SPP) sehingga bisa membantu masyarakat desa Padasuka untuk membangun usaha mikro seperti warung dan sebagainya  yang terletak ada di setiap wilayah setempat.

Dari segi kesehatan, desa Padasuka belum memiliki balai  pengobatan. Namun, pemerintah desa Padasuka memberikan bantuan program Jamkesmas dan Jamkesda bagi keluarga yang tidak mampu. Program ini bisa meringankan masyarakat yang tidak mampu agar bisa berobat meskipun kurang mampu. Namun, program ini belum berjalan secara merat.

Dari segi seni dan budaya,  desa Padasuka mempunyai banyak kesenian yang disajikan dalam sebuah acara  seperti Tagonia yang adakan setiap bulan, pekan Muhamram, kelompok Badeng yang sering diadakan di Kampung Kancil dan Pencat silat yang sering diadakan di RW 05.

Kondisi Geografis Desa Padasuka

a.   Letak Geografis
Desa Padasuka terdiri dari 3 Dusun dengan 10 Rukun Warga (RW) dan 34 Rukun Tetangga (RT). Desa Padasuka memiliki batas wilayah administrasi sebagai berikut :
  •    Sebelah Utara                : Desa Karyamukti
  •    Sebelah Selatan             : Desa Wanakerta dan Desa Keresek
  •    Sebelah Barat                : Desa Cibunar
  •    Sebalah Timur              : Kab. Tasimalaya
Secara visualitas, wilayah administratif dapat dilihat dalam peta wilayah Desa Padasuka sebagaimana gambar di bawah ini :
b.   Topografi
     Desa Padasuka merupakan desa yang berada di lereng pegunungan Sadakeling dengan ketinggian antara 612 m di atas permukaan laut. Sebagian wilayah Desa Padasuka adalah daerah tadah hujan dengan curah hujan berkisar 2572 mm pertahun, dengan suhu udara antara 220 – 250 C.
c.    Hidrologi dan Klimatologi
     Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah desa. Berdasarkan hidroliginya, aliran-aliran  air di wilayah Desa Padasuka bersumber dari air pegunungan, mata air, sumr artesis dan air hujan. Tercatat beberapa sumber air yang terdapat di Desa Padasuka, seperti :
  • Mata air Cariang Nini
  •  Mata air Kiara Janggot
  •  Mata air Situhiang A.Sanusi
  • Mata air Cimulang
  • Mata air Cijauh
  • Sumur Artesis Padasuka
d.      Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan
Pada umunnya lahan yang terdapat di Desa Padasuka digunakan secara produktif hanya setengahnya dari total lahan yang ada di desa Padasuka. Untuk lebih jelasnya mengenai luas dann penggunaanya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan Di Desa Padasuka
Sawah (Ha)
Darat (Ha)
Teknis
½ teknis
Tadah hujan
Pekarangan pemukiman
Hutan Rakyat
Pengangon-an
Hutan Negara
Lainnya
-
5
93,660
16,5
-
-
83,60
-

Profil Desa Padasuka

Sejarah Desa
     Permulaan sejarah terbentuknya Desa Padasuka berawal dari adanya Stasiun Kereta Api Cibatu di Kampung Nagrog Desa Cibatu (Padasuka saat ini), namun seiring dengan adanya pembangunan jalur kereta api menuju  kota Garut oleh pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1818, serta tidak memungkinkannya dibuat persimpangan rel kereta api dari setasiun Cibatu (Kp. Nagrog) pada waktu itu, maka setasiun kereta api dipindahkan ke Rancabatu (stasiun CIbatu sekarang).
     Setelah berpindahnya stasiun kereta api Cibatu dari Kp. Nagrog ke Rancabatu, Desa Cibatu yang berdampingan dengan Desa Babakan diperintahkan oleh Wedana Rancabatu untuk menggabungkan Desa Cibatu dengan Desa Babakan dengan alasan kurangnya jumlah penduduk kedua desa sehingga tidak memenuhi syarat untuk menjadi sebuah desa. Dalam rangka  menindak lanjuti kelangsungan kedua desa tersebut maka para tokoh kedua desa yang diprakarsai oleh Bapak Enjin Kepala Desa Babakan dan Bapak H. Hanan Kepala Desa Cibatu pada waktu itu mengadakan musyawarah untuk menyatukan Desa Cibatu dengan Desa Babakan dengan hasil para tokoh masyarakat menyutujui/padasetuju (dalam bahasa Sunda artinya Padasuka) dengan penyatuan kedua desa tersebut, agar tidak sulit dalam menentukan nama dari penyatuan kedua desa tersebut maka disepakati nama Padasuka sebagai nama Desanya serta terpilihnya Bapak Karna sebagai kepala desa pertama yang memimpin Desa Padasuka.
     Adapun cakupan wilayah Desa Padasuka padasaat itu meliputi Kampung Nyangegeng, Babakan Dukuh, dan Dukuh di sebelah utara, Kampung Rancabatu dan Cikoang di sebelah selatan, Kampung Kancil dan Cikarees di sebelah timur, serta kampung Sisimpang dan kampung Babakan Cibunar di sebelah barat. Sehubungan dengan beralihnya kekuasaan Hindia Belanda ke tangan Jepang sekitar tahun 1942 Kades Karna diganti oleh Kades Sadili. Tahun 1954 di Desa Padasuka diadakan kembali pemilihan kepala desa dengan calon Bapak M. Sujari dan Bapak Uju dan terpilihlah bapak M. Sujari sebagai Kades padawaktu itu.
     Pada tahun 1961 sehabis jabatan Kades M. Sujari di Padasuka kembali diadakan pemilihan kepala desa dengan calon Bapak Amin Bunyamin dan bapak Wiharna dan terpilihlah bapa Amin Bunyamin sebagai kade Padasuka menggantikan bapak Sujari. Padasaat pemerintahanya bapak Amin Bunyamin berhasil membangun beberapa infasstruktur di Desa Paasuka diantaranya pemindahan kantor Balai Desa Padasuka dari Kp. Padasuka ke Kp. Citambal, pemekaran desa Padasuka menjadi dua desa yaitu Desa Padasuka dengan Bapak Amin Bunyamin sebagai Kadesnya mulai tahun 1962-1973 dan Desa Karyamukti dengan Bapak Solihin sebagai Kadesnya. Pada tahun 1970 di Desa Padasuka diadakan pengaspalan jalan PU kabupaten yang menghubungkan kota Cibatu dengan kecamatan Malangbong melewati jalan Nasional Bandung – Tasikmalaya.
     Sekitar tahun 1973 di Desa Padasuka ada kekosongan jabatan kepala desa seiring berakhirnya pemerintahan Bapak Amin Bunyamin maka di Desa Padasuka diadakan kembakli pemilihan kepala dengan calon 1. Bapak E Tamimi, 2. Bapak Solihin, 3. Bapak Syaripudin, 4. Bapak Odi, 5. Bapak Iin Ruhiyat, 6. Bapak Mahri, dan terpilihlan bapak Syaripudin sebagai kepala desa dari tahun 1974-1984. Sehabis masa jabatan Kades Syaripudin kembali diadakan pemilihan Kepala Desa dengan calon 1. Bapak Iin Ruhiat, 2. Bapak Sulaeman Raharja, dan 3. Bapak Uju, serta terpilihnya Bapak Sulaeman Raharja menjadi Kepala Desa Padasuka selanjutnya pada pemilihan tahun 1993 pula dengan calon 1. Bapak Sulaeman Raharja, 2. Bapak Iin Ruhiyat, dan 3. Bapak Otong, Bapak Sulaeman Raharja terpilih kembali menjadi kepala desa untuk periode kedua sampai akhir periode tahun 2002.
     Di tahun 2002 setelah habis masa jabatan Kade Sulaeman Raharja pemilihan kepala desa dipadasuka diikuti oleh calon Kades baru dengan calon. Bapak H.Odjir Munawar, S.IP dan Bapak Abas S dan dimenangkan oleh Bapak H. Odjir Munawar, S.IP, begitu juga pada pemilihan tahun 2007 dengan calon Bapak Nandang Mulyadi dan Bapak H. Odjir Munawar, S.IP dimenangkan oleh Bapak H. Odjie Munawar, S.IP sampai masa jabatan tahun 2014.

Padasuka CUP 2012

A.     Deskripsi kegiatan
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah “futsal” adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, futbol dan sala.
Futsal dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game Futsal dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Peraturan
»       Luas lapangan    :
1.      Ukuran: panjang 25-43 m x lebar 15-25 m
2.      Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
3.      Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
4.      Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5.      Garis penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
6.      Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
7.      Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8.      Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif (M Sport Court interlock multi tiles flooring)
»       Bola                    :
1.      Ukuran: 1
2.      Keliling: 62-64 cm
3.      Berat: 1-5 kg
4.      Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5.      Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)
»       Jumlah pemain (per tim)        :
1.      Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2.      Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
3.      Jumlah pemain cadangan maksimal: 8
4.      Jumlah wasit: 2
5.      Jumlah hakim garis: 0
6.      Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
7.      Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
8.      Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan , hanya boleh di luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada pelanggaran-pelanggaran yang harus memasuki lapangan
»       Lama permainan  :
1.      Lama normal: 2×20 menit
2.      Lama istiharat: 10 menit
3.      Lama perpanjangan waktu: 2×10 menit (bila hasil masih imbang setelah 2×20 menit waktu normal)
4.      Ada adu penalti (maksimal 5 gol) jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
5.      Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
6.      Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
Di Desa Padasuka terdapat empat Sekolah Dasar Desa Padasuka yang terdiri dari Sekolah Dasar Negeri I, II, III, dan IV. Siswa dan siswi sekolah dasar padasuka memiliki potensi yang sangat besar baik di bidang akademik maupun bidang olahraga seperti futsal. Maka dari itu, diadakan pertandingan futsal antar sekolah dasar padasuka “Padasuka CUP” sebagai fasilitator untuk menyalurkan bakat siswa & siswi Sekolah Dasar Padasuka di bidang olahraga seperti futsal.
B.    Hasil pelaksanaan KEGIATAN
Kegiatan Pertandingan Futsal antar Sekolah Dasar Padasuka memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan pertandingan ini adalah :
  • Siswa Sekolah Dasar Padasuka termotivasi untuk meningkatkan keterampilan futsal
  • Siswa Sekolah Dasar Padasuka yang berbakat di bidang futsal tersalurkan
  • Program Padasuka CUP antar Sekolah Dasar Padasuka terlaksanaan sehingga  bakat siswa dan siswi Sekolah Dasar Padasuka tersalurkan
  • Hubungan mahasiswa & mahasiswi KKNM UNPAD 2012 dengan siswa &siswi Sekolah Dasar Padasuka semakin harmonis.
C.     Landasan Kegiatan
Kegiatan Pertandingan Futsal antar Sekolah Dasar Padasuka direncanakan dan dilaksanakan atas dasar adalah Program Kerja Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM).
D.   Peserta Kegiatan
Peserta pertandingan futsal antar Sekolah Dasar Padasuka meliputi siswa dan siswi Sekolah Dasar setempat terutama siswa Sekolah Dasar yang berlokasi di desa Padasuka. Pertandingan futsal antar Sekolah Dasar Padasuka akan dilaksanakan di desa Padasuka. Peserta pertandingan futsal antar Sekolah Dasar Padasuka dikhusukan untuk siswa Sekolah Dasar di desa Padasuka.

Kesimpulan

Kegiatan orientasi wilayah dan orientasi lembaga dan tata pemerintahan dalam bentuk sosialisasi langsung dan survey. Dengan interaksi Tanya jawab yang bersifat timbale balik menghasilkan gambaran umum tentang desa Padasuka baik secara umum maupun secara khusus. Desayang memiliki 10 RW ini, masing-masing memiliki keungulan dan kekurangan. Pola permukiman cenderung padat di daerah yang dekat dengan akses lalu lintas dan kantor balai desa. Namun daerah terpencil seperti kampung Kanci, jumlah penduduk lebih sedikit dan mayoritas adalah petani dan buruh tani sehingga akses jalan menuju kancil merupakan salah satu masalah yang kendala yang ada maka sulit untuk mengembangkan dan meningkatkan pontensi yang ada di sana baik sumber daya alam mapun sumber daya manusia.
Di bidang pendidikan, desa padasuka belum memiliki lembaga pendidikan sekolah menengah atas. Hal ini memungkin dilihat dari sisi minat. Padahal dengan adanya SMA/SMK akan meningkatkan sumber daya manusia desa Padasuka.
Hasil orientasi lembaga dan tata pemerintahan, mahasiswa bisa menilai, melihat, dan mengetahui sistem pemerintahan yang belangsung di desa Padasuka, tata pemerintahan yang terbentuk. Dengan adanya kantor kepala desa sebagai badan eksekutif, BPD sebagai badan legislative, kemudian adanya LPM, MUI, dan organisasi PKK, Karang Taruna, IRMA, dan organisasi-organisasi lainnya. Organisasi yang aktif dalam mengerakkan kegiatan posyandu adalah PKK. Anggota PKK aktif dalam menciptakan kegiata-kegiatan baik yang rutin maupun kegiatan yang meningkatkan kreasi dan inovasi. Organisasi yang aktif lainnya adalah Ikatan Remaja Mesjid “IRMA”. Organisasi  yang kurang aktif dan produktif adalah Karang Taruna. Kesadaran membangkitkan dan menghidupkan kembali organisasi ini dari pemuda-pemudi sendiri bisa dikatakan kurang sehingga salah satu program dan kegiatan yang dilakukan kelompok KKNM desa Padasuka melibatkan pemuda-pemudi baik sebagai subjek ataupun objek.
Setelah melakukan pemetaan sosial, survey dan kegiatan-kegiatan berdasarkan aspek, mahasiswa akan mengadakan program-program yang menyesuaikan dengan potensi dan permasalahan yang ada di desa. Melibatkan masyrakat sebagai subjek dan objek serta kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan hubungan silaturahmi dan keakraban dengan masyarakat khususnya desa Padasuka. Dalah satu program utama yang akan dijalankan oleh dosen dan mahasiswa dengan khalayak sasaran adalah masyarakat desa Padasuka mengenai Multimedia Religious. Program  ini diharaplkan bisa memberikan pengetahuan dasar dan meningkatkan kemampuan mengenai multimedia religious “internet”. Sedangkan Program lainnya sebagai tambahan untuk membantu membangun Masyarakat desa padasuka ke arah yang lebih baik.
A.     Deskripsi kegiatan
Desa Padasuka merupakan desa yang berada di lereng pegunungan Sadakeling dengan ketinggian antara 612 m di atas permukaan laut. Sebagian wilayah Desa Padasuka adalah daerah tadah hujan dengan curah hujan berkisar 2572 mm pertahun, dengan suhu udara antara 220 – 250 C.
Desa Padasuka sebagian besar wilayahnya terdiri dari lahan pertanian. Penduduk Desa Padasuka pada umumnya bermatapencaharian sebagai petani, baik petani penggarap maupun buruh tani. Adapun komoditas yang ditanam di desa ini seperti padi, jagung, dan lain sebagainya.
Berdasarkan data yang diperoleh, Desa Padasuka memiliki luas lahan pertanian sebesar 1.466 Ha atau sekitar 8,76% dari seluruh luas wilayah Desa Padasuka.
Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Padasuka digunakan secara produktif hanya setengahnya dari total lahan yang ada. Untuk lebih jelasnya mengenai luas dan penggunaanya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan Di Desa Padasuka
Sawah (Ha)
Darat (Ha)
Teknis
½ teknis
Tadah hujan
Pekarangan pemukiman
Hutan Rakyat
Pengangon-an
Hutan Negara
Lainnya
-
5
93,660
16,5
-
-
83,60
-
B.    Hasil pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman pada Tanaman Padi dan Buah Mangga memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah :
  • Pengetahuan masyarakat Desa Padasuka mengenai pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos secara mandiri bertambah.
  • Pengetahuan masyarakat Desa Padasuka mengenai cara untuk mengatasi hama pada tanaman padi dan buah mangga bertambah.
  • Program pengolahan sampah organic menjadi pupuk kompos sebagai fasilitator dalam pembuatan pupuk kompos sudah terlaksana.
  • Hubungan antara mahasiswa & mahasiswi KKNM UNPAD 2012 dengan masyarakat Desa Padasuka semakin harmonis.
C.     Landasan Kegiatan
Kegiatan Lokakarya hama penyakit tanaman & pelatihan pembuatan pupuk kompos direncakan dan dilaksanakan atas dasar adalah Program Kerja Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM)
D.    Peserta Kegiatan
Peserta penyuluhan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos & mengatasi hama perusak tanaman meliputi ketua RW dan perwakilan masyarakat setempat terutama para petani dan pengarap lahan pertanian di Desa Padasuka. Penyuluhan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos & mengatasi hama perusak tanaman akan dilaksanakan di desa Padasuka.  Penyuluhan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos & mengatasi hama perusak tanaman diutamakan pada masyarakat setempat yang mengalami masalah tersebut.
Peserta kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos ini adalah :
1.      Perangkat Desa Padasuka
2.      Perwakilan RW di Desa Padasuka
3.      Masyarakat setempat
E.     Waktu, Tempat dan Bentuk Kegiatan
Waktu                         : Sabtu, 14 Januari 2012
                                        Pukul 13.00 WIB – selesai
Tempat                      : Balai Desa Padasuka
                                        Jl. Raya Cibatu-Bandrek No. 146
                                       Desa Padasuka, Kec. Cibatu, Kab. Garut
Bentuk Kegiatan    : Pelatihan pembuatan pupuk kompos
F.     Susunan Kepanitiaan
Pelindung                              : H. Nandang
Penangung Jawab              : Muhammad Anugrah Putra
Ketua Pelaksana                : Ria Astuti S.
Sekretaris                             : Annisa Nur Muslimah K
Bendahara                            : Anneke Prutri Rahayu
Moderator                            : Hadi Nugraha
Notulen                                  : Dwi Oktavia Ningrum
Liaisor Officer                     : Dewi & Zarina
Logistik                                  : Yanti, Raya, Patria, Jo
Dokumentasi                       : Gene Maxcell
Humas                                   : Muhammad Anugrah Putra
Konsumsi                             : Rezky, Nesya & Intania
G.    Sususan Acara Kegiatan
NO
KEGIATAN
DURASI
DETAIL ACARA
LOGISTIK
PENANGUNG JAWAB
1
Pembuka
5 menit
MC membuka acara kegiatan dengan mengucapkan bismillah
Soundsystem, 1 MIC
*) Hadi
2
Tilawah
5 menit
Pembacaan ayat suci Al-Quran
Al-Quran, 1 MIC
*) M. Anugerah Putra
3
Sambutan :
π       Sambutan Ketua Pelaksana
π       Sambutan Ketua KKNM
π       Sambutan Kepala Desa
15 menit
*) Ria Astuti
*) M. Anugerah Putra
*) H.Odjir Munawa, S.IP
Soundsystem, 1 MIC
*) Zarina
MC
3 menit
Penyambung acara selanjutnya
Soundsystem, 1 MIC
*) Hadi
4
Penyampaian :
π       Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos
Diskusi :
π       Hama Tanaman (Padi & Mangga)
20 menit
*) Pihak Klinik Tanaman “KLINTAN”
Soundsystem, 1 MIC, Handout, Notebook
*) Nesya
5
Sesi Tanya Jawab :
π       Sesi Pertama
π       Sesi Kedua
30 menit
Peserta acara mengajukan pertanyaan kepada pihak KLINTAN
Soundsystem, 1 MIC, Notebook
*) Nesya
6
Penutupan
5 menit
MC menutup acara sesi pertama dan menghubungkan sesi pertama dengan pratikum
Soundsystem, 1 MIC
*) Hadi
7
Praktikum :
π       Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos
π       Pengedalian Hama Tanaman (Padi & Mangga)
15 menit
*) Pihak Klinik Tanaman “KLINTAN”
#OutDOor
Tong 2, Terpal, Cangkul 2, ember 2, air, sampah organik, dedak serbuk kayu, kotoran hewan, jerami, trashbag 3, sapulidi, air cuci & sapu tanggan
*) Yanti
8
Pembacaan Doa & Penutup
5 menit
MC menutup acara dengan mengucapkan hamdalah
Soundsystem, 1 MIC
*) Hadi
J. Anggaran Dana
Perencanaan biaya ini disesuaikan dengan komunikator yang akan diundang, media yang dipakai, metode atau rangkaian kegiatan penyuluhan program Pengolahan Sampah Organik & mengatasi hama tanaman.
»       Anggaran pemasukan
Donatur                                                       :         Rp. 360.000,00
Total                                                   Rp. 360.000,00
»       Anggaran pengeluaran
Kesekretariatan
Proposal                                                     :           Rp.      2500
Laporan pertanggungjawaban          :           Rp.      2500
Undangan                                                  :                  Rp.      0
Administrasi                                            :                  Rp.     0
Total                                                                      Rp.     5000
Logistik
Pelatihan                                                    :                  Rp.     0
Praktek Pembuatan Kompos              :                  Rp.     0
Total                                                                      Rp.     0
Acara
1.      Praktek Pembuatan Pupuk Kompos & Mengendalikan Hama tanaman
Pembicara         :                                       :         Rp.     250.000
Total                                                                     Rp.     250.000
2.      Seminar
Sewa ruangan dan alat seminar          :         Rp.     0
Sertifikat                                                       :         Rp.     5000
Plakat                                                              :         Rp.     10.000
Hand Out (25 x @2000)                         :         Rp.     50.000
Total                                                                      Rp.     65.000
Konsumsi
Snack       (25 x @1500)                            :         Rp.      37.500
Konsumsi pembicara      (3 x @11500) :         Rp.     34.500
Total                                                                     Rp.     72.000
Total Keseluruhan                                          Rp.     392.000,00
http://3.bp.blogspot.com/-BF8rEg4DwvE/Ty5s_KzsLrI/AAAAAAAAAE8/V_tMwX0DSKg/s1600/Picture21.png
http://3.bp.blogspot.com/-MUcuaa26ESg/Ty5scLNEiRI/AAAAAAAAAE0/jZKxWMyEaF4/s1600/Picture22.png