Peternakan Ayam Boiler Dengan Kolam Lele

Peternakan ayam boiler Di desa Salamjaya memiliki ciri khas sesuai dengan ikon perikanannya, kandangĀ  – kandang ayam berukuran besar didirikan diatas kolam seluas 4000 m2 yang diisi ikan lele . Seperti pribahasa Sekali lempar 2 burung jatuh, entah peribahasa dari mana itu, yang jelas pemilik usaha tersebut memiliki 2 keuntungan, yang utama ayam potong dan selingannya ikan lele. Usaha peternakan ayam boiler di Desa Salamjaya disponsori oleh PT. Japfa Indonesia dengan kerjasama berjenis ” Makloon”, yaitu jenis kerjasama di mana pihak sponsor memberikan sepenuhnya modal usaha kepada pihak pelaksana (Pemilik peternakan) dan nantinya hasil usaha tersebut sepenuhnya di ambil oleh pihak pemberi modal, sedangkan pihak pelaksana mendapatkan beberapa persen keuntungan tergantung kesepakan. Maksudnya pelaksana usaha hanya perlu merawat anak ayam menjadi ayam siap potong tanpa memikirkan biaya pembesaran ayam – ayam tersebut seperti pakan dan vaksin. Jika pelaksana usaha gagal maka, kerugian hanya akan dialami oleh pemberi modal dan pelaksana usaha tidak dipercaya lagi.

” Be Inovative ” mungkin itulah yang di pikirkan pengusaha ternak ayam di Desa Salamjaya, maka dibuat lah kandang – kandang tersebut di atas kolam lele untuk mempertahankan ikon desa. Kotoran dan bangkai ayam serta sisa – sisa pakan ayam menjadi pakan utama lele sehingga pakan lele berkurang dan bahkan tidak di perlukan, karena kolam lele disini hanya selingan pendapatan dan bukan komoditas utama. Selain menambah penghasilan, kolam lele juga mengurangi polusi bau dari kotoran ayam.

Jumlah ayam yang dibesarkan di kandang tersebut tergantung pesanan pemberi modal yaitu PT. Japfa Indonesia dan pernah mencapai 5000 ekor. Hasilnya yang berupa ayam – ayam siap potong nantinya di ambil oleh PT. Japfa Indonesia untuk diolah kembali menjadi panganan sehat siap makan seperti Nugeat dan Sosis ayam. Keuntungan yang di dapat oleh pelaksana usaha tergantung kesepakan dan bisanya mencapai Rp. 3000/ekor, jadi, dari 5000 ekor ayam yang dibesarkan oleh pelaksana usaha didapatkan keuntungan bersih sebesar Rp. 15.000.000 untuk sekali panen yang biasanya dalam jangka waktu 2 bulan dan itu kalau semua ayamnya hidup. Mungkin kerugian yang dialami oleh peternak biasa, tetapi tidak untuk peternak ayam di Desa Salamjaya. Ayam – ayam yang mati dimanfaatkan sebagai pakan lele, sehingga kerugian dari ternak ayam potong dapat tertutupi oleh hasil panen perikanan lele.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 6

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>