karyamukti On February - 8 - 2011

Kegiatan ini diberi nama “Gotong Royong Bersama warga RW.1 Desa Karyamukti”. Waktu pelaksanaannya adalah 06 Januari 2011 di Lingkungan RW. 1. Gotong royong adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dan bersifat suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan dengan lancar, mudah dan ringan. Contoh kegiatan yang dapat dilakukan secara bergotong royong antara lain pembangunan fasilitas umum dan membersihkan lingkungan sekitar.

Sikap gotong royong itu seharusnya dimiliki oleh seluruh elemen atau lapisan masyarakat yang ada di Desa Karyamukti. Karena, dengan adanya kesadaran setiap elemen atau lapisan masyarakat melakukan setiap kegiatan dengan cara bergotong royong. Dengan demikian segala sesuatu yang akan dikerjakan dapat lebih mudah dan cepat diselesaikan dan pastinya pembangunan di daerah tersebut akan semakin lancar dan maju. Bukan itu saja, tetapi dengan adanya kesadaran setiap elemen atau lapisan masyarakat dalam menerapkan perilaku gotong royong maka hubungan persaudaraan atau silaturahim akan semakin erat.

Dibandingkan dengan cara individualisme yang mementingkan diri sendiri maka akan memperlambat pembangunan di suatu daerah. Karena individualisme itu dapat menimbulkan keserakahan dan kesenjangan diantara masyarakat di Desa tersebut.
Gotong royong merupakan filosofi leluhur yang di dalamnya mengandung aspek nilai-nilai yang tinggi kualitasnya yaitu integritas, nilai kebangsaan, dan kegotong royongan. Ketiga hal tersebut menjadi landasan semangat berdirinya negara Indonesia. Oleh karena itu pantas apabila pemerintah selalu mengingatkan pada masyarakat akan fungsi pentingnya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sekarang ini semangat kegotongroyongan jauh mengendor dibandingkan masa lalu, termasuk di RW 1 Desa Karyamukti. Hal ini tampak sekali dengan semakin sedikitnya orang-orang yang terlibat dalam aktivitas kerja bakti, sambatan dan kegiatan sosial lainnya, kecuali dari kalangan generasi tua yang terus berupaya.sekuat tenaga “nguri-uri” tradisi leluhur tersebut. Sementara kalangan remaja semakin asyik dengan produk-produk hasil kemajuan teknologi seperti telepon seluler, televisi, radio, tape recorder, dan sebagainya yang membuat mereka egois dan cenderung tidak mempedulikan orang lain.

Mengendornya semangat kegotongroyongan di masyarakat perlu segera diantisipasi dengan memperkuat komitmen kita bersama untuk terus menumbuhkan semangat peduli terhadap sesama, meneguhkan rasa tanggung jawab bersama dan memantapkan keyakinan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu, kebersamaan dalam bentuk gotong royong akan memperkuat integrasi sosial masyarakat di desa dan kelurahan sehingga tercipta keharmonisan kehidupan bersama, yang akan bermuara pada penguatan persatuan bangsa dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

http://blogs.unpad.ac.id/kknmkaryamukti2011/files/2011/02/100_5235.jpg

Leave a Reply


To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create